phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com
Showing posts with label TLJ Kelas XI. Show all posts

MATERI PERLAJARAN DAN PENILAINAN MANDIRI

 


BERIKUT INI MATERI  TKJ




KELAS XI TKJ

ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN

MATERI SEMESTER 1

1. Sistem Operasi Jaringan

2. DHCP Server

3. FTP Server

4. Remote Server

MATERI SEMESTER 2

5. File Server

6. Web Server

7. DNS Server

8. Database Server

9. Mail Server

TEKNOLOGI JARINGAN KABEL DAN NIRKABEL

MATERI SEMESTER 1

1. Jaringan Berbasis Luas

2. Jaringan Nirkabel

3. Permasalahan Jaringan Nirkabel

4. Jaringan Fiber Optik

5. Jenis - Jenis Kabel Optik

MATERI SEMESTER 2

6. Alat Kerja Fiber Optik

7. Penyambungan Fiber Optik

8. Perangkat Pasif Fiber Optik

9. Permasalah Fiber Optik

PEMASANGAN DAN PENGALAMATAN JARINGAN

MATERI SEMESTER 1

1. VLAN

2. Permasalahan VLAN

3. Proses Routing

MATERI SEMESTER 2

4. Routing Statis

5. Troubleshooting Routing Statis

6. Routing Dinamis

7. Troubleshooting Routing Dinamis

PEMASANGAN DAN KONFIGURASI PERANGKAT JARINGAN

MATERI SEMESTER 1

1. Mengenal Ragam Komunikasi Data

2. Mengenal Standar Komunikasi Data

3. Proses Komunikasi Data Dalam Jaringan

4. Mengelal Teknologi Komunikasi Data dan Suara

MATERI SEMESTER 2

5. Kebutuhan Telekomunikasi Dalam Jaringan

6. Kebutuhan Bandwith Dalam Jaringan

7. Mengenal Protokoler Server Softswitch

8. Diagram Rangkaian Operasi Komunikasi VoIP



KELAS XII TKJ

Penilaian Kompetensi Pengetahuan


Penilaian kompetensi pengetahuan dimaksudkan untuk mengukur ketercapaian aspek kemampuan pada Taksonomi Bloom. Kemampuan yang dimaksud adalah mulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi/mencipta yang terdapat pada setiap KD. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian. Guru diharapkan mampu mengidentifikasi setiap KD dan/atau materi pembelajaran untuk selanjutnya memilih teknik penilaian yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian dimulai dengan perencanaan yang dilakukan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Penilaian pengetahuan dilakukan tidak semata-mata untuk mengetahui apakah siswa telah mencapai ketuntasan belajar (mastery learning), tetapi penilaian juga ditujukan untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan (diagnostic) proses pembelajaran. Untuk itu, pemberian umpan balik (feedback) kepada siswa dan guru merupakan hal yang sangat penting, sehingga hasil penilaian dapat segera digunakan untuk perbaikan mutu pembelajaran. Hasil penilaian kompetensi pengetahuan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka rentang 1-100 dan deskripsi.

SOAL KELAS XII TKJ 1

Link Tugas 13 :

SOAL KELAS XII TKJ 2


HASIL PENILAIAN SEMESTER GANJIL


KELAS XII TKJ 1


KELAS XII TKJ 2




Pentingnya Mengetahui Pengertian Prakerin SMK dan Manfaatnya


Prakerin atau Praktek Kerja Industri merupakan kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran bagi siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang dilakukan di dunia usaha atau dunia industri yang berkaitan dengan kompetensi siswa sesuai bidang yang digelutinya. Pada umumnya, sekolah akan mengupayakan terlaksananya program Prakerin SMK ini demi meningkatkan keterampilan siswa di bidangnya.


Tampilan penuh Tabel Prakerin :  


Rekab Absen XII TKJ 2 (Agustus)

Informasi tingkat kehadiran dan ketidakhadiran siswa ini sangat berguna untuk pengambilan kebijakan, baik pada tingkat kelas maupun sekolah serta dapat digunakan untuk kepentingan pemberian bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menunaikan kewajiban kehadirannya di sekolah





ASJ - Sistem Operasi Jaringan (BAB 1) (Kelas XI)


BAB 1: Sistem Operasi Jaringan

A. Kompetensi Dasar
3.1. Mengimplementasikan sistem operasi jaringan 
4.1. Melakukan instalasi sistem operasi jaringan

B. Materi Pembelajaran

1. Sistem Operasi Jaringan

Sistem Operasi Jaringan (SOJ) adalah jenis sistem operasi yang dirancang khusus untuk menyediakan berbagai layanan kepada komputer klien (workstation). Tujuannya utama adalah memfasilitasi pembagian sumber daya seperti data, aplikasi, file, dan akses printer di antara berbagai komputer yang saling terhubung dalam sebuah jaringan. Meskipun kini banyak sistem operasi umum juga menawarkan fitur serupa, seringkali fungsionalitasnya terbatas, misalnya berbagi file hanya untuk beberapa pengguna. Secara garis besar, SOJ dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama: berbasis peer-to-peer dan berbasis client-server.
1.1. Peer-to-Peer
Dalam model peer-to-peer (P2P), pengguna dapat langsung berbagi sumber daya dan file yang tersimpan di komputer mereka, sekaligus mengakses sumber daya bersama dari komputer lain dalam jaringan. Karakteristik utama sistem ini adalah tidak adanya server pusat; semua data dan sumber daya terdistribusi di masing-masing komputer. Jaringan P2P umumnya diterapkan dalam skala kecil, seperti jaringan area lokal (LAN). Mayoritas sistem operasi desktop modern, seperti macOS, Linux, dan Windows, memiliki kemampuan untuk berfungsi dalam lingkungan jaringan peer-to-peer.
1.2. Client-Server
Model client-server menempatkan server sebagai inti sistem, yang bertugas menyediakan akses ke berbagai sumber daya sekaligus menawarkan fitur keamanan yang komprehensif. Sistem ini membangun mekanisme terpusat untuk mengintegrasikan seluruh komponen jaringan dan memungkinkan banyak pengguna untuk mengakses serta berbagi sumber daya yang sama secara bersamaan. Contoh SOJ berbasis client-server meliputi sistem UNIX/Linux serta keluarga Microsoft Windows Server.

2. Prinsip dan Cara Kerja Sistem Operasi Jaringan
SOJ berfungsi untuk melayani kebutuhan klien dalam jaringan, baik itu model client-server maupun peer-to-peer. Sistem ini harus mampu menjalankan berbagai tugas secara simultan (multitasking) dan mengelola banyak proses pada waktu yang bersamaan (multiprocessing). Kemampuan manajemen tugas yang superior ini menjadi kunci efisiensi SOJ. Berikut adalah beberapa tugas penting yang harus dapat ditangani oleh SOJ:
a. Pengelolaan Printer Bersama: Mengatur izin penggunaan printer, mengelola antrean pencetakan, dan mendeteksi ketersediaan perangkat printer di jaringan. 
b. Pengelolaan Akses Fileserver: Mengaktifkan dan mengatur akses ke fileserver, menentukan file apa saja yang bisa diakses, dan menetapkan siapa yang memiliki izin untuk mengaksesnya. 
c. Pengaturan Akses Jaringan Eksternal: Mengatur konektivitas ke jaringan eksternal (internet) dan mengelola penggunaannya. 
d. Penyediaan Layanan Routing: Mengarahkan permintaan akses dari klien ke jaringan lain yang dituju. e. Pemantauan Sistem dan Keamanan: Memastikan keamanan yang tepat terhadap ancaman seperti virus, peretasan, dan kerusakan data. 
f. Penyediaan Fasilitas Manajemen Jaringan: Menawarkan alat seperti SNMP (Simple Network Management Protocol) yang memungkinkan administrator mengelola pengguna dan sumber daya jaringan dengan efektif.

3. Perangkat Keras Server
Karena SOJ dituntut untuk mendukung multitasking dan multiprocessing yang intensif, perangkat keras yang kuat sangatlah penting. Beberapa vendor SOJ bahkan mensyaratkan spesifikasi perangkat keras tertentu untuk memastikan kinerja yang lancar. Misalnya, beberapa sistem mungkin memerlukan lebih dari satu prosesor untuk mendukung aktivitas multiprocessing, memungkinkan SOJ untuk menjalankan banyak tugas secara paralel dengan mengalokasikan masing-masing tugas ke prosesor yang berbeda, sehingga server dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
Berikut tabel spesifikasi teknis perangkat keras server secara garis besar:

4. Instalasi Sistem Operasi Jaringan

Administrator jaringan memiliki beragam pilihan dalam menentukan SOJ yang akan digunakan pada server mereka. Pemilihan yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik. Berikut adalah lima panduan utama dalam memilih SOJ yang sesuai:
a. Tujuan Penggunaan: 
* Jika Anda membutuhkan sistem dengan instalasi mudah, antarmuka grafis (GUI), dan dukungan untuk aplikasi umum seperti browser dan email, SOJ berbasis desktop mungkin lebih cocok. 
* Apabila stabilitas aplikasi adalah prioritas utama, meskipun proses instalasi dan konfigurasi aplikasi cenderung kurang grafis (sering disebut kurang "ramah pengguna"), SOJ khusus server akan lebih tepat. * Jika SOJ harus berjalan pada perangkat keras spesifik (misalnya, firewall atau perangkat komunikasi tertentu), maka sistem operasi bawaan perangkat keras tersebut adalah pilihan terbaik.
b. Dukungan Komersial: 
* Untuk tujuan komersial, penting untuk memilih SOJ yang didukung secara komersial. Sistem dengan dukungan komersial cenderung menerima pembaruan (update) yang lebih baik dan lebih cepat dari pengembang perangkat lunak jika ditemukan bug. Pembaruan ini krusial bagi perusahaan yang mengutamakan keamanan dan kinerja optimal sistem.
c. Kompatibilitas Perangkat Keras: 
* Kompatibilitas perangkat keras adalah salah satu faktor terpenting. SOJ harus mampu mendukung komponen komputer dan jenis perangkat yang akan digunakan. Pertimbangkan juga apakah vendor perangkat keras hanya mendukung SOJ tertentu. Hindari membeli perangkat keras yang ternyata tidak kompatibel dengan SOJ pilihan Anda, terutama terkait driver.
d. Kompatibilitas Perangkat Lunak: 
* Jika Anda menggunakan aplikasi berbayar atau perangkat lunak komersial, pastikan aplikasi tersebut dapat berjalan di SOJ yang Anda pilih. Pastikan juga bahwa lingkungan runtime yang dibutuhkan oleh aplikasi tersedia dan didukung oleh sistem operasi.
e. Komunitas: 
* SOJ yang handal biasanya didukung oleh komunitas yang besar dan terorganisir dengan baik. Dengan dukungan komunitas, Anda akan lebih mudah mencari bantuan, informasi terbaru, saran, dan tips untuk mengelola sistem operasi. Ini juga memudahkan Anda menemukan solusi saat menghadapi masalah dengan SOJ.
Debian adalah salah satu distribusi Linux yang menjadi fondasi bagi banyak distro Linux lainnya. Sistem operasi Debian dikenal memiliki banyak perangkat lunak yang berfokus pada stabilitas sistem. Selain itu, Debian juga memiliki dukungan repositori yang luas dari berbagai sumber. Mode instalasi Debian tersedia dalam bentuk teks (CLI) maupun grafis (GUI). Banyak tutorial di internet yang dapat membantu administrator jika menemukan masalah.

4.1. Penyiapan Sumber Sistem Operasi

Sistem operasi Debian dapat diunduh dari situs resmi Debian (https://www.debian.org) atau dari mirror terdekat di Indonesia. Beberapa mirror distribusi Linux yang bisa digunakan untuk mengunduh sistem operasi Linux antara lain: a. http://kambing.ui.ac.id/iso/ (Universitas Indonesia) b. http://kebo.pens.ac.id (ITS Surabaya) c. http://repo.ugm.ac.id/iso/ (Universitas Gadjah Mada) d. http://buaya.klas.or.id (KLAS - Surabaya) Setelah file sistem operasi diunduh, Anda bisa membakarnya ke DVD atau menyalinnya ke flashdisk agar menjadi perangkat bootable yang dapat digunakan saat memulai komputer.
4.2. Booting Instalasi Sistem Operasi
Sebelum memulai instalasi, pastikan BIOS Anda sudah diatur untuk melakukan boot dari DVD-ROM atau flashdisk. Setelah itu, nyalakan komputer dan tunggu hingga menu bootloader muncul. Setelah muncul, untuk instalasi standar, Anda bisa memilih “Install” untuk instalasi mode teks (CLI / Command Line Interface) atau “Graphical install” untuk instalasi mode GUI (Graphical User Interface). Gunakan tombol panah untuk memilih menu.
Dalam buku ini, akan dijelaskan dua bentuk instalasi: mode teks dan mode grafis.
4.3. Pemilihan Bahasa
Setelah proses booting selesai, Anda akan melihat dialog untuk pemilihan bahasa. Meskipun menu booting menggunakan bahasa Inggris, pada langkah ini Anda dapat memilih bahasa yang akan digunakan selama proses instalasi dan bahasa untuk sistem operasi yang akan diinstal.
4.4. Pemilihan Lokasi
Langkah kedua setelah pemilihan bahasa adalah memilih lokasi geografis Anda. Pilihan lokasi ini akan memengaruhi pengaturan zona waktu dan format sistem.
Jika Indonesia tidak terdaftar dalam pilihan lokasi, Anda dapat memilih “other” (lainnya), lalu pilih wilayah Asia, dan kemudian pilih Indonesia.
4.5. Konfigurasi Format Lokal
Konfigurasi format lokal digunakan untuk mengatur pengkodean karakter agar sesuai dengan format tertentu. Karena Indonesia belum memiliki format standar yang ditetapkan dalam pilihan ini, kita akan memilih “United States”.
4.6. Konfigurasi Tata Letak Keyboard
Langkah selanjutnya adalah memilih jenis tata letak keyboard yang Anda gunakan. Berbagai jenis keyboard yang umum adalah Dvorak, Qwerty, Rusia, atau Arab. Pilihlah “American English” jika Anda menggunakan keyboard Qwerty.
4.7. Deteksi Perangkat Keras Jaringan
Pada langkah ini, pemasang sistem akan mendeteksi perangkat keras jaringan yang terpasang di komputer. Jika ada perangkat keras yang dikenali, akan muncul daftar perangkat yang bisa dipilih sebagai perangkat jaringan utama. Misalnya, jika server yang diinstal ini menggunakan dua adaptor LAN aktif, tampilannya akan seperti gambar di bawah ini:
Dalam desain topologi jaringan yang disiapkan, terdapat dua adaptor jaringan. Adaptor pertama akan digunakan untuk koneksi ke internet, sedangkan adaptor kedua akan digunakan untuk klien. Oleh karena itu, adaptor utama yang dipilih adalah adaptor pertama. Konfigurasi akan dilakukan secara otomatis sebagai default. Jika konfigurasi otomatis ini gagal, akan muncul notifikasi. Anda bisa mencoba lagi dengan pengaturan DHCP sebelumnya, menuliskan hostname dari DHCP yang ditawarkan, atau mengkonfigurasi pengaturan jaringan secara manual.
4.8. Konfigurasi Nama Host
Konfigurasi ini bertujuan untuk memberikan nama host atau nama komputer. Nama host ini akan berfungsi sebagai pengenal komputer dalam jaringan.
4.9. Konfigurasi Nama Domain
Konfigurasi ini digunakan untuk menetapkan nama domain untuk sistem operasi tersebut. Nama domain adalah bagian dari alamat internet yang akan mengarah ke komputer Anda. Biasanya, nama domain diakhiri dengan .com, .net, .edu, .org, dan sebagainya.

4.10. Pengaturan Pengguna dan Kata Sandi
Ada beberapa langkah terkait pengaturan pengguna dan kata sandi selama instalasi Debian ini. Langkah pertama adalah mengatur kata sandi untuk akun root. Root adalah administrator sistem dengan level tertinggi. Akses root diperlukan untuk melakukan berbagai operasi sistem, seperti menginstal aplikasi, mengkonfigurasi sistem, mengkonfigurasi perangkat keras, dan lain-lain. Pengisian kata sandi root dilakukan dua kali untuk mencegah kesalahan pengetikan.
Langkah kedua setelah mengatur kata sandi root adalah memasukkan nama lengkap pengguna. Nama yang dimasukkan bisa berupa nama panjang/lengkap. Konfigurasi nama ini akan digunakan saat ada aplikasi yang membutuhkan nama pengguna.
Langkah ketiga setelah mengisi nama lengkap adalah mengisi nama pengguna (username) dan kata sandi (password) yang akan digunakan untuk masuk ke sistem. Nama pengguna ini adalah pengguna standar yang hanya mendapatkan beberapa hak akses standar, misalnya hanya bisa melihat konfigurasi, memeriksa log, dan sebagainya. Tujuan pengguna standar ini adalah untuk meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi jika pengguna berada pada level root.

4.11. Konfigurasi Zona Waktu
Ini digunakan untuk menentukan zona waktu tempat server berada. Berdasarkan pengaturan lokasi awal yang telah memilih Indonesia, secara otomatis akan muncul tiga zona waktu yang berlaku di Indonesia, yaitu Barat (WIB), Tengah (WITA), dan Timur (WIT). Tanggal dan waktu akan disinkronkan dengan NTP Server (Network Time Protocol).
4.12. Konfigurasi Penyimpanan / Hard Disk
Saat mengkonfigurasi ruang penyimpanan, ada beberapa pilihan yang bisa digunakan: 
a. Guided – use entire disk (Terpandu – gunakan seluruh disk): Opsi ini akan memandu Anda secara otomatis. "Use entire disk" berarti seluruh hard disk akan dihapus dan digunakan untuk sistem operasi yang akan diinstal. 
b. Guided – use entire disk and set up LVM (Terpandu – gunakan seluruh disk dan siapkan LVM): Menambahkan Logical Volume Manager (LVM) untuk pengelolaan partisi logis. LVM memudahkan administrator untuk mengubah ukuran partisi, serta menambah dan mengurangi partisi. 
c. Guided – use entire disk and set up encrypted LVM (Terpandu – gunakan seluruh disk dan siapkan LVM terenkripsi): Pilihan ini ditambahkan dengan fitur LVM terenkripsi. 
d. Manual: Memungkinkan pemilihan dan pengaturan partisi secara manual.
Jika media penyimpanan/hard disk Anda tidak berisi sistem operasi lain atau data penting, cara pertama (Guided – use entire disk) adalah yang termudah.
Langkah selanjutnya adalah memilih hard disk yang akan digunakan; semua drive yang terpasang di komputer akan ditampilkan di sini.
Kemudian, tentukan apakah partisi di hard disk akan dijadikan satu partisi atau beberapa partisi. Jika Anda memilih “all files in one partition” (semua file dalam satu partisi), berarti semua file Linux akan berada dalam satu sistem berkas tunggal, dengan direktori root (/) sebagai induknya. Jika Anda memilih “separate home” (pisahkan home), berarti direktori home akan dipisahkan dari direktori root. Jika Anda memilih “/home, /var, and /tmp partitions”, maka direktori-direktori tersebut akan ditempatkan pada partisi-partisi tersendiri.
Setelah semua proses dilalui, langkah terakhir adalah meninjau konfigurasi ruang penyimpanan yang telah dipilih sebelumnya. Jika sudah benar sesuai dengan pilihan Anda, pilih “finish partitioning” (selesaikan partisi) untuk menyimpan pengaturan dan menerapkan perubahan ke ruang penyimpanan.
Setelah mengklik “continue” (lanjutkan), dialog selanjutnya adalah konfirmasi ulang bahwa sistem akan melakukan format pada hard disk. Pemformatan hard disk akan mengakibatkan semua data di dalamnya terhapus.
4.13. Konfigurasi Manajer Paket
Dalam konfigurasi paket yang akan diinstal, sistem akan terlebih dahulu menanyakan apakah ada CD lain yang akan dipindai atau tidak.
Debian dalam distribusinya menggunakan 3 DVD. Jika Anda ingin memindai semuanya, keluarkan DVD 1, lalu masukkan DVD 2 dan tekan “continue” untuk melakukan pemindaian. Lakukan hal yang sama dengan DVD 3. Setelah pemindaian selesai, masukkan kembali DVD 1 untuk melanjutkan instalasi. Jika Anda hanya memiliki 1 DVD, cukup pilih “no” dan lanjutkan instalasi. Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi apakah akan menggunakan network mirror sebagai sumber aplikasi yang akan diinstal jika tidak ditemukan di DVD.
Sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya, pengembang sistem operasi Debian memberikan opsi apakah sistem diizinkan mengirimkan statistik penggunaan beserta catatan-catatan yang berguna sebagai masukan untuk pengembangan Debian selanjutnya.
4.14. Pemilihan Perangkat Lunak
Langkah selanjutnya adalah menentukan aplikasi yang akan diinstal bersamaan dengan instalasi sistem operasi. Jika Anda menginginkan sistem operasi berbasis GUI, Anda dapat memilih “Debian Desktop Environment”. Jika Anda hanya membutuhkan mode CLI, cukup centang “standard system utilities”.
4.15. Pemasangan Grub Bootloader
GRUB (GRand Unified Bootloader) adalah aplikasi bootloader yang pertama kali dijalankan oleh BIOS. GRUB menyediakan tampilan agar pengguna dapat memilih aplikasi sistem operasi yang akan dijalankan. Aplikasi ini akan memuat kernel Linux ke dalam memori dan menjalankannya. GRUB dipasang di MBR (Master Boot Record) atau lokasi partisi untuk booting dalam suatu hard disk. Ketika muncul dialog apakah GRUB akan diinstal, Anda bisa memilih “Yes” (Ya) agar GRUB terinstal di MBR hard disk. Setelah itu, pilih partisi yang akan diinstal GRUB, biasanya berada pada /dev/sda. Dalam distro Linux lainnya, selain GRUB dikenal juga LiLo (Linux Loader) dan Boot manager. Semuanya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai bootloader yang digunakan untuk menyiapkan sistem operasi ke dalam komputer saat komputer dinyalakan.
Setelah GRUB selesai dipasang, maka seluruh proses instalasi telah selesai. Pastikan memilih “continue” (lanjutkan) kemudian mencabut DVD / flashdisk yang digunakan sebagai sumber instalasi. Sistem akan otomatis restart.
4.16. Login ke Sistem Operasi
Setelah instalasi berhasil, langkah selanjutnya adalah masuk ke sistem operasi. Dimulai dengan memasukkan nama pengguna (username), kemudian memasukkan kata sandi (password). Kata sandi dalam mode teks tidak akan terlihat saat diketik, jadi ketika selesai mengetikkan kata sandi, Anda bisa langsung menekan tombol Enter. Apabila berhasil, akan tampil seperti gambar di bawah.
5. Manajemen Pengguna dan Grup
Hal pertama yang harus dipahami administrator setelah selesai menginstal sistem operasi adalah manajemen pengguna (user), yaitu menambah dan menghapus pengguna. Berikut adalah cara menambahkan pengguna pada Debian:
adduser <namauser>

Perintah adduser dapat digunakan jika Anda masuk ke akun root. Jika Anda sebagai akun biasa, gunakan perintah sudo adduser. Untuk mengetahui apakah Anda berada di akun root atau akun biasa, bisa dilihat pada tanda di layar. Jika tandanya adalah #, berarti Anda berada di akun root. Jika bertanda $, berarti Anda berada di akun biasa. Sehingga perbedaan perintahnya menjadi:# adduser waluyo # jika dalam akun root $ sudo adduser waluyo # jika dalam akun biasa
Ketika perintah di atas dilakukan, maka akan ada pertanyaan tambahan yang harus diisi, yaitu kata sandi pengguna yang dibuat, nama lengkap, dan lain sebagainya. Jika tidak ingin diisi, bisa diabaikan dengan menekan Enter.
Agar pengguna “waluyo” yang baru saja dibuat dapat menjalankan perintah sebagai super user, maka pengguna tersebut harus dimasukkan ke dalam grup yang mempunyai hak akses sudo, karena secara default pengguna yang baru dibuat hanya berada pada grupnya tersendiri. Adapun cara untuk menambahkan pengguna tersebut ke dalam grup sudo adalah dengan mengetikkan perintah:usermod -aG sudo waluyo
Untuk mengecek apakah sudah masuk ke dalam grup sudo, dengan mengetikkan perintah:groups waluyo
Akan muncul informasi bahwa pengguna tersebut telah masuk ke dalam grup sudo, seperti di bawah ini.
Untuk mencoba akun tersebut, gunakan exit untuk kembali ke dialog login, setelah login gunakan akun yang baru untuk melakukan mengecek apakah sudo bisa digunakan. Misalkan untuk membuka konfigurasi networking seperti di bawah ini:sudo pico /etc/network/interfaces
Terdapat notifikasi bahwa jika menggunakan sudo harus memperhatikan 3 aspek seperti di atas. Jika sudo tidak bisa dijalankan karena “command not found”, berarti paket sudo belum ikut terinstal. Cara mengatasinya gunakan akun root kemudian instal sudo dengan perintah apt-get install sudo. Apabila menginginkan untuk menghapus pengguna / user, dapat menggunakan perintah:deluser <namauser>
Contoh:deluser waluyo
Akan tetapi perintah ini tidak serta menghapus direktori atas nama pengguna yang telah dibuat. Jika menginginkan direktori pengguna tersebut juga terhapus, gunakan perintah:deluser --remove-home <namauser>
Contoh:deluser --remove-home waluyo
Perintah di atas akan menghapus pengguna beserta direktorinya dari sistem.
6. Manajemen Proses
Di setiap sistem operasi, penting untuk mengetahui proses yang berjalan di dalam sistem. Seorang administrator sistem (sysadmin) seharusnya tahu aplikasi apa saja yang berjalan di dalam servernya. Untuk mengetahui aplikasi yang berjalan dapat menggunakan perintah:top
Hasilnya seperti berikut ini:
Dalam keterangan di atas, PID merupakan singkatan dari Process ID, artinya nomor identifikasi untuk tiap proses yang berjalan. Untuk keluar dari layar top, gunakan tombol Ctrl+C. Selain menggunakan top, untuk melihat proses dapat menggunakan perintah ps -A, akan tetapi karena hasilnya cukup banyak (semua proses ditampilkan), maka dapat menggunakan opsi grep, sehingga perintahnya menjadi:ps -A | grep namaapps
Contoh:ps -A | grep firefox
Untuk menghentikan proses yang berjalan, gunakan perintah kill. Sebelum menggunakan perintah kill, administrator harus mengetahui PID dari proses yang akan dihentikan. Misalkan Process ID (PID)-nya adalah 38 maka perintahnya:kill 38
Maka proses dengan ID 38 akan dihentikan. Dalam sebuah sistem operasi kita juga bisa mengatur prioritas dari proses yang sedang berjalan. Perintah yang digunakan untuk mengatur prioritas dari proses adalah “renice” dengan skala prioritas -19 untuk prioritas sangat tinggi (very high priority), dan nilai prioritas 19 untuk prioritas sangat rendah (very low priority). Sedangkan untuk prioritas default adalah 0. Contoh penggunaan perintah renice:renice 19 PID ```PID` diisi dengan ID dari proses, sedangkan `19` merupakan prioritas yang paling rendah. ### 7. Konfigurasi IP Address Konfigurasi sistem yang akan dilakukan adalah mengkonfigurasi dua buah *Ethernet card* / LAN Card pada komputer yang akan dijadikan server. *Ethernet card* pertama akan dihubungkan ke internet, sedangkan *ethernet* kedua akan dihubungkan ke klien. Adapun desain jaringan di bawah ini yang akan dijadikan patokan pada bab selanjutnya: Dalam Debian 9, pemberian nama *network card* bukan lagi menggunakan nama `eth0`, `eth1`, dst. tetapi menggunakan konsep **Predictable Network Interface Names**. Untuk mengetahui nama dari *ethernet card* bisa menggunakan perintah `ip a`. Dua buah *ethernet* di server ini adalah: * `enp0s3`: IP akan diatur DHCP karena mendapatkan IP Address secara otomatis dari ISP. * `enp0s8`: IP akan diatur `192.168.62.1/24`. #### 7.1. Langkah-langkah Konfigurasi Jaringan Untuk dapat mengkonfigurasi IP pada server Debian, langkahnya adalah sebagai berikut: i. Edit file `/etc/network/interfaces` dengan perintah `pico`: ```bash pico /etc/network/interfaces
ii. Ubah dan sesuaikan dengan konfigurasi berikut:# This file describes the network interfaces available on your system # and how to activate them. For more information, see interfaces(5). source /etc/network/interfaces.d/* # The loopback network interface auto lo iface lo inet loopback # The primary network interface (Internet facing) auto enp0s3 iface enp0s3 inet dhcp # The secondary network interface (Client facing) auto enp0s8 iface enp0s8 inet static address 192.168.62.1 netmask 255.255.255.0
iii. Setelah konfigurasi disimpan, restart network dengan mengetikkan perintah:/etc/init.d/networking restart
7.2. Konfigurasi Server sebagai Router Gateway Internet
Gateway adalah pintu gerbang yang menjembatani antara dunia luar (dalam hal ini adalah jaringan internet) dan lingkup lokal. Fungsi server sebagai router adalah sebagai pengarah dari paket-paket data yang masuk dan keluar. Untuk itu diperlukan konfigurasi agar paket data yang melewati gateway dapat mengarah sesuai ke tujuan yang dituju, yaitu dengan cara menghilangkan tanda # pada baris net.ipv4.ip_forward=1 di dalam file /etc/sysctl.conf:pico /etc/sysctl.conf
Sebelum:#net.ipv4.ip_forward=1
Harusnya:net.ipv4.ip_forward=1
Setelah konfigurasi disimpan, cek ulang konfigurasi sysctl dengan perintah:sysctl -p
Untuk menghubungkan ethernet yang tersambung ke internet dengan ethernet yang tersambung ke jaringan lokal, maka perlu diatur dengan menggunakan masquerading. Gunakan perintah masquerading berikut:iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE
Untuk melihat konfigurasi Masquerade pada iptables gunakan perintah:iptables -L -t nat
C. Penilaian Mandiri
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar!
Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem operasi jaringan?
Apa alasan yang mendasari penggunaan sistem operasi jaringan?
Uraikan perbedaan perangkat keras yang digunakan untuk sistem operasi jaringan dan sistem operasi lainnya!


Apa saja tugas/task yang harus dapat ditangani oleh sistem operasi server?


Apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih sistem operasi?


Jabarkan apa yang dimaksud dengan multitasking dan multiprocessing.


Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang repositori.


Apa nama user utama di sistem operasi Debian?


Bagaimana cara menambahkan user dalam sistem operasi Debian?


Bagaimana cara mengetahui proses yang berjalan dalam sistem operasi Debian?
D. Penilaian Kelompok

Buatlah kelompok yang terdiri dari 2 – 4 anak.


Lakukan praktikum instalasi Linux Debian.


Catat kegiatan instalasi Linux dan buatlah tutorial instalasi Sistem Operasi Jaringan.


Buatlah tabel perbandingan antar sistem operasi jaringan (tidak boleh sama antar kelompok), misalkan perbandingan Windows dengan Debian, Mac dengan Windows, Solaris dengan Debian, dst.


Presentasikan hasil perbandingan antara berbagai jenis sistem operasi jaringan dengan kompak, jelas, padat, dan singkat!
E. Uji Kompetensi

Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E!

Berikut ini yang bukan merupakan sistem operasi yang berlisensi Komersial adalah... A. Windows Vista B. Mac OS X C. Red Hat Enterprise D. OpenSuse E. Windows Server 2016


Model komunikasi gabungan di mana semua klien juga menjadi server disebut... A. Client Server B. DHCP Server C. Peer Server D. Peer to Peer E. Server to Server


Jenis perangkat keras prosesor yang diciptakan untuk menunjang kinerja server berikut ini adalah... A. Intel Radeon B. Nvidia Cuda C. AMD Phenom D. Intel Xeon E. Matrix


Teknologi memori server yang dapat mendeteksi dan memperbaiki kesalahan data pada saat digunakan disebut dengan... A. Memory Error Correction B. Hyper Threading Technology C. Error Checking Correction D. Checking Data Correction E. Double Data Rate


Linux pertama kali dikembangkan oleh.... A. Mark Zuckerberg B. William Tanudjaja C. Bill Gates D. Steve Jobs E. Linus Torvalds


Varian dari sistem operasi Linux dikenal dengan sebutan... A. GNU B. Open Source C. Distro D. Package E. Dependencies


Jika kita menginginkan sistem operasi yang ringan dan hanya berbasis teks, maka mode instalasi sistem operasi tersebut berada pada mode... A. CLI B. GUI C. BIOS D. BOOT E. END


Instalasi yang dilakukan sudah sampai tahap format harddisk. Manakah pilihan yang tepat jika kita menginginkan semua kapasitas harddisk digunakan untuk instalasi? A. Guided B. Guided - use entire disk C. Guided - use entire disk and set up LVM D. Guided - use entire disk and set up encrypted LVM E. Manual


Direktori utama (root) pada sistem operasi Linux adalah... A. / B. /core C. /home D. /var E. /etc


Boot Loader pada Linux dikenal dengan nama... A. BIOS B. LILO C. GRUB D. DIR E. BOOT


Dalam harddisk, tempat penyimpanan boot loader terletak pada... A. Partisi Primer B. Partisi Sekunder C. Master Boot Record D. Boot Record E. Primary Boot Record


Dalam instalasi aplikasi pendukung sistem operasi, jika kita tidak mempunyai DVD lain selain DVD instalasi, maka kita bisa mengatur sumber aplikasi pada... A. Boot Loader B. Source Repository C. Harddisk Manager D. Local Disk E. Master Data


Perintah yang digunakan untuk menambahkan pengguna dalam sistem operasi Linux adalah... A. usermod B. add C. adduser D. addroot E. addsystem


Jika kita menggunakan mode super user, maka dalam tampilan layar berbeda dengan user biasa, yaitu jika super user ditandai dengan... A. ~ B. # C. $ D. & E. *


Untuk merubah kata sandi dalam sistem operasi Linux digunakan perintah... A. password B. pass C. passwd D. pwd E. pword


Di bawah ini yang bukan termasuk text editor pada Linux adalah... A. Pico B. Nano C. Vi D. Vim E. Vir


Perintah untuk masuk kedalam mode super user adalah... A. super B. superuser C. su D. spr E. passwd


Apakah yang dimaksud dengan PID... A. Identitas dari proses yang berjalan di sistem. B. Task manager pada sistem operasi Linux. C. Melihat aplikasi yang berjalan di sistem. D. Indentifikasi Proses. E. Penggunaan Bandwidth.


Dalam aplikasi top, identitas berikut ini dapat diketahui dengan jelas, kecuali... A. Prosentase penggunaan prosesor B. Prosentase penggunaan memori C. User yang menjalankan aplikasi D. Bandwidth internet E. Kapasitas memori


Untuk mematikan proses yang berjalan pada sistem, digunakan perintah... A. kill B. shutdown C. endtask D. close E. quit
F. Soal Variasi

Jawablah soal di bawah ini dengan petunjuk sebagai berikut!

Soal Benar - Salah Tuliskan B jika pernyataan benar dan S jika pernyataan salah, pada pernyataan-pernyataan di bawah ini!

[ ] User dengan hak akses tertinggi adalah root.


[ ] Perintah sudo digunakan untuk instalasi aplikasi di Linux.


[ ] Server hanya ada tampilan berupa text, tidak ada tampilan gambar.


[ ] Red Hat Enterprise merupakan distro Linux yang gratis.


[ ] AMD Opteron merupakan Prosesor yang dibuat untuk prosesor server.


[ ] Untuk melakukan instalasi paket, harus menggunakan DVD Instalasi.


[ ] GRUB dan LILO merupakan bootloader yang sering digunakan di Linux.


[ ] Bahasa Indonesia tidak didukung dalam instalasi Debian 9.


[ ] Untuk menghentikan proses yang sedang berjalan, gunakan perintah kill.


[ ] Renice digunakan untuk mengatur prioritas program yang berjalan.

TJBL (WAN) - Jaringan Berbasis Luas (BAB 1) ( Kelas XI)



Kompetensi Dasar

3.1 Menganalisis jaringan berbasis luas 
3.2 Mengevaluasi jaringan nirkabel
3.3 Mengevaluasi permasalahan jaringan nirkabel
3.4 Memahami jaringan fiber optic
3.5 Mengidentifikasi jenis-jenis kabel fiber
3.6 Menerapkan fungsi alat kerja fiber optic
3.7 Mengevaluasi penyambungan fiber optic 
3.8 Mengevaluasi perangkat pasif jaringan fiber optic
3.9 Mengevaluasi permasalahan jaringan fiber 

4.1 Membuat disain jaringan berbasis luas
4.2 Mengkonfigurasi jaringan nirkabel 
4.3 Memperbaiki jaringan  nirkabel 
4.4 Mengkaji jaringan fiber optic 
4.5 Menemutunjukkan kabel fiber optic optic 
4.6 Menggunakan alat kerja fiber optic
4.7 Melakukan sambungan fiber optic 
4.8 Mengkonfigurasikan perangkat pasif  jaringan fiber optic 
4.9 Melakukan perbaikan jaringan fiber optic



BAB 1

Jaringan Berbasis Luas

A. KOMPETENSI DASAR

1. Menganalisis jaringan berbasis luas 
2. Membuat disain jaringan berbasis luas

B. MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian Jaringan WAN 

Wide Area Network atau disingkat dengan WAN adalah suatu jenis jaringan data yang luas mencangkup negara dan benua, sarana transmisi yang digunakan umumnya seperti telepon, kabel bawah laut dan satelit. Singkatnya WAN yakni jenis jaringan komputer yang mencangkup negara dan benua atau WAN merupakan gabungan dari jaringan LAN (Local Area Network) dan MAN (Metropolitan Area Network). Protocol pada jaringan WAN termasuk ke dalam physical layer dan data link pada model OSI Layer. Data-data pada WAN diatur dengan menggunakan seperangkat aturan yang terdapat pada Data Link 7 layer OSI. Jaringan WAN biasanya selalu menggunakan fasilitas transmisi yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi seperti layanan telepon. Lembaga lembaga yang menangani standarisasi jaringan WAN diantaranya:

TLJ - Cisco Packet Tracer part 6 ( buah router (PT-Empty) yang akan ditambahkan komponen untuk port fastEthernet dan Serial)


Apa kabar teman-teman semua. Kali ini saya akan mencoba sharing mengenai simulasi jaringan dengan 2 router pada cisco packet tracer. Baiklah langsung saja.

Saya akan membuat 4 jaringan, yang digunakan :
2 buah router (PT-Empty) yang akan ditambahkan komponen untuk port fastEthernet dan Serial.
4 buah switch (2950-24)
4 buah DHCP server
48 komputer dengan 12 untuk masing-masing jaringan.

Baiklah kita mulai dengan menambahkan semua device yang akan digunakan. Lihat Gambar.




Lalu klik Router dan tambahkan 2 modules PT-Router-NM-1CFE dan 1 modules PT-Router-NM-1S. Ingat matikan dahulu router sebelum menambahkan, setelah selesai hidupkan kembali. Baca disini.






Lalu mulailah menambahkan kabel dengan memilih pada daftar peralatan/perangkat connections atau hit ctrl+alt+o. dan pilih automatic choose connection. Lihat hasil.



Untuk ip saya akan menggunakan subnetting dengan 1 subnet <=30 ip. Yang saya gunakan disini adalah ip 192.168.1.0/27.
Subnet1: 192.168.1.0 – 192.168.1.31
Subnet2: 192.168.1.32 – 192.168.1.63 (Valid untuk digunakan PC 1.33 – 1.62)
Subnet 3: 192.168.1.64 – 192.168.1.95 (Valid untuk digunakan PC 1.65 – 1.94)
Subnet 4: 192.168.1.96 – 192.168.1.127 (Valid untuk digunakan PC 1.97 – 1.126)
Subnet5: 192.168.1.128 – 192.168.1.159 (Valid untuk digunakan PC 1.129 – 1.160)
Subnet6: 192.168.1.160 – 192.168.1.191 (Valid untuk digunakan PC 1.161 – 1.190)

Yang saya pakai adalah subnet2 – 7. Jadi jaringan 1 menggunakan ip dari subnet 1.

A. Setting Router

Untuk settingan router0 atau router pertama :
FastEthernet 0/0 : 192.168.1.33 255.255.255.224
FastEthernet 1/0 : 192.168.1.65 255.255.255.224
Serial 3/0 : 192.168.1.97 255.255.255.224

Untuk settingan router1 atau router kedua :
FastEthernet 1/0 : 192.168.1.129 255.255.255.224
FastEthernet 2/0 : 192.168.1.161 255.255.255.224
Serial 3/0 : 192.168.1.98 255.255.255.224

Pastikan setelah memasukkan konfigurasi pada router centang port status On.

B. Membuat DHCP Server

DHCP server digunakan untuk

Klik Server. Lalu ke tab Desktop >> IP Configuration. Lalu masukkan ip untuk DHCP servernya.




Lalu ke tab Config dan pilih service DHCP. Isikan konfigurasi seperti gambar. Lalu save.





Lakukan cara yang sama untuk server lainnya.

Setelah membuat DHCP, konfigurasi IP untuk setiap PC cukup diarahkan ke DHCP saja.

Klik PC >> Desktop >> IP Configuration >> DHCP



Lakukan hal yang sama untuk semua PC.

C. Setting Routing dengan RIP

Melakukan setting routing dengan RIP lebih cepat, karena secara otomatis router akan mencari routingnya sendiri. Untuk Router 1 masukkan IP serial 3/0 router 2. Untuk Router 2 masukkan IP serial 3/0 router 1.

Pada Router pertama





Setelah memasukkan ip serial 3/0 pada router 2 lalu add. Setelah itu masuk ke tab CLI >> tekan CTRL Z >> Ketik sh ip route lalu Enter

Pada Router 2 sama juga tetapi masukkan ip serial 3/0 router 1.

Untuk melakukan tes berhasil atau tidak silahkan coba dengan mengirim paket PDU atau ping ke komputer.



TLJ - Diagram Rangkaian Operasi Komunikasi VoIP (BAB VIII)


Diagram Rangkaian Operasi Komunikasi VoIP


Layanan Volp memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk melakukan komunikasi suara dengan memanfaatkan media internet. Dalam komunikasi Volp, pengguna melakukan komunikasi telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dengan menggunakan teknologi VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil, salah satunya adalah biaya yang digunakan lebih murah jika dibandingkan dengan tarif telepon tradisional, karena jaringan berbasis IP bersifat global.

Teknologi VoIP diperkenalkan setelah internet mulai berkembang pada tahun 1995. Awalnya, kemampuan mengirimkan suara melalui internet hanya merupakan eksperimen dari beberapa orang atau perusahaan kecil. Perusahaan yang pertama kali melakukan percobaan VoIP adalah Vocaltech yang kemudian diikuti oleh Microsoft dengan program Netmeeting.

mouter internet masih sangat lambat, di mana masih menggunakan

model dial-up dengan kecepatan kurang lebih 36.6 Kbyte. Backbone internet pun masih kecil. Aplikasi yang menggunakan banyak bandwidth, seperti suara atau video masih sangat terbatas penggunaannya. Dalam komunikasi VoIP, pengguna melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dan dalam perkembangannya, VolPlebih membutuhkan sedikit bandwidth jika dbandingkan dengan telepon biasa atau konvensional.

TLJ - Mengenal Protokoler Server Softswitch (BAB VII)





Bacalah teks berikut dengan saksama!

Perkembangan teknologi semakin menuntut adanya penunjang teknologi telekomunikasi yang semakin maju. Dikarenakan perkembangan yang pesat, jarak dan waktu tidak lagi menjadi permasalahan. Telekomunikasi saat ini diarahkan untuk menjadi satu layanan yang dapat mencakup data, suara, gambar, serta komunikasi mobile dengan kualitas yang tinggi.

Jaringan yang didukung oleh protocol IP, semakin fleksibel dalam memenuhi tuntutan kebut, diharapkan. Next Generation Network (NGN) merupakan suatu jaringan telekomunikasi masa depan yang diharapkan untuk mampu meningkatkan kineria dan efisie lembaga atau badan pelayanan telekomunikasi.

Satu teknologi yang diharapkan mampu menjadi solusi dalam peralihan teknologi tele alah softswitch. Jaringan softswitch memungkinkan layanan menuju teknologi jaringan masa depan adalah softswitch. Jaringan softswitch memur voice call, video, dan data pada satu jaringan broadband yang sama. Softswitch dapat sebagai salah satu teknologi broadband yang andal dan fleksibel, sehingga dapat frastruktur dan kemudahan dalam pengembangan keuntungan terhadap menurunnya biaya infrastrukt layanan telekomunikasi baru.

Softswitch dapat beroperasi secara penuh bersama jaringan eksisting atau yang telah ada dal ich dilakukan dengan menyederhanakan desain jaringan inti berevolusi menuju jaringan NGN. Softswitch dile setiap elemen yang terdapat di dalamnya dapat berevolusi kepada konsep arsitektur layer, sehingga setiap elemen yang terdapat dida terhadap elemen lainnya.

A. Protokoler Server Softswitch

Server softswitch diharapkan mampu memenuhi kebutuhan telekomunikasi di masa depan. Softswitch menghubungkan beberapa jaringan dengan jaringan paket. Jaringan yang dimaksud dapat berupa jaringan PSTN, jaringan internet, TV, dan sebagainya, sehingga jaringan memiliki arsitektur yang terdistribusi. Dengan adanya softswitch, fungsi dan peran PSTN didistribusikan pada layer yang terpisah yang dijembatani oleh open interface. Hal ini memungkinkan integrasi perangkat dari berbagai vendor.

TLJ - Kebutuhan Bandwidth dalam Jaringan (Bab VI)





Kebutuhan Bandwidth dalam Jaringan

Dalam jaringan komputer, istilah bandwidth tentu tidak asing lagi. Bandwidth atau lebar pita merupakan besarnya saluran transmisi yang digunakan sebagai jalur transportasi informasi atau data yang menentukan besarnya data yang dapat ditransmisikan per satuan waktu.

Bandwidth dapat dianalogikan sebagai besarnya sebuah jalan raya, sementara kendaraan bermotor yang berjalan di atasnya dianalogikan sebagai informasi atau data. Semakin luas ukuran jalan raya, maka semakin lancar juga arus lalu lintas kendaraan bermotor yang dapat melintas di atasnya. Begitu pula dengan bandwidth, semakin besar bandwidth, maka semakin besar volume data yang dapat ditransmisikan di saluran komunikasi tersebut.

Pada jaringan komputer, kelancaran data dalam bandwidth dipengaruhi oleh banyaknya pengguna. Data akan ditransmisikan secara lancar apabila pengguna yang berada pada bandwidth tersebut sedikit, begitu pula sebaliknya. Sehingga semakin besar bandwidth dalam suatu jaringan, maka performa jaringan tersebut dalam mentransmisikan informasi atau data juga semakin tinggi.

Bandwidth dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bandwidth analog dan bandwidth digital. Namun secara umum yang sering kita gunakan adalah bandwidth digital. Pada perusahaan ISP, bandwidth wigital digunakan untuk menjelaskan seberapa cepat koneksi internet yang ditawarkan.

TLJ - Kebutuhan Telekomunikasi dalam Jaringan (Bab V)




Jaringan telekomunikasi, di era yang semakin maju ini menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Perkembangan teknologi memunculkan bermacam-macam jenis teknologi telekomunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, perkantoran, dan sebagainya. Perkembangan teknologi ini merupakan tuntutan dari masyarakat yang juga memiliki pemikiran semakin berkembang. 

Jaringan telekomunikasi merupakan jaringan yang menghubungkan perangkat-perangkat komunikasi dengan jarak tertentu. Perangkat teknologi telekomunikasi yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari di antaranya adalah handphone, TV, radio, dan lain-lain. Untuk dapat bekerja, teknologi-teknologi tersebut membutuhkan perangkat yang dapat menunjang jaringan telekomunikasi.: 

Dalam membangun jaringan telekomunikasi, diperlukan beberapa kebutuhan. Untuk melakukan analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan, dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu analisis dan peninjauan lapangan, analisis kebutuhan sumber daya, serta analisis kebutuhan perangkat. Ketiga tahap analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. 

TLJ - Mengenal Teknologi Komunikasi Data dan Suara (Bab IV) Kelas XI


BAB IV
Mengenal Teknologi Komunikasi Data dan Suara



Bacalah teks berikut dengan saksama!


Teknologi komunikasi data telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat pada era sekarang ini. Kecanggihan teknologi komunikasi data semakin hari semakin berkembang. Teknologi komunikasi data sering diimplementasikan pada perusahaan-perusahaan besar, begitu pula pada area perkantoran.

Teknologi komunikasi data memiliki tujuan yakni memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar, efisien, serta tanpa kesalahan dari suatu tempat ke tempat lain. Salah satu teknologi komunikasi data yang berkembang pesat adalah jaringan komputer. Teknologi komunikasi data dan jaringan komputer, keduanya beriringan.

Selain teknologi komunikasi data, terdapat pula teknologi komunikasi suara. Salah satu teknologi yang saat ini masih banyak digunakan adalah telepon. Telepon mengimplementasikan perkembangan teknologi komunikasi suara. Telepon memudahkan pertukaran informasi yang dilakukan jarak jauh, bahkan berlainan negara.

Terdapat beberapa aspek dalam teknologi komunikasi data dan suara. Aspek-aspek inilah yang mendukung terjadinya komunikasi. Aspek komunikasi data dan suara, di antaranya adalah communication channel, serial communication, dan teknik transmisi yang digunakan.

TLJ - Proses Komunikasi Data dalam Jaringan (BAB III) Kelas XI




Proses komunikasi data adalah perpindahan data dari suatu sumber atau transmiter menuju ke suatu tujuan atau receiver yang melewati suatu media penghantar dalam bentuk bit-bit. Salah satu contoh proses komunikasi data adalah melakukan video conference melalui komputer. Suara dan video dalam video conference harus diubah terlebih dahulu menjadi bentuk kumpulan bit-bit sebelum memasuki media penghantaran untuk dikomunikasikan. 

Dalam komunikasi data, hal-hal yang harus diperhatikan adalah pengirim, media, dan penerima. Pengirim adalah orang yang bertindak sebagai sumbernya, media sebagai perantaranya, dan penerima adalah server atau orang yang menampung data. Proses komunikasi data terbagi menjadi dua kategori, yaitu komunikasi data pada jaringan komputer dan komunikasi data pada jaringan telepon. 

Komunikasi data pada jaringan komputer memungkinkan pertukaran data yang terjadi antarkomputer. Sementara itu, komunikasi data pada jaringan telepon adalah proses pertukaran data yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi jarak jauh melalui sinyal listrik. 

Untuk melakukan suatu proses komunikasi data dalam jaringan, diperlukan alat atau perangkat yang dapat menunjang pembangunan sebuah infrastruktur jaringan komunikasi data. 

Proses komunikasi data adalah perpindahan informasi yang teriadi dari suatu sumber menuju ke suatu tujuan. Proses komunikasi data dapat terjadi pada jaringan komputer maupun jaringan telepon. 1. Komunikasi Data pada Jaringan Komputer 

Jaringan komputer adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan komputer satu dapat saling terhubung dengan komputer lain dan saling bertukar data. Agar dapat saling bertukar data, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan. Pihak yang meminta atau menerima layanan tersebut disebut klien, sementara pihak yang memberikan atau mengirimkan disebut server. 

Proses komunikasi data yang terjadi pada jaringan komputer dapat diuraikan sebagai berikut.

a. server mengirim sinyal informasi menuju klien melalui protokol encode.

b. komputer Sinyal listrik maupun sinyal dalam bentuk gelombang elektromagnetik pada suatu jaringan komputer merambat atau memancar dengan prinsip kerja 

jaringan komputer. 

c. Agar suatu perangkat dalam jaringan dapat saling bertukar data, diperlukan suatu alat yang dapat berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, maupun sebaliknya. 

d. Setelah data sampai pada klien, informasi akan di-decode kembali menjadi sinyal digital sebelum masuk ke receiver. 

e. Informasi yang masuk ke receiver menggunakan protocol OSI atau TCP/IP. 

TLJ - Mengenal Standar Komunikasi Data (BAB II) Kelas XI


Mengenal Standar Komunikasi Data 



Perhatikan teks berikut dengan saksama!


Komunikasi data dirancang untuk melakukan pertukaran data secara terpusat maupun tersebar. Komunikasi data dirancang untuk melayani pengguna berbagai macam perangkat yang berasal dari vendor yang berbeda. Membangun jaringan yang efektif diperlukan suatu standar yang menjamin interoperabilitas, kompabilitas, serta kinerja yang dipersyaratkan secara ekonomis. 

Standar yang terbuka (open standard) diperlukan untuk memungkinkan interkoneksi sistem, perangkat, maupun jaringan. Selain itu, standar komunikasi data penting untuk memastikan bahwa hardware dan software yang diproduksi oleh vendor yang berbeda dapat bekerja sama. Jika tidak, setiap vendor akan membuat perangkat sesuai dengan spesifikasinya sendiri. Akibatnya, tidak terjadi interoperabilitas apabila dihubungkan dengan perangkat komunikasi yang dibuat oleh vendor lain. 

Komunikasi data menggunakan tiga standar dalam jaringannya, yaitu standar organisasi, standar Open Systems Interconnection (OSI), serta internet standar. Salah satu standar organisasi komunikasi data adalah IEEE 802.11. IEEE merupakan institusi yang melakukan diskusi, riset, dan pengembangan terhadap perangkat jaringan yang kemudian menjadi standarisasi yang digunakan sebagai standar. perangkat jaringan, komunikasi data, dan sebagainya.