phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com
Showing posts with label TLJ Kelas XI. Show all posts

MATERI PERLAJARAN DAN PENILAINAN MANDIRI

 


BERIKUT INI MATERI  TKJ




KELAS XI TKJ

ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN

MATERI SEMESTER 1

1. Sistem Operasi Jaringan

2. DHCP Server

3. FTP Server

4. Remote Server

MATERI SEMESTER 2

5. File Server

6. Web Server

7. DNS Server

8. Database Server

9. Mail Server

TEKNOLOGI JARINGAN KABEL DAN NIRKABEL

MATERI SEMESTER 1

1. Jaringan Berbasis Luas

2. Jaringan Nirkabel

3. Permasalahan Jaringan Nirkabel

4. Jaringan Fiber Optik

5. Jenis - Jenis Kabel Optik

MATERI SEMESTER 2

6. Alat Kerja Fiber Optik

7. Penyambungan Fiber Optik

8. Perangkat Pasif Fiber Optik

9. Permasalah Fiber Optik

PEMASANGAN DAN PENGALAMATAN JARINGAN

MATERI SEMESTER 1

1. VLAN

2. Permasalahan VLAN

3. Proses Routing

MATERI SEMESTER 2

4. Routing Statis

5. Troubleshooting Routing Statis

6. Routing Dinamis

7. Troubleshooting Routing Dinamis

PEMASANGAN DAN KONFIGURASI PERANGKAT JARINGAN

MATERI SEMESTER 1

1. Mengenal Ragam Komunikasi Data

2. Mengenal Standar Komunikasi Data

3. Proses Komunikasi Data Dalam Jaringan

4. Mengelal Teknologi Komunikasi Data dan Suara

MATERI SEMESTER 2

5. Kebutuhan Telekomunikasi Dalam Jaringan

6. Kebutuhan Bandwith Dalam Jaringan

7. Mengenal Protokoler Server Softswitch

8. Diagram Rangkaian Operasi Komunikasi VoIP



KELAS XII TKJ

Penilaian Kompetensi Pengetahuan


Penilaian kompetensi pengetahuan dimaksudkan untuk mengukur ketercapaian aspek kemampuan pada Taksonomi Bloom. Kemampuan yang dimaksud adalah mulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi/mencipta yang terdapat pada setiap KD. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian. Guru diharapkan mampu mengidentifikasi setiap KD dan/atau materi pembelajaran untuk selanjutnya memilih teknik penilaian yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian dimulai dengan perencanaan yang dilakukan pada saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Penilaian pengetahuan dilakukan tidak semata-mata untuk mengetahui apakah siswa telah mencapai ketuntasan belajar (mastery learning), tetapi penilaian juga ditujukan untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan (diagnostic) proses pembelajaran. Untuk itu, pemberian umpan balik (feedback) kepada siswa dan guru merupakan hal yang sangat penting, sehingga hasil penilaian dapat segera digunakan untuk perbaikan mutu pembelajaran. Hasil penilaian kompetensi pengetahuan selama dan setelah proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk angka rentang 1-100 dan deskripsi.

SOAL KELAS XII TKJ 1

Link Tugas 13 :

SOAL KELAS XII TKJ 2


HASIL PENILAIAN SEMESTER GANJIL


KELAS XII TKJ 1


KELAS XII TKJ 2




Pentingnya Mengetahui Pengertian Prakerin SMK dan Manfaatnya


Prakerin atau Praktek Kerja Industri merupakan kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran bagi siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang dilakukan di dunia usaha atau dunia industri yang berkaitan dengan kompetensi siswa sesuai bidang yang digelutinya. Pada umumnya, sekolah akan mengupayakan terlaksananya program Prakerin SMK ini demi meningkatkan keterampilan siswa di bidangnya.


Tampilan penuh Tabel Prakerin :  


Rekab Absen XII TKJ 2 (Agustus)

Informasi tingkat kehadiran dan ketidakhadiran siswa ini sangat berguna untuk pengambilan kebijakan, baik pada tingkat kelas maupun sekolah serta dapat digunakan untuk kepentingan pemberian bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menunaikan kewajiban kehadirannya di sekolah





ASJ - Sistem Operasi Jaringan (BAB 1) (Kelas XI)


BAB 1
Sistem Operasi Jaringan

A. KOMPETENSI DASAR


3.1. Menerapkan sistem operasi jaringan
4.1. Menginstalasi sistem operasi jaringan


B. MATERI PEMBELAJARAN

1. Sistem Operasi Jaringan

Sistem operasi jaringan merupakan sistem operasi yang didesain dengan tujuan memberi layanan kepada komputer client (workstation), berbagi pakai sumber data, berbagi pakai

aplikasi, file, akses ke printer dengan beberapa komputer dalam sebuah jaringan. Dewasa ini beberapa sistem operasi yang sering digunakan oleh masyarakat luas juga mempunyai fitur yang hampir sama, akan tetapi biasanya dalam mode yang terbatas. Misalnya file sharing terbatas pada beberapa user saja. Secara garis besar, sistem operasi jaringan dapat digolongkan menjadi 2 tipe, yaitu berbasis peer to peer, dan berbasis client-server. 

1.1. Peer to peer
Sistem operasi jaringan peer-to-peer memungkinkan pengguna untuk berbagi sumber daya dan file yang terletak di komputer dan saling mengakses sumber daya bersama yang berada di komputer lain. Sistem ini tidak memiliki server terpusat karena data berada pada masing-masing komputer. Jaringan peer-to peer biasanya digunakan dalam jaringan area lokal. Hampir semua sistem operasi desktop modern, seperti Macintosh OSX, Linux, dan Windows, dapat berfungsi sebagai sistem operasi jaringan peer-to-peer. 

1.2. Client Server
Server yang menyediakan akses ke sumber daya serta mempunyai fitur keamanan yang lengkap menjadi inti dari sistem operasi ini. Sistem ini menyediakan mekanisme untuk mengintegrasikan semua komponen jaringan dan memungkinkan banyak pengguna untuk secara bersamaan berbagi sumber daya yang sama. UNIX / Linux dan keluarga Microsoft Windows Server adalah contoh dari sistem operasi jaringan client server. 

TJBL (WAN) - Jaringan Berbasis Luas (BAB 1) ( Kelas XI)



Kompetensi Dasar

3.1 Menganalisis jaringan berbasis luas 
3.2 Mengevaluasi jaringan nirkabel
3.3 Mengevaluasi permasalahan jaringan nirkabel
3.4 Memahami jaringan fiber optic
3.5 Mengidentifikasi jenis-jenis kabel fiber
3.6 Menerapkan fungsi alat kerja fiber optic
3.7 Mengevaluasi penyambungan fiber optic 
3.8 Mengevaluasi perangkat pasif jaringan fiber optic
3.9 Mengevaluasi permasalahan jaringan fiber 

4.1 Membuat disain jaringan berbasis luas
4.2 Mengkonfigurasi jaringan nirkabel 
4.3 Memperbaiki jaringan  nirkabel 
4.4 Mengkaji jaringan fiber optic 
4.5 Menemutunjukkan kabel fiber optic optic 
4.6 Menggunakan alat kerja fiber optic
4.7 Melakukan sambungan fiber optic 
4.8 Mengkonfigurasikan perangkat pasif  jaringan fiber optic 
4.9 Melakukan perbaikan jaringan fiber optic



BAB 1

Jaringan Berbasis Luas

A. KOMPETENSI DASAR

1. Menganalisis jaringan berbasis luas 
2. Membuat disain jaringan berbasis luas

B. MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian Jaringan WAN 

Wide Area Network atau disingkat dengan WAN adalah suatu jenis jaringan data yang luas mencangkup negara dan benua, sarana transmisi yang digunakan umumnya seperti telepon, kabel bawah laut dan satelit. Singkatnya WAN yakni jenis jaringan komputer yang mencangkup negara dan benua atau WAN merupakan gabungan dari jaringan LAN (Local Area Network) dan MAN (Metropolitan Area Network). Protocol pada jaringan WAN termasuk ke dalam physical layer dan data link pada model OSI Layer. Data-data pada WAN diatur dengan menggunakan seperangkat aturan yang terdapat pada Data Link 7 layer OSI. Jaringan WAN biasanya selalu menggunakan fasilitas transmisi yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi seperti layanan telepon. Lembaga lembaga yang menangani standarisasi jaringan WAN diantaranya:

AIJ - Virtual Local Area Network (BAB 1)(Kelas XI)



A. KOMPETENSI DASAR

3.1 Mengevaluasi VLAN pada jaringan
4.1 Mengkonfigurasi VLAN

B. JARINGAN KOMPUTER

Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri dari dua atau lebih PC atau komputer yang saling terhubung melalui media transmisi maupun media komunikasi sehingga bisa saling berbagi hardware, data maupun software. Jaringan komputer dapat dikatakan suatu jaringan telekomunikasi yang memungkinkan antar komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data.

Tujuan dari jaringan komputer adalah membawa informasi dengan tepat tanpa ada kesalahan dari transmitter (pengirim) menuju ke receiver (penerima). John Gage, chief researcher dari Sun Microsystems, (1984) memberikan pengertian jaringan komputer adalah hubungan dari dua atau lebih komputer, dan perangkat lainnya (seperti printer, hard drive eksternal, modem dan router), yang terhubung bersama sehingga mereka dapat berkomunikasi saling berkomunikasi /perintah pertukaran dan berbagi data, perangkat keras dan sumber daya lainnya.

Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan

komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.

Kemudian pada tahun 1950-an untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Tercipta super komputer yaitu, ketika jenis komputer mulai berkembang, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET.

Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan pada tahun 1970 mulai digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing) setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal. Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

TLJ - Cisco Packet Tracer part 6 ( buah router (PT-Empty) yang akan ditambahkan komponen untuk port fastEthernet dan Serial)



Apa kabar teman-teman semua. Kali ini saya akan mencoba sharing mengenai simulasi jaringan dengan 2 router pada cisco packet tracer. Baiklah langsung saja.

Saya akan membuat 4 jaringan, yang digunakan :
2 buah router (PT-Empty) yang akan ditambahkan komponen untuk port fastEthernet dan Serial.
4 buah switch (2950-24)
4 buah DHCP server
48 komputer dengan 12 untuk masing-masing jaringan.

Baiklah kita mulai dengan menambahkan semua device yang akan digunakan. Lihat Gambar.




Lalu klik Router dan tambahkan 2 modules PT-Router-NM-1CFE dan 1 modules PT-Router-NM-1S. Ingat matikan dahulu router sebelum menambahkan, setelah selesai hidupkan kembali. Baca disini.






Lalu mulailah menambahkan kabel dengan memilih pada daftar peralatan/perangkat connections atau hit ctrl+alt+o. dan pilih automatic choose connection. Lihat hasil.



Untuk ip saya akan menggunakan subnetting dengan 1 subnet <=30 ip. Yang saya gunakan disini adalah ip 192.168.1.0/27.
Subnet1: 192.168.1.0 – 192.168.1.31
Subnet2: 192.168.1.32 – 192.168.1.63 (Valid untuk digunakan PC 1.33 – 1.62)
Subnet 3: 192.168.1.64 – 192.168.1.95 (Valid untuk digunakan PC 1.65 – 1.94)
Subnet 4: 192.168.1.96 – 192.168.1.127 (Valid untuk digunakan PC 1.97 – 1.126)
Subnet5: 192.168.1.128 – 192.168.1.159 (Valid untuk digunakan PC 1.129 – 1.160)
Subnet6: 192.168.1.160 – 192.168.1.191 (Valid untuk digunakan PC 1.161 – 1.190)

Yang saya pakai adalah subnet2 – 7. Jadi jaringan 1 menggunakan ip dari subnet 1.

A. Setting Router

Untuk settingan router0 atau router pertama :
FastEthernet 0/0 : 192.168.1.33 255.255.255.224
FastEthernet 1/0 : 192.168.1.65 255.255.255.224
Serial 3/0 : 192.168.1.97 255.255.255.224

Untuk settingan router1 atau router kedua :
FastEthernet 1/0 : 192.168.1.129 255.255.255.224
FastEthernet 2/0 : 192.168.1.161 255.255.255.224
Serial 3/0 : 192.168.1.98 255.255.255.224

Pastikan setelah memasukkan konfigurasi pada router centang port status On.

B. Membuat DHCP Server

DHCP server digunakan untuk

Klik Server. Lalu ke tab Desktop >> IP Configuration. Lalu masukkan ip untuk DHCP servernya.




Lalu ke tab Config dan pilih service DHCP. Isikan konfigurasi seperti gambar. Lalu save.





Lakukan cara yang sama untuk server lainnya.

Setelah membuat DHCP, konfigurasi IP untuk setiap PC cukup diarahkan ke DHCP saja.

Klik PC >> Desktop >> IP Configuration >> DHCP



Lakukan hal yang sama untuk semua PC.

C. Setting Routing dengan RIP

Melakukan setting routing dengan RIP lebih cepat, karena secara otomatis router akan mencari routingnya sendiri. Untuk Router 1 masukkan IP serial 3/0 router 2. Untuk Router 2 masukkan IP serial 3/0 router 1.

Pada Router pertama





Setelah memasukkan ip serial 3/0 pada router 2 lalu add. Setelah itu masuk ke tab CLI >> tekan CTRL Z >> Ketik sh ip route lalu Enter

Pada Router 2 sama juga tetapi masukkan ip serial 3/0 router 1.

Untuk melakukan tes berhasil atau tidak silahkan coba dengan mengirim paket PDU atau ping ke komputer.



TLJ - Diagram Rangkaian Operasi Komunikasi VoIP (BAB VIII)


Diagram Rangkaian Operasi Komunikasi VoIP


Layanan Volp memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk melakukan komunikasi suara dengan memanfaatkan media internet. Dalam komunikasi Volp, pengguna melakukan komunikasi telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dengan menggunakan teknologi VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil, salah satunya adalah biaya yang digunakan lebih murah jika dibandingkan dengan tarif telepon tradisional, karena jaringan berbasis IP bersifat global.

Teknologi VoIP diperkenalkan setelah internet mulai berkembang pada tahun 1995. Awalnya, kemampuan mengirimkan suara melalui internet hanya merupakan eksperimen dari beberapa orang atau perusahaan kecil. Perusahaan yang pertama kali melakukan percobaan VoIP adalah Vocaltech yang kemudian diikuti oleh Microsoft dengan program Netmeeting.

mouter internet masih sangat lambat, di mana masih menggunakan

model dial-up dengan kecepatan kurang lebih 36.6 Kbyte. Backbone internet pun masih kecil. Aplikasi yang menggunakan banyak bandwidth, seperti suara atau video masih sangat terbatas penggunaannya. Dalam komunikasi VoIP, pengguna melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dan dalam perkembangannya, VolPlebih membutuhkan sedikit bandwidth jika dbandingkan dengan telepon biasa atau konvensional.

TLJ - Mengenal Protokoler Server Softswitch (BAB VII)





Bacalah teks berikut dengan saksama!

Perkembangan teknologi semakin menuntut adanya penunjang teknologi telekomunikasi yang semakin maju. Dikarenakan perkembangan yang pesat, jarak dan waktu tidak lagi menjadi permasalahan. Telekomunikasi saat ini diarahkan untuk menjadi satu layanan yang dapat mencakup data, suara, gambar, serta komunikasi mobile dengan kualitas yang tinggi.

Jaringan yang didukung oleh protocol IP, semakin fleksibel dalam memenuhi tuntutan kebut, diharapkan. Next Generation Network (NGN) merupakan suatu jaringan telekomunikasi masa depan yang diharapkan untuk mampu meningkatkan kineria dan efisie lembaga atau badan pelayanan telekomunikasi.

Satu teknologi yang diharapkan mampu menjadi solusi dalam peralihan teknologi tele alah softswitch. Jaringan softswitch memungkinkan layanan menuju teknologi jaringan masa depan adalah softswitch. Jaringan softswitch memur voice call, video, dan data pada satu jaringan broadband yang sama. Softswitch dapat sebagai salah satu teknologi broadband yang andal dan fleksibel, sehingga dapat frastruktur dan kemudahan dalam pengembangan keuntungan terhadap menurunnya biaya infrastrukt layanan telekomunikasi baru.

Softswitch dapat beroperasi secara penuh bersama jaringan eksisting atau yang telah ada dal ich dilakukan dengan menyederhanakan desain jaringan inti berevolusi menuju jaringan NGN. Softswitch dile setiap elemen yang terdapat di dalamnya dapat berevolusi kepada konsep arsitektur layer, sehingga setiap elemen yang terdapat dida terhadap elemen lainnya.

A. Protokoler Server Softswitch

Server softswitch diharapkan mampu memenuhi kebutuhan telekomunikasi di masa depan. Softswitch menghubungkan beberapa jaringan dengan jaringan paket. Jaringan yang dimaksud dapat berupa jaringan PSTN, jaringan internet, TV, dan sebagainya, sehingga jaringan memiliki arsitektur yang terdistribusi. Dengan adanya softswitch, fungsi dan peran PSTN didistribusikan pada layer yang terpisah yang dijembatani oleh open interface. Hal ini memungkinkan integrasi perangkat dari berbagai vendor.

TLJ - Kebutuhan Bandwidth dalam Jaringan (Bab VI)





Kebutuhan Bandwidth dalam Jaringan

Dalam jaringan komputer, istilah bandwidth tentu tidak asing lagi. Bandwidth atau lebar pita merupakan besarnya saluran transmisi yang digunakan sebagai jalur transportasi informasi atau data yang menentukan besarnya data yang dapat ditransmisikan per satuan waktu.

Bandwidth dapat dianalogikan sebagai besarnya sebuah jalan raya, sementara kendaraan bermotor yang berjalan di atasnya dianalogikan sebagai informasi atau data. Semakin luas ukuran jalan raya, maka semakin lancar juga arus lalu lintas kendaraan bermotor yang dapat melintas di atasnya. Begitu pula dengan bandwidth, semakin besar bandwidth, maka semakin besar volume data yang dapat ditransmisikan di saluran komunikasi tersebut.

Pada jaringan komputer, kelancaran data dalam bandwidth dipengaruhi oleh banyaknya pengguna. Data akan ditransmisikan secara lancar apabila pengguna yang berada pada bandwidth tersebut sedikit, begitu pula sebaliknya. Sehingga semakin besar bandwidth dalam suatu jaringan, maka performa jaringan tersebut dalam mentransmisikan informasi atau data juga semakin tinggi.

Bandwidth dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bandwidth analog dan bandwidth digital. Namun secara umum yang sering kita gunakan adalah bandwidth digital. Pada perusahaan ISP, bandwidth wigital digunakan untuk menjelaskan seberapa cepat koneksi internet yang ditawarkan.

TLJ - Kebutuhan Telekomunikasi dalam Jaringan (Bab V)




Jaringan telekomunikasi, di era yang semakin maju ini menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Perkembangan teknologi memunculkan bermacam-macam jenis teknologi telekomunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, perkantoran, dan sebagainya. Perkembangan teknologi ini merupakan tuntutan dari masyarakat yang juga memiliki pemikiran semakin berkembang. 

Jaringan telekomunikasi merupakan jaringan yang menghubungkan perangkat-perangkat komunikasi dengan jarak tertentu. Perangkat teknologi telekomunikasi yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari di antaranya adalah handphone, TV, radio, dan lain-lain. Untuk dapat bekerja, teknologi-teknologi tersebut membutuhkan perangkat yang dapat menunjang jaringan telekomunikasi.: 

Dalam membangun jaringan telekomunikasi, diperlukan beberapa kebutuhan. Untuk melakukan analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan, dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu analisis dan peninjauan lapangan, analisis kebutuhan sumber daya, serta analisis kebutuhan perangkat. Ketiga tahap analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. 

TLJ - Mengenal Teknologi Komunikasi Data dan Suara (Bab IV) Kelas XI


BAB IV
Mengenal Teknologi Komunikasi Data dan Suara



Bacalah teks berikut dengan saksama!


Teknologi komunikasi data telah menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat pada era sekarang ini. Kecanggihan teknologi komunikasi data semakin hari semakin berkembang. Teknologi komunikasi data sering diimplementasikan pada perusahaan-perusahaan besar, begitu pula pada area perkantoran.

Teknologi komunikasi data memiliki tujuan yakni memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar, efisien, serta tanpa kesalahan dari suatu tempat ke tempat lain. Salah satu teknologi komunikasi data yang berkembang pesat adalah jaringan komputer. Teknologi komunikasi data dan jaringan komputer, keduanya beriringan.

Selain teknologi komunikasi data, terdapat pula teknologi komunikasi suara. Salah satu teknologi yang saat ini masih banyak digunakan adalah telepon. Telepon mengimplementasikan perkembangan teknologi komunikasi suara. Telepon memudahkan pertukaran informasi yang dilakukan jarak jauh, bahkan berlainan negara.

Terdapat beberapa aspek dalam teknologi komunikasi data dan suara. Aspek-aspek inilah yang mendukung terjadinya komunikasi. Aspek komunikasi data dan suara, di antaranya adalah communication channel, serial communication, dan teknik transmisi yang digunakan.

TLJ - Proses Komunikasi Data dalam Jaringan (BAB III) Kelas XI




Proses komunikasi data adalah perpindahan data dari suatu sumber atau transmiter menuju ke suatu tujuan atau receiver yang melewati suatu media penghantar dalam bentuk bit-bit. Salah satu contoh proses komunikasi data adalah melakukan video conference melalui komputer. Suara dan video dalam video conference harus diubah terlebih dahulu menjadi bentuk kumpulan bit-bit sebelum memasuki media penghantaran untuk dikomunikasikan. 

Dalam komunikasi data, hal-hal yang harus diperhatikan adalah pengirim, media, dan penerima. Pengirim adalah orang yang bertindak sebagai sumbernya, media sebagai perantaranya, dan penerima adalah server atau orang yang menampung data. Proses komunikasi data terbagi menjadi dua kategori, yaitu komunikasi data pada jaringan komputer dan komunikasi data pada jaringan telepon. 

Komunikasi data pada jaringan komputer memungkinkan pertukaran data yang terjadi antarkomputer. Sementara itu, komunikasi data pada jaringan telepon adalah proses pertukaran data yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi jarak jauh melalui sinyal listrik. 

Untuk melakukan suatu proses komunikasi data dalam jaringan, diperlukan alat atau perangkat yang dapat menunjang pembangunan sebuah infrastruktur jaringan komunikasi data. 

Proses komunikasi data adalah perpindahan informasi yang teriadi dari suatu sumber menuju ke suatu tujuan. Proses komunikasi data dapat terjadi pada jaringan komputer maupun jaringan telepon. 1. Komunikasi Data pada Jaringan Komputer 

Jaringan komputer adalah jaringan telekomunikasi yang memungkinkan komputer satu dapat saling terhubung dengan komputer lain dan saling bertukar data. Agar dapat saling bertukar data, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan. Pihak yang meminta atau menerima layanan tersebut disebut klien, sementara pihak yang memberikan atau mengirimkan disebut server. 

Proses komunikasi data yang terjadi pada jaringan komputer dapat diuraikan sebagai berikut.

a. server mengirim sinyal informasi menuju klien melalui protokol encode.

b. komputer Sinyal listrik maupun sinyal dalam bentuk gelombang elektromagnetik pada suatu jaringan komputer merambat atau memancar dengan prinsip kerja 

jaringan komputer. 

c. Agar suatu perangkat dalam jaringan dapat saling bertukar data, diperlukan suatu alat yang dapat berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, maupun sebaliknya. 

d. Setelah data sampai pada klien, informasi akan di-decode kembali menjadi sinyal digital sebelum masuk ke receiver. 

e. Informasi yang masuk ke receiver menggunakan protocol OSI atau TCP/IP. 

TLJ - Mengenal Standar Komunikasi Data (BAB II) Kelas XI


Mengenal Standar Komunikasi Data 



Perhatikan teks berikut dengan saksama!


Komunikasi data dirancang untuk melakukan pertukaran data secara terpusat maupun tersebar. Komunikasi data dirancang untuk melayani pengguna berbagai macam perangkat yang berasal dari vendor yang berbeda. Membangun jaringan yang efektif diperlukan suatu standar yang menjamin interoperabilitas, kompabilitas, serta kinerja yang dipersyaratkan secara ekonomis. 

Standar yang terbuka (open standard) diperlukan untuk memungkinkan interkoneksi sistem, perangkat, maupun jaringan. Selain itu, standar komunikasi data penting untuk memastikan bahwa hardware dan software yang diproduksi oleh vendor yang berbeda dapat bekerja sama. Jika tidak, setiap vendor akan membuat perangkat sesuai dengan spesifikasinya sendiri. Akibatnya, tidak terjadi interoperabilitas apabila dihubungkan dengan perangkat komunikasi yang dibuat oleh vendor lain. 

Komunikasi data menggunakan tiga standar dalam jaringannya, yaitu standar organisasi, standar Open Systems Interconnection (OSI), serta internet standar. Salah satu standar organisasi komunikasi data adalah IEEE 802.11. IEEE merupakan institusi yang melakukan diskusi, riset, dan pengembangan terhadap perangkat jaringan yang kemudian menjadi standarisasi yang digunakan sebagai standar. perangkat jaringan, komunikasi data, dan sebagainya.

TLJ - Mengenal Ragam Aplikasi Komunikasi Data (Bab 1) Kelas XI




Interkoneksi antarkomputer pada jarak tertentu, pertama kali dilakukan pada tahun 1940. Pada saat itu. Dr. George Stibbitz mengirim data melalui saluran telegraf dari Dartmouth College di New Hampshire ke Bell Laboratories di New York City. Hal tersebut menyertai kelahiran "Komunikasi Data" atau yang kemudian dikenal sebagai "Komunikasi Jaringan Informasi”. Komunikasi data yaitu pengiriman data dari komputer ke komputer lain yang terpisah secara geografis. 

Sejak saat itulah kemajuan dalam teknologi komputer dan teknologi komunikasi telah menghasilkan jaringan komunikasi yang cepat dalam kemajuan komunikasi data dunia. Data dikirim melalui saluran telepon, melalui satelit, dan dibawa melalui udara oleh microwaves. Tiap bisnis atau rumah dengan sebuah 

komputer dan sebuah telepon sudah memiliki kemudahan akses pada berbagai keperluan pelayanan komunikasi data. Komunikasi data dapat berupa komunikasi audio, video, maupun audio video. Dengan demikian, kegiatan bertukar informasi atau data dapat dilakukan secara jarak jauh tanpa perlu harus berhadapan.