phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com
Showing posts with label Cisco Packet Tracer. Show all posts

TLJ - Cisco Packet Tracer part 15






SIMULASI JARINGAN KOMPUTER


MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER


(The Simulation of Computer Network with Cisco Packet Tracer)


Mufadhol


Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang


Abstract


This time, progress of computer network is rapid. Monitoring of computer network will be a difficult and complicated. Connection of computer network is a fundamental thing in a network. Because when the connection was a error then all application that run a computer network can not be used. Cisco packet tracer can be used for simulation which describes of model and architecture of computer network. By using cisco packet tracer applications, simulation of the network can be utilized as information about the state of connection computers in the network.

TLJ - Cisco Packet Tracer part 14



Tutorial Perancangan Jaringan Komputer


Pada Cisco Paket Tracer



Bagi anda yang dalam keseharian sering berkecimpung di dunia jaringan komputer pasti mengerti apa itu Cisco Packet Tracer. Namun tak masalah untuk anda yang belum mengerti, saya akan sedikit menceritakan apa itu Cisco Packet Tracer.

TLJ - Cisco Packet Tracer part 13 - Konfigurasi 3G/4G Service



3G/4G Service merupakan suatu service yang biasa digunakan Internet Service Provider untuk memberikan akses internet kepada client menggunakan suatu Cell Tower. Metode ini merupakan metode yang digunakan ISP terkenal seperti Tri, Smartfren, Indosat, dan lain-lain yaitu menggunakan nama provider atau lebih dikenal dengan APN (Access Point Name). ISP memiliki sebuah server yang digunakan untuk menangani service 3G/4G, lalu service tersebut akan disebarluaskan menggunakan Cell Tower dengan perantara sinyal berfrekuensi. Lalu sinyal tersebut akan ditangkap oleh perangkat yang mendukung service 3G/4G seperti smartphone android maupun tablet. Setelah terhubung maka perangkat tersebut dapat mengakses internet dan terhubung dengan ISP.



Topologi

Langkah-Langkah

1. Pertama buka aplikasi Cisco Packet Tracer yang ada di laptop maupun PC.

2. Lalu buatlah topologi seperti di atas menggunakan satu PC, satu router, satu Central Office Server dapat ditemukan di Network devices > Wireless Devices, satu Cell Tower dapat ditemukan di sebelah Centrall Office Server, satu smartphone, dan satu tablet.


3. Kemudian Masuk ke menu CLI dari router0 dan ubah konfigurasinya seperti di bawah ini.

Konfigurasi CLI dari router0 :
Router>en (masuk ke router)
Router#conf t (masuk ke konfigurasi router)
Router (config)#int fa0/0 (masuk ke konfigurasi interface fast ethernet 0/0)
Router (config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0 (menambahkan IP Address dan Netmask)
Router (config-if)#no sh (mengaktifkan interface fast ethernet 0/0)
Router (config-if)#int fa0/1 (masuk ke interface fast ethernet 0/1)
Router (config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0 (memberikan IP Address dan Netmask)
Router (config-if)#no sh (mengaktifkan interface fast ethernet 0/1)
Router (config-if)#ex (keluar dari konfigurasi interface fast ethernet 0/1)



4. Masuk ke IP Configuration dari PC0, lalu ubah IP Address PC0.

Konfigurasi IP dari PC0 :
IP Address : 192.168.1.2
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 192.168.1.1 (IP Address router0 dari interface Fast Ethernet 0/0)


5. Kemudian masuk ke konfigurasi Central Office Server, masuk ke menu Config > Backbone. Ubah IP Address dari Backbone menjadi seperti berikut.

Konfigurasi IP dari Central Office Server Backbone :
IP Address : 192.168.2.2
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 192.168.2.1 (IP Address router0 dari interface Fast Ethernet 0/1)


6. Lalu masuk ke menu Config > Cell Tower, Kemudian ubah IP Address menjadi seperti berikut.

Konfigurasi IP dari Central Office Server Cell Tower :
IP Address : 192.168.99.1
Subnet Mask : 255.255.255.0


7. Masih dalam konfigurasi CO Server, masuk ke Menu Config > Settings. Lalu ubah nama dari Provider Name.

Konfigurasi nama dari Central Office Server Provider Name :
Provider : Pancur Net (nama dari provider dapat di isi berbeda dengan yang di contohkan)


8. Kemudian berganti ke konfigurasi Cell Tower. Masuk ke Config > Settings, ubah nama provider sesuai dengan nama provider dari Central Office Server.


9. Setelah itu masuk ke konfigurasi Smartphone. Masuk ke Config > 3G/4G Cell1, ubah nama provider sesuai dengan provider yang disebarkan oleh Cell Tower lalu tekan enter. Maka akan secara otomatis mendapatkan IP DHCP.


10. Setelah itu masuk ke konfigurasi Tablet. Masuk ke Config > 3G/4G Cell1, ubah nama provider sesuai dengan provider yang disebarkan oleh Cell Tower lalu tekan enter. Maka akan secara otomatis mendapatkan IP DHCP.


11. Lalu lakukan ping ke semua perangkat maka akan menghasilkan output successful.


TLJ - Cisco Packet Tracer part 12 - Konfigurasi Inter VLAN



Inter VLAN routing adalah metode untuk menghubungkan tiap PC yang berbeda vlan agar dapat saling berkomunikasi. Inter VLAN routing membutuhkan perangkat layer 3 untuk membuat vlan saling terhubung dalam topologi ini kita menggunakan multilayer switch. Routing on stick juga merupakan inter vlan routing, metode ini menggunakan router sebagai perangkat layer 3.
Topologi

TLJ - Cisco Packet Tracer part 11 - Router on Stick

 


Router on Stick adalah salah satu metode menghubungkan PC dengan cara meroutingkan traffic antara beberapa VLAN pada network. Bekerja dengan cara melewatkan data dari interface yang telah di ubah menjadi mode trunk. Salah satu interface yang ada di switch akan digunakan untuk trunk begitu juga dengan router untuk menghubungkan beberapa vlan dan merouting VLAN melewati sub-interface.

TLJ - Cisco Packet Tracer part 10 - menghubungkan server dengan router


Cara menghubungkan server dengan router menggunakan CISCO Packet Tracer – Bagi Anda yang tertarik untuk menghubungkan server ke komputer dengan menggunakan router, maka Anda berada di artikel yang tepat. Di sini akan dijelaskan secara mudah bagaimana cara untuk menyambungkan komputer ke server dengan router menggunakan CISCO packet tracer.

Cisco packet tracer adalah sebuah software yang diproduksi oleh Cisco System,sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jaringan dan internet. CISCO berfungsi menjadi simulasi dari suatu jaringan. Untuk mengetahui lebih detail tentang cara menghubungkan server dengan router menggunakan CISCO packet tracer, Anda bisa langsung menyimak ulasan dibawah ini.

TLJ - Cisco Packet Tracer part 9 - Jaringan Komputer Perkantoran



Perusahaan CV. Citra Mandiri ingin membuat sebuah jaringan komputer di kantornya. Perusahaan tersebut membeli sebuah alamat IP yaitu 192.168.20.3 Perangkat komputer yang sudah tersedia antara lain 1 (satu) unit Server, 28 unit Personal Computer (PC) untuk 3 Divisi, 5 unit Notebook, 1 unit Modem ISP (Internet Service Provider), 2 Switch/Hub 16 port, 3 Switch/Hub 8 port, 4 unit Router, dan 1 unit Access Point. Kantor yang terdiri dari 2 (dua) lantai ini akan digunakan oleh Divisi Marketing (18 unit komputer), Divisi Keuangan (5 Unit komputer), dan Divisi Personalia (5 unit komputer).

TLJ - Cisco Packet Tracer part 8 - jaringan WAN




Tutorial membuat jaringan WAN di cisco packet tracer
Saya akan menerangkan cara membuat jaringan WAN dan konfigurasi routing static di cisco packet tracer. Sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu routing static yaitu routing yang konfigurasinya harus secara manual, administrator jaringan harus memasukan dan menghapus rute static jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk update table routing. Karena routing static hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sedangkan routing dinamis biasa diterapkan di jaringan yang berskala besar dan membutuhkan lebih dari administrator.

TLJ - Cisco Packet Tracer part 7 - Topologi Star

Pada kesempatan ini kita akan membahas Jaringan Lan Topologi Star dengan menggunakan aplikasi Cisco Pakcet Tracer. Pada makalah ini, kita akan membuat Jaringan Lan Topologi Star dengan menggunakan 5 S/D 10 ruangan dengan 50 PC/Client dan 3 Server.

TLJ - Cisco Packet Tracer part 6 ( buah router (PT-Empty) yang akan ditambahkan komponen untuk port fastEthernet dan Serial)



Apa kabar teman-teman semua. Kali ini saya akan mencoba sharing mengenai simulasi jaringan dengan 2 router pada cisco packet tracer. Baiklah langsung saja.

Saya akan membuat 4 jaringan, yang digunakan :
2 buah router (PT-Empty) yang akan ditambahkan komponen untuk port fastEthernet dan Serial.
4 buah switch (2950-24)
4 buah DHCP server
48 komputer dengan 12 untuk masing-masing jaringan.

Baiklah kita mulai dengan menambahkan semua device yang akan digunakan. Lihat Gambar.




Lalu klik Router dan tambahkan 2 modules PT-Router-NM-1CFE dan 1 modules PT-Router-NM-1S. Ingat matikan dahulu router sebelum menambahkan, setelah selesai hidupkan kembali. Baca disini.






Lalu mulailah menambahkan kabel dengan memilih pada daftar peralatan/perangkat connections atau hit ctrl+alt+o. dan pilih automatic choose connection. Lihat hasil.



Untuk ip saya akan menggunakan subnetting dengan 1 subnet <=30 ip. Yang saya gunakan disini adalah ip 192.168.1.0/27.
Subnet1: 192.168.1.0 – 192.168.1.31
Subnet2: 192.168.1.32 – 192.168.1.63 (Valid untuk digunakan PC 1.33 – 1.62)
Subnet 3: 192.168.1.64 – 192.168.1.95 (Valid untuk digunakan PC 1.65 – 1.94)
Subnet 4: 192.168.1.96 – 192.168.1.127 (Valid untuk digunakan PC 1.97 – 1.126)
Subnet5: 192.168.1.128 – 192.168.1.159 (Valid untuk digunakan PC 1.129 – 1.160)
Subnet6: 192.168.1.160 – 192.168.1.191 (Valid untuk digunakan PC 1.161 – 1.190)

Yang saya pakai adalah subnet2 – 7. Jadi jaringan 1 menggunakan ip dari subnet 1.

A. Setting Router

Untuk settingan router0 atau router pertama :
FastEthernet 0/0 : 192.168.1.33 255.255.255.224
FastEthernet 1/0 : 192.168.1.65 255.255.255.224
Serial 3/0 : 192.168.1.97 255.255.255.224

Untuk settingan router1 atau router kedua :
FastEthernet 1/0 : 192.168.1.129 255.255.255.224
FastEthernet 2/0 : 192.168.1.161 255.255.255.224
Serial 3/0 : 192.168.1.98 255.255.255.224

Pastikan setelah memasukkan konfigurasi pada router centang port status On.

B. Membuat DHCP Server

DHCP server digunakan untuk

Klik Server. Lalu ke tab Desktop >> IP Configuration. Lalu masukkan ip untuk DHCP servernya.




Lalu ke tab Config dan pilih service DHCP. Isikan konfigurasi seperti gambar. Lalu save.





Lakukan cara yang sama untuk server lainnya.

Setelah membuat DHCP, konfigurasi IP untuk setiap PC cukup diarahkan ke DHCP saja.

Klik PC >> Desktop >> IP Configuration >> DHCP



Lakukan hal yang sama untuk semua PC.

C. Setting Routing dengan RIP

Melakukan setting routing dengan RIP lebih cepat, karena secara otomatis router akan mencari routingnya sendiri. Untuk Router 1 masukkan IP serial 3/0 router 2. Untuk Router 2 masukkan IP serial 3/0 router 1.

Pada Router pertama





Setelah memasukkan ip serial 3/0 pada router 2 lalu add. Setelah itu masuk ke tab CLI >> tekan CTRL Z >> Ketik sh ip route lalu Enter

Pada Router 2 sama juga tetapi masukkan ip serial 3/0 router 1.

Untuk melakukan tes berhasil atau tidak silahkan coba dengan mengirim paket PDU atau ping ke komputer.



TLJ - Cisco Packet Tracer part 5 (Membuat Simulasi Jaringan IPV4 Menggunakan Cisco Packet Tracer)



Apa itu IPV4 ?


IPv4 adalah versi keempat dari Protokol Internet (IP). Ini adalah salah satu protokol inti dari metode internetworking berbasis standar di Internet dan jaringan packet-switched lainnya. IPv4 adalah versi pertama yang digunakan untuk produksi di ARPANET pada tahun 1983. IPv4 masih merutekan sebagian besar lalu lintas Internet saat ini,[1] meskipun penerapan protokol penerus, IPv6 sedang berlangsung. IPv4 dijelaskan dalam publikasi IETF RFC 791 (September 1981), menggantikan definisi sebelumnya (RFC 760, Januari 1980).

Tahapan dalam membuat Simulasi Jaringan IPV4 pada Cisco Packet Tracer

Untuk membuat simulasi jaringan IPV4 pada cisco packet tracer kita harus menentukan terlebih dahulu apa saja yang kita butuhkan. Agar lebih mudah ikuti langkah-langkahnya berikut.
Simulasi Jaringan IPV4

Dari gambar diatas maka yang perlu dipersiapkan adalah :
1. Memasang 2 Buah Router serial 1841
Router

2. Memasang 2 buah Switch serial 2950–24
Switch

3. Memasang 8 buah PC dan 2 buah Laptop, nantinya akan kita bagi 4 buah PC + 1 Laptop pada Router 1 dan 4 buah PC + 1 Laptop pada Router 2
PC/Laptop

4. Setting Router 1 dan 2 dengan cara klik router 1 pilih menu physical kemudian matikan tombol on/off terakhir tarik serial WIC-1T ke slot yang kosong pada router kemudian hidupkan kembali router. lakukan setting yang sama pada Router 2. Berikut adalah gambar setting router.
Setting Router

5. Koneksikan router 1 dan router 2 menggunakan serial DCE, caranya klik Connection kemudian pilih serial DCE (warna merah zig-zag)
Connect router
Connecting with serial DCE

6. Koneksikan router 1 dan 2 dengan switch 1 dan 2 menggunakan copper straigt trough, caranya klik connection kemudian pilih copper straight trough.
connect router-switch
connecting router-switch using copper straight

7. Koneksikan switch 1 dan 2 dengan PC dan Laptop padamasing-masing router menggunakan copper straight trough, caranya klik connection kemudian pilih copper straight trough.
connect switch-PC/Laptop
connecting switch ke PC/laptop dengan copper straight

8. Setelah semua perangkat sudah terkoneksi selanjutnya kita akan setting IP Address dan subnet mask pada router 1 dan router 2. IP Address yang akan kita gunakan adalah :
Router 1…..
- IP Address PC/laptop pada jaringan router 1 : 192.168.40.2/24 subnet mask 255.255.255.0
- IP Address Router pada interface FastEthernet0/0 192.168.40.1 subnet mask 255.255.255.0 dan pada inerface Serial0/0/0 192.168.42.1 subnet mask 255.255.255.0
Router 2….
- IP Address PC/laptop pada jaringan router 1 : 192.168.41.2/24 subnet mask 255.255.255.0
- IP Address Router pada interface FastEthernet0/0 192.168.41.1 subnet mask 255.255.255.0 dan pada inerface Serial0/0/0 192.168.42.2 subnet mask 255.255.255.0

9. Input IP Address Router 1, klik router 1 pilih menu config, pilih FastEthernet0/0 kemudian isi IP Address seperti pada gambar berikut.
IP Add FastEthernet0/0 Router 1

kemudian, pilih Serial0/0/0 kemudian isi IP Address seperti pada gambar berikut.
IP Add Serial0/0/0 Router 1

10. Input IP Address Router 2, klik router 2 pilih menu config, pilih FastEthernet0/0 kemudian isi IP Address seperti pada gambar berikut.
IP Add FastEthernet0/0 Router 2

kemudian, pilih Serial0/0/0 kemudian isi IP Address seperti pada gambar berikut.
IP Add Serial0/0/0 Router 2

11. Input IP Address PC/laptop pada jaringan Router 1, klik PC pilih menu desktop, pilih IP Configuration pastikan interface nya FastEthernet0/0 kemudian isi IP Address, subnet mask dan default gateway nya seperti pada gambar berikut.
IP Add PC 1 pada router 1

Ulangi hal yang sama untuk pengisian IP Address pada PC 2 IP Address 192.168.40.3 subnet mask 255.255.255.0, PC 3 IP Address 192.168.40.4 subnet mask 255.255.255.0, PC 4 IP Address 192.168.40.5 subnet mask 255.255.255.0 dan Laptop 1 IP Address 192.168.40.6 subnet mask 255.255.255.0.

12. Input IP Address PC/laptop pada jaringan Router 2, klik PC pilih menu desktop, pilih IP Configuration pastikan interface nya FastEthernet0/0 kemudian isi IP Address, subnet mask dan default gateway nya seperti pada gambar berikut.
IP Add PC1 pada Router 2

Ulangi hal yang sama untuk pengisian IP Address pada PC 2 IP Address 192.168.41.3 subnet mask 255.255.255.0, PC 3 IP Address 192.168.41.4 subnet mask 255.255.255.0, PC 4 IP Address 192.168.41.5 subnet mask 255.255.255.0 dan Laptop 1 IP Address 192.168.41.6 subnet mask 255.255.255.0.

13. Agar jaringan yang ada pada Router 1 dan Router 2 dapat terkoneksi, selanjutnya kita akan lakukan Setting RIP (Routing Information Protocol) pada masing-masing router dengan cara :
Router 1
Klik Router 1 pilih menu config kemudian pilih RIP, pada network isi IP Address yang ada pada FastEthernet0/0 Router 2 dan Serial0/0/0 Router 2 seperti gambar berikut.
Setting RIP Router 1

Sedangkan pada Router 2 kita lakukan sebaliknya,
Klik Router 2pilih menu config kemudian pilih RIP, pada network isi IP Address yang ada pada FastEthernet0/0 Router 1 dan Serial0/0/0 Router 1 seperti gambar berikut.
Setting RIP Router 2

14. Test Ping, untuk mengetahui apakah jaringan yang kita buat telah terkoneksi semua baik antara router 1 dan router 2 maka kita bisa lakukan pengecekkan melalui test ping. caranya kita contohkan mengirim pasan dari PC 1 pada jaringan router 1 ke PC 3 pada jaringan router 2. tahapannya yaitu klik PC 1 pada jaringan router 1, pilih menu desktop, pilih command prompt kemudian tuliskan ping 192.168.41.4. Jika Hasilnya seperti gambar berikut maka jaringan IPV4 yang kita bangun Berhasil/SUCCESFULL.
Hasil Pinging