PKWU - Evaluasi Hasil Membuat Usaha (BAB 11)(Kelas XI)
BAB XI : Evaluasi Hasil Membuat Usaha
Bacalah teks berikut dengan sungguh-sungguh!
Gambar 11.1 PT Wijaya Karya merupakan BUMN bidang konstruksi
Seluruh kegiatan, apapun itu pastinya membutuhkan evaluasi. Salah satunya dalam sebuah kegiatan usaha. Semua usaha atau usaha memerlukan evaluasi atas kinerja yang telah dilakukan. Evaluasi bisa ditentukan sendiri kapan waktunya. Tujuan dari evaluasi salah satunya untuk perbaikan kinerja perusahaan.
Pada gambar 11.1 merupakan salah satu BUMN yang mengalami kerugian di awal kuartal tahun 2018. Kerugian yang saat ini dialami perusahaan bisa jadi karena kesalahan analisis perhitungan keuangan pada periode sebelumnya. Namun, jika kita mengambil pelajaran dan bangkit lagi, kita akan termotivasi untuk bisa meraih keuntungan di periode yang akan datang.
Belum banyak usaha-usaha kecil utamanya usaha mikro yang memiliki kebiasaan untuk menyusun laporan keuangan dan menganalisis hasil dari laporan tersebut. Waktu yang dihabiskan oleh para pemilik UMKM biasanya hanya untuk mempersiapkan usaha dan menjualnya, hal ini dikarenakan mereka adalah pegawai sekaligus pemilik usahanya. Maka dari itu, hal-hal yang membutuhkan perhatian ekstra seperti perencanaan, keuangan, dan evaluasi usaha, sedikit mendapat perhatian.
Jika kamu kelak menjadi wirausaha, kamu harus mulai membiasakan dirimu untuk menjadi seorang profesional dalam usaha yang kamu jalani sendiri. Kamu sudah mempelajari banyak materi dalam pelajaran kewirausahaan ini. Maka, ke depannya kamu harus mampu untuk mengaplikasikan materi yang telah kamu dapat.
Dalam Bab 10 kamu sudah mempelajari mengenai penyusunan laporan keuangan sederhana. Pada Bab 11 ini, kamu akan mempelajari untuk mengevaluasi hasil usaha berupa penghitungan rasio keuangan. Materi ini dimaksudkan agar kamu bisa menganalisis keuangan dari usahamu sendiri dan bisa mengambil tindakan atas hasil analisis tersebut!
A. Analisis Rasio Keuangan
1. Pengertian
Menurut Agnes Sawir (2005: 6) rasio keuangan adalah indeks atau tolok ukur yang digunakan perusahaan untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi perusahaan. Rasio digunakan sebagai penghubung dua data keuangan untuk ditarik sebuah kesimpulan.
Menurut Slamet Munawir (2005: 37) analisis rasio keuangan adalah sebuah metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi-laba secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut. Setelah menghitung laporan keuangan, perusahaan baru bisa mengambil keputusan yang berpengaruh pada kelangsungan hidup perusahaan.
Berdasarkan pengertian di atas, bisa kita simpulkan bahwa analisis rasio keuangan adalah metode yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dari berbagai aspek keuangan yang hasilnya digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan perusahaan.
2. Manfaat Analisis Rasio Keuangan
Setidaknya ada 3 manfaat yang bisa didapatkan setelah menganalisis rasio keuangan menurut pendapat Agnes Sawir (2005:6) yaitu sebagai berikut. egnbuex bla
a. Analisis rasio keuangan dapat menggambarkan masa lalu keuangan perusahaan sehingga bisa menilai posisinya di masa kini. Rasio keuangan dinilai ketika menghubungkan unsur-unsur neraca dan perhitungan laba rugi antara satu dan yang lainnya.
b. Analisis rasio keuangan juga dapat dijadikan dasar oleh manajer keuangan untuk memprediksi perkiraan kredit yang akan diberikan kreditor atau jumlah investasi yang akan diberikan investor.
c. Hasil dari analisis rasio keuangan akan memberikan pandangan mengenai perkiraan jumlah uang yang akan didapatkan perusahaan di masa yang akan datang.
3. Penggunaan Analisis Rasio Keuangan
Ada dua jenis perbandingan rasio analisis keuangan menurut pendapat Agnes Sawir (2005:6), yaitu:
a. Perbandingan Internal
Perbandingan internal adalah memperbandingkan rasio keuangan perusahaan (yang sama) dari tahun ke tahun. Analisis rasio keuangan dilakukan dengan mempelajari komposisi perubahan dan melihat apakah ada perbaikan kondisi keuangan atau malah sebaliknya. Hasil dari analisis rasio keuangan akan sangat baik jika disajikan dengan menunjukkan daftar rasio keuangan selama beberapa tahun periode yang ditentukan.
Gambar 11.2 perbandingan keuangan akan lebih efektif dianalisis setelah dirangkum dalam bentuk data yang ringkas
b. Perbandingan Eksternal
Perbandingan eksternal adalah memperbandingkan rasio keuangan perusahaan sendiri dengan rasio keuangan perusahaan lain yang sejenis atau dengan bidang industri sejenis. Perbandingan tersebut dapat menggambarkan kondisi keuangan dan prestasi perusahaan jika dibandingkan dengan perusahaan lain dalam bidang industri sejenis. Gambaran data yang ditampilkan relatif bisa menjawab kondisi dan posisi perusahaan jika dibandingkan dengan perusahaan pesaing. Hasil dari analisis perbandingan eksternal bisa dijadikan landasan keputusan untuk memutuskan strategi dan target perusahaan di masa yang akan datang.
Berbeda dengan Agnes Sawir, menurut Slamet Munawir (2002:101), rasio keuangan dapat diperbandingakan dengan :
a. Standar rasio atau rasio rata-rata dari seluruh industri sejenis. Perusahaan yang datanya dianalisis adalah perusahaan yang tergabung dalam industri yang sama.
b. Rasio yang telah ditentukan dalam budget perusahaan yang bersangkutan.
c. Rasio-rasio yang semacam di waktu-waktu, yang lalu (rasio historis) dari perusahaan yang bersangkutan.
d. Rasio keuangan dari perusahaan-perusahaan lain yang sejenis yang merupakan pesaing perusahaan yang dinilai cukup baik atau berhasil dalam usahanya.
Gambar 11.3 Status bangkrut dan pailit ditentukan oleh pengadilan niaga.
4. Jenis Rasio Keuangan
Ada beberapa jenis rasio keuangan yang dapat menggambarkan kondisi keuangan perusahaan (Sawir:2005), yaitu:
a. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas (Liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo. Untuk mengetahui besaran rasio likuditas, umumnya digunakan dengan cara sebagai berikut.
1) Rasio lancar, yaitu membagi aktiva lancar dengan utang lancar. Rasio ini menunjukkan seberapa besar tuntutan jangka pendek akan terpenuhi oleh aktivitas yang akan menjadi uang tunai saat jatuh tempo.
2) Rasio cepat, yaitu rasio yang dihitung dengan mengurangkan persediaan dari aktivas lancar dan hasilnya dibagi dengan utang lancar, Umumnya perusahaan akan menggunakan rasio cepat untuk mengukur rasio likuiditas, sebab aktiva lancar bisa mengalami fluktuasi harga dan mempengaruhi tinggi randahnya likuidias, serta sering menimbulkan kerugian.
b. Rasio Manajemen Hutang
Rasio manajemen hutang (solvablity ratio) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi segala kewajiban finansial jika suatu saat perusahaan tersebut dilikuidasi. Artinya, rasio solvabilitas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek dan panjang.
Rasio solvabilitas atau bisa juga disebut dengan rasio leverage, yang umum digunakan adalah dengan menghitung rasio utang (Debt Ratio). Rasio utang dihitung dengan membagi total hutang dengan total aktiva. Hasil yang diperoleh merupakan gambaran seberapa besar total aktiva yang dimiliki perusahaan yang dibiayai melalui utang. Semakin besar persentasenya, semakin besar risiko keuangan perusahaan terhadap utang.
c. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas (provitability ratio) adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengahasilkan laba. Rasio yang ditunjukkan akan menggambarkan efektivitas manajemen dalam mengelola perusahaan. Rasio profitabilitas umumnya dihitung dengan membagi laba bersih dengan penjualan. Perhitungan ini disebut juga dengan rasio marjin laba bersih. Laba bersih yang dimaksud adalah setelah dikurangi dengan pajak.
d. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah pengukuran yang dilakukan untuk melihat seberapa cepat perusahaan menghasilkan penjualan atau cash. Yang paling umum dilakukan adalah menghitungnya dengan cara membagi harga pokok penjualan dengan persediaan.