phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com
Showing posts with label Administrasi Sistem Jaringan XI. Show all posts

ASJ - Mail Server (BAB 9) (Kelas XI)

 

BAB 9
Mail Server


A. KOMPETENSI DASAR

PENGETAHUAN
3.9. Mengevaluasi Mail Server

KETERAMPILAN
4.9. Mengkonfigurasi Mail Server

B. MATERI PEMBELAJARAN

1. Mail Server

Mail server merupakan sebuah server yang digunakan untuk mengirim dan menerima email dalam satu jaringan server mail yang sama. Mail server bertugas mengumpulkan, mengolah dan mengirim data-data dan informasi dalam bentuk email [ surat clektronik, Alamat yang digunakan oleh mailserver menggunakan domain email khusus atau domain email tersendiri, Mail server menggunakan layanan berbasis client-server, dimana client dapat mcngakses server email mclalui aplikasi mail client.

Mail server mcnjalankan program daemon yang bekerja menampung dan mendistribusikan email dalam Mail server suatu jaringan, Protokol yang umum digunakan dalam antara lain protokol SMTR POP3 dan IMAI). SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) digunakan sebagai standar untuk menampung dan mendistribusikan email, sedangkan POP3 (Post Offce Protocol v3) dan IMAP (Internet Mail Application Protocol) digunakan agar pengguna dapat mengakses dan membaca email secan remote atau tidak perlu login ke dalam sistem mesin mail server, tetapi cukup menggunakan port tertentu dengan mail client yang sudah dikonfigurasikan dalam protocol POP3 dan IMAI).
Sebuah mail server agar dapat berfungsi maksimal dalam proses menerima dan mengirim email dengan lancar membutuhkan beberapa komponen penting selain SMTP, POP3 dan IMAI). Komponen penting tersebut digunakan sebagai komponen dasar pendukung serta pengoperasiannya. Beberapa komponen yang biasanya dimiliki oleh mail server yaitu sebagai berikut:

ASJ - Database Server (BAB 8) (Kelas XI)

 

BAB 8
DNS Server


A. KOMPETENSI DASAR

PENGETAHUAN
3.8. Mengevaluasi Database Server

KETERAMPILAN
4.8. Mengkonfigurasi Database Server

B. MATERI PEMBELAJARAN

1. Database Server

Database atau dalam bahasa indonesia berarti Basis Data, merupakan sekumpulan data yang disimpan secara terencana di dalam sebuah komputer atau lebih yang dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan program aplikasi (perangkat lunak) untuk dapat menghasilkan informasi. Database merupakan aspek yang sangat penting dalarn sistem informasi karena berfungsi sebagai gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Database juga penting dalam pengembangan sistem karena dengan database kita dapat mengorganisasi data, menghindari duplikasi data, serta mencegah permasalahan lain dalam pengolahan data.

Data perlu disimpan, diolah, dan diorganisasikan didalam database sehingga informasi yang dihasilkan berkualitas dan efesien dalam penyimpanan data. Pengorganisasian data seperti itu dinamakan Database Management System (DBMS). Database Server merupakan sebuah server yang didalamnya terdapat program komputer yang menyediakan layanan pengelolaan basis data dan melayani komputer atau program aplikasi basis data yang menggunakan model client/server (DBMS). Konsep client / server secara dalam sistem ini dapat diartikan suatu sistem yang membagi fungsi dan proses antara server yang bertugas mengolah database dengan client yang menjalankan aplikasi dengan tujuan mengurangi beban server.

ASJ - DNS Server (BAB 7) (Kelas XI)

BAB 7
DNS Server


A. KOMPETENSI DASAR

PENGETAHUAN
3.7. Mengevaluasi DNS Server

KETERAMPILAN
4.7. Mengkonfigurasi DNS Server

B. MATERI PEMBELAJARAN


1. DNS Server

Dalam prinsip jaringan komputer, masing-masing komputer dapat terkoneksi antara satu dengan yang lainnya dengan menggunakan alamat IP Address. Baik jaringan Intranet maupun jaringan internet saling terhubung dan dapat berkomunikasi dengan menggunakan alamat IP. Akan tetapi hal ini tidak praktis dan susah untuk dihapalkan, misalkan kita akan menuju alamat web server seseorang dengan mengetikkan alamat IP 192.168.62.1, maka untuk menghapalkan 10 alamat server menjadi suatu hal yang sulit. Akan berbeda apabila webserver tersebut mempunyai nama, misalkan facebook com, google.com, instagram.com, pasti akan lebih mudah diingat dan mudah dalam melakukan akses.
Sistem penamaan server dari alamat IP menjadi nama domain inilah yang dinamakan dengan DNS (Domain Name System). Sebuah DNS Server menyimpan dan mengkonfigurasikan nama dari host untuk dikenali oleh client dari server tersebut. DNS dapat dimanfaatkan sebagai pengenal ketika akan mengakses Web Server, FTP Server, maupun layanan Server lainnya yang berbasis pada akses alamat IP. DNS ditemukan pada tahun 1983 oleh Paul Mockapetris dan Jon Postel. Sebelum DNS ditemukan, dulu cara untuk mentranslasikan alamat IP menjadi domain dan sebaliknya menggunakan file HOSTS. Di sistem operasi berbasis Windows masih digunakan file HOSTS ini. Akan tetapi terdapat kelemahan dari sistem hosts ini, yaitu jika alamat ip ataupun alamat domain berubah, maka tiap komputer client harus dirubah pula konfigurasinya. Berbeda dengan DNS Server yang jika terdapat perubahan data, maka cukup DNS server yang dikonfigurasi. Terdapat beberapa jenis DNS Server berdasarkan fungsinya:

ASJ - Web Server (BAB 6) (Kelas XI)

 


BAB 6
Web Server


A. KOMPETENSI DASAR


PENGETAHUAN 
3.6. Mengevaluasi Web Server
 
KETERAMPILAN 
4.6. Mengkonfigurasi Web Server
 
 
B. MATERI PEMBELAJARAN

1. Web Server

Web Server merupakan sebuah aplikasi yang berjalan dengan menggunakan protocol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) untuk melayani permintaan file dari sebuah halaman web kepada pengguna. Arsitektur yang digunakan adalah model

client server, yaitu server membuka layanan dengan port tertentu, kemudian client melakukan request. Semua komputer yang melayani penyimpanan dokumen web harus mempunyai aplikasi web server. Beberapa aplikasi web server yang digunakan di dunia ini diantaranya adalah Apache (dengan jumlah paling banyak penggunanya), IIS (Microsoft Internet Information Server), nginx (dibaca Engine X), LiteSpeed, Novell Netware Server, Google Web Server, dan sebagainya.
Dewasa ini web server menjadi bagian yang sangat penting dari Internet dan intranet, karena web server juga dapat melayani aplikasi yang menjembatani email, download dengan ftp melalui antarmuka web, dan menampilkan halaman informasi. Memilih aplikasi web server disesuaikan dengan sistem operasi yang digunakan, apakah dapat menghandle pemrograman berbasis server, mempunyai karakter keamanan yang baik, dan lingkungan pengembangan server yang optimal. Misalkan menggunakan sistem operasi berbasis Microsoft, maka web server yang digunakan adalah IIS, karena sudah disesuaikan dengan karakteristik sistem operasi.

Prosentase sistem operasi yang paling banyak digunakan oleh web server adalah sistem operasi Linux / UNIX. Alasan penggunaan Linux menjadi pilihan utama untuk menyedikanan layanan web adalah lingkungan dalam sistem operasi tersebut ideal bagi aplikasi webserver, diantaranya optimal dalam multitasking aplikasi. Sistem operasi Linux dapat melayani trafik permintaan web yang tinggi, dan sangat efisien, aman dan reliabel.

ASJ - File Server (BAB 5) (Kelas XI)

 


BAB 5
File Server


A. KOMPETENSI DASAR

PENGETAHUAN 
3.5. Mengevaluasi File Server
 
KETERAMPILAN 
4.5. Mengkonfigurasi File Server
 
B. MATERI PEMBELAJARAN


1. File Server

Dalam prinsip jaringan komputer, berbagi sumber daya merupakan salah satu hal wajib yang harus dapat dilakukan. File Server merupakan sebuah komputer yang tersedia dalam jaringan komputer dan memiliki tujuan untuk memberikan layanan akses penyimpanan (storage) bersama, yaitu penyimpanan file komputer (gamba. foto, audio, video, dokumen, file, database,dll) yang dapat diakses oleh client, tersambung pada jaringan komputer.
Dengan menggunakan model File server maka layanan penyimpanan file dilayani secara terpusat pada satu server. Keuntungan dari model penggunaan file server ini adalah dapat melakukan penghematan pada penggunaan sumber daya, terutama media storage / penyimpanan seperti harddisk. Penyimpanan dengan metode ini dapat mamudahkan dalam pengelolaan, memudahkan akses, dan memudahkan dalam mengatur keamanan data. Di jaringan komputer dikenal dua jenis file server, yaitu: 

a. Dedicated File Server, yaitu server yang secara spesifik dibuat dan dikonfigurasi untuk kebutuhan penyimpanan file, tidak digunakan untuk kebutuhan lainnya. Hanya ada aplikasi tertentu yang terkait dengan pengelolaan storage dan hardware. 

b. Non-Dedicated File Server, yaitu server yang selain disiapkan sebagai tempat penyimpanan file, juga dikonfigurasikan untuk kebutuhan lain seperti menjadi gateway, webserver, mailserver, dan aplikasi lainnya.

Sedangkan dilihat metode aksesnya, File Server juga dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu:

a. Internet File Server, yaitu server yang secara spesifik dibuat dan dikonfigurasi untuk kebutuhan jaringan sekala luas (WAN). Untuk melakukan akses menggunakan FTP, FTPS/TLS maupun HTTP. 

b. Local File Server, yaitu server yang dikonfigurasikan untuk digunakan dalam jaringan lokal (LAN), biasanya akses dilakukan dengan protokol NFS (NetwoĊ‚a File System) maupun SMB/CIFS (Server Message Block/Common Internet File System).

Sedangkan server yang hanya menyimpan database saja, tidak digolongkan sebagai file server sendiri, tetapi termasuk dalam kategori Database Server. 

ASJ - Remote Server (BAB 4) (Kelas XI)




BAB 4
Remote Server


A. KOMPETENSI DASAR

PENGETAHUAN 
3.4. Mengevaluasi Remote Server

KETERAMPILAN 
4.4. Mengkonfigurasi Remote Server

B. MATERI PEMBELAJARAN 

Istilah remote sudah sangat familiar di telinga, yaitu aktivitas mengendalikan sesuatu dari jarak jauh. Remote televisi misalnya, kita dapat mengatur channel televisi tanpa harus menyentuh secara langsung tombol yang berada di televisi. Begitu pula dengan remote server, dimana dengan bantuan teknologi kita mengakses server dari jarak jauh. Hal ini dapat mempermudah dalam memanajemen server tanpa harus secara fisik menyentuh server dan dapat melakukan berbagai hal operasional pada server. Aktivitas mengakses server dari jarak jauh inilah yang disebut dengan Remote access server.

Dengan menggunakan remote access, berarti kita dapat melakukan akses terhadap server dimanasaja asalkan terdapat koneksi yang bisa menjangkau server tersebut, baik dengan modem internet ataupun dengan menggunakan jaringan yang masih tersambung dengan server atau menggunakan jaringan privat (VPN). Secara umum remote access dapat dibedakan menjadi 2: 

1. Remote Access berbasis Grafis (GUI), contohnya Teamviewer, VNC, Remote Desktop, dan Radmin.
2. Remote Access berbasis Text (CLI), contohnya telnet, ssh, raw, dan serial.


Ketika melakukan remote, admin dapat melakukan apa saja terhadap komputer yang diremote. Misalnya melakukan instalasi software, melakukan modifikasi sistem, melakukan konfigurasi sistem, menghapus aplikasi, menjalankan aplikasi tertentu, merestart komputer, bahkan mematikan komputer yang diremote.

ASJ - FTP Server (BAB 3) (Kelas XI)


BAB II
FTP Server

A. KOMPETENSI DASAR

PENGETAHUAN
3.3. Mengevaluasi FTP Server

KETERAMPILAN
4.3. Mengkonfigurasi FTP Server

B. MATERI PEMBELAJARAN

1. FTP
FTP (File Transfer Protocol) adalah salah satu protokol pertama dalam teknologi Internet (RFC 959 tentang FTP dikeluarkan pada Oktober 1985). File Transfer Protocol dibuat dengan tujuan untuk mendistribusikan file (sharing file), karena di

waktu itu teknologi Web belum diciptakan (HTTP sebagai protocol web diciptakan tahun 1990, dan secara resmi didefinisikan dalam versi 1.0 oleh RFC pada tahun 1996). Protokol FTP memungkinkan file diunggah kedalam server kemudian dapat didownload oleh client, sehingga sampai saat ini FTP masih banyak digunakan untuk menyebarkan file dan menyediakan layanan update.

Untuk keamanan, salah satu fitur FTP adalah bisa diberikan identifikasi dengan menggunakan user masing masing dan dengan sandi tersendiri. Sehingga ketika otentikasi berhasil, server FTP akan memberikan akses baca-tulis ke direktori pengguna tersebut. Untuk kemudahan, FTP juga bisa mengaktifkan mode anonim agar pengguna tidak memerlukan login untuk mengunduh file. Lebih detail mengenai jenis akses dalam ftp seperti berikut ini:

a. Anonymous, Sistem ini dibuat dengan tujuan agar setiap orang yang terkoneksikan
ke dalam jaringan dapat saling berbagi file dengan orang lain yang belum memiliki account di server. Prinsip dalam jenis akses ini adalah setiap orang dapat menggunakan sebuah public account yang tidak mempunyai nama maupun sandi (anonym). Akan tetapi jenis akses ini mempunyai hak akses yang terbatas. Keterbatasan yang dimiliki oleh jenis akses FTP anonymous biasanya meliputi keterbatasan dalam mengakses direktori dan mengakses file yang disediakan oleh layanan ftp server. Selain itu biasanya hak akses yang diberikan untuk jenis akses anonymous adalah hak baca (read), tidak ada hak tulis (write) sehingga pengguna anonym tidak dapat melakukan upload file kedalam FTP server.Selain itu, pengguna yang menggunakan sistem ini tidak dapat melakukan unggahan ke dalam FTP Server

ASJ - DHCP Server (BAB 2) (Kelas XI)


BAB 2
DHCP Server

A. KOMPETENSI DASAR

PENGETAHUAN 
3.2. Mengevaluasi DHCP Server
KETERAMPILAN
4.1.1 Mengkonfigurasi DHCP Server

B. MATERI PEMBELAJARAN

1. DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) merupakan protokol yang dapat secara otomatis memberikan layanan berupa konfigurasi jaringan kepada klien. DHCP berada pada lapisan OSI level 7 yaitu layer aplikasi. Dengan DHCP, maka server dapat

memberikan berbagai macam layanan informasi yang berhubungan dengan jaringan misalnya alamat IP, alamat Gateway, alamat DNS Server, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan DHCP maka pengelolaan pengalamatan komputer dalam sebuah jaringan akan lebih mudah dan tersentralisasi, sehingga tidak dimungkinkan adanya alamat IP yang saling bertumbukan satu dengan yang lainnya.

Keuntungan dari penggunaan DHCP server adalah kita tidak perlu memberikan setting ip secara manual satu per satu dari setiap komputer client. Bisa dibayangkan ketika terdapat 200 client, untuk mensetting alamat IP secara manual ke 200 komputer tersebut akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Sedangkan kelemahan dari DHCP adalah jika server penyedia DHCP ini mati atau mengalami gangguan, maka seluruh layanan yang berhubungan dengan jaringan akan terganggu. DHCP server dikembangkan oleh Internet Software Consortium / ISC yang juga mengembangkan aplikasi Bind9. 

ASJ - Sistem Operasi Jaringan (BAB 1) (Kelas XI)


BAB 1
Sistem Operasi Jaringan

A. KOMPETENSI DASAR


3.1. Menerapkan sistem operasi jaringan
4.1. Menginstalasi sistem operasi jaringan


B. MATERI PEMBELAJARAN

1. Sistem Operasi Jaringan

Sistem operasi jaringan merupakan sistem operasi yang didesain dengan tujuan memberi layanan kepada komputer client (workstation), berbagi pakai sumber data, berbagi pakai

aplikasi, file, akses ke printer dengan beberapa komputer dalam sebuah jaringan. Dewasa ini beberapa sistem operasi yang sering digunakan oleh masyarakat luas juga mempunyai fitur yang hampir sama, akan tetapi biasanya dalam mode yang terbatas. Misalnya file sharing terbatas pada beberapa user saja. Secara garis besar, sistem operasi jaringan dapat digolongkan menjadi 2 tipe, yaitu berbasis peer to peer, dan berbasis client-server. 

1.1. Peer to peer
Sistem operasi jaringan peer-to-peer memungkinkan pengguna untuk berbagi sumber daya dan file yang terletak di komputer dan saling mengakses sumber daya bersama yang berada di komputer lain. Sistem ini tidak memiliki server terpusat karena data berada pada masing-masing komputer. Jaringan peer-to peer biasanya digunakan dalam jaringan area lokal. Hampir semua sistem operasi desktop modern, seperti Macintosh OSX, Linux, dan Windows, dapat berfungsi sebagai sistem operasi jaringan peer-to-peer. 

1.2. Client Server
Server yang menyediakan akses ke sumber daya serta mempunyai fitur keamanan yang lengkap menjadi inti dari sistem operasi ini. Sistem ini menyediakan mekanisme untuk mengintegrasikan semua komponen jaringan dan memungkinkan banyak pengguna untuk secara bersamaan berbagi sumber daya yang sama. UNIX / Linux dan keluarga Microsoft Windows Server adalah contoh dari sistem operasi jaringan client server.