AIJ - Troubleshooting Manajemen Bandwidth (BAB 6)(Kelas XII)

ВАВ 6
Troubleshooting Manajemen Bandwidth
A. KOMPETENSI DASAR
1. Menganalisis permasalahan manajemen bandwidth
2. Memperbaiki konfigurasi manajemen bandwidth
B. MATERI PEMBELAJARAN
1. Prosedur dan teknik pemeriksaan permasalahan pada manajemen bandwidth
Pada Router Mikrotik sendiri sudah tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) quota bandwidth tiap user yang terkoneksi ke Router Mikrotik yaitu Queue. Ada dua macam Queue pada Mikrotik :
a. Queue Simple : merupakan cara yang mudah dan sederhana untuk melakukan management bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur pemakaian bandwidth upload dan download tiap user yang terkoneksi..
b. Queue Tree : mirip seperti Queue simple tapi lebih rumit, yaitu dapat melakukan pembatasan bandwidth berdasarkan group bahkan secara hierarki, dimana harus mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree. Queue tree mengimplementasikan fungsi yang lebih kompleks dalam limit bandwidth pada mikrotik dimana penggunaan packet mark nya memiliki fungsi yang lebin baik. Digunakan untuk membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun upload.
Dalam melakukan konfigurasi limitasi bandwidth pada suatu jaringan dengan menerapkan Simple Queue, dengan hanya berdasarkan target-address, maka Router hanya akan melihat dari mana traffic itu berasal. Sehingga kemanapun tujuan traffic nya (dst-address) tetap akan terkena limitasi. Tidak hanya ke arah internet, akan tetapi ke arah jaringan Lokal lain yang berbeda segment juga akan terkena limitasi. Contoh :
• IP LAN 1: 192.168.10.0/24
• IP LAN 2: 192.168.11.0/24
Jika hanya dibuat Simple Queue dengan target-address : 192.168.10.0/24, traffic ke arah 192.168.11.0/24 juga akan terlimit. Agar traffic ke arah jaringan lokal lain tidak terlimit, maka dibuat Simple Queue baru dengan mengisikan dst-address serta tentukan Max-Limit sebesar maksimal jalur koneksi, misalnya 100Mbps. Kemudian letakkan rule
tersebut pada urutan teratas (no. 0).
Rule Simple Queue dibaca dari urutan teratas (no. 0) sehingga dengan pengaturan tersebut traffic dari LANi ke LAN2 dan sebaliknya maksimum transfer rate sebesar 100Mbps atau setara dengan kecepatan kabel ethernet.
Permasalahan umum yang terjadi dalam suatu jaringan internet (misalnya sekolah, perkantoran, atau bahkan warnet), ada pengguna yang melakukan aktifitas koneksi internet yang menggunakan bandwitdh yang banyak (misalnya koneksi youtube atau download file yang berukuran besar). Kegiatan ini tentunya sangat mengganggu bagi pengguna internet yang lain karena bandwitdh yang tersedia tersedor habis oleh salah satu pegguna tersebut. Sehingga perlu dilakukan konfigurasi ulang bandwirdh manajemen agar jaringan berjalan normal dan lancar. Penggunaan bandwitdh yang berlebihan ini perlu diidentifikasi dengan cara melihat trafic jaringan, dimanakah letak (tergabung di subnet yang mana) menggunakan tools yang tersedia di Mikrotik. Jika memang pengguna yang menghabiskan bandwitch tersebut adalah pengguna yang melampaui batas limitasi bandwitdh akibat rule Queue yang salah, maka perbaikan Queue harus segera dilakukan