AIJ - Troubleshooting Routing Dinamis (BAB 7)(Kelas XI)

BAB 7
Troubleshooting Routing Dinamis
A. KOMPETENSI DASAR
3.7 Mengevaluasi permasalahan routing dinamis
4.7 Memperbaiki konfigurasi routing dinamis
B. Prosedur dan teknik pemeriksaan pada routing dinamis
Tujuan utama dari routing protokol adalah untuk membangun dan memperbaiki tabel routing. Tabel ini berisi jaringan-jaringan dan interface yang berhubungan dengan jaringan tersebut. Router menggunakan protokol routing untuk mengatur informasi yang diterima dari router-router lain dan interfacenya masing-masing, sebagaimana yang terjadi di konfigurasi routing secara manual. Routing dinamis menggunakan broadcast dan multicast untuk berkomunikasi dengan router-router lainnya
Sebagian besar algoritma routing dapat diklasifikasikan menjadi kategori berikut :
- Distance vector.
Routing distance vector bertujuan untuk menentukan arah atau vector dan jarak ke link-link lain dalam suatu internetwork. Algoritma routing distance vector ini secara periodik menyalin table routing dari router ke router. Perubahan table routing ini di-update antar router yang saling berhubungan pada saat terjadi perubahan topologie Algoritma distance vector juga disebut dengan algoritma Bellman-Ford.
- Link-state.
Sedangkan link-state bertujuan untuk menciptakan kembali topologi yang benar pada suatu internetwork. Algoritma link-state juga dikenal dengan algoritma Dijkstra atau algoritma shortest path first (SPF). Algoritma yang satu ini memperbaiki informasi database dari informasi topologi.
Sedang perbedaannya, algoritma distance vector memiliki informasi yang tidak spesifik tentang distance network dan tidak mengetahui jarak router. Namun kalau algortima link-state memperbaiki pengetahuan dari jarak router dan bagaimana mereka inter-koneksi.