phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com
Showing posts with label Voip. Show all posts

3.9 Konsep Kerja Server Softswitch Bertaitan Dengan PBX


KOMPETENSI DASAR

PENGETAHUAN 
3.9 Memahami bagan dan konsep kerja Server softswitch berkaitan dengan PBX. 

KETERAMPILAN
4.9 Menyajikan bagan dan konsep kerja Server softswitch berkaitan dengan PBX.


A. Sejarah

lstilah PBX pertama kali diterapkan ketika pergantian jaringan ke operator dalam perusahaan dilakukan. Secara otomatis, sistem pergantian elektromekanis dan beralih ke elektronik menggantikan sistem manual, PABX (Private Automatic Branch Exchange) dan PMBX (Private Manual Branch Exchange) yang digunakan untuk membedakan keduanya dengan sistem PBX. PBX adalah sebuah sentral privat dengan fitur seperti sentral publik yang digunakan oleh suatu lembagal perusahaan dalam melayani komunikasi internet perusahaan tersebut.

Sekarang ini istilah PBX sudah dikenal luas. Istilah PBX sudah digunakan untuk menggambarkan layanan telepon, seperti pergantian telepon sistem in house, baik untuk cakupan privat area, penyebaran yang lebih luas, ataupun pertukaran jaringan telepon lainnya.

Sejak tahun 1990-an, terdapat dua perkembangan signifikan yang menyebabkan munculnya jenis baru sistem PBX. Salah satu perkembangan tersebut adalah besarnya pertumbuhan jaringan data dan meningkatnya pemahaman publik mengenai packet switching.

Perusahaan tidak hanya membutuhkan packet switched pada jaringan untuk data saja. Perkembangan perusahaan juga membutuhkan ketersediaan internet sebagai sistem pengiriman global pada satu sistem telepon. PBXkemudian muncul dan melahirkan VolP PBX yang menjadikan komunikasi semakin menarik. Secara teknis, PBX dan VolP PBX bukanlah sistem berbeda. Cakupan PBX yang begitu luas, kadang sulit untuk dipahami. VolP PBX merupakan sistem layanan khusus dalam jaringan telepon. Faktor lainnya yang turut melahirkan sistem PBX adalah ide fokus pada kompetensi inti. Layanan PBX cenderung sulit untuk mengatur perusahaan-perusahaan kecil karena tidak ada kompetensi inti dalam penanganan telepon di dalam perusahaan tersebut. Pertimbangan ini memunculkan konsep bost PBX. Dalam host setup, PBX berada dan dikelola oleh pusat penyedia layanan telepon. Segala fitur dan panggilan telepon dikirim melalui internet. Pelanggan hanya perlu mendaftarkan diri untuk menggunakan layanan, dibandingkan harus membeli dan memelihara perangkat keras PBX yang begitu mahal. Dengan kata lain, sistem layanan telepon dipindah dari privat menjadi central ofice


B. Proses Kerja PBX Server Softswitch

Sebuah sistem IP PBX terdiri atas satu atau lebih telepon SIP, server IP PBX, dan secara opsional VolP Gateway untuk terhubung ke jalur PSTN yang ada. Fungsi IP PBX server mirip dengan cara kerja proxy server: klien SIP, baik berupa sofiware (softphone) atau perangkat keras berbasis ponsel, mendaftar ke server IP PBX, dan ketika mereka ingin membuat panggilan mereka meminta IP PBX untuk melakukan panggilan. IP PBX memiliki daftar semua ponsel/ pengguna dan alamat yang sesuai dengan SIP mereka. Dengan demikian, dapat menghubungkan panggilan internal atau rute panggilan eksternal baik melalui gateway VolP atau penyedia layanan VolP.

1. Konfigurasi Ekstensi dan Dial Plan pada Server Sofiswicth

Pengertian kstensi dan Dial Plan pada Server VolP Dalam sintax yang digunakan di file extensions.con, setiap tahapan perintah dalam sebuah extension di tulis dalam format:

exten = extension,priority,Command(parameter)
Kesimpulannya, sebuah "context mempunyai nama, seperti "john". Setiap contex dapat didefinisikan satu atau lebih "extension. Setiap extension, dapat didefinisikan sekumpulan perintah.

Komponen yang membangun tahapan perintah extension atau command line adalah sebagai berikut.


a. Extension adalah label dari extension, dapat berupa sebuah string (angka, hurut dan simbol yang diizinkan) atau pola yang harus dievaluasi secara dinamik untuk mencocokan dengan banyak kemungkinan nomor telepon. Setiap command line yang menjadi bagian dari extension tertentu harus mempunyai label yang sama.

b. Priority biasanya berupa angka integer. Merupakan urutan dari perintah yang harus dijalankan dalam sebuah extension. Perintah pertama yang akan dijalankan harus dimulai dengan prioritas 1, jika tidak ada prioritas 1 maka Asterisk tidak akan menjalankan perintah extension. Setelah prioritas 1 di jalankan, Asterisk akan menambah prioritas ke prioritas 2 dan seterusnya, tentunya jika tidak ada perintah yang menentukan prioritas mana yang selanjutnya harus dijalankan. Jika ternyata perintah selanjutnya tidak terdefinisi maka Asterisk akan menghentikan proses menjalankan perintah walaupun masih ada perintah dengan prioritas yang lebih tinggi.

c. Command atau perintah adalah "aplikasi" yang akan di jalankan oleh Asterisk. 

d. Parameter adalah parameter yang harus diberikan kepada sebuah command. Tidak semua commandl perintah membutuhkan parameter, beberapa perintah dapat dijalankan tanpa parameter.

Dial Plan berfungsi sebagai outing panggilan antarekstensi, baik yang berada dalam satu IP-PBX (lokal) maupun antar IP-PBX, atau biasa disebut dial trunk. Dalam Asterisk, Dial Plan diprogram dalam satu file yang bernama extensions.conf. Secara umum, setiap ekstensi dalam Asterisk merujuk pada user tertentu yang teregister ke Asterisk tersebut sehingga biasanya nomor ekstensi sama dengan id user.

Konfigurasi Ekstensi dan Dial Plan pada Server VolP

Dial antarekstensi pada 1P-PBX
[VolPkn)->> seluruh dial plan di bawah ini hanya berlaku bagi coniext'VolPkn'
exten =>101,1.Dial(SIP/101,20) -->> Dial ext 101 dengan protokol SIP, time out 20
detik
exten =101,2,Hangup->setelah imeout dilakukan hangup
exten =>102.1.Dial(SIP/102,20)
exten =>102,2,Hangup

2. Pengertian dan Proses kerja PBX pada Server Sofiswitch

PBX atau Private Branch Exchhange adalah penycdia layanan telepon yang melayani pertukaran telepon dengan pusat di dalan suatu perusahaan dan menjadi penghubung antara telepon dari publik ke telepon perusahaan atau jaringan telepon dari perusahaan ke anak perusahaan lainnya di area yang lebih luas atau untuk publik.

PBX menghubungkan antara telepon dalam perusahaan dengan jaringan internal dan menghubungkan juga telepon dalam perusahaan dengan jaringan telepon publilk (PSTN Public Switched Telephone Network) melalui trunk, yaitu penghubung jalur komunikasi antara pengirim dengan penerima melalui central office.

Jaringan ini menggabungkan telepon dengan faksimile, modem, dan hal lain yanp menjadi perpanjangan dari kemampuan PBX sistem melalui trunk. Oleh karena itu telepon dengan sistem PBX tidak hanya berfungsi untuk kegiatan telepon, namun Juga dapat mengirim faks atau modem akses internet.

Awalnya, keuntungan utama dengan sistem PBX ini adalah penghematan biaya pada pangeilan telepon internal, dan menghindari tabrakan' jaringan telepon internal dalam suaru perusahaan. Dari sinilah, PBX mulai dikembangkan dan populer.

Layanan awal yang disediakan PBX sistem tidak mencakup hunt groups, cal forwading. dan extension dialing (misal: 4632). Barulah pada tahun 1960, PBX disimulasikan dan kemudian dikenal dengan sistem Centrex. Centrex juga melayani fitur serupa dengan PBX yang berasal dari pusat jaringan telepon.

PBX dibedakan dari 'sistem kunci' yang dilakukan pengguna secara manual ketika ia menekan nomor tujuan. Maka dari itu, secara otomatis PBX akan menuju jalur sesuai dengan nomor yang dituju pengguna.

Sistem ini disebut dengan Hybrid Systems. Sistem kunci ini dibuat dengan memilih jalur keluar khusus dengan menekan nomor eksternal. Namun, sistem PBX memiliki kode telepon untuk menghubungkan satu saluran dengan saluran luar (DDCO- Direct Dial Central Office), dan diikuti dengan nomor eksternal. Sistem PBX memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan telepon secara internal dan eksternal dengan menggunakan kode telepon yang telah terdaftar di Central Ofhie
maupun di DDCO.


3. Konfigurasi 3CX Phone System VOIP pada IP PBX di Windows 7

3CX Phone VolP Server
3CX Phone System adalah software berbasis IP PBX yang menggantikan tradisiona PBX dan dapat mengantarkan user untuk saling berkomunikasi. IP PBX menyuporter fitur-fitur tradisional PBX.3CX Phone System, selain berbasis Windous, 3CX juga memberikan paket teknologi komunikasi vang lengkap dengan menyertakan voice, mail, fax, email, dan status kehadiran/on line user dan juga Video Call. juga dapat mengkonfigurasi pengaturan ekstensinya masing-masing melalui web-based user portal, yang tentunya dapat diakses dari mana saja tanpa bantuan IT Stat. di antaranya fitur-fitur seperti Call Forwarding dan Caller ID.

Dengan konsol web-based, administrator pun dapat dengan mudah membuat ekstensi-ekstensi baru dan mengubah pengaturan IP PBX. Karena 3CX Phone System adalah aplikasi berbasis Windows, tentunya akan sangat mudah dimonitor dan dikontrol. Untuk dapat menginstal 3CX pada sebuah server yang sudah ada, atau bisa divirtualisasikan dan tidak memerlukan perangkat, tenaga, dan biaya manajemen tambahan.

Fitur-Fitur yang didapatkan antara lain:
a. 3CX menyediakan semua fitur yang disediakan telepon pada umumnya, baik berupa call, switching forwarding dll.
b. 3CX menyediakan unlimited extension, sehingga gourping dan pengaturan terhadap user lebih leluasa.
c. Memiliki konfigurasi berupa web Based Configuration, sehingga user dengan mudah dapat melakukan konfigurasi dengan user interface yang menarik dan mudah dipahami.
d. Komunikasi dapat dilakukan secara ofline, artinya user dapat mengirimkan voice message ataupun fax message, sehingga komunikasi tidak harus dilakukan saat kedua user presence, tapi dapat juga dilakukan melalui ofline voice message.
e. Menyediakan control call, sehingga ser dapat melihat ser-user yang sedang online dalam sistem.
f. Menyediakan fasilitas conference sehingga, user yang tergabung dalam satu grup dapat saling berkomunikasi dengan mudah.
g. Dapat dengan mudah digabungkan dengan VolP provider, karena 3CX bekeria sama, dengan penyedia provider VolP secara global, sehingga panggilan VolP tidak hanya dilakukan dalam lingkungan lokal, melainkan dapat juga dilakukan dalam lingkup jaringan global melalui jaringan internet.

Pengertian dan Proses kerja PBX pada server softswitch bagian 2



Pengertian dan Proses kerja PBX pada server softswitch


PBX atau private branch exchange adalah penyedia layanan telepon yang melayani pertukaran telepon dengan pusat di dalam suatu perusahaan, dan menjadi penghubung antara telepon dari publik ke telepon perusahaan atau jaringan telepon dari perusahaan ke anak perusahaan lainnya di area yang lebih luas atau untuk publik.


PBX menghubungkan antara telepon dalam perusahaan dengan jaringan internal dan menghubungkan juga telepon dalam perusahaan dengan jaringan telepon publik (PSTN – public switched telephone network) melalui trunk, yaitu penghubung jalur komunikasi antara pengirim dengan penerima melalui central office).


Jaringan ini menggabungkan telepon dengan faksimile, modem, dan hal lain yang menjadi perpanjangan dari kemampuan PBX sistem melalui trunk. Oleh karena itu, telepon dengan sistem PBX tidak hanya berfungsi untuk kegiatan telepon, namun juga dapat mengirim fax atau modem akses internet.


Awalnya, keuntungan utama dengan sistem PBX ini adalah penghematan biaya pada panggilan telepon internal; dan menghindari ‘tabrakan’ jaringan telepon internal dalam suatu perusahaan. Dari sinilah, PBX mulai dikembangkan dan popular.


Layanan awal yang disediakan PBX sistem tidak mencakup hunt groups, call forwading, dan extension dialing (misal: 4632). Barulah pada tahun 1960, PBX disimulasikan dan kemudian dikenal dengan sistem Centrex. Centrex juga melayani fitur serupa dengan PBX yang berasal dari pusat jaringan telepon.
PBX dibedakan dari ‘sistem kunci’ yang dilakukan pengguna secara manual ketika ia menekan nomor tujuan. Maka dari itu, secara otomatis PBX akan menuju jalur sesuai dengan nomor yang dituju pengguna.
Sistem ini disebut dengan Hybrid systems. ‘Sistem kunci ini dibuat dengan memilih jalur keluar khusus dengan menekan nomor eksternal. Namun, sistem PBX memiliki kode telepon untuk menghubungkan satu saluran dengan saluran luar (DDCO – direct dial central office), dan diikuti dengan nomor eksternal.
Sistem PBX memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan telepon secara internal dan eksternal dengan menggunakan kode telepon yang telah terdaftar di Central Office maupun di DDCO.


Sejarah
Istilah PBX pertama kali diterapkan ketika pergantian jaringan ke operator dalam perusahaan dilakukan. Secara otomatis, sistem pergantian elektromekanis dan beralih ke elektronik menggantikan sistem manual, PABX (private automatic branch exchange) dan PMBX (private manual branch exchange) yang digunakan untuk membedakan keduanya dengan sistem PBX.
Sekarang ini istilah PBX sudah dikenal luas. Istilah PBX sudah digunakan untuk menggambarkan layanan telepon, seperti pergantian telepon sistem in-house, baik untuk cakupan privat area, penyebaran yang lebih luas, ataupun pertukaran jaringan telepon lainnya.
Sejak tahun 1990-an, terdapat dua perkembangan signifikan yang menyebabkan munculnya jenis baru sistem PBX. Salah satu perkembangan tersebut adalah besarnya pertumbuhan jaringan data dan meningkatnya pemahaman publik mengenai packet switching.
Perusahaan tidak hanya membutuhkan packet switched pada jaringan untuk data saja, perkembangannya perusahaan juga membutuhkan ketersediaan internet sebagai sistem pengiriman global pada satu sistem telepon.
PBX kemudian muncul dan melahirkan VoIP PBX yang menjadikan komunikasi semakin menarik. Secara teknis, PBX dan VoIP PBX bukanlah sistem berbeda. Cakupan PBX yang begitu luas, kadang sulit untuk dipahami. VoIP PBX merupakan sistem layanan khusus dalam jaringan telepon.
Faktor lainnya yang turut melahirkan sistem PBX adalah ide fokus pada kompetensi inti. Layanan PBX cenderung sulit untuk mengatur perusahaan-perusahaan kecil karena tidak ada kompetensi inti dalam penanganan telepon di dalam perusahaan tersebut. Pertimbangan ini memunculkan konsep host PBX.
Dalam host setup, PBX berada dan dikelola oleh pusat penyedia layanan telepon, serta segala fitur dan panggilan telepon dikirim melalui internet. Pelanggan hanya perlu mendaftarkan diri untuk menggunakan layanan, dibandingkan harus membeli dan memelihara perangkat keras PBX yang begitu mahal. Dengan kata lain, sistem layanan telepon dipindah dari privat menjadi Central Office.


Proses kerja PBX pada server softswitch





Sebuah sistem IP PBX terdiri dari satu atau lebih telepon SIP, server IP PBX dan secara opsional VOIP gateway untuk terhubung ke jalur server, klien SIP, baik berupa software(softphone) atau perangkat keras berbasis ponsel, mendaftar ke server IP PBX,dan ketika mereka ingin membuat panggilan mereka meminta IP PBX untuk melakukan panggilan.
IP PBX memiliki daftar semua ponsel atau pengguna dan alamat sesuai dengan SIP mereka dan dengandemikian dapat menghubungkan panggilan internal atau rute panggilan eksternal baik melalui gateway VOIP atau menyedia layanan VOIP

Proses Kerja PBX Server Softswitch





Proses Kerja PBX Server Softswitch









Sebuah sistem IP PBX terdiri dari satu atau lebih telepon SIP, server IP PBX dan secara opsional VOIP Gateway untuk terhubung ke jalur PSTN yang ada.


Fungsi PBX IP server mirip dengan cara kerja proxy server: klien SIP, baik berupa software (softphone) atau perangkat keras berbasis ponsel, mendaftar ke server IP PBX, dan ketika mereka ingin membuat panggilan mereka meminta IP PBX untuk melakukan panggilan.

IP PBX memiliki daftar semua ponsel / pengguna dan alamat yang sesuai dengan SIP mereka dan dengan demikian dapat menghubungkan panggilan internal atau rute panggilan eksternal baik melalui gateway VOIP atau penyedia layanan VOIP.


Konfigurasi Ekstensi dan Dial Plan pada Server Softswicth :


Pengertian Ekstensi dan Dial Plan pada Server VoIP
Dalam sintax yang digunakan di file extensions.conf , setiap tahapan perintah dalam sebuah extension di tulis dalam format
exten = extension,priority,Command(parameter)
Kesimpulannya, sebuah "context" mempunyai nama, seperti "john". Setiap context, kita dapat mendefinisikan satu atau lebih "extension". Setiap extension, kita dapat mendefinisikan sekumpulan perintah.


Komponen yang membangun tahapan perintah extension atau command line adalah sebagai berikut :


Extension adalah label dari extension, dapat berupa sebuah string (angka, huruf dan simbol yan diijinkan) atau pola yang harus di evaluasi secara dinamik untuk mencocokkan dengan banyak kemungkinan nomor telepon. Setiap command line yang menjadi bagian dari extension tertentu harus mempunyai label yang sama.


Priority biasanya berupa angka integer. Merupakan urutan dari perintah yang harus dijalankan dalam sebuah extension. Perintah pertama yang akan dijalankan harus dimulai dengan prioritas 1, jika tidak ada prioritas 1 maka Asterisk tidak akan menjalankan perintah extension.

Setelah prioritas 1 di jalankan, Asterisk akan menambah prioritas ke prioritas 2 dan seterusnya, tentunya jika tidak ada perintah yang menentukan prioritas mana yang selanjutnya harus dijalankan.

Jika ternyata perintah selanjutnya ternyata tidak terdefinisi maka Asterisk akan menghentikan proses menjalankan perintah walaupun masih ada perintah dengan prioritas yang lebih tinggi.

Command atau perintah adalah "aplikasi" yang akan di jalankan oleh Asterisk.

Parameter adalah parameter yang harus diberikan kepada sebuah command. Tidak semua command / perintah membutuhkan parameter, beberapa perintah dapat dijalankan tanpa parameter.

Dial Plan berfungsi sebagai routing panggilan antar ekstensi, baik yang berada dalam satu IP-PBX (lokal) maupun antar IP-PBX, atau biasa disebut dial trunk. Dalam Asterisk, Dial Plan diprogram dalam satu file yang bernama extensions.conf.

Secara umum, setiap ekstensi dalam Asterisk merujuk pada user tertentu yang ter-register ke Asterisk tersebut sehingga biasanya nomor ekstensi sama dengan id user.


Konfigurasi Ekstensi dan Dial Plan pada Server VoIP


Dial antar ekstensi pada IP-PBX
[voipkn] -->> seluruh dial plan di bawah ini hanya berlaku bagi context ‘voipkn’
exten =>101,1,Dial(SIP/101,20) -->> Dial ext 101 dengan protokol SIP, time out 20 detik
exten =>101,2,Hangup -->> setelah timeout dilakukan hangup
exten =>102,1,Dial(SIP/102,20)
exten =>102,2,Hangup

Pengertian PBX (private branch exchange)






PBX atau private branch exchange adalah penyedia layanan telepon yang melayani pertukaran telepon dengan pusat di dalam suatu perusahaan, dan menjadi penghubung antara telepon dari publik ke telepon perusahaan atau jaringan telepon dari perusahaan ke anak perusahaan lainnya di area yang lebih luas atau untuk publik.




PBX menghubungkan antara telepon dalam perusahaan dengan jaringan internal dan menghubungkan juga telepon dalam perusahaan dengan jaringan telepon publik (PSTN – public switched telephone network) melalui trunk, yaitu penghubung jalur komunikasi antara pengirim dengan penerima melalui central office). Jaringan ini menggabungkan telepon dengan faksimile, modem, dan hal lain yang menjadi perpanjangan dari kemampuan PBX sistem melalui trunk. Oleh karena itu, telepon dengan sistem PBX tidak hanya berfungsi untuk kegiatan telepon, namun juga dapat mengirim fax atau modem akses internet.




Awalnya, keuntungan utama dengan sistem PBX ini adalah penghematan biaya pada panggilan telepon internal; dan menghindari ‘tabrakan’ jaringan telepon internal dalam suatu perusahaan. Dari sinilah, PBX mulai dikembangkan dan popular. Layanan awal yang disediakan PBX sistem tidak mencakup hunt groups, call forwading, dan extension dialing (misal: 4632). Barulah pada tahun 1960, PBX disimulasikan dan kemudian dikenal dengan sistem Centrex. Centrex juga melayani fitur serupa dengan PBX yang berasal dari pusat jaringan telepon.




PBX dibedakan dari ‘sistem kunci’ yang dilakukan pengguna secara manual ketika ia menekan nomor tujuan. Maka dari itu, secara otomatis PBX akan menuju jalur sesuai dengan nomor yang dituju pengguna. Sistem ini disebut dengan Hybrid systems. ‘Sistem kunci ini dibuat dengan memilih jalur keluar khusus dengan menekan nomor eksternal. Namun, sistem PBX memiliki kode telepon untuk menghubungkan satu saluran dengan saluran luar (DDCO – direct dial central office), dan diikuti dengan nomor eksternal. Sistem PBX memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan telepon secara internal dan eksternal dengan menggunakan kode telepon yang telah terdaftar di Central Office maupun di DDCO.




Pengertian PBX
Apa itu PBX ? PBX atau kepanjangan Private Branch Exchange adalah penyedia layanan telepon yang melayani pertukaraan telepon dengan pusat didalam suatu perusahan, dan menjadi penghubung antara telepon dari publik ke telepon dari publik ke telepon perusahaan atau jaringan telepon dari perusahan lainnya di area yang lebih luas sehingga dapat tercakup oleh publik. PBX menghubungkan jaringan telepon dengan jaringan lokal dengan trunk.

Trunk adalah penghubung jalur komunikasi antara pengirim dengan penerima melalui central office. Jaringan ini menggabungkan telepon dengan faksimile, modem, dan lain-lain yang menjadi perpanjangan dari kemampuan PBX sistem melalu trunk.

Awalnya, keuntungan utama dari sistem PBX ini adalah penghematan biaya pada panggilan dikarenakan tidak menggunakan pulsa dan menghindari tabrakan jaringan telepon internal dalam suatu tempat. Dari sini PBX mulai dikembangkan dan menjadi populer.


FUNGSI:


Penghubung antara jalur jaringan telepon dengan menggunakan nomer yang dituju.
menyediakan layanan akuntansi untuk kepentingan.
menjadi sambungan selama menggunakan telepon.
mematikan sambungan antara koneksi dengan perintah yang sesuai ditelepon
layanan otomatis panggilan.

Selain fungsi dasar di atas, PBX juga menawarkan layanan panggilan lain dan kemampuan umum lainnya yang tentu saja berbeda dengan layanan yang serupa dari sistem yang berbeda. Dan kemudian, fungsi-fungsi inilah yang membedakan PBX dengan sistem lainnya. Kemampuan umum tersebut meliputi :

Layanan otomatis panggilan
Layanan otomatis direktori (dimana pemanggil dapat dialihkan ke karyawan yang diberikan dengan memasukkan huruf nama karyawan tersebut)
Layanan otomatis nada tunggu
Metering call atau tampilan waktu panggilan
Memblokir panggilan
Pengalihan panggilan (dimana panggilan telepon sedang sibuk atau tidak diangkat)
Panggilan pick-up
Transfer panggilan
Panggilan tunggu
Modifikasi kata sambutan
Panggilan cepat
Direct Inward Dialing (dapat melakukan panggilan Telepon ke banyak jaringan dalam satu area, biasa disebut telekonfersi)
DISA - direct inward system access adalah kemampuan melakukan panggilan dari internal ke saluran telepon luar
Follow-me merupakan rute panggilan yang masuk hingga akhirnya panggilan dijawab atau pada tahap telepon dialihkan ke sistem surat suara. Sistem ini dikonfigurasi dengan daftar nomor seseorang.
Respon interaktif suara
Layanan musik tunggu
surat suara
Pesan pembuka atau sambutan (misal, selamat datang di layanan cellular operators).

Latihan Praktik 2 : Membangun Server Voip dengan aplikasi Ozeki



Latihan Praktik 2

Judul : Membangun server VoIP dengan aplikasi Ozeki

Tujuan :

1. Memberikan pengetahuan baru tentang beberapa aplikasi server VoIP berbasis Windows

2. Memenuhi KD 4.11 tentang instalasi jenis SIP server

Syarat : Siapkan jaringan lokal dengan sebuah komputer Windows sebagai server-nya

Ikuti petunjuk berikut.


1. Unduh terlebih dahulu aplikasi Ozeki VoIP pada link http://www.ozekiphone.com/.


2. Ekstrak terlebih dahulu paket file instalasi Ozeki yang masih dalam format zip, kemudian jalankan proses instalasi


3. Klik Install untuk memulai proses instalasi Ozeki dan tunggu beberapa saat hingga proses instalasi mulai berjalan. 



4. Masukkan detail informasi akun dalam pembuatan Ozeki server, klik Next untuk melanjutkan proses.
 


5. Karena pada pembuatan server Anda tidak mengaktifkan layanan e-mail, aktifkan opsi Skip this stop kemudian klik Next.



6. Setelah itu, lengkapi informasi tentang perusahaan atau organisasi yang menggunakan server Ozeki, kemudian klik Finish.



7. Pilih OK untuk menyetujui dan menyimpan hasil konfigurasi yang telah di-setting sebelumnya.



8. Sistem instalasi Ozeki akan menampilkan informasi tentang akun yang telah dibuat ( sebagai catatan, informasi ini harus dicatat sebagai syarat login ke dalam sistem ). Klik OK untuk maju ke tahap instalasi berikutnya.


9. Setelah proses instalasi Ozeki berhasil dilakukan, klik Finish untuk mulai menjalankan aplikasi server Ozeki.



10. Selanjutnya, komputer akan secara otomatis me-redirect-kan halaman web management Ozeki pada alamat http://localhost:7777/. Masukkan username dan password sesuai yang telah dikonfigurasi sebelumnya, lalu pilih Login untuk masuk ke Administrator panel. 



11. Berikut adalah tampilan dari dashboard Ozeki. 




12. Untuk membuat user SIP, klik tombol Install pada menu SIP extension pada tab Extensions.



13. Masukkan phone number dan password, lalu pilih OK untuk membuat akun SIP. Klik OK.



14. Berikut tampilan detail dari user SIP/SIP extensions. 


15. Berikut adalah tampilan informasi lengkap dari SIP extensions yang telah dibuat. 



16. Lakukan hal serupa untuk membuat user baru seperti sebelumnya.




17. Pada tahapan ini, instalasi dan konfigurasi Ozeki telah selesai.

18. Untuk melakukan pengujian gunakan aplikasi softphone 3CXPhone, lalu masukkan informasi akun sesuai yang telah didaftarkan pada Ozeki sebelumnya.

 

19. Tunggu hingga proses koneksi client dengan softphone 3CXPhone terhubung ke SIP server.



20. Registrasikan akun “1001” dengan menggunakan pc lain, pada contoh berikut menggunakan aplikasi miniSIPphone.



21. Setelah tersambung dengan Ozeki, lakukan panggilan dari user 1001 ke user 1000.



22. Ketika mendapat panggilan dari user 1001, tekan tombol Dial yang berwarna hijau untuk menjawab 
panggilan.

Latihan Praktik 1 - Membuat layanan PBX dengan MizuVoIP



Latihan Praktik 1

Judul : Membuat layanan PBX dengan MizuVoIP

1. Pastikan komputer server telah terinstal OS minimal Windows 8 dan terkoneksi dengan internet

2. Unduh aplikasi MizuVoIP pada link berikut. 
https://www.mizu-voip.com/Software/VoIPServer/WindowsPBX.aspx

3. Sesuaikan jenis paket instalasi dengan sistem operasi komputer server yang digunakan setelah proses unduhan selesai, jalankan file instalasi tersebut.

4. Pilih Next untuk memulai proses instalasi

5. Pilih opsi I accept the agreement sebagai tanda anda menyetujui lisensi instalasi, kemudian pilih Next.

6. Tentukan lokasi folder instalasi dari Mizu, lalu pilih Next.

7. Berikan nama Start Menu Folder dari Mizu lalu pilih Next

8.  Klik Install untuk memulai proses instalasi.

9.  Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai.

10. Klik Finish untuk mengakihiri proses instalasi dan menjalankan aplikasi Mizu.

11. Berikut adalah tampilan dari aplikasi PBXAdmin Mizu.

12. Pada saat konfigurasi instalasi awal, akan muncul Configuration Wizard, pilih Quick/Auto configuration kemudian pilih Next.

13. Lengkapi detail isian konfigurasi Mizu seperti gambar berikut, lalu pilih Next.

14. Klik Apply untuk menyimpan dan menjalankan hasil konfigurasi .

15. Berikut adalah tampilan aplikasi MizuVoIP yang telah berhasil dikonfigurasi dan dijalankan.

16. Langkah berikutnya adalah membuat user pada Mizu, pilih pada menu Access → Users and Devices, setelah itu pilih Users.

17. Secara default dalam Mizu terdapat beberapa template user. Untuk membuat user sesuai kebutuhan, klik ikon + ( Insert record ).

18. Lengkapi isian detail informasi user seperti gambar berikut :

19. Pilih Save untuk menyimpan detail informasi user. Selanjutnya, buat satu user untuk perangkat yang lainnya (lihat contoh seperti gambar berikut).

20. Setelah tahapan-tahapan sebelumnya berhasil dikerjakan, fase berikutnya adalah mengaktifkan fungsi server dengan cara pilih menu Control → Start Server.

21. Untuk memonitor status layanan server, klik menu Dashboard.

22. Setelah tahapan melakukan instalasi dan mengonfigurasi Mizu selesai, selanjutnya adalah menginstal softphone terlebih dahulu dengan aplikasi 3CX.softphone dapat diunduh pada laman https://www.3cx.com/downloads/3CXPhone6.msi

23. Pilih jenis paket sesuai dengan tipe system operasi yang digunakan oleh computer client. Setelah itu, install paket aplikasi 3CXPhone.

24. Pilih Next untuk memulai proses instalasi.

25. Pilih opsi I accept the terms in the License Agreement, lalu klik Next untuk menyetujui lisensi software.

26. Tentukan folder instalasi dari 3CXPhone, lalu klik Next.

27. Klik Install untuk memulai insatalasi.

28. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai. Selanjutnya, klik Finish untuk menyelesaikan proses instalasi.

29. Saat menjalankan aplikasi 3CXPhone untuk pertama kalinya, akan muncul informasi tampilan tentang SIP profile yang belum ditemukan aplikasi 3CX. Pilih Create Profile untuk mengonfigurasi akun SIP secara manual.

30. Masukkan informasi akun sesuai dengan akun yang telah didaftarkan pada SIP server sebelumnya.

31. Klik OK untuk menyimpan akun user dalam 3CX.

32. Sebagai catatan, computer client dipastikan telah terkoneksi dengan baik pada server SIP. Tunggu beberapa saat hingga 3CXPhone berhasil terhubung ke server.

33. Pada computer client yang lain, lakukan registrasi akun SIP smk seperti yang telah disimpan dalam server Mizu menggunakan aplikasi softphone lainya, dalam contoh berikut menggunakan aplikasi miniSIPPhone.

34. Setelah itu, lakukan pengujian panggilan dengan memanggil akun smk ke akun bisa.

35. Berikut adalah tampilan 3CXPhone saat menerima panggilan masuk dari user smk. Pilih tombol Dial berwarna hijau untuk menjawab panggilan.

36. Berikut adalah tampilan 3CXPhone dalam sesi komunikasi dengan user lain ketika proses panggilan berlangsung.

37. Selamat Anda telah berhasil menginstal dan mengonfigurasi, serta melakukan pengujian aplikasi Mizu VOIP.