phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com
Showing posts with label Teknologi Jaringan Berbasis Luas. Show all posts

TJBL (WAN) - Permasalahan Fiber Optik (BAB 9) ( Kelas XI)

 


BAB 9
Permasalahan Fiber Optik 

A. KOMPETENSI DASAR

3.9 Mengevaluasi permasalahan jaringan fiber optic
4.9 Melakukan perbaikan jaringan fiber optic

B. MATERI PEMBELAJARAN 


A. Faktor Pengaruh Jaringan Fiber Optik

Faktor-faktor yang mempengaruhi performa fiber optik antara lain antara lain adalah sebagai berikut:
1. Attenuation (Penurunan)
Ketika sinar melewati media fiber, akan mengalami penurunan daya  akibat redaman, pembiasan dan efek lainnya. Dengan kata lain, besar kecilnya power yang di terima akan dipengaruhi oleh perbedaan   besarnya daya yang dikirim dan penurunan kualitas selama proses  perjalanan' sinar tersebut. Singkatnya, Attenuation adalah penurunan   kualitas sinar yang dialami ketika pengiriman sinar sampai ke penerima sinar di media fiber.
  Dispersion (Penyebaran)
Pelebaran pulsa saat melexvati serat optik akibat material maupun mode petambatannya dalam serat optik, diusahakan sekecil munskins Pada serat optik single mode, -Éaktor dispersi ini lebih kecil dati pada multi mode- Ada beberapa parameter y-ang dapat digunakan untuk mengukur kualiras sistem komunikasi digital, tetmasuk Sistem Komunikasi Serat Optik, dianraranya BER (Bit Error Rate) dan SNR (Signal to Noise Ratio). BER menyatakan berapa jumlàh bit error yansx terjadi dalam dalam satuatl detik, sedanzkan SNR menyaukan perbandingan sinyal densvan noise/gatxguan. Semakin besar redaman,  semakin kecil SNR dan daya penerimaan, sehine=a BER akan semakin tin=i sellin*.l kualitas menjadi berkurxng.
3. (Jurnlah Data)
Retika sinar merambat menggunakan frekuensi tertentu, Besar kecilnya frekuensi yang digunakan akan mempen&zruhi besar kecilnya kapasitzs informasi data yang akan dibaxva.
4. Redaman, disebabkan oleh :
a. Hamburan Rayleigh (scater) dan hamburan akibat Ruktuasi konsent=si dopan serat optik. Hamburan Ravleigh (sesuai densan penemunyx) merupakan hamburan yang dominan men_vebabkxn redaman se=t optik (7596),
a. Absorption atau penyerapan akibat ketidxksempurn:ran preses  serat dan penyerapan ion hydrogen,
b. Titik-titik sambungan (fusion maupun mechanieal spli•e, konektor, lain sebagainya). Bending, baik yang siFatnya mikro Akìbùt ketidàksempurnaan core dan makro,
c. Bending yang disebabkan oleh kondisi tertentu di   kabel optik mengalami tekukan yang cukup tajam,
d. Radiasi nuklir yang menyebabkan dampak permanem

Gambar 9.1 Fiber Optik yang rusak

TJBL (WAN) - Perangkat Pasif Fiber Optik (BAB 8) ( Kelas XI)

 


BAB 8
Perangkat Pasif Fiber Optik

A. KOMPETENSI DASAR

3.8 Mengevaluasi perangkat pasif jaringan fiber optic
4.8 Mengkonfigurasikan perangkac pasif jaringan fiber optic

B. MATERI PEMBELAJARAN 

A. Dasar Komunikasi Fiber Optik

Perkembangan zaman menuntut keterbukaan informasi dan tentunya, komunikasi menjadi salah satu aspek penting yang menandai majunya suatu peradaban. Dewasa ini, masyarakat dimudahkan untuk berkomunikasi, bahkan dengan orang di belahan bumi yang Iain. Sejak ditemukan telegram, radio, dan jaringan seluler, komunikasi semakin mudah dan cepat.
 
Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan sebagai media komunikasi adalah teknologi fiber optik. Fiber optik populer untuk sektor pengguna tetap seperti perkantoran, bangunan tinggi, sekolah, atau rumah seperti produk terbaru Telkom Indonesia yaitu IndiHome atau produk First Media. Fiber optik sendiri merupakan kabel dari material silika (kaca) yang mampu menyalurkan

Jadi, alih-alih dikirimkan melalui arus listrik di kawat tembaga seperti pada jaringan telepon, data dikirimkan dalam bentuk cahaya yang merambat melalui kaca fiber optik. Bahkan selain sebagai media menyalurkan informasi, fiber optik juga dapat digunakan sebagai sensor dengan berbagai aplikasi. Salah satunya adalah fiber optik sebagai sensor pernapasan.

TJBL (WAN) - Penyambungan Fiber Optik (BAB 7) ( Kelas XI)

 


BAB 7
Penyambungan Fiber Optik

A. KOMPETENSI DASAR

3.7 Mengevaluasi Penyambungan fiber optik
4.7 Melakukan Sambungan fiber optic 

B. MATERI PEMBELAJARAN 


A. Alat dan Bahan

Pada penyambungan kabel fiber optik, letak lokasi yang paling rawan gangguan adalah pada titik sambungan. Hal tersebut biasanya dikarenakan masuknya air ke dalam closure. Dan berdasarkan pengamatan dan pengalaman karakteristik kabel akan menurun dalam waktu 5 sampai dengan 10 tahun yangjuga disebabkan oleh kualitas dari sambungan. Namun sebelum membahas mengenai penyambungan, alangkah baiknya membahas terlebih dahulu mengenai alatalat yang digunakan dalam penyambungan, Alat-alat yang dibutuhkan dalam penyambungan, diantaranya adalah:

1. Gergaji besi
Gergaji besi dapat digunakan untuk memotong kabel serat optik yang berpelindung keras seperti halnya kabel fiber dengan standar ADSS yang biasanya dipasang di udara (tiang).

2. Fiber Optik Lupsheat Cutter
Fiber optik lupsheat cutter digunakan untuk mengupas kulit PEkabel (kulit terluar). Penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan cara meletakkan dan mengunci kabel fiber optik pada alat ini, kemudian menarik secukupnya scara horisontal. Dengan demikian, alat ini akan memudahkan dalam mengupas kulit kabel FO.

TJBL (WAN) - Alat Kerja Fiber Optik (BAB 6) ( Kelas XI)

 


BAB 6
Alat Kerja Fiber Optik

A. KOMPETENSI DASAR

3.6 Menerapkan fungsi alat kerja fiber optic 
4.6 Menggunakan alat kerja fiber optic 

B. MATERI PEMBELAJARAN 


A. Menerapkan K3 dalam Penyambungan Fiber Optik 

Dalam penyambungan fiber optik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk keselamatan kerja pada penyambungan fiber optik, yang diantaranya adalah: 

1. Kebersihan tempat maupun alat kerja 
a. Sebelum bekerja yakinkan bahwa alat berfungsi dengan baik (sudah dikalibrasi); 
b. Tempat dan alat bekerja harus bersih dari debu atau kotoran yang lain; 
c. Setelah selesai bekerja alat dan tempat kerja dibersihkan dari sisa pekerjaan seperti potongan optik, jelly yang menempel dan kotoran lainnya. 

2. Kelengkapan keselamatan kerja 
Pekerjaan penyambungan optik baik dalam penangan closure/sarana alat sambung maupun penyambungan fiber mempunyai beberapa kelengkapan keselamatan kerja yaitu: 
a. Sarung tangan; 
b. Isolasi/lak ban; 
c. Kacamata pelindung. 

3. Urutan proses penyambungan, khususnya untuk keselamatan kerja 

a. Pekerjaan penangan kabel dan sarana sambung kabel 
1) Gunakan alat/perkakas kerja yang benar; 
2) Memakai sarung tangan untuk pekerjaan seperti penarikan kabel, pengupasan kulit kabel, terminasi kabel; 
3) Perhatikan lekuk kabel pada rute menikung, perhatikan aturan bending kabel. 

TJBL (WAN) - Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik (BAB 5) ( Kelas XI)

 


BAB 5

Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik 


A. KOMPETENSI DASAR

3.5 Mengidentifikasi jenis-jenis kabel fiber optic 
4.5 Menemutunjukkan kabel fiber optic 


B. MATERI PEMBELAJARAN 


A. Jenis Fiber Optik 

Kabel fiber optik tidak membawa sinyal elektrik listrik seperti kabel lainnya yang menggunakan tembaga yang relatif rawan terhadap gangguan alam. Sebagai gantinya, sinyal dari fiber optik yang mewakili bir tersebut diubah ke bentuk cahaya. Perbedaanya dengan kabel tembaga adalah dalam penggunaan pulsa cahaya untuk mengantarkan informasi data (teknologi tembaga menggunakan pulsa elektronik). Dalam sistem fiber optik, dikenal istilah transmitter, yaitu perangkat yang menjadi tempat awal penerimaan informasi data yang dikirimkan ke fiber optik. Informasi data berupa pulsa elektronik yang telah diterima oleh transmitter ini, kemudian diproses dan diterjemahkan menjadi informasi yang sama, tapi dalam bentuk pulsa cahaya. Transmitter biasanya menggunakan Light Emitting Diode (LED) atau Injection Laser Diode (ILD). Kabel Fiber Optik memiliki jenis-jenis yang beragam, yaitu: 

1. Fiber Optik Single Mode (Step Index Single Mode) 

Merupakan jenis fiber optik yang memiliki fiber tunggal dengan diameter 8.3-10 mikron yang mempunyai transmisi satu mode. Singlemode dengang tengah (diameter) sempit hanya dapat menyebarkan antara 1310-1550 nano meter. Singlemode dapat mentransmisikan di atas rata-rata dan 50 kali lipat jarak dibandingkan multimode. Fiber singlemode memiliki core lebih kecu dibandingkan multimode. Core kecil tersebut dan gelombang cahaya tunggal dapat mengurangi distorsi yang diakibatkan overlap cahaya, penyediaan sedikit sinyal atenuasi dan kecepatan transmisi yang tinggi. Ciri-cirinya fiber optik single mode: 

TJBL (WAN) - Jaringan Fiber Optik (BAB 4) ( Kelas XI)

 


BAB 4
Jaringan Fiber Optik

A. KOMPETENSI DASAR

3.4 Memahami jaringan fiber optic 
4.4 Mengkaji jaringan fiber optic 

B. MATERI PEMBELAJARAN 

A. Sejarah Fiber Optik 

Sejak zaman Romawi, cikal bakal fiber optik sudah mulai muncul. Namun, baru pada tahun 1790-an, French Chappe brothers menemukan telegraf optik yang pertama. Itu adalah sistem yang terdiri dari serangkaian lampu yang dipasang di menara di mana operator akan menyampaikan pesan dari satu menara ke menara berikutnya. Sampai abad berikutnya, langkah besar dibuat dalam ilmu optik. Pada tahun 1840-an, fisikawan Daniel Collodon dan Jacques Babinet menunjukkan bahwa cahaya dapat diarahkan bersama jet air untuk menampilkan air mancur. Pada 1854, John Tyndall, seorang fisikawan Inggris, menunjukkan bahwa cahaya dapat bergerak melalui aliran air yang melengkung sehingga membuktikan bahwa sinyal cahaya dapat dibengkokkan. 

Dia membuktikan ini dengan menyiapkan tangki air dengan pipa yang keluar dari satu sisi. Ketika air mengalir dari pipa, la menyinari cahaya ke dalam tangki ke dalam aliran air.  Ketika air jatuh, busur cahaya mengikuti air ke bawah. 
Alexander Graham Bell mematenkan sistem telepon optik yang disebut photophone pada tahun 1880. Penemuan sebelumnya, yaitu telepon, terbukti lebih realistis. Pada tahun yang sama, William Wheeler menemukan sistem pipa cahaya yang dilapisi dengan lapisan yang sangat reflektif yang menerangi rumah dengan menggunakan cahaya dari lampu busur listrik yang ditempatkan di ruang bawah tanah dan mengarahkan cahaya ke sekeliling rumah dengan pipa. Pada tahun 1888, Dokter Roth dan Reuss, dari Wina, menggunakan batang kaca yang dibengkokan untuk menerangi rongga tubuh. Insinyur Perancis Henry Saint-Rene merancang sistem batang kaca yang ditekuk untuk memandu gambar cahaya tujuh tahun kemudian dalam upaya awal di televisi. 

TJBL (WAN) - Permasalahan Jaringan Nirkabel (BAB 3) ( Kelas XI)


BAB III
Permasalahan Jaringan Nirkabel

A. KOMPETENSI DASAR

3.3 Mengevaluasi permasalahan jaringan nirkabel 
4.3 Memperbaiki jaringan nirkabel

B. MATERI PEMBELAJARAN

A. Proses Koneksi Jaringan Nirkabel 
Sebelum membahas mengenai masalah jaringan nirkabel, terlebih dahulu sebaiknya mengetahui proses terjadinya koneksi wireless clients kepada jaringan nirkabel. Langkah tersebut sangat membantu sekali dalam melakukan troubleshooting. Berikut adalah proses atau langkah terjadinya suatu koneksi wireless yang perlu dipahami dan akan sangat membantu dalam menyelesaikan masalah, antara lain:

1. Proses Scanning Nirkabel Access Point (AP)
Komputer berbasis XP atau Vista yang memiliki wireless adapter active yang mendukung wireless auto configuration, akan selalu melakukan scanning adanya wireless AP pada jangkauannya setiap 60 sec. Saat scanning, wireless adapter mengirim sederetan frame probe request. Sementara itu wireless AP yg ada pada jangkauan wireless adapter yg sedang melakukan scanning adanya wireless AP, juga mengirim frame probe request yang memuat capabilitas wireless AP seperti speed yang disupport serta pilihan security lainnya.

Windows versi terbaru seperti Windows 8 dan Windows 10 juga melakukan hal yang serupa secara konsep. Dan dapat dianggap komputer mengalami masalah koneksi wifi jika tidak mendapatkan satupun wireless AP dalam jangkauan roamingnya. 

TJBL (WAN) - Jaringan Nirkabel (BAB 2) ( Kelas XI)


BAB II
Jaringan Nirkabel


A. KOMPETENSI DASAR
3.2 Mengevaluasi jaringan nirkabel 
4.2 Mengkonfigurasi jaringan nirkabel

B. MATERI PEMBELAJARAN

A. GELOMBANG

1. Gelombang Radio
Setelah mengenal dasar dari jaringan nirkabel, selanjutnya akan dikenalkan yaitu gelombang radio. Hal ini dirasa perlu dikarenakan peran gelombang radio sebagai media transmisi pada jaringan nirkabel. Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat melalui jalur udara dan dapat juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio (ditumpangkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF; “radio frequency") pada suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik. Gelombang radio dikelompokkan menurut panjang gelombang atau frekuensinya. Apabila panjang gelombang tinggi, maka frekuensinya rendah atau sebaliknya. Frekuensi gelombang radio mulai dari 30 kHz keatas dan dikelompokkan berdasarkan lebar frekuensinya. Dibawah ini tabel pengelompokan gelombang radio:

TJBL (WAN) - Jaringan Berbasis Luas (BAB 1) ( Kelas XI)



Kompetensi Dasar

3.1 Menganalisis jaringan berbasis luas 
3.2 Mengevaluasi jaringan nirkabel
3.3 Mengevaluasi permasalahan jaringan nirkabel
3.4 Memahami jaringan fiber optic
3.5 Mengidentifikasi jenis-jenis kabel fiber
3.6 Menerapkan fungsi alat kerja fiber optic
3.7 Mengevaluasi penyambungan fiber optic 
3.8 Mengevaluasi perangkat pasif jaringan fiber optic
3.9 Mengevaluasi permasalahan jaringan fiber 

4.1 Membuat disain jaringan berbasis luas
4.2 Mengkonfigurasi jaringan nirkabel 
4.3 Memperbaiki jaringan  nirkabel 
4.4 Mengkaji jaringan fiber optic 
4.5 Menemutunjukkan kabel fiber optic optic 
4.6 Menggunakan alat kerja fiber optic
4.7 Melakukan sambungan fiber optic 
4.8 Mengkonfigurasikan perangkat pasif  jaringan fiber optic 
4.9 Melakukan perbaikan jaringan fiber optic



BAB 1

Jaringan Berbasis Luas

A. KOMPETENSI DASAR

1. Menganalisis jaringan berbasis luas 
2. Membuat disain jaringan berbasis luas

B. MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian Jaringan WAN 

Wide Area Network atau disingkat dengan WAN adalah suatu jenis jaringan data yang luas mencangkup negara dan benua, sarana transmisi yang digunakan umumnya seperti telepon, kabel bawah laut dan satelit. Singkatnya WAN yakni jenis jaringan komputer yang mencangkup negara dan benua atau WAN merupakan gabungan dari jaringan LAN (Local Area Network) dan MAN (Metropolitan Area Network). Protocol pada jaringan WAN termasuk ke dalam physical layer dan data link pada model OSI Layer. Data-data pada WAN diatur dengan menggunakan seperangkat aturan yang terdapat pada Data Link 7 layer OSI. Jaringan WAN biasanya selalu menggunakan fasilitas transmisi yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi seperti layanan telepon. Lembaga lembaga yang menangani standarisasi jaringan WAN diantaranya: