phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com

TJBL (WAN) - Alat Kerja Fiber Optik (BAB 6) ( Kelas XI)

 


BAB 6
Alat Kerja Fiber Optik

A. KOMPETENSI DASAR

3.6 Menerapkan fungsi alat kerja fiber optic 
4.6 Menggunakan alat kerja fiber optic 

B. MATERI PEMBELAJARAN 


A. Menerapkan K3 dalam Penyambungan Fiber Optik 

Dalam penyambungan fiber optik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk keselamatan kerja pada penyambungan fiber optik, yang diantaranya adalah: 

1. Kebersihan tempat maupun alat kerja 
a. Sebelum bekerja yakinkan bahwa alat berfungsi dengan baik (sudah dikalibrasi); 
b. Tempat dan alat bekerja harus bersih dari debu atau kotoran yang lain; 
c. Setelah selesai bekerja alat dan tempat kerja dibersihkan dari sisa pekerjaan seperti potongan optik, jelly yang menempel dan kotoran lainnya. 

2. Kelengkapan keselamatan kerja 
Pekerjaan penyambungan optik baik dalam penangan closure/sarana alat sambung maupun penyambungan fiber mempunyai beberapa kelengkapan keselamatan kerja yaitu: 
a. Sarung tangan; 
b. Isolasi/lak ban; 
c. Kacamata pelindung. 

3. Urutan proses penyambungan, khususnya untuk keselamatan kerja 

a. Pekerjaan penangan kabel dan sarana sambung kabel 
1) Gunakan alat/perkakas kerja yang benar; 
2) Memakai sarung tangan untuk pekerjaan seperti penarikan kabel, pengupasan kulit kabel, terminasi kabel; 
3) Perhatikan lekuk kabel pada rute menikung, perhatikan aturan bending kabel. 

b. Pekerjaan penyambungan fiber (serat) optik 
1) Gunakanlah sarung tangan; 
2) Gunakan kacamata pelindung mata (bila ada); 
3) Sisa potongan optik dibersihkan dari alat maupun tempat kerja dengan cara diambil dengan lack band dan dibungkus kembali dengan lack band, kemudian dibuang ke tempat sampah; 

4) Jangan menyentuh langsung fiber optik yang sudah dikupas dengan tangan telanjang; 
5) Jangan meniup potongan fiber optik. 

4. Keselamatan kerja di jalan. 

Hal-hal yang perlu dipenuhi dalam bekerja di jalan, sbb: 

a. Perijinan 
1) Dinas perhubungan, 
2) Kepolisian, 
3) Pemerintah daerah, 
4) Dinas terkait lainnya, 

b. Kewajiban penanggung jawab lapangan 
1) Memprediksi arus lalu lintas, terutama jam sibuk, 
2) Mencegah masuknya pihak ketiga, 
3) Bila perlu menempatkan petugas lalu-lintas. 

c. Penempatan material dan peralatan kerja 
1) Atur peralatan dan material agar tidak mengganggu lalulintas, 
2) Gunakan lampu penerangan, khususnya malam hari. 
 
d. Cara parkir 
1) Tempatkan kendaraan ke arah datangnya lalulintas, 
2) Aktifkan rem tangan dan persneling pada rendah atau posisi mundur, 
3) Ganjal roda bagian depan maupun belakang, 4) Menyediakan jalur bagi pejalan kaki, 
5) Menyediakan jalur bagi kendaraan umum. 

e. Pemasangan rambu pengaman 

1) Tujuan 
a) Untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum tentang adanya kegiatan, 
b) Untuk mencegah terjadinya kecelakaan. 

2) Jenis rambu-rambu 
a) Papan peringatan, 
b) Lampu (flashing light), 
c) Safety cone, safety bar, pagar/tali pembatas, bendera, dan sebagainya. 

3) Hal-hal yang harus diperhatikan 
a) Harus dipasang walaupun pekerjaan hanya sebentar, 
b) Harus jelas dan nampak dari kejauhan, 
c) Saat memasang, harus dilakukan dari arah datangnya kendaraan dan sebaliknya pada saat pengambilan, 
d) Pastikan rambu-rambu tersebut masih berfungsi dengan baik. 

4) Penempatan rambu-rambu pengaman 
Untuk penempatan rambu harus mengelilingi area kerja, sehingga tidak menimbulkan kecelakaan kerja. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar dibawah ini: 


5. Keselamatan kerja di Manhole (MH) 

Didalam MH kemungkinan ada gas-gas yang membahayakan atau berkurangnya oksigen yang tidak dapat dideteksi panca indera. Oleh sebab itu sebelum melakukan kegiatan didalam MH harus dilakukan ventilisasi, pengukuran gas, dan mengeluarkan air dari dalam MH, dan sebagainya. Selain itu, hal lain yang harus diperhatikan saat bekerja didalam Manhole (MH) adalah sebagai berikut: 
a. Gunakan tangga khusus waktu masuk kedalam MH, 
b. Gunakan tali atau kantong untuk menurunkan/menaikkan material dan peralatan, 
c. Bekerja di MH paling sedikit harus dilakukan 2 orang (1 orang harus berada diluar MH), 
d. Jangan menyalakan api di dalam MH. 
Pada pekerjaan Manhole, sangat diwajibkan memperhatikan ketersediaan ventilasi. Hal ini bertujuan menghilangkan gas-gas berbahaya serta mencukupi kandungan oksigen. Perihal yang perlu diperhatikan dalam ventilasi, diantaranya adalah: 
a. Gunakan ventilator MH, 
b. Tempatkan pada posisi yang menguntungkan, 
c. Jarak antara ujung pipa dengan dasar MH + 30 cm, 
d. Ventilasi minimum 5 x volume bagian dalam MH, 
e. Selama bekerja, sebaiknya ventilasi dilakukan secara berkesinambungan. 

Pengukuran udara di dalam Manhole juga perlu diperhatikan, hal ini bertujuan untuk mengetahui kandungan udara di dalam manhole. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: 
a. Pastikan bahwa kondisi “Gas Detector” dalam keadaan baik, 
b. Pengecekan udara minimal di 5 titik yang berbeda secara horisontal dan vertikal. 
Apabila dalam pekerjaan di Manhole tidak memperhatikan ketersediaan ventilasi dan udara, maka dapat dipastikan akan mengalami gejala kekurangan oksigen. 

Di bawah ini adalah tabel gejala tubuh kekurangan oksigen. 


6. Keselamatan kerja di atas tiang 

Pekerjaan dia atas tiang juga harus memperhatikan keselamatan kerja yang diantaranya adalah: 
a. Sebelum menggali tanah, periksa jaringan lainnya yang ada di dalam tanah, 
b. Pasang aksesoris sebelum tiang didirikan, 
c. Saat akan naik keatas tiang, periksa kondisi tiang, 
d. Kenakan sabuk pengaman, helm, sarung tangan, dan sebagainya, 
e. Hentikan kegiatan saat hujan turun yang disertai dengan petir. 

B. Pengenalan Alat Fiber Optik 

Dikarenakan dalam penyambungan fiber optic harus memiliki keahlian khusus, maka diperlukan alat penunjang yang memiliki fungsi untuk melengkapi dan memudahkan pekerjaan tersebut. Berbicara masalah alat penunjang, dibawah ini menjelaskan pengertian serta fungsi dari alat-alat yang sering digunakan didunia fiber optik, diantaranya adalah: 

1. Fusion Splicer 

Fusion splicer atau sering dikenal sebagai alat untuk menyambungkan serat optik ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat optik, dimana serat tersebut terbuat / berbasis kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser. 
Sinar laser pada Fusion Splicer berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus pada core sehingga bisa tersambung kembali dengan baik. Perlu diketahui, bahwa fusion splicer ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi, hal ini ditujukan untuk menghasilkan hasil penyambungan yang sempurna, karena pada saat penyambungan tersebut akan terjadi proses pengelasan media kaca serta peleburan kaca yang akan menghasilkan suatu media, dimana media tersebut akan tersambung dengan utuh tanpa adanya celah-celah, hal ini dikarenakan media tersebut memiliki senyawa yang sama. 

2. Cleaver 

Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core yang kulit kabel optik-nya sudah dikupas, perlu diketahui juga bahwa pemotongan core ini wajib menggunakan alat khusus ini, karena pada serat kacanya akan terpotong dengan rapih. Jika proses ini berhasil dilakukan dengan baik maka tahapan selanjutnya, kalian bisa teruskan ke tahap Jointing. 
3. Power Meter 

Power Meter dipakai untuk mengukur total loss dalam sebuah link optik baik saat instalasi (uji akhir) atau pemeliharaan. Penggunaan power meter harus berada pada kedua ujung kabel fiber 

4. Optical Power Meter 

Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dari signal cahaya yang sudah masuk, OPM ini juga mempunyai interface FC yang langsung berhubungan dengan pathcore FC. 
Bagi yang belum mengetahui rumus yang digunakan untuk melakukan proses ini, dibawah ini adalah rumusnya: 

5. Microscop Fiber 

Microscop Fiber berfungsi untuk untuk melihat bersih atau tidaknya konektor (pigtail/ patchcore) 

6. Optical Time Domain Reflectometer (RTDR) 

OTDR merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat optik dalam jarak tempuh tertentu, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mampu menghasilkan jarak dari dua sisi yang merupakan ukuran gangguan yang terjadi. Sehingga untuk melakukan troubleshooting dapat dilakukan dengan baik, karena akan sangat mudah menentukan suatu letak lokasi gangguan yang tengah terjadi. Alat VIDA ini sendiri biasanya digunakan untuk melakukan pendeteksian kabel crack, putusnya core yang belum diketahui letaknya, putusnya kabel atau juga untuk melakukan bending. 

7. High Distribution Cabinet 

High Distribution Cabinet adalah rak tempat terminasi fiber optik. 

8. Wall-Mount 

Wall-mount adalah terminasi fiber optik yang menempel di dinding. 

9. Optical Termination Box (OTB) 

Optical Termination Box (OTB) adalah terminasi fiber optik yang ada pada rak atau boks. 

10. Joint Closure 

Joint Closure adalah titik sambung dari fiber optik. 

11. Light Source 

Pada dasarnya, alat yang satu ini mempunyai fungsi untuk memberikan suatu signal untuk jalur yang akan dilaluinya, misalnya untuk mengukur suatu redaman jalur atau end to end dimana Light Source ini akan berfungsi sebagai media yang memberi signalnya. 

12. Optical Fiber Identifier 

Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk mengetahui arah signal dengan penunjuk arah dan besar daya yang di laluinya. 

13. Visual Fault Locator
 
Alat ini sering disebut juga Laser fiber optik atau senter fiber optic. Fungsinya hampir sama Light Source yaitu untuk melakukan pengetesan pada core fiber optik. Laser akan mengikuti serat Optik pada Kabel Fiber Optik dari POP Sampai ke user (end to end), bila core tidak bermasalah laser akan sampai pada titik tujuan. 

14. Fiber Node 

Fiber node merupakan suatu titik terminasi antara jaringan optik dengan jaringan koaksial. Fiber node berupa perangkat opto elektronik yang berfungsi untuk mengubah sinyal optik yang berasal dari distribution hub menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan ke rumah rumah pelanggan melalui kabel koaksial dan sebaliknya. Fiber node sendiri adalah salah satu device yang berhubungan dengan teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial) dan banyak diaplikasikan untuk sistem jaringan TV Kabel. 

15. Bit Error Rate Test 

Alat ini berfungsi sebagai pengecek koneksi jaringan TDM (Time Divisio Multipleksi) yang mana jaringan TDM aplikasinya yaitu layanan Clear Channel. Secara spesifiknya BER TES untuk mengecek dan mengetahui TX atau RX yang error, melalui pengiriman paket dan lup. 

16. Stripper atau Miller 

Alat ini berfungsi sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit dan daging kabel. 

17. Pigtail Fiber Optik
 
Pigtail fiber optik merupakan sepotong kabel yang hanya memiliki satu bulan konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor. Biasanya kabel pigtail di install di OTB Coprica Distribution Box) dan disambung / splicing dengan tarikan kabel Optic yang glondongan (Loose tube cable / Tight buffered cable). 

18. Patchcore Fiber Optik 

Patchcore optik merupakan kabel fiber optik dengan panjang tertentu yang sudah terpasang konektor di ujungnya. Fungsi utama kabel ini sebagai untuk meng hubungkan perangkat satu dengan perangkat lainnya (sebagai kabel penghubung 2 konektor) 

19. Optical Connector Cleaner 

Optical Connector Cleaner digunakan untuk membersihkan konektor (pigtail / patchcore). 

20. Tissue Fiber Optik 

Tissue Fiber Optik merupakan alat untuk membersihkan core. 

21. Protection Slip (Termopit) 

Kegunaan Protection Slip (Termopit) yaitu berfungsi sebagai pelindung serat optic yang sudah di sambung agar aman tidak patah atau kepanasan dan kehujanan. 

22. Fiber Optic Adapter 

Fiber Optik Adapter merupakan suatu komponen yang digunakan untuk melakukan penyambungan / menghubungkan kabel fiber optik satu dengan yang lain. jika penyambungan dilakukan terhadap kabel fiber optik yang memiliki konektor berbeda maka fiber optik adapter disebut fiber optik adapter hibrid atau Special Adapter. Ada beberapa jenis fiber optik adapter, diantaranya adalah: 

a. FC Fiber optik Adapter 

Jenis adapter fiber optik yang satu ini tersedia dalam jenis single mode dan multimode, Ada tiga jenis bentuk/type fiber optik FC adapter, tipe persegi, 
tunggal dan ganda tipe D, semua fiber optik FC adapter dengan rumah (housing)logam dan Lengan (Sleeves) dari keramik. 

b. SC Adapter Fiber Optik 

Jenis adaptor fiber optik ini tersedia dalam jenis single mode dan multimode, serta Simplex dan duplex. SC adapter fiber optik dengan perumahan (housing) plastik, mempunyai beberapa varian warna, seperti : 1) biru untuk PC single mode 2) hijau untuk APC single mode dan multimode beige untuk PC. 
Semua Fiber Optik SC adapter mempunyai jenis flange, sementara itu untuk single mode adapter adalah dengan lengan zirkonia dan untuk serat multimode adaptor dengan lengan perunggu. 

c. LC Adapter Fiber Optik 

Adapter fiber optik LC semua rumah (housing) plastik; ada simpleks LC adapter dan adapter LC duplex, fiber optik adapter LC warna sama dengan fiber optik SC adapter: biru untuk PC single mode, warna beige untuk PC modus multi dan hijau untuk APC single mode. fiber optik adapter LC dengan lengan perunggu untuk multimode dan lengan zirkonia untuk single mode. 

d. ST Adapter Fiber Optik 

Fiber Optik ST adapter semua jenis ulir, dengan perumahan (housing) logam, yang single mode dengan lengan zirkonia dan yang multimode adalah dengan lengan perunggu. 

RANGKUMAN 

1. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk keselamatan kerja pada penyambungan 
fiber optik, yang diantaranya adalah: 
a. Kebersihan tempat maupun alat kerja 
b. Kelengkapan keselamatan kerja 
c. Urutan proses penyambungan, khususnya untuk keselamatan kerja 
d. Keselamatan kerja di Manhole (MH) 
e. Keselamatan kerja di atas tiang 

2. Alat-alat kerja untuk fiber optik diantaranya adalah: 
a) Fusion Splicer adalah alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat optik 
b) Cleaver Tools memiliki fungsi untuk memotong core yang kulit kabel optik-nya sudah dikupas. 
c) Power Meter digunakan untuk mengukur total loss dalam sebuah link optik baik saat instalasi (uji akhir) atau pemeliharaan. 
d) Optical Power Meter memiliki fungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dari signal cahaya yang sudah masuk. 
e) Microscop Fiber berfungsi untuk untuk melihat bersih atau tidaknya konektor (pigtail/ patchcore). 
f) Optical Time Domain Reflectometer adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat optik dalam jarak tempuh tertentu. 
g) High Distribution Cabinet adalah rak tempat terminasi fiber optik. h) Wall-mount adalah terminasi fiber optik yang menempel di dinding. 
i) Optical Termination Box (OTB) adalah terminasi fiber optik yang ada pada rak atau boks. 
j) Joint Closure adalah titik sambung dari fiber optik. 
k) Light Source merupakan mempunyai fungsi untuk memberikan suatu signal untuk jalur yang akan dilaluinya. 
i) Optical Fiber Identifier memiliki fungsi untuk mengetahui arah signal dengan penunjuk arah dan besar daya yang di laluinya. 
m) Visual Fault Locator berfungsi yaitu untuk melakukan pengetesan pada core fiber optik. 
n) Fiber Node fungsinya untuk mengubah sinyal optik yang berasal dari distribution hub menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan ke rumah rumah pelanggan melalui kabel koaksial dan sebaliknya. 
baliknya. 
o) Bit Error Rate Test berfungsi sebagai pengecek koneksi jaringan TDM (Time Divisio Multipleksi) yang mana jaringan TDM aplikasinya yaitu layanan Clear Channel. 
p) Stripper atau Miller merupakan sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit dan daging kabel. 
q) Pigtail Fiber Optik merupakan sepotong kabel yang hanya memiliki satu buah konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor. 
r) Patchcore Fiber Optik berfungsi sebagai untuk menghubungkan perangkat satu 
dengan perangkat lainnya (sebagai kabel penghubung 2 konektor). 
s) Optical Connector Cleaner digunakan untuk membersihkan konektor (pigtail/ 
patchcore). 
t) Tissue Fiber Optik merupakan alat untuk membersihkan core. 
u) Protection Slip (Termopit) berfungsi sebagai pelindung serat optic yang sudah di sambung agar aman tidak patah atau kepanasan dan kehujanan. 
v) Fiber Optic Adapter merupakan suatu komponen yang digunakan untuk melakukan penyambungan / menghubungkan kabel fiber optik satu dengan yang lain. 


TUGAS MANDIRI 

1. Sebutkan alat yang digunakan kelengkapan keselamatan kerja! 
2. Jelaskan urutan proses penyambungan, khususnya untuk keselamatan kerja. 
3. Sebutkan dan jelaskan alat-alat yang sering digunakan didunia fiber option: 
4. Mengapa perlu mengetahui keselamatan kerja sangat penting dalam pemasangan jaringan fiber optik! 
5. Sebutkan dan jelaskan alat Fiber Optik Adapter! 

TUGAS KELOMPOK 

1. Mengamati : Lakukan pengamatan terhadap urutan proses penyambungan, jelaskan keselamatan kerja di area Manhole! 
2. Menanya : Masing-masing kelompok membuat beberapa pertanyaan tentang fungsi alat kerja fiber optik, kemudian tukar dengan kelompok lain. Mintalah mereka untuk menjawabnya, apabila mengalami kesulitan bertanyalah pada pendidik! 
3. Mengasosiasi : Lakukan kegiatan diskusi dengan kelompokmu, informasi apa yang dapat diperoleh tentang menerapkan K3 dalam penyambungan fiber optik! 
4. Menalar : Diskusikan dengan kelompokmu apa perbedaan LC Adapter Fiber Optik dan SC Adapter Fiber Optik, jelaskan kelebihan dan kekurangannya (minimal 3)! 
5. Mengkomunikasikan : Presentasikan kesimpulan dalam keselamatan kerja di dalam Manhole! 



E. UJI KOMPETENSI 


A. PILIHAN GANDA Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar! 

1. Alat yang digunakan untuk melihat ada tidaknya kotoran yang menempel pada core fiber, baik itu pada Patch Core maupun konektor fiber adalah .... 
A. Optical connector cleaner 
B. Light cource 
C. Optical fiber identifier 
D. Fiber microscope 
E. Stripping tools 

2. Alat untuk menyambungkan serat optik adalah .... 
A. Fusion splicer 
B. Ventilator 
C. Cleaver 
D. Striping tools 
E. Tissue fiber optik 

3. Alat yang digunakan untuk memberikan sirkulasi udara pada manhole adalah .... 
A. Fusion splicer 
B. Ventilator 
C. Cleaver 
D. Stripping tools 
E. Tissue fiber optik 

4. Alat untuk mengetahui seberapa kuat daya dari signal cahaya yang sudah masuk adalah .... 
A. Light source 
B. OTDR 
С. ОРМ 
D. Fiber microscope 
E. Stripping tools 

5. Alat untuk memotong core kabel optik yang kulitnya telah dikupas adalah .... 
A. Fusion splicer 
B. Ventilator 
C. Cleaver 
D. Stripping tools 
E. Tissue fiber optik 

6. Alat yang berfungsi untuk memberikan signal untuk jalur yang akan dilalui oleh kabel optik adalah ... A. Light source 
B. OTDR 
C. OPM 
D. Optical fiber identifier 
E. Stripping tools 

7. Alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat optik dalam jarak tempuh tertentu adalah ... 
A. Light source 
B. OTDR 
C. OPM 
D. Fiber microscope 
E. Stripping tools 

8. Alat yang diginakan untuk membersihkan konektor fiber optik adalah .... 
A. Optical connector cleaner 
B. Light source 
C. Optical fiber identifier 
D. Fiber microscope 
E. Stripping tools 

9. Alat yang digunakan untuk mengetahui arah signal dengan penunjuk arah dan besar daya yang dilaluinya yaitu ... 
A. Light source 
B. OTDR
C. OPM 
D. Fiber microscope  
E. Optical fiber identifier 

10. Alar yang digunakan untuk memotong dan kulit kabel adalah ... 
A. Tissue fiber optik 
B. Ventilator 
C. Cleaver 
D. Stripping tools 
E. Fusion splicer 


B. ESAI Isilah titik-titik di bawah ini! 

1. Tujuan pemasangan rambu pengaman yaitu .... dan .... 
2. Pada pekerjaan Manhole, sangat diwajibkan memperhatikan ketersediaan ventilasi Hal tersebut bertujuan untuk .... 
3. Alat yang digunakan untuk mengukur total loss dalam sebuah link optik adalah ...
4. Optical Power Meter (OPM) adalah .... 
5. Fiber Optik Adapter merupakan .... 

0 komentar: