phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com
Showing posts with label Adminitrasi Sistem Jaringan XII. Show all posts

ASJ - Sistem Kontrol dan Monitoring (BAB 6)(Kelas XII)

 


BAB 6
Sistem Kontrol dan Monitoring 

A. KOMPETENSI DASAR

3.15 Mengevaluasi sistem kontrol dan monitoring
4.15 Mengkonfigurasi sistem kontrol dan monitoring

B. MATERI PEMBELAJARAN

Pada setiap server yang melayani client, monitoring mutlak dilakukan untuk dapat memastikan layanan dapat bekerja dengan baik. Pada perusahaan yang menggunakan IT sebagai basis utama, monitoring layanan pada server menjadi kewajiban agar dapat melayani semua kebutuhan baik pelanggan maupun kebutuhan internal perusahaan. Salah satu fungsi dari monitoring adalah untuk menganalisa apakah layanan pada server masih cukup layak untuk digunakan atau diperlukan konfigurasi tambahan maupun penambahan layanan. Hasil dari monitoring dapat membantu memberikan masukan jika admin ingin mendesau ulang layanan server yang telah disediakan.

Beberapa hal dalam sistem jaringan yang bisa dimonitoring diantaranya load traffic jaringan yang lewat pada sebuah router atau interface komputer. Monitoring dapat dilakukan dengan standar SNMP, selain load traffic jaringan, kondisi jaringan pun harus dimonitoring, misalnya status jaringan apakah terkoneksi atau sedang down. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan perintah ping. Kondisi dari aplikasi juga dapat dilakukan monitoring, apakah aplikasi berjalan dengan semestinya dan menggunakan resource yang sesuai dengan konfigurasi. Setelah dilakukan monitoring, diharapkan adminiinstrator dari sistem jaringan tersebut dapat melakukan kontrol terhadap server yang menjadi tanggung jawabnya.

1. Prinsip dan cara kerja sistem kontrol dan monitoring

Dalam sebuah sistem kontrol dan monitoring pada umumnya mempunyai beberapa tahapan dalam menjalankan proses monitoring. Proses tersebut adalah: 

a. Pengumpulan data yang melewati device, digunakan sebagai dasar analisis data. Biasanya berupa Trafik jaringan, informasi hardware, penggunaan hardware, dan lain sebagainya.

b. Proses Analisa data, biasanya terdiri dari sub proses seperti selecting (memilih data), Filtering (menyeleksi data sesuai dengan kebutuhan atau keinginan), dan updataing data.

c. Penampilan data hasil monitoring, yaitu menampilkan data yang telah dianalisis sebelumnya dan disajikan kepada sistem administrator, bisa berupa tabel, kurva, gambar, animasi, ataupun hal lain yang dapat menyajikan informasi.


Dengan demikian, monitoring jaringan terdiri dari rangkaian proses yang berfungsi untuk menganalisa kelayakan dari sistem yang dijalankan. Dalam proses tersebut data dapat ditampilkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, sehingga diperoleh data data yang diharapkan dan berguna bagi pengambilan keputusan oleh sistem adminstrator.

2. Jenis sistem kontrol dan monitoring

Terdapat berbagai sistem kontrol dan monitoring yang dapat digunakan untuk melakukan checking terhadap kondisi server. Mulai dari pengecekan penggunaan CPU, penggunaan Memory, Penggunaan Swap Memory, besaran Cache Size, besaran Buffer Size, memantau proses yang berjalan di sistem, memantau User, dan lain sebagainya. Sedangkan sistem kontrol dan monitoring pada jaringan komputer dibedakan menjadi 2, yaitu

a. Traffic monitoring
Adalah sistem monitoring yang dapat dilakukan dengan memperhatikan paket yang melewati suatu device sehingga menimbulkan traffic pada jaringan kemudian data diolah berdasar traffic jaringan tersebut. 

b. Connection monitoring
Merupakan sistem monitoring yang dilakukan dengan cara menguji koneksi antara satu node dengan node lainnya, misalkan melalui tes ping antara monitoring station dan device yang ingin dilakukan monitoring, sehingga apabila terjadi kesalahan akan mudah dapat diketahui.

3. Monitoring Jaringan dengan Cacti

Cacti merupakan alat untuk melakukan monitoring jaringan berbasis web yang bersifat open source,. Cacti dibuat dengan tujuan untuk menampilkan jaringan sistem jaringan berbasis grafis dengan menggunakan RRDtool. RRDtool sendiri merupakan singkatan dari round-robin database tool, yang dibuat untuk menangani data yang berkaitan dengan penggunaan jaringan, seperti bandwith jaringan, temperatur dan CPU load. Cacti menggunakan protokol SNMP (Simple Network Management Protocol) untuk mengambil dan memonitor trafik jaringan dari peralatan jaringan seperti switche, router, maupun pada sistem yang berbasis Linux, Unix dan Windows server serta sistem operasi maupun peralatan lain dalam sebuah jaringan yang mendukung protokol SNMP. 

ASJ - VPN Server (BAB 5)(Kelas XII)


BAB 5
VPN Server

A. KOMPETENSI DASAR

3.14 Mengevaluasi VPN Server
4.14 Mengkonfigurasi VPN Server

B. MATERI PEMBELAJARAN

1. VPN Server

VPN merupakan singkatan dari Virtual Private Network, yang dapat diartikan sebagai jaringan virtual yang bersifat private, atau dengan kata lain sebuah VPN menyediakan sebuah jaringan yang terkoneksi secara pribadi dengan dient kemudian melalui jaringan privat tersebut client dapat melakukan koneksi kedalam jaringan lainnya. Dengan VPN maka memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima data di jaringan publik seolah-olah perangkat yang digunakan terhubung langsung ke jaringan privat.
Teknologi VPN dibuat dan dikembangkan agar memungkinkan pengguna dapat mengakses aplikasi dan sumber daya perusahaan dari kantor cabang atau darimana saja seolah-olah berada pada jaringan yang sama. Dari segi keamanan, koneksi VPN dibuat menggunakan protokol tunneling yang terenkripsi serta ketika VPN digunakan maka pengguna harus melakukan otentikasi terlebih dahulu, baik berupa kata sandi maupun sertifikat autentikasi agar mendapatkan akses ke VPN. Dalam fungsi VPN lainnya, pengguna Internet dapat mengamankan transaksi yang dilakukan di internet dengan menggunakan VPN. Pengguna VPN juga dapat menghindari pembatasan geografis dan sensor pada suatu alamat website, atau juga dapat digunakan untuk terhubung ke server proxy sehingga identitas pribadi dan lokasi terlacak anonim ketika melakukan penjelajahan Internet.

2. Prinsip dan cara kerja VPN Server

Pada dasarnya VPN server bekerja seperti pada server pada umumnya, yaitu menerima request dari client kemudian menjawab requestnya. Server VPN berkerja dengan membuat layanan mulai dari menerima koneksi dari client, kemudian bertindak sebagai DHCP server sehingga client memperoleh IP Address, Setelah dient mendapatkan IP Address kemudian server seolah-olah membuat jaringan didalam jaringan atau biasa disebut tunnel (terowongan). Tunneling (terowongan) ini

digunakan untuk membuat jalur privat dengan menggunakan infrastruktur lain, vai provider internet. VPN menggunakan salah satu dari tiga teknologi tunneling va ada yaitu: PPTP, L2TP, dan Internet Protocol Security (IPSec). VPN juga merupakom merupakan perpaduan antara teknologi cunneling dengan enkripsi komunikasi dar sehingga lebih aman dibandingkan dengan koneksi internet biasa.
3. Jenis koneksi VPN

Protokol VPN mendefinisaikan bagaimana data dapat dilewatkan melalui jaringan VPN. Protokol VPN yang digunakan untuk melakukan koneksi diantaranya PPTP, L2TP, SSTP, IKEV2, dan OpenVPN. 

ASJ - Dedicated Hosting Server (BAB 4)(Kelas XII)

 

BAB 4
Dedicated Hosting Server 

A. KOMPETENSI DASAR 

3.13 Mengevaluasi dedicated hosting Server
4.13 Mengkonfigurasi Dedicated Hosting Server

B. MATERI PEMBELAJARAN

1. Dedicated Hosting Server

Dedicated Server adalah suatu infrastruktur yang digunakan dalam layanan yang membutuhkan akses yang sangat besar dan cepat. Berbeda dengan Hosting dan Virtual Private Server, Dedicated Server merupakan perangkat yang berdiri sendiri secara fisik, sehingga pengguna dapat mengontrol server sepenuhnya sebagai server user. Dedicated Server juga merupakan salah satu layanan yang dapat diakses secara keseluruhan, hanya saja ditempatkan pada lokasi yang disesuaikan.



Dengan menggunakan dedicated server, maka pengguna dapat memiliki kontrol penuh atas server. Dedicated Server dapat menjalankan aplikasi yang berat dengan beban kerja yang tinggi. Hal ini tidak bisa dilakukan atau dioperasikan oleh Virtual Private Server maupun Shared Hosting. Dedicated Server, secara harafiah adalah server fisik yang didedikasikan sepenuhnya untuk satu pengguna. Tidak ada situs atau aplikasi milik pengguna lain yang bisa dihosting di satu server yang sama. Hal ini berarti bahwa pengguna akan mendapatkan hak eksklusif dari semua sumber daya utama server, yaitu CPU, RAM dan HDD. Pengguna dapat memasang pilihan sistem operasi mereka (misalnya Linux, Windows) dan Distro pilihan mereka (misalnya Ubuntu, CentOS). Berikut adalah beberapa keuntungan dalam menggunakan dedicated servers:

• Kehandalan tinggi
• Tingkat kinerja tinggi
• Tingkat keamanan tinggi 
• Reputasi IP yang lebih baik karena pengguna tidak berbagi dengan website lain (biasanya jika menggunakan shared hosting, ada server yang melakukan spamming maka satu alamat IP akan diblokir). 
• Tidak berbagi server dengan website lain, artinya tidak ada website lain yang dapat mengganggu kinerja website Anda 

Sisi negatif dari penggunaan dedicated server adalah penggunaan biaya yang lebih mahal. Selain itu jika ada update dengan sumber daya tambahan yang lebih besar (misalnya CPU, RAM, HDD), maka dedicated server akan memerlukan karena server akan dimatikan terlebih dahulu untuk melakukan penambahan hardware. Sisi negatif lainnya adalah jika pada dedicated server ada dua komponen mekanis yang bisa menyebabkan downtime, yaitu Power Supply Unit (PSU) dan HDD (kecuali Solid State Drives (SSD) dimana kedua komponen tersebut merupakan adalah komponen elektronik tingkat kegagalan disaat penggunaan server.

ASJ - Virtual Private Server (BAB 3)(Kelas XII)


BAB 3
Virtual Private Server

A. KOMPETENSI DASAR
3.12 Mengevaluasi Virtual Private Server 
4.12 Mengkonfigurasi Virtual Private Server

B. MATERI PEMBELAJARAN

1. Virtual Private Server

Virtual Private Server (VPS) merupakan sebuah server fisik yang di dalamnya terdapat beberapa virtual server, jadi dalam masing-masing virtual server tersebut dapat dilakukan manajemen tersendiri, contohnya diinstall OS sendiri. Secara garis besar, Virtual Private Server hampir mirip dengan shared hosting, namun memiliki resource yang lebih besar, dan virtualisasi pada setiap server. Dengan virtualisasi tersebut, memungkinkan kita untuk menginstall OS dan software tambahan sesuai kebutuhan, yang mana tidak dilakukan di shared hosting. Virtual Private Server menggunakan teknologi virtualisasi untuk membagi hardware server fisik menjadi beberapa server virtual yang di hosting di dalam hardware fisik yang sama.

Dulu sistem administrator pada umumnya hanya memiliki satu server fisik dan hanya digunakan untuk satu tujuan saja, misalkan hanya untuk server web saja. Dengan menggunakan virtualisasi maka akan mendapatkan kemudahan untuk menempatkan beberapa server pada satu server fisik. Setiap server dapat memiliki berfungsi tersendiri dan sistem operasi yang digunakan dapat berbeda satu sama lain.

Tentu saja hal ini dapat membantu tingkat fleksibilitas dalam hal pemilihan konfigurasi software yang dapat dijalankan oleh sistem administrator. Selain itu, Virtual Private Server juga memberikan keuntungan yang signifikan dalam hal skalabilitas dari daya proses (processing power), RAM, dan disk space dengan biaya yang lebih rendah daripada menggunakan server fisik tersendiri. Meskipun tidak murni menggunakan satu server secara fisik, tetapi Virtual Private Server bekeria layaknya sebuah server yang berdiri sendiri. Dalam sebuah Virtual Private Server memiliki sistem operasi tersendiri, dengan process, user, files dan menyediakan full root access pada tiap sistemnya.

Setiap VPS juga mempunyai alamat IP, port number, tables, filtering dan routing rules sendiri. Setiap VPS dapat dihapus, add, modify file apa saja, termasuk file yang ada di dalam folder root, dan install software aplikasi apapun atau konfigurasi root application software-nya. Setiap Virtual Private Server dapat menjalankan sistem operasi secara full akses dan dapat melakukan rebooting secara terpisah walaupun dipasang di komputer yang sama dengan virtual machine lain. Setiap virtual machine memiliki fungsi yang sama dengan komputer yang sesungguhnya sehingga privasi setiap pengguna dapat terjaga.

ASJ - Share Hosting Server (BAB 2) (Kelas XII)



BAB 2
Share Hosting Server

3.11 Mengevaluasi Share Hosting Server
4.11 Mengkonfigurasi Share Hosting Server

B. MATERI PEMBELAJARAN

1. Share hosting server/shared web hosting

Istilah Hosting sering digunakan pada sistem berbasis web dan internet. Pada prinsipnya, hosting yang sering juga disebut Web Hosting atau sewa host merupakan tempat penyewaan layanan untuk menampung data yang diperlukan supaya website dapat diakses lewat Internet. Data tersebut diantaranya berupa file, gambar, email, aplikasi/program/script dan database.

Sebuah website memerlukan berbagai macam infrastruktur agar dapat diakses oleh orang lain di seluruh dunia. Infrastruktur tersebut berupa Hardware, Software, dan infrastruktur komunikasi. Infrastruktur hardware/ perangkat keras yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan website misalnya komputer server yang siap menyala selama 24x7, Power Supply yang cukup bagus menampung permintaan daya, Unit UPS agar pasokan listrik selalu terjaga, serta perangkat keras jaringan seperti NIC, Switch Hub, Router, dan sebagainya. Untuk Infrastruktur berupa software atau perangkat lunak, dibutuhkan sistem operasi server, aplikasi webserver, gateway, firewall, database server, dan sebagainya. Untuk infrastruktur Telekomunikasi berupa akses internet dengan upstream dan dowstream yang tidak terbatas.

Jika melihat kebutuhan tersebut, maka tidak akan banyak website yang tersedia jika setiap website harus mempunyai infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu share hosting server / web hosting menyediakan layanan menyewakan perangkat tersebut untuk digunakan secara bersama-sama agar pembuatan sebuah website tidak memerlukan unit cost yang terlalu tinggi. Ketika pengguna menyewa hosting suatu server, biasanya akan mendapatkan sejumlah kapasitas ruang penyimpanan, akses FTP, akses kedalam panel, dan pendukung lain dalam membuat suatu website.

2. Prinsip dan cara kerja share hosting server/ shared web hosting

Pada prinsipnya, sebuah server shared hosting merupakan sebuah server yang digunakan secara bersama-sama oleh banyak pengguna lain secara sekaligus. Masing masing pengguna saling berbagi kapasitas server sesuai pengaturan yang telah

ditentukan oleh sistem administrator. Hak akses dan pengaturan pada server dibatasi hanya pada hal-hal tertentu, hal ini ditentukan oleh pengelola server, yakni perusahaan penyedia hosting. Jika diibaratkan, maka shared hosting dapat diibaratkan sebagai sebuah rumah yang memiliki beberapa penghuni didalamnya. Para penghuni rumah tersebut ditempatkan pada masing-masing kamar (atau storage/disk pada server) dengan ukuran yang bisa sama bisa berbeda tergantung pada paket pengaturan yang dipilih. Listrik dipakai bersama-sama dengan pengguna lain, air pam, akses internet, juga digunakan bersama-sama dengan pengguna lain. Apabila ada salah satu pengguna yang menggunakan air terlalu banyak, maka akan berpotensi mengganggu aktifitas penghuni yang lain. Begitu pula pada shared hosting, jika ada pengguna yang menggunakan layanan secara berlebihan, dapat menggangu pengguna lainnya. Shared Hosting memiliki kelebihan dan kekurangan, diantaranya adalah sebagai berikut :

Kelebihan Shared Hosting adalah biaya yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit. Dibandingkan dengan membeli server dengan spesifikasi tinggi, menyewa shared hosting bisa menjadi solusi yang lebih murah dan mudah. Kemudian sistem kontrol dan keamanan biasanya dijamin oleh penyedia layanan, sehingga pengguna tidak perlu repot untuk menangani keamanan yang berhubungan dengan servernya.

Kekurangan Shared Hosting diantaranya adalah terbaginya sumber daya ke pengguna lainnya. Karena harus berbagi kapasitas pada server, maka jika terdapat salah satu pengguna yang menyebabkan overload atau gangguan pada server, maka pengguna lain dapat terkena dampaknya. Misalkan terdapat pengguna yang menggunakan script dan membebani proses pada server, maka otomatis proses tersebut akan mengganggu pengguna lainnya. Belum jika ternyata pengguna tersebut melakukan instalasi aplikasi yang

berbahaya, maka dapat berefek kepada pengguna lainnya. Akan tetapi, dari keseluruhan kekurangan shared hosting diatas, masih banyak cara agar permasalahan tersebut dapat diatasi, yaitu dengan pembatasan hak akses yang dilakukan oleh sistem administrator kepada pengguna. Dengan pengaturan yang tepat, maka share hosting server aman digunakan oleh berbagai pengguna.

ASJ - Contoh Panel Hosting (BAB 1) (Kelas XII)



KOMPETENSI DASAR

3.10 Mengevaluasi Control Panel Hosting
4.10 Mengkonfigurasi Control Panel Hosting
3.11 Mengevaluasi Share Hosting Server
4.11 Mengkonfigurasi Share Hosting Server
3.12 Mengevaluasi Virtual Private Server
4.12 Mengkonfigurasi Virtual Private Server
3.13 Mengevaluasi Dedicated Hosting Server
4.13 Mengkonfigurasi Dedicated Hosting Server
3.14 Mengevaluasi VPN Server
4.14 Mengkonfigurasi VPN Server
3.15 Mengevaluasi sistem kontrol dan monitoring
4.15 Mengkonfigurasi sistem kontrol dan monitoring
3.16 Mengevaluasi sistem keamanan jaringan
4.16 Mengkonfigurasi sistem keamanan jaringan
3.17 Menganalisis permasalahan sistem administrasi
4.17 Melakukan perbaikan sistem administrasi

BAB 1
Contoh Panel Hosting



A. KOMPETENSI DASAR


3.10 Mengevaluasi Control Panel Hosting
4.10 Mengkonfigurasi Control Panel hosting


B. MATERI PEMBELAJARAN


Setiap pembuatan sebuah server, diperlukan konfigurasi untuk membuat server tersebut bekerja dengan optimal sesuai dengan kehendak sistem administrator. Konfigurasi meliputi berbagai hal, dimulai dari yang paling dasar seperti konfigurasi IP server sampai dengan konfigurasi aplikasi yang digunakan dalam server harus diatur dengan baik. Pengaturan konfigurasi tersebut tentu saja membutuhkan kemampuan yang baik dan pengetahuan yang luas bagi sistem adminstrator,


Bagi beberapa sistem administrator yang menyediakan layanan web hosting, kemampuan untuk mengontrol layanan server melalui CLI (Command Line Interface) menjadi sebuah tantangan tersendiri. Selain dituntut untuk hapal baris perintah instalasi dan konfigurasi paket aplikasi, melakukan pengelolaan layanan hosting dengan menggunakan Command Line Interface juga membutuhkan ketelitian. Apabila terjadi kesalahan penulisan perintah instalasi, maka paket aplikasi akan tidak diketemukan atau bisa ditemukan tetapi tidak sesuai dengan yang dimaksudkan. Selain itu jika terjadi kesalahan penulisan konfigurasi baik satu spasi atau satu karakter saja, sebuah layanan hosting bisa menjadi gagal berjalan dan tidak dapat melayani kebutuhan client. Untuk itulah diciptakan interface yang dapat digunakan untuk mengontrol layanan dengan menggunakan Graphical User Interface (GUI). Dengan menggunakan Control Panel yang berupa GUI dapat menyediakan cara yang jauh lebih mudah untuk mengelola, mengkonfigurasi, dan memantau semua layanan di dalam server.

1. Control Panel Hosting

Dalam sebuah lingkup pengembangan server, control panel berfungsi untuk mengatur, mengawasi dan memonitor penggunaan perangkat keras didalam server serta beberapa perangkat lunak yang dipasang dalam server tersebut. Control panel juga merupakan sebuah interface yang dihadirkan oleh server hosting yang berisi fasilitas-fasilitas untuk mengatur fungsi-fungsi pada server tersebut, seperti program aplikasi, hardware (perangkat keras), koneksi jaringan, pengaturan tampilan Windows, dan pengaturan account Windows. Control panel adalah bagian dari Microsoft windows yang memungkinkan user untuk melihat dan memanipulasi sistem dasar pengaturan dan pengendalian melalui applet, misal misalnya menambahkan hardware, menambahkan dan menghapus perangkat lunak, mengontrol account pengguna, dan mengubah pilihan aksesibilitas.


Pengguna dapat menggunakan kumpulan fungsi didalam Control panel sesuai dengan kebutuhannya. Untuk memudahkannya maka fungsi control panel dikelompokan ke dalam beberapa kategori, seperti System and Security, Network dan Internet, Hardware dan Sound, Program, User Account, dan lain sebagainya. Begitu pula pada control panel hosting, menu akan dikelompokkan sesuai dengan fungsinya.