ASJ - Sistem Kontrol dan Monitoring (BAB 6)(Kelas XII)

BAB 6
Sistem Kontrol dan Monitoring
A. KOMPETENSI DASAR
3.15 Mengevaluasi sistem kontrol dan monitoring
4.15 Mengkonfigurasi sistem kontrol dan monitoring
B. MATERI PEMBELAJARAN
Pada setiap server yang melayani client, monitoring mutlak dilakukan untuk dapat memastikan layanan dapat bekerja dengan baik. Pada perusahaan yang menggunakan IT sebagai basis utama, monitoring layanan pada server menjadi kewajiban agar dapat melayani semua kebutuhan baik pelanggan maupun kebutuhan internal perusahaan. Salah satu fungsi dari monitoring adalah untuk menganalisa apakah layanan pada server masih cukup layak untuk digunakan atau diperlukan konfigurasi tambahan maupun penambahan layanan. Hasil dari monitoring dapat membantu memberikan masukan jika admin ingin mendesau ulang layanan server yang telah disediakan.
Beberapa hal dalam sistem jaringan yang bisa dimonitoring diantaranya load traffic jaringan yang lewat pada sebuah router atau interface komputer. Monitoring dapat dilakukan dengan standar SNMP, selain load traffic jaringan, kondisi jaringan pun harus dimonitoring, misalnya status jaringan apakah terkoneksi atau sedang down. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan perintah ping. Kondisi dari aplikasi juga dapat dilakukan monitoring, apakah aplikasi berjalan dengan semestinya dan menggunakan resource yang sesuai dengan konfigurasi. Setelah dilakukan monitoring, diharapkan adminiinstrator dari sistem jaringan tersebut dapat melakukan kontrol terhadap server yang menjadi tanggung jawabnya.
1. Prinsip dan cara kerja sistem kontrol dan monitoring
Dalam sebuah sistem kontrol dan monitoring pada umumnya mempunyai beberapa tahapan dalam menjalankan proses monitoring. Proses tersebut adalah:
a. Pengumpulan data yang melewati device, digunakan sebagai dasar analisis data. Biasanya berupa Trafik jaringan, informasi hardware, penggunaan hardware, dan lain sebagainya.
b. Proses Analisa data, biasanya terdiri dari sub proses seperti selecting (memilih data), Filtering (menyeleksi data sesuai dengan kebutuhan atau keinginan), dan updataing data.
c. Penampilan data hasil monitoring, yaitu menampilkan data yang telah dianalisis sebelumnya dan disajikan kepada sistem administrator, bisa berupa tabel, kurva, gambar, animasi, ataupun hal lain yang dapat menyajikan informasi.
Dengan demikian, monitoring jaringan terdiri dari rangkaian proses yang berfungsi untuk menganalisa kelayakan dari sistem yang dijalankan. Dalam proses tersebut data dapat ditampilkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, sehingga diperoleh data data yang diharapkan dan berguna bagi pengambilan keputusan oleh sistem adminstrator.
2. Jenis sistem kontrol dan monitoring
Terdapat berbagai sistem kontrol dan monitoring yang dapat digunakan untuk melakukan checking terhadap kondisi server. Mulai dari pengecekan penggunaan CPU, penggunaan Memory, Penggunaan Swap Memory, besaran Cache Size, besaran Buffer Size, memantau proses yang berjalan di sistem, memantau User, dan lain sebagainya. Sedangkan sistem kontrol dan monitoring pada jaringan komputer dibedakan menjadi 2, yaitu
a. Traffic monitoring
Adalah sistem monitoring yang dapat dilakukan dengan memperhatikan paket yang melewati suatu device sehingga menimbulkan traffic pada jaringan kemudian data diolah berdasar traffic jaringan tersebut.
b. Connection monitoring
Merupakan sistem monitoring yang dilakukan dengan cara menguji koneksi antara satu node dengan node lainnya, misalkan melalui tes ping antara monitoring station dan device yang ingin dilakukan monitoring, sehingga apabila terjadi kesalahan akan mudah dapat diketahui.
3. Monitoring Jaringan dengan Cacti
Cacti merupakan alat untuk melakukan monitoring jaringan berbasis web yang bersifat open source,. Cacti dibuat dengan tujuan untuk menampilkan jaringan sistem jaringan berbasis grafis dengan menggunakan RRDtool. RRDtool sendiri merupakan singkatan dari round-robin database tool, yang dibuat untuk menangani data yang berkaitan dengan penggunaan jaringan, seperti bandwith jaringan, temperatur dan CPU load. Cacti menggunakan protokol SNMP (Simple Network Management Protocol) untuk mengambil dan memonitor trafik jaringan dari peralatan jaringan seperti switche, router, maupun pada sistem yang berbasis Linux, Unix dan Windows server serta sistem operasi maupun peralatan lain dalam sebuah jaringan yang mendukung protokol SNMP.

