phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com

DDK DKV - Bab 1: Prinsip Dasar Desain dan Komunikasi

BAB 1

Prinsip Dasar Desain dan Komunikasi 

Kompetensi Dasar

3.1 Memahami prinsip-prinsip dasar desain visual.

3.2 Menganalisis peran komunikator, komunikan, dan media dalam perancangan visual.

3.3 Menerapkan Prosedur Operasional Standar (POS) dalam bekerja.

4.1 Mengaplikasikan prinsip desain dalam sebuah proyek visual sederhana.

4.2 Mengidentifikasi komponen komunikasi dalam proyek desain.

4.3 Melakukan pekerjaan sesuai POS.

Pendahuluan

Desain dan komunikasi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dalam bab ini, Anda akan mempelajari bagaimana prinsip-prinsip desain digunakan untuk menciptakan pesan visual yang efektif. Anda juga akan memahami proses komunikasi di balik sebuah karya visual dan pentingnya bekerja secara terstruktur dan profesional.

(A) Prinsip Dasar Desain Visual

Prinsip-prinsip ini adalah "aturan main" dalam menciptakan karya visual yang menarik dan mudah dipahami.

  • Unity (Kesatuan): Menyatukan semua elemen visual (teks, gambar, warna) agar terlihat harmonis dan utuh. Tujuannya agar mata tidak bingung melihatnya.

  • Balance (Keseimbangan): Mengatur penempatan elemen agar tidak terkesan berat di satu sisi. Ada dua jenis:

  • Simetris: Elemen di sisi kanan dan kiri memiliki bobot yang sama.

  • Asimetris: Elemen di sisi kanan dan kiri berbeda, namun tetap seimbang secara visual.

  • Composition (Komposisi): Cara mengatur dan menata elemen-elemen desain di dalam sebuah ruang atau bidang. Komposisi yang baik akan mengarahkan mata audiens.

  • Proportion (Proporsi): Perbandingan ukuran antar elemen desain. Proporsi yang tepat membuat elemen terlihat pas dan tidak aneh.

  • Rhythm (Irama): Menggunakan pengulangan elemen (misalnya, garis, bentuk, atau warna) untuk menciptakan pergerakan visual yang teratur dan menarik.

  • Emphasis (Penekanan): Membuat salah satu elemen menjadi pusat perhatian utama. Ini bisa dicapai dengan mengubah ukuran, warna, atau posisi elemen tersebut.

  • Simplicity (Kesederhanaan): Mengurangi elemen yang tidak perlu agar pesan lebih jelas dan tidak membingungkan.

  • Clarity (Kejelasan): Memastikan pesan yang ingin disampaikan bisa diterima dengan mudah dan tidak menimbulkan makna ganda.

  • Space (Ruang): Ruang kosong di antara dan di sekitar elemen desain. Ruang negatif yang tepat justru membuat desain terlihat lebih "bernafas" dan fokus pada elemen utama.

(B) Komunikasi dalam Desain Visual

Sebuah desain yang baik adalah alat komunikasi yang efektif.

  • Komunikator: Seseorang atau entitas yang menciptakan pesan (misalnya, seorang desainer grafis).

  • Komunikan: Audiens atau penerima pesan visual (misalnya, konsumen yang melihat iklan).

  • Media Komunikasi: Saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan (misalnya, poster, spanduk, website, atau media sosial).

Desain yang berhasil adalah ketika pesan dari komunikator diterima dengan jelas oleh komunikan melalui media komunikasi yang tepat.

(C) Bekerja Sesuai Prosedur Operasional Standar (POS)

Prosedur Operasional Standar (POS) adalah panduan langkah demi langkah untuk melakukan suatu pekerjaan dengan benar, aman, dan efisien.

  • Mengapa POS Penting?

  • Konsistensi: Memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan cara yang sama.

  • Efisiensi: Menghemat waktu dan tenaga.

  • Keamanan: Mengurangi risiko kesalahan dan kecelakaan.

  • Kualitas: Menjamin hasil kerja yang berkualitas.

  • Penerapan POS dalam Desain:

  • Tahap Perencanaan: Menganalisis kebutuhan klien.

  • Tahap Eksekusi: Mengikuti langkah-langkah desain yang sudah ditetapkan.

  • Tahap Evaluasi: Memastikan hasil desain sudah sesuai dengan standar.

Zona Aktivitas

A. Uji Pengetahuan (Nilai Pengetahuan 1)

  1. Jelaskan perbedaan antara unity dan balance dalam desain.

  2. Mengapa simplicity dianggap sebagai salah satu prinsip penting dalam desain?

  3. Dalam sebuah poster, manakah yang disebut komunikator, komunikan, dan media komunikasi?

  4. Sebutkan tiga (3) manfaat bekerja sesuai POS.

  5. Berikan contoh emphasis yang bisa diterapkan pada sebuah brosur.

B. Tugas Praktikum (Nilai Praktik 1)

  1. Analisis Visual: Ambil sebuah poster atau iklan, lalu identifikasi dan jelaskan bagaimana poster tersebut menerapkan minimal tiga (3) prinsip desain (misalnya, emphasis, balance, dan simplicity).

  2. Proyek Sederhana: Buat sebuah poster sederhana (bisa digital atau manual) tentang bahaya merokok.

  3. Evaluasi POS: Dengan panduan dari instruktur, evaluasi proyek Anda berdasarkan POS yang telah ditetapkan (misalnya, apakah desain Anda selesai tepat waktu dan sesuai instruksi?).

C. Tugas Proyek (Nilai Proyek 1)

  1. Pilih satu merek lokal favorit Anda.

  2. Riset: Analisis logo, kemasan, atau iklan mereka.

  3. Analisis dan Presentasi:

  • Jelaskan bagaimana merek tersebut mengaplikasikan prinsip-prinsip desain untuk membangun citra visual mereka.

  • Identifikasi pesan yang ingin disampaikan (komunikator) dan kepada siapa pesan itu ditujukan (komunikan).

Rangkuman

Bab ini telah mengajarkan Anda bahwa desain visual lebih dari sekadar membuat sesuatu terlihat indah. Ini adalah proses strategis yang melibatkan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip desain seperti unity, balance, dan emphasis. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini dan memahami elemen komunikasi, Anda dapat menciptakan karya yang tidak hanya menarik tetapi juga efektif dalam menyampaikan pesan. Bekerja sesuai POS akan melengkapi keterampilan ini, menjadikan Anda seorang desainer yang profesional dan bertanggung jawab.

Ulangan Akhir Bab 1

A. Pilihlah salah satu jawaban yang tepat.

  1. Menata elemen agar tidak terlihat berat di satu sisi adalah prinsip...
    a. Unity.
    b. Balance.
    c. Proportion.
    d. Rhythm.
    e. Emphasis.

  2. Penggunaan warna cerah pada satu elemen untuk menarik perhatian adalah contoh dari prinsip...
    a. Simplicity.
    b. Clarity.
    c. Emphasis.
    d. Space.
    e. Unity.

  3. Orang yang membuat sebuah logo disebut...
    a. Komunikan.
    b. Media.
    c. Komunikator.
    d. Desainer.
    e. Audiens.

  4. Berikut ini yang merupakan contoh dari media komunikasi adalah...
    a. Desainer grafis.
    b. Klien.
    c. Poster.
    d. Penonton.
    e. Ide kreatif.

  5. Prosedur Operasional Standar (POS) menjamin...
    a. Kualitas yang konsisten.
    b. Kecepatan tanpa batas.
    c. Biaya yang lebih mahal.
    d. Kesalahan yang disengaja.
    e. Gaya yang bebas.

  6. Prinsip yang berfokus pada perbandingan ukuran antar elemen adalah...
    a. Composition.
    b. Proportion.
    c. Rhythm.
    d. Unity.
    e. Simplicity.

  7. Ruang kosong di antara dan di sekitar elemen desain disebut...
    a. Unity.
    b. Emphasis.
    c. Simplicity.
    d. Space.
    e. Clarity.

  8. Apa tujuan utama dari prinsip Clarity dalam desain?
    a. Agar desain terlihat rumit.
    b. Agar pesan bisa diterima dengan mudah.
    c. Agar desain terlihat indah.
    d. Agar ada banyak elemen.
    e. Agar terlihat lebih profesional.

  9. Mengikuti langkah-langkah kerja yang sudah ditetapkan secara sistematis adalah penerapan...
    a. Komunikasi.
    b. Desain visual.
    c. POS.
    d. Efisiensi.
    e. Kreativitas.

  10. Prinsip desain yang menciptakan pergerakan visual yang teratur adalah...
    a. Unity.
    b. Proportion.
    c. Rhythm.
    d. Emphasis.
    e. Balance.

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar.

  1. Jelaskan bagaimana Proportion yang salah dapat membuat sebuah desain terlihat aneh.

  2. Sebutkan tiga (3) cara yang bisa digunakan untuk menciptakan Rhythm dalam sebuah desain.

  3. Jelaskan peran media komunikasi dalam menyebarkan pesan visual.

  4. Mengapa Clarity sangat penting dalam desain logo?

  5. Jelaskan bagaimana POS membantu meningkatkan efisiensi kerja tim.

C. Praktik

Bayangkan Anda ditugaskan untuk membuat sebuah brosur tentang layanan jasa cuci mobil.

Tugas:

  1. Identifikasi satu (1) elemen visual yang akan Anda berikan emphasis (penekanan).

  2. Jelaskan bagaimana Anda akan menerapkan prinsip simplicity pada brosur tersebut.

  3. Jelaskan pesan yang akan Anda sampaikan dan siapa target audiensnya.

0 komentar: