phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com

PKWU - Indikator Keberhasilan Tahapan Produksi Massal (BAB 2) (kelas XII)


BAB 2 : Indikator Keberhasilan Tahapan Produksi Massal

I. KOMPETENSI DASAR
3.11 Menentukan indikator keberhasilan tahapan produksi massal
4.11 Membuat indikator keberhasilan tahapan produksi massal

II. MATERI PEMBELAJARAN

A. Definisi Keberhasilan Tahapan Produksi

Pengertian produksi merupakan kegiatan perusahaan dalam menghasilkan barang atau jasa dari bahan bahan atau sumber faktor produksi dengan tujuan untuk di jual lagi dengan sasaran penjualan kepada konsumen.
Seorang wirausaha di dalam menekuni usahanya bertujuan untuk meraih keberhasilan. Sebagai pengelola usaha, wirausaha harus dapat mengorganisasi, memanfaatkan, dan meningkatkan sumber daya yang tersedia sedemikian rupa
sehingga mampu bersaing dan berkompetitif dengan pelaku usaha lain serta dapat pula memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.

Gambar 2.1 Pengusaha sukses Indonesia Nadiem Makarim
Keberhasilan identik dengan pendapatan, dengan begitu pendapatan merupakan salah satu kriteria bagi kegiatan usaha, yakni dapat dipergunakan untuk menilai keberhasilan usaha atau dapat dikatakan keberhasilan usaha adalah suatu kenyataan persesuaian antara rencana dengan proses pelaksanaannya dan hasil yang dicapai. Keberhasilan usaha harus dinilai sehubungan dengan pencapaian tujuan, yang dimaksud pencapaian tujuan yang popular adalah menghasilkan laba.
Bila produksi itu berhubungan dengan hasil keluaaran dan biasanya di nyatakan sebagai volume produksi, maka produktivitas berhubungan dengan efisiensi penggunaan sumber daya (masukan dalam menghasilkan tingkat perbandingan antara keluaran dan masukan).
Faktor-faktor mendasar yang mempengaruhi pencapaian produktivitas adalah oleh posisi investasi, baik modal, teknologi, manajemen, serta keterampilan dari tenaga kerja (Sinungan, 1997).

B. Produktivitas Kerja

Produktivitas merupakan suatu ukuran yang ditentukan untuk mengetahui hal Produksi Industri/perusahaan dapat juga diberlakukan pada para pegawai dan karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan. Tujuannya dapat digunakan untuk membandingkan input dan output dari sumber daya yang ada.
Gambar 2.2 Ilustrasi grafik produktivitas
Menurut ahli ekonomi Hasibuan, "Produktivitas adalah perbandingan antara hasil (output) dengan masukan (input). Jika jumlah produktivitas naik hanya dimungkinkan dengan adanya peningkatan efisiensi waktu, bahan, teknik produksi, sistem kerja, tenaga kerja dan peningkatan kemampuan serta keterampilan tenaga kerjanya itu sendiri."

1. Konsepsi Produktivitas

Konsep produktivitas kerja dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu dimensi individu dan dimensi organisasian. Dimensi individu melihat produktivitas dalam kaitannya dengan karakteristik-karakteristik kepribadian individu yang muncul dalam bentuk sikap mental dan mengandung makna keinginan dan upaya individu yang selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Sedangkan dimensi keorganisasian melihat produktivitas dalam kerangka hubungan teknis antara masukan (input) dan keluaran (out put). Oleh karena itu dalam pandangan ini, terjadinya peningkatan produktivitas tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas, tetapi juga dapat dilihat dari aspek kualitas.
sumber daya utama dalam kewirausahaan. Sejalan dengan fenomena ini, konsep produktivitas yang dimaksud adalah produktivitas tenaga kerja. Tentu saja, produktivitas tenaga kerja ini dipengaruhi, dikondisikan atau bahkan ditentukan oleh ketersediaan faktor produksi komplementernya seperti alat dan mesin. Namun demikian konsep produktivitas adalah mengacu pada konsep produktivitas sumber daya manusia. Secara umum konsep produktivitas adalah suatu perbandingan antara keluaran (output) dan masukan (input) persatuan waktu. Secara umum konsep produktivitas adalah suatu perbandingan antara keluaran (output) dan masukan (input) persatuan waktu. Produktivitas dapat dikatakan meningkat apabila:
1) Jumlah produksi/keluaran meningkat dengan jumlah masukan/sumber daya yang sama.
2) Jumlah produksi/keluaran sama atau meningkat dengan jumlah masukan/sumber daya lebih kecil
3) Produksi/keluaran meningkat diperoleh dengan penambahan sumber daya yang relatif kecil (Soeripto, 1989; Chew, 1991 dan Pheasant, 1991).

0 komentar:

PKWU - Evaluasi Hasil Membuat Usaha (BAB 11)(Kelas XI)


BAB XI : Evaluasi Hasil Membuat Usaha

Bacalah teks berikut dengan sungguh-sungguh!
Gambar 11.1 PT Wijaya Karya merupakan BUMN bidang konstruksi
Seluruh kegiatan, apapun itu pastinya membutuhkan evaluasi. Salah satunya dalam sebuah kegiatan usaha. Semua usaha atau usaha memerlukan evaluasi atas kinerja yang telah dilakukan. Evaluasi bisa ditentukan sendiri kapan waktunya. Tujuan dari evaluasi salah satunya untuk perbaikan kinerja perusahaan.
Pada gambar 11.1 merupakan salah satu BUMN yang mengalami kerugian di awal kuartal tahun 2018. Kerugian yang saat ini dialami perusahaan bisa jadi karena kesalahan analisis perhitungan keuangan pada periode sebelumnya. Namun, jika kita mengambil pelajaran dan bangkit lagi, kita akan termotivasi untuk bisa meraih keuntungan di periode yang akan datang.
Belum banyak usaha-usaha kecil utamanya usaha mikro yang memiliki kebiasaan untuk menyusun laporan keuangan dan menganalisis hasil dari laporan tersebut. Waktu yang dihabiskan oleh para pemilik UMKM biasanya hanya untuk mempersiapkan usaha dan menjualnya, hal ini dikarenakan mereka adalah pegawai sekaligus pemilik usahanya. Maka dari itu, hal-hal yang membutuhkan perhatian ekstra seperti perencanaan, keuangan, dan evaluasi usaha, sedikit mendapat perhatian.
Jika kamu kelak menjadi wirausaha, kamu harus mulai membiasakan dirimu untuk menjadi seorang profesional dalam usaha yang kamu jalani sendiri. Kamu sudah mempelajari banyak materi dalam pelajaran kewirausahaan ini. Maka, ke depannya kamu harus mampu untuk mengaplikasikan materi yang telah kamu dapat.
Dalam Bab 10 kamu sudah mempelajari mengenai penyusunan laporan keuangan sederhana. Pada Bab 11 ini, kamu akan mempelajari untuk mengevaluasi hasil usaha berupa penghitungan rasio keuangan. Materi ini dimaksudkan agar kamu bisa menganalisis keuangan dari usahamu sendiri dan bisa mengambil tindakan atas hasil analisis tersebut!

A. Analisis Rasio Keuangan

1. Pengertian
Menurut Agnes Sawir (2005: 6) rasio keuangan adalah indeks atau tolok ukur yang digunakan perusahaan untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi perusahaan. Rasio digunakan sebagai penghubung dua data keuangan untuk ditarik sebuah kesimpulan.
Menurut Slamet Munawir (2005: 37) analisis rasio keuangan adalah sebuah metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi-laba secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut. Setelah menghitung laporan keuangan, perusahaan baru bisa mengambil keputusan yang berpengaruh pada kelangsungan hidup perusahaan.
Berdasarkan pengertian di atas, bisa kita simpulkan bahwa analisis rasio keuangan adalah metode yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dari berbagai aspek keuangan yang hasilnya digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan perusahaan.

2. Manfaat Analisis Rasio Keuangan
Setidaknya ada 3 manfaat yang bisa didapatkan setelah menganalisis rasio keuangan menurut pendapat Agnes Sawir (2005:6) yaitu sebagai berikut. egnbuex bla
a. Analisis rasio keuangan dapat menggambarkan masa lalu keuangan perusahaan sehingga bisa menilai posisinya di masa kini. Rasio keuangan dinilai ketika menghubungkan unsur-unsur neraca dan perhitungan laba rugi antara satu dan yang lainnya.
b. Analisis rasio keuangan juga dapat dijadikan dasar oleh manajer keuangan untuk memprediksi perkiraan kredit yang akan diberikan kreditor atau jumlah investasi yang akan diberikan investor.
c. Hasil dari analisis rasio keuangan akan memberikan pandangan mengenai perkiraan jumlah uang yang akan didapatkan perusahaan di masa yang akan datang.

3. Penggunaan Analisis Rasio Keuangan
Ada dua jenis perbandingan rasio analisis keuangan menurut pendapat Agnes Sawir (2005:6), yaitu:
a. Perbandingan Internal
Perbandingan internal adalah memperbandingkan rasio keuangan perusahaan (yang sama) dari tahun ke tahun. Analisis rasio keuangan dilakukan dengan mempelajari komposisi perubahan dan melihat apakah ada perbaikan kondisi keuangan atau malah sebaliknya. Hasil dari analisis rasio keuangan akan sangat baik jika disajikan dengan menunjukkan daftar rasio keuangan selama beberapa tahun periode yang ditentukan.
Gambar 11.2 perbandingan keuangan akan lebih efektif dianalisis setelah dirangkum dalam bentuk data yang ringkas
b. Perbandingan Eksternal
Perbandingan eksternal adalah memperbandingkan rasio keuangan perusahaan sendiri dengan rasio keuangan perusahaan lain yang sejenis atau dengan bidang industri sejenis. Perbandingan tersebut dapat menggambarkan kondisi keuangan dan prestasi perusahaan jika dibandingkan dengan perusahaan lain dalam bidang industri sejenis. Gambaran data yang ditampilkan relatif bisa menjawab kondisi dan posisi perusahaan jika dibandingkan dengan perusahaan pesaing. Hasil dari analisis perbandingan eksternal bisa dijadikan landasan keputusan untuk memutuskan strategi dan target perusahaan di masa yang akan datang.
Berbeda dengan Agnes Sawir, menurut Slamet Munawir (2002:101), rasio keuangan dapat diperbandingakan dengan :
a. Standar rasio atau rasio rata-rata dari seluruh industri sejenis. Perusahaan yang datanya dianalisis adalah perusahaan yang tergabung dalam industri yang sama.
b. Rasio yang telah ditentukan dalam budget perusahaan yang bersangkutan.
c. Rasio-rasio yang semacam di waktu-waktu, yang lalu (rasio historis) dari perusahaan yang bersangkutan.
d. Rasio keuangan dari perusahaan-perusahaan lain yang sejenis yang merupakan pesaing perusahaan yang dinilai cukup baik atau berhasil dalam usahanya.
Gambar 11.3 Status bangkrut dan pailit ditentukan oleh pengadilan niaga.
4. Jenis Rasio Keuangan
Ada beberapa jenis rasio keuangan yang dapat menggambarkan kondisi keuangan perusahaan (Sawir:2005), yaitu:
a. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas (Liquidity ratio) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo. Untuk mengetahui besaran rasio likuditas, umumnya digunakan dengan cara sebagai berikut.
1) Rasio lancar, yaitu membagi aktiva lancar dengan utang lancar. Rasio ini menunjukkan seberapa besar tuntutan jangka pendek akan terpenuhi oleh aktivitas yang akan menjadi uang tunai saat jatuh tempo.
2) Rasio cepat, yaitu rasio yang dihitung dengan mengurangkan persediaan dari aktivas lancar dan hasilnya dibagi dengan utang lancar, Umumnya perusahaan akan menggunakan rasio cepat untuk mengukur rasio likuiditas, sebab aktiva lancar bisa mengalami fluktuasi harga dan mempengaruhi tinggi randahnya likuidias, serta sering menimbulkan kerugian.
b. Rasio Manajemen Hutang
Rasio manajemen hutang (solvablity ratio) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi segala kewajiban finansial jika suatu saat perusahaan tersebut dilikuidasi. Artinya, rasio solvabilitas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek dan panjang.
Rasio solvabilitas atau bisa juga disebut dengan rasio leverage, yang umum digunakan adalah dengan menghitung rasio utang (Debt Ratio). Rasio utang dihitung dengan membagi total hutang dengan total aktiva. Hasil yang diperoleh merupakan gambaran seberapa besar total aktiva yang dimiliki perusahaan yang dibiayai melalui utang. Semakin besar persentasenya, semakin besar risiko keuangan perusahaan terhadap utang.
c. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas (provitability ratio) adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengahasilkan laba. Rasio yang ditunjukkan akan menggambarkan efektivitas manajemen dalam mengelola perusahaan. Rasio profitabilitas umumnya dihitung dengan membagi laba bersih dengan penjualan. Perhitungan ini disebut juga dengan rasio marjin laba bersih. Laba bersih yang dimaksud adalah setelah dikurangi dengan pajak.
d. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah pengukuran yang dilakukan untuk melihat seberapa cepat perusahaan menghasilkan penjualan atau cash. Yang paling umum dilakukan adalah menghitungnya dengan cara membagi harga pokok penjualan dengan persediaan.

0 komentar:

PKWU - Laporan Keuangan Sederhana (BAB 10)(Kelas XI)


BAB X : Laporan Keuangan Sederhana

Bacalah teks berikut dengan sungguh-sungguh!
Gambar 10.1 Laporan keuangan juga bisa digunakan sebagai sumber untuk mengaudit keuangan organisasi.

Semua aktivitas usaha yang terdapat transaksi keuangan di dalamnya, membutuhkan laporan keuangan. Laporan keuangan dalam sebuah organisasi merupakan suatu bentuk pertanggung jawa- ban pengelola keuangan terhadap kinerja dan aktivitas keuangan perusahaan.
Pada gambar 10.1 merupakan ilustrasi dari salah satu manfaat dari laporan keuangan, yaitu untuk menjaga kebenaran dan kejujuran laporan. Setiap perusahaan tentunya selalu mengaudit laporan keuangan yang mereka miliki. Hal tersebut untuk menghindari adanya praktik kecurangan dan pencurian uang perusahaan.
Bila kamu mengetahui, umumnya bagian keuangan memiliki dua bagian. Kedua bagian terse- but adalah bagian yang mengeluarkan uang dan bagian yang mencatat keuangan. Bagian pemegang keuangan dan pencatat keuangan dipisah dengan tujuan untuk menghindari kerja sama yang meru- gikan perusahaan, juga sekaligus sebagai bentuk double check dalam hal keuangan.
Bila kamu menjalankan sebuah kewirausahaan dan belum memiliki staf yang bertugas di ba- gian keuangan, maka kamu harus ekstra hati-hati dalam mengelola dan mencatat keuangan usaha- mu.
Dalam Bab 10 kali ini, kamu akan mempelajari mengenai laporan laba rugi sederhana. Materi kali ini akan berguna untuk mempermudah kamu dalam mengetahui kondisi keuangan usaha yang sedang kamu jalani.

A Laporan Keuangan Kewirausahaan

1. Pengertian
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2012:5) laporan keuangan adalah struktur yang menyajikan posisi keuangan dan kinerja keuangan dalam sebuah organisasi. Tujuan umum dari laporan keuangan adalah penyajian informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan (financial position), kinerja keuangan (financial performance), dan arus kas (cash flows) dari suatu organisasi yang berguna bagi pengguna laporan keuangannya untuk menentukan keputusan ekonomis.
Menurut Munawir (2010:5) laporan keuangan memuat tentang neraca, laporan laba rugi, dan juga laporan perubahan ekuitas. Laporan laba rugi menunjukkan hasil-hasil yang sudah dicapai oleh perusahaan dan juga beban-beban perusahaan dalam periode tertentu.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat kita simpulkan pengertian dari laporan keuangan. Laporan keuangan adalah sebuah informasi keuangan yang terstruktur mengenai kondisi keuangan perusahaan, baik itu posisi keuangan maupun kinerja keuangan.

2. Tujuan
Beberapa tujuan dari laporan keuangan yang akan kamu dapatkan antara lain..
a. Informasi keuangan berisi tentang posisi dan kinerja keuangan perusahaan dibutuhkan oleh para penggunanya sebagai bahan evaluasi dan perbandingan. Hasil evaluasi. dan perbandingan digunakan untuk melihat dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang telah dibuat.
b. Informasi keuangan juga digunakan sebagai dasar untuk menilai dan meramalkan keuangan perusahaan di masa kini dan masa yang akan datang, berkaitan dengan strategi perusahaan selama beroperasi.
c. Laporan keuangan juga bertujuan dalam pengambilan keputusan mengenai pengambilan investasi dan lain sebagainya yang mungkin berpengaruh pada kondisi keuangan di masa yang akan datang...
Gambar 10:2: berbagai software dan aplikasi android yang memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan usaha, baik yang sederhana maupun yang kompleks

3. Karakteristik
Karakteristik laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:5-8) ada empat pokok. Keempat pokok tersebut akan dijabarkan sebagai berikut.
a. Dapat Dipahami
Sebuah laporan keuangan harus mudah untuk dipahami oleh pengguna/pemakainya. Dalam hal ini, orang yang menggunakan laporan keuangan, harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keuangan, aktivitas ekonomi dan usaha, dan juga mengenai akuntansi. Meski pun sebuah laporan harus mudah dipahami, bukan berarti hal-hal yang kompleks mengenai laporan keuangan tidak dimunculkan dalam informasi keuangan,
b. Relevan
Sebuah laporan keuangan harus relevan dengan kebutuhan yang diinginkan oleh pengguna laporan. Hal ini akan berkaitan dengan proses pengambilan keputusan oleh pengguna laporan keuangan. Sebuah informasi dikatakan memiliki kualitas yang relevan bila dapat membantu penggunanya dalam mengambil keputusan dengan mengevaluasi masa lalu, masa kini, dan untuk memprediksi kondisi di masa depan. Peran informasi dalam peramalan dan penegasan saling berkaitan. Misalnya saja, informasi mengenai aset yang bisa dimanfaatkan perusahaan berguna bagi pengguna informasi untuk meramalkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan peluang.
c. Keandalan
Laporan keuangan harus memiliki sifat keandalan. Laporan keuangan yang andal artinya bebas dari informasi yang menyesatkan dan dapat diandalkan pemakainya sebagai informasi yang tulus dan jujur. Laporan keuangan bisa saja relevan tetapi mungkin tidak bisa diandalkan, misalnya saja dalam hal netralitas dan kejujuran informasi. Laporan keuangan yang tidak bisa diandalkan akan membuat penyesatan informasi. Maka dari itu salah satu hal agar laporan keuangan bisa diandalkan adalah kelengkapan informasi. Informasi yang tidak lengkaplah yang membuat penyesatan.
d. Dapat Dibandingkan
Laporan keuangan harus dapat dibandingkan dengan laporan keuangan lainnya, baik itu perusahaan lain atau laporan keuangan perusahaan sendiri yang telah lampau. Hal ini guna mempermudah pemakai untuk mengambil keputusan serta mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan. Oleh karena itu, struktur dan penyajian laporan keuangan perusahaan harus konsisten dalam setiap periode.

0 komentar:

PKWU - Melakukan Pemasaran Produk (BAB 9)(Kelas XI)


BAB IX : Melakukan Pemasaran Produk

Baca teks berikut dengan cermat!
Gambar 9.1 Penjual dan pembeli

Pada bab-bab yang lalu kalian telah memperjari tentang pelayanan usaha dan media promosi. Tahukah kalian bahwa Pelayanan usaha dan media promosi merupakan aspek dalam pemasaran. Pemasaran merupakan proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dengan tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.

Dalam melakukan pemasaran, wirausaha atau penjual harus mengetahui cara melakukan pemasaran produk dengan benar. Tentunya sebagai wirausaha yang memproduksi sebuah produk menginginkan agar produknya laku di pasaran dan disenangi oleh konsumen. Oleh karena itu, sangat penting memperhatikan aspek pemasaran produknya.

Untuk melakukan pemasaran produk yang baik, wirausaha atau penjual harus menguasai beberapa aspek pemasaran. Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya yaitu melakukan pelayanan dan promosi produk. Selain itu penjual yang harus memahami teknik menjual, menetapkan harga jual, melakukan distribusi produk, melakukan negosiasi, serta mengutamakan kepuasan pelanggan merupakan aspek penting yang harus dikuasai wirausaha untuk memasarkan produknya agar berhasil.

A. Memahami Ilmu dan Teknik Menjual

Untuk aspek pemasaran yang akan kalian pelajari pada subbab ini adalah seni menjual dan teknik menjual.

1. Seni Menjual
Menjual merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menarik perhatian pembeli supaya barang atau jasa, dibeli oleh seorang konsumen. Ilmu menjual adalah suatu cara untuk melayani para pembeli agar mereka membeli barang-barang yang kita tawarkan sesuai dengan kecakapan dan kemampuan kita sebagai penjual.

a. Manfaat Imu Menjual
Manfaat ilmu menjual antara lain sebagaiberikut.
1) Memperlancar tugas penjual dalam melakukan kegiatan dagang.
2) Penjual dapat mengatasi segala macam tantangan atau hambatan yang kadang timbul.
3) Membantu penjual dalam mengatasi persaingan yang makin ketat.
4) Meningkatkan omzet penjualan.
Gambar 9.2 Ilmu menjual merupakan suatu cara untuk melayani para pembeli agar mereka membeli barang-barang yang kita tawarkan sesuai dengan kecakapan dan kemampuan kita sebagai penjual

b. Objek Imu Menjual
Terdapat tiga objek atau sasaran yang ingin dijangkau dari ilmu menjual yaitu sebagai berikut.

1) Diri Penjual
Dalam praktik terjadinya jual beli, umumnya melalui tahap persiapan, membuka pembicaraan, memajangkan barang, mengarahkan pembeli agar terjadi penjualan, dan tercapainya kepuasan pada pembelinya. Seorang penjual harus mengetahui keadaan dirinya yang menyangkut keadaan fisik, pendengaran, nada suara, cara berbicara dan sebagainya.

2) Barang yang Akan Dijual
Sebelum penjualan dilakukan, penjual perlu mengetahui dahulu keadaan, sifat, dan guna dari barang yang akan dijualnya.

3) Keadaan Pembeli atau Pelanggan
Langganan merupakan jiwa perusahaan, mereka harus diperlakukan seperti raja artinya mereka harus mendapat pelayanan yang baik sehingga menyenangkan dan memuaskan.

2. Teknik Menjual

Teknik menjual merupakan cara-cara atau kiat- kiat yang dilakukan penjual dalam rangka meraih konsumen. Dalam dunia penjualan ada berbagai macam teori yang berkaitan dengan teknik menjual, salah satunya adalah berdasarkan 5 konsep AIDAS. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan seorang wirausaha dalam melakukan kegiatan penjualan berdasarkan 5 konsep AIDAS sebagai berikut.
Gambar 9.3 Untuk mendapatkan perhatian dari calon konsumen wirausaha harus memperlihatkan sikap yang baik, tutur kata dan cara berpakaian yang menarik.

a. Perhatian (Attention)
Pada tahap ini wirausaha berusaha agar calon konsumen memperhatikan penawaran yang dilakukannya. Untuk mendapatkan perhatian dari calon konsumen wirausaha harus memperlihatkan sikap yang baik, tutur kata dan cara berpakaian yang menarik yang akan memberikan penilaian yang positif dari calon konsumen yang akan berpengaruh terhadap terjadinya jual beli.

b. Minat (Interest)
Pada tahap ini wirausaha berusaha meningkatkan perhatian calon konsumen menjadi minat dengan cara menciptakan suasana yang menyenangkan, mendengarkan dan memahami kebutuhan konsumen.

c. Keinginan (Desire)
Pada tahap ini wirausaha harus dapat meyakinkan calon konsumen dengan menjelaskan keuntungan yang akan didapat calon konsumen apabila membeli produk yang ditawarkan serta kerugiannya jika tidak membeli produk tersebut. Hal-hal yang mempengaruhi keinginan membeli dari calon konsumen adalah faktor pendapatan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin, dan lain lain.

d. Tindakan (Action)
Pada tahap ini wirausaha harus dapat mewujudkan kebutuhan, harapan konsumen serta memberikan keyakinan bahwa barang, jasa, dan ide yang dibeli merupakan langkah tepat yang dapat memberikan keuntungan bagi konsumen.

e. Kepuasan (Satisfaction)
Pada tahap ini wirausaha harus dapat memastikan bahwa kualitas barang, jasa, dan ide yang dibeli sesuai dengan harapan konsumen. Harga ditetapkan juga merupakan harga yang pantas, sehingga pembeli merasa puas dan selanjutnya menjadi langganan. Untuk itu, seorang penjual yang baik adalah penjual yang mampu dan mau mengarahkan, membimbing, serta memberi petunjuk tentang kegunaan maupun efek samping dari produk yang ditawarkan.

Tenaga penjual yang profesional merupakan salah satu bagian terpenting dalam kelancaran usaha. Apa hal-hal yang membuat tenaga penjual yang profesional penting dalam kegiatan pemasaran? Untuk mengetahui jawabannya, kerjakan kegiatan di bawah ini!

0 komentar:

PKWU - Analisis Keuangan Usaha (BAB 8)(Kelas XI)


BAB VIII : Analisis Keuangan Usaha

Bacalah teks berikut dengan sungguh-sungguh!
Gambar 8.1 Dodol dari batang pepaya hasil kreasi mahasiswa yang mendapat pendanaan dari pemerintah

Sebelum memulai sebuah usaha, tentu sangat perlu untuk menganalisis keuangan. Analisis keuangan dimaksudkan untuk mengetahui lebih dulu sebesar apa modal yang diperlukan dan berapa lama modal tersebut akan diterima kembali. Segala bentuk analisis tersebut merupakan bagian dari analisis aspek keuangan. Keuangan (finance) berbeda pengertiannya dengan akuntansi (accounting) dan ilmu ekonomi (economic). Akuntansi dan ilmu ekonomi termasuk dalam ruang lingkup keuangan, sehingga mereka yang belajar keuangan harus memiliki dasar ilmu akuntansi dan ekonomi. Di dunia kerja, bagian akuntansi dan ekonomi berada di bawah supervisi keuangan.

Pada Gambar 8.1 di atas merupakan contoh dari hasil produk kewirausahaan sekelompok mahasiswa. Mereka memiliki kreativitas dalam berwirausaha. Mereka menyusun rencana usaha dan mengikutsertakan usaha mereka dalam kompetisi wirausaha antarmahasiswa. Mahasiswa yang memenangi kompetisi kewirausahaan akan mendapat bantuan dana untuk mengembangkan usahanya. Keterbatasan modal tidak menjadi kendala asalkan mereka mampu untuk meyakinkan pihak pendana bahwa usaha mereka bisa berjalan lancar.

Hal yang paling utama untuk menarik pihak pendana atau investor adalah presentasi tentang analisis keuangan usaha. Investor akan bersedia memberikan pinjaman uang jika kita bisa menggambarkan analisis keuangan dengan baik. Dalam bab ini, kamu akan mempelajari bagaimana menganalisis anggaran modal, biaya-biaya, serta keuntungan yang mungkin akan didapat oleh perusahaan maupun investor. Pahamilah dengan cermat materi pada bab ini, karena akan bisa membantumu untuk membuat analisis keuangan perusahaanmu.

0 komentar:

PKWU - Media Promosi Pemasaran (BAB 7)(Kelas XI)


BAB VII : Media Promosi Pemasaran

Baca dan pahamilah teks berikut!
Gambar 7.1 Produk perlu untuk dipromosikan

Coba kamu perhatikan Gambar 7.1 di atas? Gambar tersebut menunjukkan produk yang dipromosikan lewat pameran. Setelah produk dihasilkan, perlu dipromosikan agar dapat diketahui oleh konsumen. Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Tanpa ada promosi, produk tidak akan dikenal dan dibeli konsumen.

Dalam mempromosikan produknya agar dikenal dan dibeli konsumen, wirausaha membutuhkan media promosi yang tepat. Media promosi yang dipilih mempengaruhi keberhasilan promosi suatu produk. Media yang digunakan untuk promosi sangat beraneka ragam, salah satunya seperti pada gambar di atas yaitu promosi melalui pameran.

Untuk lebih memahami mengenai promosi dan media-media yang digunakan untuk promosi, pelajarilah materi pada Bab Vil ini dengan sungguh-sungguh.

A. Pengertian dan Tujuan Promosi

Menurut Fandy Tjiptono (2008: 219), promosi merupakan bentuk komunikasi pemasaran, artinya aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

Adapun tujuan utama promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi, dan membujuk. Secara rinci ketiga tujuan promosi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.

1. Menginformasikan
Menginformasikan (informing), dapat berupa:
a. Menginformasikan pasar mengenai keberadaan adanya sebuah produk baru.
b: Memperkenalkan cara pemakaian yang baru dari produk tertentu.
c. Menyampaikan perubahan harga (penurunan atau kenaikan) suatu produk kepada pasar.
d. Menjelaskan cara kerja dari suatu produk.
e. Memberi informasi kepada konsumen jasa-jasa yang diberikan atau di sediakan oleh perusahaan.
f. Meluruskan kesan yang keliru kepada masyarakat.
g. Mengurangi rasa ketakutan ataupun kekhawatiran para konsumen.
h. Membangun citra perusahaan.

0 komentar:

PKWU - Melakukan Pelayanan Usaha (BAB 6)(Kelas XI)


BAB VI : Melakukan Pelayanan Usaha


Bacalah teks berikut dengan sungguh-sungguh!

Gambar 6.1 Pelayanan yang baik kepada konsumen

Setelah memproduksi barang dan jasa yang akan dijual, maka wirausaha dalam menjual produknya harus memberikan pelayanan yang baik kepada para pembelinya. Pelayanan yang baik akan mengakibatkan pembeli merasa puas dan akan membeli lagi produk yang kita jual. Menjual produk tidak hanya memperhatikan kualitas produknya saja tetapi juga memperhatikan kualitas pelayanan.

Contoh pelayanan yang baik kepada pembeli dapat kamu lihat pada Gambar 6.1 di atas, karyawan toko memberikan pelayanan yang baik dengan ramah, Sikap ramah dan mengetahui keinginan pembeli merupakan kunci pelayanan yang baik. Sehingga pembeli akan merasa nyaman dan senang.

Bagaimanapun juga setiap orang pasti menginginkan pelayanan yang baik. Begitupula dalam dunia usaha. Pelayanan yang baik disebut dengan pelayanan prima. Pelayanan prima sangat dibutuhkan untuk mendorong kemajuan sebuah usaha yang sedang dijalankan oleh wirausaha.

Untuk mengetahui mengenai pelayanan prima dan bagaimana memberikan pelayanan yang baik pada pembeli, pelajarilah materi tentang melakukan pelayanan usaha berikut dengan sungguh- sungguh.

A. Pengertian dan Tujuan Pelayanan Prima

Menurut Barata (2003: 30), pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan. Lalu apa yang dimaksud dengan pelayanan prima? Simaklah materi berikut ini.

1. Pengertian Pelayanan Prima

Pelayanan prima (excellent service) adalah pelayanan sebaik-baiknya kepada pelanggan sehingga dapat menimbulkan rasa puas pada pelanggan. Pelayanan prima merupakan pelayanan yang berorientasi pada pemenuhan tuntutan pelanggan mengenai kualitas produk (barang atau jasa) sebaik-baiknya. Melalui pelayanan prima, maka perusahaan dapat menarik pelanggan baru dan perusahaan dapat mempertahankan pelanggan lama.

Dalam memberikan pelayanan prima, seorang wirausaha harus mempunyai pribadi yang prima seperti pelayanan yang ramah, bersikap sopan dan penuh hormat, tampil yakin, memberikan kesan ceria, berpenampilan rapi, senang bergaul, mudah memaafkan, senang belajar dari orang lain, senang pada hal-hal yang etis dan wajar, dan pandai menyenangkan orang lain.

Pelayanan prima merupakan faktor kunci dalam kebarba memberikan pelayanan dan mutu barang yang baik, maka usaha, karena jika penjual dapat.sukses akan terbuka lebar.

Gambar 6.2 Wirausaha harus bersikap ramah, sopan, dan berpenampilan rapi saat memberikan pelayanan kepada pelanggan

0 komentar:

PKWU - Menganalisis Perencanaan Produksi Massal (BAB 1) (kelas XII)



BAB 1 : Menganalisis Perencanaan Produksi Massal

I. KOMPETENSI DASAR
3.10 Menganalisis perencanaan produksi massal
4.10 Membuat perencanaan produksi massal

II. MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian Perencanaan Produksi Massal


1. Pengertian Perencanaan Produksi Massal

a. Produksi Massal

Produksi adalah suatu kegiatan untuk menciptakan/menghasilkan barang/jasa, dimana barang/jasa tersebut dapat memiliki nilai guna untuk memenuhi kebutuhan oleh orang atau badan (produsen).

Produksi masal memproduksi barang dalam jumlah besar dengan biaya yang rendah per unitnya. Walau harganya yang murah tidak berarti dengan kualitas rendah. Produksi masal biasanya ditemukan di industri dimana produk yang ditawarkan distandarisasi dengan teliti, sehingga memungkinkan mesin-mesin dan proses-proses bekerja secara otomatis menggantikan tenaga kerja manusia.

Industri produksi masal biasanya ditandai dengan pemusatan penjualan, persyaratan masuk yang ketat dan penggunaan skala ekonomi yang menghasilkan biaya penawaran yang rendah.

Beberapa ciri-ciri utama dari produksi massal adalah sebagai berikut
1) Adanya standart yang jelas dalam proses produksi.
2) Memiliki mesin yang bisa memproduksi barang secara terus menerusdan dalam jumlah yang banyak.
3) Semua alur produksi bisa berjalan dengan seimbang
4) Waktu produksi relatif singkat
5) Dalam penggunaan bahan baku sudah berjalan secara otomatis
6) Kemudahan dalam kontrol produksi

Dengan menggunakan produksi masal maka diharapkan dapat meningkatkan produksi dengan waktu siklus produksi yang lebih sedikit.

Kemudian kapasitas produksi juga meningkat karena adanya keseimbangan pada jalur produksi. Selain itu produksi masal juga tidak membutuhkan operator ahli karena semua berjalan otomatis oleh mesin sehingga dapat mengurangi proses inventarisasi dan pada akhirnya dapat menurunkan biaya manufaktur per unit.

Namun produksi masal memiliki keterbatasan, diantaranya membutuhkan nilai investasi yang lebih besar karena harus menanggung seluruh biaya produksi yang besar dan perawatan mesin produksi. Selain itu, karena lebih fokus pada jumlah, produksi masal tidak menawarkan variasi produk yang banyak. Dalam satu kali produksi mungkin hanya bisa membuat 2 atau 3 variasi. Hal ini menjadi masalah ketika dihadapkan dengan selera costumer yang berbeda-beda, meskipun hal ini bisa diatasi dengan menambahkan kustomisasi di luar jalur produksi seperti varian warna, aksesoris, dan sebagainya.

0 komentar:

Simulasi dan Komunikasi Digital - Pengelolaan E-book (bab 3) (kelas X)


Bab 3 : Pengelolaan E-book

Kompetensi Dasar
3.7 Menerapkan cara pembuatan e-book.
4.7 Menyusun e-book dengan perangkat lunak e-book editor.

Pendahuluan

Pada bab sebelumnya, Anda telah mengenal, mempelajari, memahami, dan mempraktikkan cara sebuah logika komputer berjalan. Setelah itu, menerapkan teknik dokumentasi, serta pengolahan data berupa kata dan angka. Hingga tahap melakukan pemaparan melalui presentasi berbasis multimedia. Setiap aktivitas yang Anda lakukan menggunakan perangkat komputer dikategorikan sebagai data digital yang setiap saat dapat dimodifikasi, disimpan, diunggah, dan dipublikasikan ke dunia maya. Pada umumnya, setelah diunggah ke internet, file digital tersebut dapat diakses dan diunduh oleh pengguna lainnya. Layanan penyimpanan dan pengolah data digital di dunia maya sudah banyak yang menyediakan, seperti Google Drive, Dropbox, Gmail, Scribd, dan lainnya. Sebagai contoh, dokumentasi tentang mekanisme melakukan instalasi compiler Java dalam Windows yang dituliskan dan dirangkum dalam sebuah dokumen dengan format PDF. Setelah file tersebut diunggah ke Google Drive dan dipublikasikan ke pengguna lainnya, dokumen ini sering disebut sebagai e-book. Bagaimana cara pembuatan hingga proses dipublikasikannya e-book tersebut? Baca, pahami dan praktikkan materi bab berikut.

0 komentar:

Simulasi dan Komunikasi Digital - Pengolahan Data Informasi dengan Office (bab 2) (kelas X)




Bab 2 : Pengolahan Data Informasi dengan Office

Kompetensi Dasar

3.3 Mengevaluasi paragraf deskriptif, argumentatif, naratif, dan persuasif.
3.4 Menerapkan logika dan operasi perhitungan data.
3.5 Menganalisis fitur yang tepat untuk pembuatan slide.
3.6 Menerapkan teknik presentasi yang efektif.
4.3 Menyusun kembali format dokumen pengolah kata.
4.4 Mengoperasikan perangkat lunak pengolah angka.
4.5 Membuat slide untuk presentasi.
4.6 Melakukan presentasi yang efektif.

Pendahuluan

Selain sederhana, efektif, dan efisien, sistem pengelolaan data digital lebih cepat dalam pembuatannya dan lebih mudah dalam pengelolaannya. Pada awalnya, orang mengetik surat menggunakan mesin tik atau tulis tangan, menghitung anggaran menggunakan tabel dengan penggaris, membuat presentasi menggunakan papan tulis, tetapi saat ini berubah drastis.

Mereka telah beralih menggunakan perangkat lunak, baik yang bersifat open source atau lisensi berbayar. Contoh software lisensi berbayar adalah milik Microsoft Office mulai dari versi lama seperti Office 2003, 2007, 2010, 2013 hingga versi 2016. Adapun contoh software open source seperti Open Libre Office, Libre Office, dan Kingsoft Office 2013. Tujuan pada pembelajaran ini adalah untuk memberikan wawasan, pengetahuan, dan mengasah keterampilan peserta didik agar mampu menggunakan perangkat lunak pengolah data seperti Microsoft Office.

Sebenarnya tidak terdapat perbedaan mencolok secara fungsional antara versi lama hingga terbaru seperti Office 2007 dan Office 2016. Memang terdapat beberapa fitur tambahan seperti autocorrect, image processing, graphics, dan sound. Dalam pembelajaran pada Office 2007 dengan office 2016 ini akan dijelaskan teknik penggunaan Office 2010. Karena pembelajaran yang disampaikan tidak membahas perbedaan dan keunggulan setiap versi, tetapi lebih cenderung pada sisi knowledge dan skill siswa. Bagaimana materi yang akan disampaikan dalam bab ini? Mari kita pelajari dan praktikkan.

1. QWERTY
Ciri utama jenis keyboard ini adalah susunan tombol di bawah baris numerik terdiri atas tombol dengan huruf Q WE RTY. Jari kelingking diposisikan pada huruf Q, jari manis pada huruf W, jari tengah pada huruf E, dan jari telunjuk pada huruf R Ibu jari berada pada tombol spasi sedangkan jari tangan kanan terdiri atas urutan tombol P OI U. Ini adalah teknik mengetik paling populer.

2. Maltron
Karakteristik utama dari keyboard ini adalah memiliki bentuk cekung ke dalam dengan tujuan ergonomis agar jari-jari tangan saat mengetik tidak terlalu lelah.

3. Numeric
Keyboard jenis ini hanya memiliki susunan tombol numerik dari angka O sampai 9 dilengkapi dengan beberapa tombol operasi aritmetika seperti +, -, /, * dan tombol khusus seperti Enter, Del, dan Num Lock.

4. DVORAK
Jenis ini memiliki ciri khusus seperti QWERTY yang pada susunan tombol alfabet dapat dilihat dengan susunan tombol AOEUI.

5. Alphabetic
Jenis keyboard ini memiliki susunan tombol alphabet dimulai dari huruf A hingga Z. Keyboard jenis ini sering digunakan untuk menuntun anak-anak mengenal jenis-jenis huruf.

6. Chord
Jenis ini hanya memiliki tombol sebanyak 4 hingga 5 buah. Apabila Anda ingin mengetikkan huruf lain, maka harus menekan kombinasi beberapa tombol secara bersamaan. Ada dua tipe Chord yang beredar di pasaran, antara lain sebagai berikut.

0 komentar:

Simulasi dan Komunikasi Digital - Pengembangan ide (bab 1) (kelas X)


Bab I : Pengembangan ide

Kompetensi Dasar
3.1 Menerapkan logika dan algoritme komputer.
3.2 Menerapkan metode peta minda.
4.1 Menggunakan fungsi-fungsi perintah (Command).
4.2 Membuat peta minda.

Pendahuluan

lahirnya sebuah ide atau gagasan merupakan langkah awal menyelesaikan sebuah pekerjaan. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu hal yang dapat mempercepat proses panen padi di sawah sehingga meminimalkan penggunaan tenaga manusia. Selain itu, manfaatnya dapat menghemat biaya produksi yang dikeluarkan. Ide yang dapat digagas antara lain membuat mesin traktor yang khusus memanen padi dengan memotong batangnya hingga menggilingnya menjadi butiran padi yang siap dijemur.

Dalam dunia teknologi informasi, ide atau gagasan biasanya dituangkan dalam bentuk map atau flowchart yang merepresentasikan logika. Setelah logika terbentuk, gagasan tersebut dapat diimplementasikan menjadi sebuah aplikasi, seperti animasi atau game yang sebagian besar dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Dalam materi ini akan disinggung dan dijelaskan tentang membangun dan merancang game dengan pemrograman Java. Apa dan bagaimana cara mengekspresikan sebuah ide atau gagasan menjadi aplikasi komputer? Ayo, pahami dan praktikkan materi berikut.

A) Konsep Ide dalam Simulasi dan Komunikasi Digital

Ketika Anda menghadapi sebuah permasalahan dalam Kehidupan Sehari - hari, Sering terlintas dalam benak anda tentang solusi-solusi yang mungkin dapat Anda kerjakan. Bayangan yang sering kali terlintas dalam pikiran dapat muncul secara tiba-tiba atau melalui proses pemikiran yang panjang. Kompleksitas permasalahan yang tidak terlalu rumit biasanya akan memacu otak untuk merespons secara otomatis sehingga memberikan alternatif pemecahan masalah.

Sebagai contoh adalah jika secara tiba-tiba beberapa tombol keyboard laptop tidak dapat berfungsi dengan baik, tetapi sebagian dapat bekerja normal. Bagi seseorang yang sering berinteraksi dengan komputer dan memiliki pengetahuan serta kemampuan yang baik di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan meresponsnya dengan cepat. Otak akan memberikan imajinasi atau bayangan pada manusia yang bersifat simulasi tentang kemungkinan keyboard yang rusak. Ide yang mungkin muncul adalah melakukan substitusi dengan menambahkan keyboard eksternal melalui port USB untuk menggantikan keyboard yang rusak tersebut. Itu adalah contoh ide spontan yang muncul ketika menghadapi masalah.

0 komentar:

PKWU - Sistem Produksi Produk Usaha (BAB 5)(Kelas XI)



BAB V : Sistem Produksi Produk Usaha

Bacalah teks berikut dengan sungguh-sungguh!


Gambar 5.1 Proses produksi tahu

Setelah seorang wirausaha dapat memenuhi kebutuhan sumber daya usahanya, maka selanjutnya adalah merencanakan produksi atas produk usaha yang dimilikinya. Tahap awal dalam pelaksanaan proses produksi adalah merencanakan produk yang akan diproduksi. Seperti pada Gambar 5.1 di atas, gambar tersebut menunjukkan seorang wirausaha yang sedang memproduksi tahu. Sebelum memproduksi tahu, wirausaha tersebut memerlukan perencanaan produksi terlebih dahulu.

Perencanaan produksi sangat penting untuk memberikan kemudahan dalam menyusun kebutuhan bahan, tenaga kerja, mesin/peralatan, lokasi produksi dan biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi. Selain itu juga akan memudahkan dalam menetapkan sistem produksi yang akan diterapkan dalam menghasilkan produk yang dimaksud. Melalui sistem produksi yang baik, maka wirausaha tersebut mampu menghasilkan produk seperti yang diharapkan.

0 komentar:

PKWU - Manajemen Sumber Daya Usaha (BAB 4)(Kelas XI)


BAB IV : Manajemen Sumber Daya Usaha

Bacalah teks berikut dengan sungguh-sungguh!

Gambar 4.1 ilustrasi komponen business plan

Dalam dunia usaha, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan dengan baik agar usaha yang dijalankan bisa maksimal. Hal-hal yang perlu dipersiapkan itu disebut juga dengan sumber daya usaha. Di Amerika Serikat, ada satu juta wirausaha baru yang bermunculan setiap tahunnya. Namun, hanya 200.000 yang bertahan selama kurun waktu 5 tahun. Ini termasuk mengkhawatirkan, mengapa hanya satu dari lima usaha bertahan dalam waktu relatif pendek? Ironisnya lagi terjadi di negeri peluang'. Ternyata alasan utamanya adalah kurangnya perencanaan. Dalam dunia usaha, jika kamu gagal dalam membuat perencanaan, maka sama saja kamu merencanakan kegagalan.

0 komentar: