
ВАВ 4
Troubleshooting Firewall
A. KOMPETENSI DASAR
1. Menganalisis permasalahan firewall
2. Memperbaiki konfigurasi firewall
Dalam membangun suatu firewall ada beberapa langkah penting yang dilakukan untuk memastikan firewall berjalan dengan baik. Langkah-langkah ini adalah:
a. Mengidenftifikasi bentuk jaringan yang dimiliki
Mengetahui bentuk jaringan yang dimiliki khususnya toplogi yang di gunakan serta protocol jaringan, akan memudahkan dalam mendesain sebuah firewall
b. Menentukan Policy atau kebijakan
Penentuan Kebijakan atau Policy merupakan hal yang harus di lakukan, baik atau buruknya sebuah firewall yang di bangun sangat di tentukan oleh policy/kebijakan yang di terapkan. Diantaranya:
c. Menentukan
apa saja yang perlu di layani. Artinya, apa saja yang akan dikenai policy
atau kebijakan yang akan dibuat
d. Menentukan individu
atau kelompok-kelompok yang akan dikenakan policy atau kebijakan tersebut
e. Menentukan layanan-layanan
yang di butuhkan oleh tiap tiap individu atau kelompok yang menggunakan jaringan.Berdasarkan setiap layanan yang digunakan oleh individu atau kelompok tersebut akan ditentukan bagaimana konfigurasi terbaik yang akan membuatnya semakin aman
f. Menerapkankan semua policy atau kebijakan tersebut
g. Menyiapkan Software atau Hardware yang akan digunakan
Baik itu operating system yang mendukung atau software-software khusus pendukung firewall seperti ipchains, atau iptables pada linux, dsb. Serta konfigurasi hardware yang akan mendukung firewall tersebut.
h. Melakukan test konfigurasi
Pengujian terhadap firewall yang telah selesai di bangun haruslah dilakukan, terutama untuk mengetahui hasil yang akan didapatkan, caranya dapat menggunakan tool tool yang biasa dilakukan untuk mengaudit seperti nmap.
Sistem pada paket filtering merupakan sistem yang digunakan untuk mengontrol keluar, masuknya paket dari antara host yang didalam dan host yang yang diluar tetapi sistem ini melakukannya secara selektif. Sistem ini dapat memberikan jalan atau menghalangi paket yang dikirimkan melewati router. Router ini menjadi filter dengan menganalisa bagian header dari setiap paket yang dikirimkan.
Karena bagian header dari paket ini berisikan informasi penting yaitu :
• IP source address.
• IP destination address.
• Protocol (dengan melihat apakah paket tersebut berbentuk TCP, UDP atau ICMP).
• Port sumber dari TCP atau UDP.
• Port tujuan dari TCP atau UDP.
• Tipe pesan dari ICMP.
• Ukuran dari paket.
Cara kerja sistem packet filtering ini adalah mengawasi secara individual dengan melihat melalui router, sedangkan router yang telah dimaksud adalah sebuah perangkar keras yang dapat berfungsi sebagai sebuah server karena alat ini harus membuat keputusan untuk merouting seluruh paket yang diterima. Alat ini juga harus menentukan seperti apakah pengiriman paket yang telah didapat itu kepada tujuan yang sebenarnya. Dalam hal ini router tersebut saling berkomunikasi dengan protokol-protokol untuk me-routing,
Pada saat paket data di alamatkan ke tujuan, komputer tujuan harus mengetahui yang harus dilakukan pada paket tersebut, protocol TCP/IP menggunakan salah satu dari 65,536 pengelamatan penomeran port. Port number inilah yang akan membedakan antara satu aplikasi dengan aplikasi lainnya atau satu protocol dengan protocol lainnya pada saat proses transmisi data antara sumber dan tujuan.
Untuk dapat melewatkan paket data dari sumber ke tujuan pada router terdapat protocol pengelamatan atau routing protocol yang saling mengupdate antara satu dengan yang lainya agar dapat melewatkan data sesuai dengan tujuannya. Di peralatan router layer 3 diperlukan konfigurasi khusus agar paket data yang masuk dan keluar dapat diatur, Access Control List (ACL) adalah pengelompokan paket berdasarkan kategori yang mengatur lalu lintas network. Dengan menggunakan ACL ini bisa dilakukan filtering dan blocking paket data yang yang masuk dan keluar dari network atau mengatur akses ke sumber daya di network
Pada implementasi firewall di router Mikrotik, pengaturan untuk packer filtering mengacu pada fitur yang tersedia pada Mikrotik. Packet filtering ini diwujudkan dalam filter rule yang dikonfigurasikan pada menu Firewall. Filter rule biasanya digunakan untuk melakukan kebijakan boleh atau tidaknya sebuah trafik ada dalam jaringan, identik dengan accept atau drop. Pada menu Firewall Filter Rules terdapat 3 macam chain yang tersedia. Chain tersebut antara lain adalah Forward, Input, Output. Adapun fungsi dari masing-masing chain tersebut adalah sebagai berikut:
0 komentar: