phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com

TJBL (WAN) - Alat Kerja Fiber Optik (BAB 6) ( Kelas XI)

 


BAB 6
Alat Kerja Fiber Optik

A. KOMPETENSI DASAR

3.6 Menerapkan fungsi alat kerja fiber optic 
4.6 Menggunakan alat kerja fiber optic 

B. MATERI PEMBELAJARAN 


A. Menerapkan K3 dalam Penyambungan Fiber Optik 

Dalam penyambungan fiber optik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk keselamatan kerja pada penyambungan fiber optik, yang diantaranya adalah: 

1. Kebersihan tempat maupun alat kerja 
a. Sebelum bekerja yakinkan bahwa alat berfungsi dengan baik (sudah dikalibrasi); 
b. Tempat dan alat bekerja harus bersih dari debu atau kotoran yang lain; 
c. Setelah selesai bekerja alat dan tempat kerja dibersihkan dari sisa pekerjaan seperti potongan optik, jelly yang menempel dan kotoran lainnya. 

2. Kelengkapan keselamatan kerja 
Pekerjaan penyambungan optik baik dalam penangan closure/sarana alat sambung maupun penyambungan fiber mempunyai beberapa kelengkapan keselamatan kerja yaitu: 
a. Sarung tangan; 
b. Isolasi/lak ban; 
c. Kacamata pelindung. 

3. Urutan proses penyambungan, khususnya untuk keselamatan kerja 

a. Pekerjaan penangan kabel dan sarana sambung kabel 
1) Gunakan alat/perkakas kerja yang benar; 
2) Memakai sarung tangan untuk pekerjaan seperti penarikan kabel, pengupasan kulit kabel, terminasi kabel; 
3) Perhatikan lekuk kabel pada rute menikung, perhatikan aturan bending kabel. 

0 komentar:

TJBL (WAN) - Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik (BAB 5) ( Kelas XI)

 


BAB 5

Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik 


A. KOMPETENSI DASAR

3.5 Mengidentifikasi jenis-jenis kabel fiber optic 
4.5 Menemutunjukkan kabel fiber optic 


B. MATERI PEMBELAJARAN 


A. Jenis Fiber Optik 

Kabel fiber optik tidak membawa sinyal elektrik listrik seperti kabel lainnya yang menggunakan tembaga yang relatif rawan terhadap gangguan alam. Sebagai gantinya, sinyal dari fiber optik yang mewakili bir tersebut diubah ke bentuk cahaya. Perbedaanya dengan kabel tembaga adalah dalam penggunaan pulsa cahaya untuk mengantarkan informasi data (teknologi tembaga menggunakan pulsa elektronik). Dalam sistem fiber optik, dikenal istilah transmitter, yaitu perangkat yang menjadi tempat awal penerimaan informasi data yang dikirimkan ke fiber optik. Informasi data berupa pulsa elektronik yang telah diterima oleh transmitter ini, kemudian diproses dan diterjemahkan menjadi informasi yang sama, tapi dalam bentuk pulsa cahaya. Transmitter biasanya menggunakan Light Emitting Diode (LED) atau Injection Laser Diode (ILD). Kabel Fiber Optik memiliki jenis-jenis yang beragam, yaitu: 

1. Fiber Optik Single Mode (Step Index Single Mode) 

Merupakan jenis fiber optik yang memiliki fiber tunggal dengan diameter 8.3-10 mikron yang mempunyai transmisi satu mode. Singlemode dengang tengah (diameter) sempit hanya dapat menyebarkan antara 1310-1550 nano meter. Singlemode dapat mentransmisikan di atas rata-rata dan 50 kali lipat jarak dibandingkan multimode. Fiber singlemode memiliki core lebih kecu dibandingkan multimode. Core kecil tersebut dan gelombang cahaya tunggal dapat mengurangi distorsi yang diakibatkan overlap cahaya, penyediaan sedikit sinyal atenuasi dan kecepatan transmisi yang tinggi. Ciri-cirinya fiber optik single mode: 

0 komentar:

TJBL (WAN) - Jaringan Fiber Optik (BAB 4) ( Kelas XI)

 


BAB 4
Jaringan Fiber Optik

A. KOMPETENSI DASAR

3.4 Memahami jaringan fiber optic 
4.4 Mengkaji jaringan fiber optic 

B. MATERI PEMBELAJARAN 

A. Sejarah Fiber Optik 

Sejak zaman Romawi, cikal bakal fiber optik sudah mulai muncul. Namun, baru pada tahun 1790-an, French Chappe brothers menemukan telegraf optik yang pertama. Itu adalah sistem yang terdiri dari serangkaian lampu yang dipasang di menara di mana operator akan menyampaikan pesan dari satu menara ke menara berikutnya. Sampai abad berikutnya, langkah besar dibuat dalam ilmu optik. Pada tahun 1840-an, fisikawan Daniel Collodon dan Jacques Babinet menunjukkan bahwa cahaya dapat diarahkan bersama jet air untuk menampilkan air mancur. Pada 1854, John Tyndall, seorang fisikawan Inggris, menunjukkan bahwa cahaya dapat bergerak melalui aliran air yang melengkung sehingga membuktikan bahwa sinyal cahaya dapat dibengkokkan. 

Dia membuktikan ini dengan menyiapkan tangki air dengan pipa yang keluar dari satu sisi. Ketika air mengalir dari pipa, la menyinari cahaya ke dalam tangki ke dalam aliran air.  Ketika air jatuh, busur cahaya mengikuti air ke bawah. 
Alexander Graham Bell mematenkan sistem telepon optik yang disebut photophone pada tahun 1880. Penemuan sebelumnya, yaitu telepon, terbukti lebih realistis. Pada tahun yang sama, William Wheeler menemukan sistem pipa cahaya yang dilapisi dengan lapisan yang sangat reflektif yang menerangi rumah dengan menggunakan cahaya dari lampu busur listrik yang ditempatkan di ruang bawah tanah dan mengarahkan cahaya ke sekeliling rumah dengan pipa. Pada tahun 1888, Dokter Roth dan Reuss, dari Wina, menggunakan batang kaca yang dibengkokan untuk menerangi rongga tubuh. Insinyur Perancis Henry Saint-Rene merancang sistem batang kaca yang ditekuk untuk memandu gambar cahaya tujuh tahun kemudian dalam upaya awal di televisi. 

0 komentar: