phone: +62852 5254 2414
e-mail: simonmurdani@gmail.com

TLJ - Diagram Rangkaian Operasi Komunikasi VoIP (BAB VIII)


Diagram Rangkaian Operasi Komunikasi VoIP


Layanan Volp memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk melakukan komunikasi suara dengan memanfaatkan media internet. Dalam komunikasi Volp, pengguna melakukan komunikasi telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dengan menggunakan teknologi VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil, salah satunya adalah biaya yang digunakan lebih murah jika dibandingkan dengan tarif telepon tradisional, karena jaringan berbasis IP bersifat global.

Teknologi VoIP diperkenalkan setelah internet mulai berkembang pada tahun 1995. Awalnya, kemampuan mengirimkan suara melalui internet hanya merupakan eksperimen dari beberapa orang atau perusahaan kecil. Perusahaan yang pertama kali melakukan percobaan VoIP adalah Vocaltech yang kemudian diikuti oleh Microsoft dengan program Netmeeting.

mouter internet masih sangat lambat, di mana masih menggunakan

model dial-up dengan kecepatan kurang lebih 36.6 Kbyte. Backbone internet pun masih kecil. Aplikasi yang menggunakan banyak bandwidth, seperti suara atau video masih sangat terbatas penggunaannya. Dalam komunikasi VoIP, pengguna melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dan dalam perkembangannya, VolPlebih membutuhkan sedikit bandwidth jika dbandingkan dengan telepon biasa atau konvensional.

0 komentar:

Pemrograman Dasar - Struktur Kontrol Perulangan (BAB VII)

 

Struktur Kontrol Perulangan


Kompetensi Dasar
3.7 Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman. 
4.7 Membuat kode program struktur kontrol perulangan.
 

0 komentar:

TLJ - Cisco Packet Tracer part 5 (Membuat Simulasi Jaringan IPV4 Menggunakan Cisco Packet Tracer)



Apa itu IPV4 ?


IPv4 adalah versi keempat dari Protokol Internet (IP). Ini adalah salah satu protokol inti dari metode internetworking berbasis standar di Internet dan jaringan packet-switched lainnya. IPv4 adalah versi pertama yang digunakan untuk produksi di ARPANET pada tahun 1983. IPv4 masih merutekan sebagian besar lalu lintas Internet saat ini,[1] meskipun penerapan protokol penerus, IPv6 sedang berlangsung. IPv4 dijelaskan dalam publikasi IETF RFC 791 (September 1981), menggantikan definisi sebelumnya (RFC 760, Januari 1980).

Tahapan dalam membuat Simulasi Jaringan IPV4 pada Cisco Packet Tracer

Untuk membuat simulasi jaringan IPV4 pada cisco packet tracer kita harus menentukan terlebih dahulu apa saja yang kita butuhkan. Agar lebih mudah ikuti langkah-langkahnya berikut.
Simulasi Jaringan IPV4

Dari gambar diatas maka yang perlu dipersiapkan adalah :
1. Memasang 2 Buah Router serial 1841
Router

2. Memasang 2 buah Switch serial 2950–24
Switch

3. Memasang 8 buah PC dan 2 buah Laptop, nantinya akan kita bagi 4 buah PC + 1 Laptop pada Router 1 dan 4 buah PC + 1 Laptop pada Router 2
PC/Laptop

4. Setting Router 1 dan 2 dengan cara klik router 1 pilih menu physical kemudian matikan tombol on/off terakhir tarik serial WIC-1T ke slot yang kosong pada router kemudian hidupkan kembali router. lakukan setting yang sama pada Router 2. Berikut adalah gambar setting router.
Setting Router

5. Koneksikan router 1 dan router 2 menggunakan serial DCE, caranya klik Connection kemudian pilih serial DCE (warna merah zig-zag)
Connect router
Connecting with serial DCE

6. Koneksikan router 1 dan 2 dengan switch 1 dan 2 menggunakan copper straigt trough, caranya klik connection kemudian pilih copper straight trough.
connect router-switch
connecting router-switch using copper straight

7. Koneksikan switch 1 dan 2 dengan PC dan Laptop padamasing-masing router menggunakan copper straight trough, caranya klik connection kemudian pilih copper straight trough.
connect switch-PC/Laptop
connecting switch ke PC/laptop dengan copper straight

8. Setelah semua perangkat sudah terkoneksi selanjutnya kita akan setting IP Address dan subnet mask pada router 1 dan router 2. IP Address yang akan kita gunakan adalah :
Router 1…..
- IP Address PC/laptop pada jaringan router 1 : 192.168.40.2/24 subnet mask 255.255.255.0
- IP Address Router pada interface FastEthernet0/0 192.168.40.1 subnet mask 255.255.255.0 dan pada inerface Serial0/0/0 192.168.42.1 subnet mask 255.255.255.0
Router 2….
- IP Address PC/laptop pada jaringan router 1 : 192.168.41.2/24 subnet mask 255.255.255.0
- IP Address Router pada interface FastEthernet0/0 192.168.41.1 subnet mask 255.255.255.0 dan pada inerface Serial0/0/0 192.168.42.2 subnet mask 255.255.255.0

9. Input IP Address Router 1, klik router 1 pilih menu config, pilih FastEthernet0/0 kemudian isi IP Address seperti pada gambar berikut.
IP Add FastEthernet0/0 Router 1

kemudian, pilih Serial0/0/0 kemudian isi IP Address seperti pada gambar berikut.
IP Add Serial0/0/0 Router 1

10. Input IP Address Router 2, klik router 2 pilih menu config, pilih FastEthernet0/0 kemudian isi IP Address seperti pada gambar berikut.
IP Add FastEthernet0/0 Router 2

kemudian, pilih Serial0/0/0 kemudian isi IP Address seperti pada gambar berikut.
IP Add Serial0/0/0 Router 2

11. Input IP Address PC/laptop pada jaringan Router 1, klik PC pilih menu desktop, pilih IP Configuration pastikan interface nya FastEthernet0/0 kemudian isi IP Address, subnet mask dan default gateway nya seperti pada gambar berikut.
IP Add PC 1 pada router 1

Ulangi hal yang sama untuk pengisian IP Address pada PC 2 IP Address 192.168.40.3 subnet mask 255.255.255.0, PC 3 IP Address 192.168.40.4 subnet mask 255.255.255.0, PC 4 IP Address 192.168.40.5 subnet mask 255.255.255.0 dan Laptop 1 IP Address 192.168.40.6 subnet mask 255.255.255.0.

12. Input IP Address PC/laptop pada jaringan Router 2, klik PC pilih menu desktop, pilih IP Configuration pastikan interface nya FastEthernet0/0 kemudian isi IP Address, subnet mask dan default gateway nya seperti pada gambar berikut.
IP Add PC1 pada Router 2

Ulangi hal yang sama untuk pengisian IP Address pada PC 2 IP Address 192.168.41.3 subnet mask 255.255.255.0, PC 3 IP Address 192.168.41.4 subnet mask 255.255.255.0, PC 4 IP Address 192.168.41.5 subnet mask 255.255.255.0 dan Laptop 1 IP Address 192.168.41.6 subnet mask 255.255.255.0.

13. Agar jaringan yang ada pada Router 1 dan Router 2 dapat terkoneksi, selanjutnya kita akan lakukan Setting RIP (Routing Information Protocol) pada masing-masing router dengan cara :
Router 1
Klik Router 1 pilih menu config kemudian pilih RIP, pada network isi IP Address yang ada pada FastEthernet0/0 Router 2 dan Serial0/0/0 Router 2 seperti gambar berikut.
Setting RIP Router 1

Sedangkan pada Router 2 kita lakukan sebaliknya,
Klik Router 2pilih menu config kemudian pilih RIP, pada network isi IP Address yang ada pada FastEthernet0/0 Router 1 dan Serial0/0/0 Router 1 seperti gambar berikut.
Setting RIP Router 2

14. Test Ping, untuk mengetahui apakah jaringan yang kita buat telah terkoneksi semua baik antara router 1 dan router 2 maka kita bisa lakukan pengecekkan melalui test ping. caranya kita contohkan mengirim pasan dari PC 1 pada jaringan router 1 ke PC 3 pada jaringan router 2. tahapannya yaitu klik PC 1 pada jaringan router 1, pilih menu desktop, pilih command prompt kemudian tuliskan ping 192.168.41.4. Jika Hasilnya seperti gambar berikut maka jaringan IPV4 yang kita bangun Berhasil/SUCCESFULL.
Hasil Pinging


0 komentar:

TLJ - Mengenal Protokoler Server Softswitch (BAB VII)





Bacalah teks berikut dengan saksama!

Perkembangan teknologi semakin menuntut adanya penunjang teknologi telekomunikasi yang semakin maju. Dikarenakan perkembangan yang pesat, jarak dan waktu tidak lagi menjadi permasalahan. Telekomunikasi saat ini diarahkan untuk menjadi satu layanan yang dapat mencakup data, suara, gambar, serta komunikasi mobile dengan kualitas yang tinggi.

Jaringan yang didukung oleh protocol IP, semakin fleksibel dalam memenuhi tuntutan kebut, diharapkan. Next Generation Network (NGN) merupakan suatu jaringan telekomunikasi masa depan yang diharapkan untuk mampu meningkatkan kineria dan efisie lembaga atau badan pelayanan telekomunikasi.

Satu teknologi yang diharapkan mampu menjadi solusi dalam peralihan teknologi tele alah softswitch. Jaringan softswitch memungkinkan layanan menuju teknologi jaringan masa depan adalah softswitch. Jaringan softswitch memur voice call, video, dan data pada satu jaringan broadband yang sama. Softswitch dapat sebagai salah satu teknologi broadband yang andal dan fleksibel, sehingga dapat frastruktur dan kemudahan dalam pengembangan keuntungan terhadap menurunnya biaya infrastrukt layanan telekomunikasi baru.

Softswitch dapat beroperasi secara penuh bersama jaringan eksisting atau yang telah ada dal ich dilakukan dengan menyederhanakan desain jaringan inti berevolusi menuju jaringan NGN. Softswitch dile setiap elemen yang terdapat di dalamnya dapat berevolusi kepada konsep arsitektur layer, sehingga setiap elemen yang terdapat dida terhadap elemen lainnya.

A. Protokoler Server Softswitch

Server softswitch diharapkan mampu memenuhi kebutuhan telekomunikasi di masa depan. Softswitch menghubungkan beberapa jaringan dengan jaringan paket. Jaringan yang dimaksud dapat berupa jaringan PSTN, jaringan internet, TV, dan sebagainya, sehingga jaringan memiliki arsitektur yang terdistribusi. Dengan adanya softswitch, fungsi dan peran PSTN didistribusikan pada layer yang terpisah yang dijembatani oleh open interface. Hal ini memungkinkan integrasi perangkat dari berbagai vendor.

0 komentar: