TOP NEWS

A friend once said, "You can't get so hung up on where you'd rather be that you forget to make the most of where you are." We got lost along the way. But we found each other. And we made a life. A beautiful life. Together.

Monday, August 13, 2018

3.1 Menerapkan sistem operasi jaringan



Sistem Operasi Jaringan adalah sebuah jenis system operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.
Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut:
·         Microsoft MS-NET
·         Microsoft LAN Manager
·         Novell NetWare
·         Microsoft Windows NT Server
·         GNU/Linux
·         Banyan VINES
·         Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris

Sesuai fungsi komputer pada sebuah jaringan, maka tipe jaringan komputer dibedakan menjadi dua tipe:
·         Jaringan peer to peer
·         Jaringan client/server

Jaringan peer to peer
Setiap komputer yang terhubung pada jaringan dapat berkomunikasi dengan komputer-komputer lain secara langsung tanpa melalui komputer perantara.
Pada jaringan ini sumber daya terbagi pada seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut, baik sumber daya yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak dan datanya
Komputer yang terhubung dalam jaringan peer to peer pada prinsipnya mampu untuk bekerja sendiri sebagai sebuah komputer stand alone.
Tipe jaringan seperti ini sesuai untuk membangun sebuah workgroup dimana masing-masing penguna komputer bisa saling berbagi pakai penggunaan perangkat keras.

Jaringan client/server
·         Terdapat sebuah komputer berfungsi sebagai server sedangkan komputer yang lain berfungsi sebagai client
·         Komputer server berfungsi dan bertugas melayani seluruh komputer yang terdapat dalam jaringan tersebut.
·         Sedangkan komputer client (workstation) sesuai dengan namanya menerima lanyanan dari komputer server 

Untuk membangun suatu jaringan client-server diperlukan beberapa bagian:
·         Suatu komputer sebagai pusat data yang disebut sebagai file-server.
·         Komputer sebagai tempat kerja yang disebut sebagai workstation.
·         Peralatan jaringan seperti network interface card, hub dan lainnya.
·         Media penghubung antarkomputer.
·         System operasi jaringan seperti Windows 2000 server, Windows 2003 server, windows NT server, NetWare, unix, dan lainnya.
·         System operasi untuk workstation seperti DOS, Windows 3.1x, windows 9x, windows NT workstation, Windows XP, dan lainnya.

Komputer server bertugas dan berfungsi untuk:
·         Melayani dan mengontrol seluruh jaringan.
·         Melayani permintaan-permintaan dari komputer workstation.
·         Mengontrol hubungan komputer satu dengan komputer yang lain, termasuk hubungannya dengan perangkat-perangkat lain yang terdapat di dalam jaringan.

Adapun bentuk layanan (service) yang diberikan komputer service adalah:
·         Disk sharing, yaitu berupa penggunaan kapasitas disk secara bersama pada komputer client.
·         Print sharing, yaitu berupa penggunaan perangkat printer secara bersama-sama.
·         Penggunaan perangkat-perangkat lain secara bersama, demikian pula dengan data dan sistem aplikasi yang ada.
·         Mengatur keamanan jaringan dan data dalam jaringan.
·         Mengatur dan mengontrol hak dan waktu akses perangkat-perangkat yang ada dalam jaringan.

Untuk memilih komputer server harus memperhatikan :
1.      Sistem operasi yang digunakan.
2.      Sistem aplikasi yang akan dijalankan.
3.      Arsitektur jaringan yang diterapkan.
4.      Jumlah komputer workstation dalam jaringan yang dilayani.
5.      .Kemampuan dan daya tahan beroperasi dalam jangka waktu tak terbatas.
6.      Kompatibelitas terhadap produk jaringan lainnya.
7.      Dukungan teknis dari vendor perangkat tersebut.

Perangkat lunak dalam sebuah jaringan komputer terdiri dari dua perangkat utama, yaitu:
·         Perangkat lunak sistem operasi jaringan.
·         Sistem aplikasi yang digunakan untuk bekerja

Contoh sistem operasi jaringan :
·         Novell Netware dari Novell dengan dedicated servernya.
·         Windows NT Server dari Microsoft.
·         Unix yang dikenal dengan multiusernya.

Berikut ini ialah macam-macam Sistem Operasi Jaringan Komputer :
Novell NetWare adalah Menggunakan dedicated server dimana komputer server memang khusus untuk melayani komputer client, Protokol jaringan menggunakan IPX/SPX dan NetWare adalah sebuah sistem operasi jaringan yang dikembangkan oleh Novell, Inc koperasi ini mulanya digunakan multitasking untuk menjalankan berbagai layanan pada sebuah komputer pribadi, dan protokol jaringan didasarkan pada pola dasar Sistem Network Xerox stack. NetWare telah digantikan oleh Open Enterprise Server (OES). Versi terbaru NetWare adalah v6.5 Dukungan Paket 8, yang identik dengan OES 2 SP1, NetWare Kernel.
Microsoft LAN Manager sebuah sistem operasi jaringan yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation bersama-sama dengan 3Com Corporation. LAN Manager didesain sebagai penerus perangkat lunak server jaringan 3+Share yang berjalan di atas sistem operasi MS-DOS.
Microsoft Windows NT Server adalah menggunakan non-dedicated server sehingga memungkinkan untuk bekerja pada komputer server, protocol jaringan menggunakan TCP/IP dan Windows NT merupakan sebuah sistem operasi 32-bit dari Microsoft yang menjadi leluhur sistem operasi Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows Vista. Sistem operasi tersebut pada awalnya mendukung beberapa platform mikroprosesor, dimulai dari Intel 80×86 (hingga sekarang), MIPS R4x00 (dihentikan pada versi Windows NT 4.0), Digital Equipment Corporation Alpha AXP (dihentikan pada versi Windows 2000 Beta 3), IBM PowerPC (dimulai dari versi Windows NT 3.51 dan dihentikan pada versi Windows NT 4.0), serta beberapa platform lainnya, seperti Clipper dan SPARC (tidak dirilis untuk umum, karena dibuat oleh pihak ketiga, Intergraph). Saat ini, sistem operasi berbasis Windows NT hanya mendukung platform Intel 80×86, Intel IA64 dan AMD64 (atau x64), sementara platform lainnya tidak didukung lagi, mengingat kurangnya dukungan dari pihak ketiga untuk prosesor tersebut. 
GNU/Linux adalah turunan dari Unix yang merupakan freeware dan powerfull operating system,memiliki implementasi lengkap dari arsitektur TCP/IP Banyak VINES Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris.
7:21 PM Diposkan oleh Simon Murdani Yusuf 0

3.1 Mengevaluasi VLAN pada jaringan



Konsep Virtual LAN

Prinsip utama sebuah LAN adalah, semua device yang berada pada satu LAN berarti berada pada satu broadcast domain.

Sebuah broadcast domain mencakup semua device yang terhubung pada satu LAN dimana jika salah satu device mengirimkan frame broadcast maka semua device yang lain akan menerima kopi dari frame tersebut. Jadi pada dasarnya kita bisa menganggap LAN dan broadcast domain adalah hal yang sama.

Tanpa VLAN, sebuah switch akan menganggap semua interface (port) nya berada pada satu broadcast domain; dengan kata lain, semua komputer yang terhubung ke switch tersebutberada pada satu LAN yang sama. Dengan VLAN, switch bisa meletakkan beberapa interface ke dalam satu broadcast domain dan beberapa interface yang lain ke dalam broadcast domain lain yang berbeda, sehingga tercipta multiple broadcast domain. Masing-masing broadcast domain yang dibuat oleh switch inilah yang kita sebut sebagai Virtual LAN (VLAN).

Berikut beberapa alasan untuk memisahkan beberapa komputer pada VLAN yang berbeda :
Agar design jaringan yang lebih flexible, pengelompokan user tidak berdasarkan lokasi fisik tapi bisa dilakukan dengan berdasarkan kesamaan departemen/ divisi/ pekerjaan.
Untuk melakukan segmentasi LAN menjadi LAN-LAN yang lebih kecil sehingga mengurangi traffik jaringan.
Untuk mengurangi beban kerja STP.
Untuk alasan keamanan yang lebih baik dengan memisahkan user-user yang bekerja menggunakan data-data yang sensitif pada 1 VLAN yang terpisah.
Untuk memisahkan trafik IP Phone dengan trafik PC yang terhubung dengan phone.


Trunking dengan ISL and 802.1Q

Saat menggunakan beberapa VLAN pada network yang memiliki beberapa switch yang terhubung, maka switch-switch tersebut harus menerapkan VLAN trunking pada segment yang menghubungkan switch dengan switch lainnya. VLAN trunking mengakibatkan switch menggunakan proses yang dinamakan VLAN tagging, dimana switch yang mengirimkan data ke switch lain menambahkan header pada frame sebelum dikirimkan via trunk. Header tambahan ini berisi VLAN identifier (VLAN ID) sehingga switch pengirim bisa mencantumkan VLAN ID dari frame yang dikirimkan dan switch penerima akan mengetahui frame yang diterima ditujukan untuk VLAN yang mana.


Penggunaan trunking memungkinkan switch untuk mengirimkan frame dari satu VLAN ke VLAN yang berbeda melalui satu koneksi fisik (trunk link).

Cisco switch men-support 2 jenis protokol trunking : Inter-Switch Link (ISL) dan IEEE 802.1Q.

ISL

Cisco menciptakan ISL beberapa tahun sebelum IEEE menciptakan standard 802.1Q untuk protokol VLAN trunking. Karena ISL adalah proprietari Cisco, maka ISL hanya bisa digunakan antar-switch buatan Cisco yang mendukung ISL. ISL meng-enkapsulasi (membungkus) keseluruhan frame ethernet dengan ISL header dan trailer. Frame ethernet original dalam ISL tetap tidak berubah.


IEEE 802.1Q

IEEE melakukan standardisasi beberapa protokol yang berhubungan dengan LAN, termasuk protokol VLAN trunking. 802.1Q menggunakan header yang berbeda dari ISL untuk menyematkan angka VLAN pada frame. Sebenarnya 802.1Q tidak melakukan enkapsulasi penuh seperti halnya ISL. Sebagai gantinya, 802.1Q menyisipkan 4-byte VLAN header pada header original dari ethernet frame. Hasilnya, tidak seperti ISL, frame yang dikirimkan masih memiliki source dan destination MAC address yang original. Dan juga, karena headernya berubah, maka enkapsulasi 802.1Q terpaksa menghitung ulang frame check sequence (FCS) yang asli yang berada pada ethernet trailer.

802.1Q mendefinisikan satu VLAN untuk setiap trunk sebagai native VLAN, sedangkan ISL tidak. Defaultnya, 802.1Q native VLAN adalah VLAN 1. Singkatnya 802.1Q tidak menambahkan header pada frame yang berada dalam native VLAN. Saat switch diujung yang lain menerima frame yang tidak memiliki header 802.1Q, maka switch tersebut menganggap bahwa frame tersebut adalah termasuk frame dari native VLAN. Karena itu, kedua switch yang berhubungan harus menyepakati VLAN mana yang diperlakukan sebagai native VLAN.

IP Subnets dan VLAN

Saat menyertakan konsep VLAN dalam mendesain sebuah network, perlu diingat bahwa komputer-komputer yang berada dalam satu VLAN haruslah berada pada subnet yang sama. Dengan demikian, komputer-komputer yang berada pada VLAN yang berbeda haruslah berada pada subnet yang berbeda pula.

Karena aturan inilah, banyak orang yang beranggapan bahwa VLAN adalah subnet dan subnet adalah VLAN. Meski tidak sepenuhnya benar, karena VLAN adalah konsep layer 2 (Data Link) sedangkan subnet adalah konsep layer 3 (Network), namun ide ini cukup beralasan, karena device/komputer-komputer yang berada pada satu VLAN akan berada pada subnet yang sama pula.

Dibutuhkan minimal satu router agar sebuah komputer bisa mengirimkan paket ke komputer lain pada subnet yang lain.




VLAN Trunking Protocol (VTP)

VLAN Trunking Protocol (VTP) adalah proprietari Cisco yang memungkinkan switch-switch Cisco yang terhubung bisa saling bertukar informasi konfigurasi. Bayangkan, jika sebuah network memiliki 10 switch yang saling terhubung menggunakan VLAN trunk, dan setiap switch memiliki minimal satu port yang ditempatkan pada satu VLAN dengan VLAN ID 3 dengan nama Accounting. Tanpa VTP, enginer harus login satu persatu ke semua 10 switchdan melakukan konfigurasi yang sama untuk membuat sebuah VLAN dan memberikan nama pada VLAN tersebut. Dengan VTP, user dapat membuat VLAN 3 dan memberikan namanya pada salah satu switch, dan ke-sembilan switch yang lain akan otomatis membuat VLAN 3 sekaligus namanya.

VTP mendefinisikan protokol pertukaran informasi pada layer 2 yang dipakai switch untuk saling bertukar informasi konfigurasi VLAN. Saat salah satu switch merubah konfigurasi VLAN nya, dengan kata lain, menambah, mengedit, atau menghapus salah satu VLAN, VTP akan membuat switch-switch yang lain melakukan sinkronisasi pada VLAN konfigurasinya.

Setiap switch akan menggunakan salah satu dari 3 mode VTP: server mode, client mode, or transparent mode. Untuk memanfaatkan fitur VTP, engineer harus menge-set salah satu switch-nya menjadi server mode dan switch sisanya yang lain sebagai client mode. Kemudian, Konfigurasi VLAN dilakukan pada switch server dan switch-switch lain yang berada pada client mode akan menyesuaikan konfigurasinya dengan server. Switch yang berada pada client mode tidak bisa merubah konfigurasi VLAN nya. Sedangkan transparent mode, memungkinkan switch untuk tetap saling bertukar informasi konfigurasi VLAN, namun switch pada transparent mode itu sendiri tidak ikut melakukan sinkronisasi.

Agar fitur VTP berjalan, Cisco IOS membutuhkan 3 hal berikut :
Link yang digunakan antar switch harus diset sebagai VLAN trunk (ISL atau 802.1Q).
Switch-switch tersebut harus memiliki VTP domain name yang sama.
Jika dikonfigur pada lebih dari 1 switch, maka switch-switch tersebut harus memiliki password yang sama.
7:07 PM Diposkan oleh Simon Murdani Yusuf 0

Thursday, August 9, 2018

Soal Subnetting bagian 1



1. Range IP yang bisa digunakan pada 178.20.21.13/22 adalah…
A. 178.20.21.0-178.20.21.255
B. 178.20.21.1-178.20.22.254
C. 178.20.20.1-178.20.23.254
D. 178.20.20.0-178.20.23.255
E. 178.20.20.0-178.20.23.254

Cara Penyelesaian :

2. IP Network dan subnetmask dari 195.20.30.1/23 adalah…
A. 195.20.30.0 dan 255.255.255.252
B. 195.20.30.0 dan 255.255.254.0
C. 195.20.30.1 dan 255.255.252.0
D. 195.20.29.0 dan 255.255.254.0
E. 195.20.30.0 dan 255.255.252.0

Cara Penyelesaian :

3. Jumlah ip yang dapat digunakan pada 202.159.10.102/25 adalah…
A. 128
B. 64
C. 30
D. 62
E. 126

Cara Penyelesaian :

4. IP Summary dari 178.100.12.4/25, 178.100.13.150/24, 178.100.12.150/25, dan 178.100.14.200/25 adalah…
A. 178.100.12.0/23
B. 178.100.10.0/22
C. 178.100.10.0/24
D. 178.100.12.0/22
E. 178.100.12.0/24

Cara Penyelesaian :

5. IP terakhir yang dapat digunakan pada 208.10.12.33/29 adalah…
A. 208.10.12.48
B. 208.10.12.47
C. 208.10.11.46
D. 208.10.12.46
E. 208.10.11.48
Cara Penyelesaian :

6. Jika IP Gateway 197.16.12.202/29, ip address yang tidak mungkin digunakan oleh client adalah…
A. 197.16.12.199
B. 197.16.12.200
C. 197.16.12.201
D. 197.16.12.204
E. 197.16.12.206

Cara Penyelesaian :

7. IP Pertama dan terakhir yang dapat kita gunakan pada 130.12.12.195/26 adalah…
A. 130.12.12.193 dan 130.12.12.254
B. 130.12.12.192 dan 130.12.12.254
C. 130.12.12.191 dan 130.12.12.255
D. 130.12.12.190 dan 130.12.12.252
E. 130.12.12.191 dan 130.12.12.254

Cara Penyelesaian :

8. IP Gateway yang mungkin digunakan jika ip client adalah 192.168.20.254/30 adalah…
A. 192.168.20.251
B. 192.168.20.252
C. 192.168.20.253
D. 192.168.20.254
E. 192.168.20.255

Cara Penyelesaian :

9. Jumlah Client maksimal jika ip pertama telah digunakan gateway pada 189.10.10.0/27 adalah…
A. 30
B. 32
C. 29
D. 28
E. 26

Cara Penyelesaian :

10. IP Host yang valid pada 178.167.10.234/29 adalah…
A. 178.167.10.236
B. 178.167.10.231
C. 178.167.10.233
D. 178.167.10.238
E. 178.167.10.230

Cara Penyelesaian :

11. Berapa network id dan broadcast id dari 160.132.34.23/23 adalah......
A. 160.132.34.0 dan 160.132.35.255
B. 160.132.34.0 dan 160.132.34.255
C. 160.132.34.1 dan 160.132.34.254
D. 160.132.34.1 dan 160.132.35.255
E. 160.132.34.0 dan 160.132.35.254

Cara Penyelesaian :

12. Subnetmask dari 189.89.20.34/19 adalah....
A. 255.255.255.224
B. 255.255.192.0
C. 255.255.224.0
D. 255.255.252.0
E. 255.255.240.0

Cara Penyelesaian :

13. Jumlah ip yang bisa digunakan pada 178.56.54.34/22 adalah...
A. 1022
B. 1024
C. 2048
D. 2046
E. 512

Cara Penyelesaian :

14. IP valid terakhir pada subnet 192.168.4.32/29 adalah...
A. 192.168.4.36
B. 192.168.5.38
C. 192.168.4.37
D. 192.168.4.38
E. 192.168.5.37

Cara Penyelesaian :

15. Range ip host dari 10.20.30.40/27 adalah...
A. 10.20.30.33 - 10.20.30.61
B. 10.20.30.32 - 10.20.30.62
C. 10.20.30.32 - 10.20.30.61
D. 10.20.30.33 - 10.20.30.62
E. 10.20.30.31 - 10.20.30.61
Cara Penyelesaian :

16. Dari ip addres 17.8.19.45, netmask yang digunakan untuk kebutuhan 32 subnet adalah...A. 255.252.0.0
B. 255.254.0.0
C. 255.248.0.0
D. 255.255.0.0
E. 255.255.224.0.0

Cara Penyelesaian :

17. Range valid ip host dari ip address 192.88.25.148 255.255.255.240 adalah...
A. 192.88.25.144 – 192.88.25.158
B. 192.88.25.145 - 192.88.25.158
C. 192.88.25.145- 192.88.25.159
D. 192.88.25.144 - 192.88.25.159
E. 192.88.25.144 - 192.88.25.159

Cara Penyelesaian :

18. Dari ip 223.18.0.0 akan dibagi menjadi 8 subnet, masing masing subnet tersebut memiliki 30 host subnetmask yang cocok digunakan adalah...
A. 255.255.255.248(/29)
B. 255.255.255.240(/27)
C. 255.255.255.224(/28)
D. 255.255.255.192(/26)
E. 255.255.255.128(/25)

Cara Penyelesaian :

19. Ip broadcast dari ip 15.16.17.18/15 adalah ...
A. 15.16.255.255
B. 15.18.255.255
C. 15.17.255.255
D. 15.19.255.255
E. 15.15.255.255

Cara Penyelesaian :

20. Dari ip dibawah ini:
1) 192.168.1.0/26
2) 192.168.1.64/26
3) 192.168.1.128/26
4) 192.168.1.192/26
IP summary yang lebih cocok untuk ip diatas adalah.....
A. 192.168.1.0/26
B. 192.168.1.0/23
C. 192.168.1.0/24
D. 192.168.1.0/22
E. 192.168.1.0/26

Cara Penyelesaian :

1:44 AM Diposkan oleh Simon Murdani Yusuf 0

Thursday, August 2, 2018

X TKJ - Soal Pemrograman Dasar


Untuk NO absen 1 - 12 mengerjakan :
1 Jelaskan pengertian dari website dinamis !
2 Jelaskan pengertian tag !
3 Apa kepanjangan dari HTTP dan HTML ?
4 Jelaskan fungsi dari HTML !
5 Sebutkan srtuktur dasar pada HTML !
6 Jelaskan pengertian dari website !
7 Ada 3 penggolongan web. Coba sebutkan !
8 Jelaskan pengertian dari web designer !
9 Jelaskan pengertian dari web programmer !
10 Jelaskan pengertian dari web master !

Untuk NO absen 13 - 24 mengerjakan :
1. Apa yang dimaksud dengan website...?
2. Sebutkan macam-macam website...?
3. Sebutkan tujuan dari pembuatan website...?
4. Sebutkan fungsi dari sebuah website...?
5. Apa yang dimaksud dengan domain...?
6. Apa yang dimaksud dengan web hosting
7. Apa yang dimaksud dengan situs...?
8. Apa yang dimaksud dengan URL...?
9. Apa yang dimaksud dengan HTTP...?
10. Sebutkan perbedaan website statis dan dinamis...?

Untuk NO absen 25 - 36 mengerjakan :
1. Apa sebutan halaman Web yang di tempatkan di depan situs web
2. Software yg biasa digunakan untuk mencoding adalah
3. Apa format dokumen sebuah halaman web
4. Apa kepanjangan dari HTML
5. Untuk dapat diakses oleh program Web Server, ekstensi apa yang harus dipakai
6. Tempat untuk mendaftarkan alamat domain adalah
7. Pemograman HTML merupakan suatu pemograman web yang berbentuk
8. Apa fungsi HREF
9. Kode/tag awal yang memberikan identitas bahwa sebuah web page dibuat dengan pemograman HTML adalah
10. Setiap akhir penulisan sintak pada kode/tag HTML untuk dokumen HTML diakhiri dengan tanda

kerjakan dalam selembar kertas. kerjakan berdasarkan no absen. misalnya no absen 1 makan menegerjakan bagian 1. jika no absen 14 maka megerjakan bagian 2. seperti itu seterunya. kumpulkan ke ketua kelas. di simpan di meja saya di ruang guru.
2:39 AM Diposkan oleh Simon Murdani Yusuf 0

Wednesday, August 1, 2018

Soal Subnetting Bagian 2








1. Pengertin Dari Subneting adalah?
2. Jenis alamat IP ini adalah 223.168.17.167/29 ?
3. Subnetting apa yang terjadi pada IP Address kelas C 192.168.1.0/27?
4. Super Subnetting adalah ?
5. Apa Pengertian Subnet Mask ?
6. Jelaskan Definisi Subnetting ?
7. Sebutkan dan jelaskan kelas-kelas ip adderess ?
8. Sebuah perusahaan berencana untuk subnet jaringan untuk maksimal 27 host. Subnetmask yang akan memberikan host yang diperlukan dan meninggalkan alamat yang tidak digunakan paling sedikit di setiap subnet?
9. Anda memiliki ID Kelas jaringan B dan membutuhkan sekitar 450 alamat IP untuk setiap subnet. Berapa subnetmask terbaik untuk jaringan ini?
10. Subnetting kelas C, IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/26
11. Subnetting kelas B, IP address yang akan kita subnetting adalah 169.254.10.0/16
12. Subnetting kelas A, IP address yang akan kita subnetting adalah 10.10.10.0/10

jawablah pertanyaan di atas beserta pembahasannya

7:03 PM Diposkan oleh Simon Murdani Yusuf 0

Tuesday, July 31, 2018

Javascript


Mengenal Apa Itu Javascript, Fungsi Dan Contoh Penggunaannya


Menurut wikipedia, JavaScript adalah bahasa skrip yang populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera. Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT.

Javascript adalah sebuah bahasa komputer atau kode pemrograman yang digunakan pada website agar website tersebut menjadi lebih interaktif dan dinamis. Javascript adalah jenis bahasa pemrograman client side. Penggunaan kode javascript pada sebuah website bersifat opsional, artinya tidak harus selalu ada. Namun, website-website maupun blog modern saat ini hampir semuanya menggunakan kode javascript walaupun sedikit. Hal ini karena tanpa javascript, sebuah website bagaikan sayur tanpa garam 


Manfaat, Fungsi & Peran JavaScripta

Seperti yang disebutkan diatas, javascript berfungsi membuat sebuah halaman website lebih interaktif dan dinamis. Penggunaan kode javascript sangat dibutuhkan untuk website-website yang berorientasi pada kenyamanan pengakses (user-experience). Namun, penggunaan kode javascript ini tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan penggunaan css karena javascript juga tidak akan lepas dari html.

Ketiga bahasa pemrograman itu sangat erat kaitannya. Jika saya ibaratkan sebuah website adalah rumah, maka kode html adalah segala yang membangun dan ada dirumah tersebut (tembok, tiang, atap, pondasi, ruang keluarga, kamar, dapur, peralatan rumah tangga, dan sebagainya). Lalu, kode css adalah pengatur dan penghias rumah tersebut(tata letak, warna dan sebagainya). Dan peran javascript bisa sebagai ‘pembantu’ kode css agar pengaturan dan hiasannya lebih bagus dengan tambahan pernak-pernik misalnya. Bisa juga untuk memanipulasi kode html dengan nama/identitas tertentu. Manipulasi ini bisa berupa menyembunyikan, menganti bahkan menambahkan elemen html yang baru.

Tanpa javascript, saat melakukan aksi tertentu, misalnya meng-klik pada sebuah halaman website, maka hasil atau respon dari hasil klik tersebut harus dimuat pada halaman lain. Hal ini tentunya sangat merepotkan karena tidak setiap aksi klik menghasilkan hasil/output yang besar/banyak. Terkadang hasil sebuah aksi hanyalah sebuah kalimat “Anda berhasil memasukkan data”, misalnya.
Tugas 1 b
Tugas 2
Tugas 3
Tugas 4
Tugas 5
Tugas 6
Tugas 7
Tugas 8
Tugas 9

Tugas 10 (program Ramalan Zodiak)

1:50 AM Diposkan oleh Simon Murdani Yusuf 0