TOP NEWS

A friend once said, "You can't get so hung up on where you'd rather be that you forget to make the most of where you are." We got lost along the way. But we found each other. And we made a life. A beautiful life. Together.

Tuesday, October 15, 2019

TLJ CPT 1 - Skema jaringan wireline



SEKILAS TENTANG PACKET TRACER

Packet Tracer adalah sebuah software yang dikembangkan oleh Cisco. Packet Tracer digunakan untuk membuat simulasi jaringan komputer. Dalam software ini sudah tersedia komponen-komponen (tools) yang biasa kita gunakan dalam membuat suatu jaringan komputer, contohnya seperti kabel LAN (Cross-over, straight-through, console, fibel, coaxial, dll), kemudian Hub, Switch, Router, Bridge, Repeater, dan perangkat-perangkat jaringan komputer lainnya. Packet Tracer dapat dijadikan sebagai salah satu alat bantu pembelajaran, membuat simulasi, visualisasi, dan animasi dari suatu jaringan komputer. Dengan menggunakan Packet Tracer kita dapat dengan mudah membuat simulasi jaringan komputer. Simulasi ini berfungsi untuk mengetahui cara kerja masing-masing perangkat dan cara mengirim paket data dari suatu perangkat ke perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan. Sehingga dengan simulasi ini kita dapat melihat bagaimana proses pengiriman suatu paket data dan melihat jalur/aliran data yang disimulasikan dalam bentuk icon amplop yang berjalan ke perangkat tujuan pengiriman paket data.

Sebelum membuat skema jaringan, ada baiknya kita mengetahui beberapa komponen jaringan yang biasa kita temui dan kita gunakan dalam suatu jaringan.
1. Hub : Komponen jaringan yang memilki port-port yang berguna untuk menyatukan kabel-kabel network pada tiap-tiap workstation, server, atau perangkat lain. Dalam melakukan pengiriman paket data, hub membroadcast paket data ke semua port yang dimiliki termasuk port tempat data tersebut berasal.
2. Switch : Bentuk dan fungsinya sama dengan hub, bedanya switch lebih pintar karena memiliki kemampuan untuk mengirim data hanya ke port yang dituju saja, tidak membroadcast kiriman paket data ke seluruh port yang terhubung dengan switch seperti hub.
3. Bridge : Digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang terpisah walaupun menggunakan media penghubung dan model topologi yang berbeda.
4. Router : Memiliki kemampuan untuk menyaring atau memfilter data yang lalu lalang di jaringan berdasarkan aturan atau protocol tertentu.
5. Repeater : Berfungsi untuk memperkuat sinyal dari sebuah segmen jaringan ke segmen jaringan lainnya. Repeater bermanfaat untuk mengatasi keterbatasan kabel kerena sinyal yang melemah setelah menempuh jarak tertentu sehingga dengan menggunakan repeater sinyal dapat menguat kembali.

Skema jaringan wireline

Disini saya akan membuat sebuah skema jaringan Lab dan Jurusan yang kemudian akan diimplementasikan ke dalam software Packet Tracer dan melakukan contoh simulasi pengiriman paket data dari suatu perangkat ke perangkat jaringan tertentu. Berikut adalah skema jaringan Lab dan Jurusan disuatu Universitas (dibuat dengan menggunakan Microsoft Office Visio) :


(Klik gambar untuk memperbesar)


Pada skema jaringan Lab dan Jurusan diatas, dapat kita lihat di jaringan ruang jurusan tedapat 9 buah PC Client (dosen), 1 buah Server (Server Jurusan), printer, dan modem yang terhubung secara langsung dengan telepon sehingga memungkinkan seluruh PC di ruang jurusan dapat melakukan koneksi ke internet karena seluruh PC yang terdapat di ruang jurusan dihubungkan oleh switch. Printer yang terhubung dengan switch juga memungkinkan seluruh PC yang berada di ruangan tersebut dapat menggunakan printer melalui PC masing-masing.
Jaringan di ruang jurusan dan jaringan di ruang lab saling terhubung karena switch yang berada di ruang jurusan dihubungkan dengan router yang berada di ruang lab dan router lab tersebut disambungkan lagi dengan switch di ruang lab.
Sama halnya dengan jaringan di ruang jurusan, seluruh PC yang berada di ruang lab termasuk server dan printer dihubungkan dengan switch agar seluruh PC di ruangan tersebut dapat saling berkomunikasi / mengirim dan menerima data, menggunakan printer, dsb. Karena jaringan di ruang lab terhubung dengan jaringan di ruang jurusan melaui switch dan router, maka ruang lab juga dapat mengakses internet meski modem berada di ruang jurusan. Pada jaringan di ruang jurusan, modem yang terhubung secara langsung dengan telepondihubungkan terlebih dahulu dengan router yang kemudian disambungkan ke switch. Switch di ruang jurusan dihubungkan dengan router yang berada di ruang lab. Sehingga semua PC di ruang lab dapat mengakses internet.

Berikut adalah skema jaringan Lab dan Jurusan yang diimplementasikan kedalam Packet Tracer :

(Klik gambar untuk memperbesar)


Sebelum melakukan simulasi pengiriman paket data, kita harus melakukan setting IP Adrress dan Subnet Mask untuk seluruh perangkat di dalam jaringan tersebut.
Berikut adalah tabel konfigurasi IP Address untuk jaringan di ruang lab, jaringan di ruang jurusan, dan router :

Konfigurasi untuk jaringan di ruang jurusan
Konfigurasi untuk jaringan di ruang lab
Konfigurasi untuk Router
Karena setiap jaringan di ruang jurusan dan ruang lab pada skema diatas masing-masing memiliki server, (server jurusan dan server lab) maka untuk konfigurasi IP Address dan Subnet Mask semua PC Clientnya kita konfigurasikan / isikan secara otomatis menggunakan Services DHCP pada server.
Berikut adalah pengaturan pengisian IP Address dan Subnet Mask dengan menggunakan services DHCP pada server :

Konfigurasi DHCP Server Jurusan
Klik Server Jurusan, masuk ke menu Config > Services > DHCP, isi seperti berikut :
Start IP Address : 192.111.100.3
Subnet Mask : 255.255.255.0
Maximum Number Of User : 10
Default Gateway : 192.111.100.1
Pastikan Servicesnya dalam keadaan ‘ON’.

Konfigurasi DHCP Server Lab
Klik Server Lab, masuk ke menu Config > Services > DHCP, isi seperti berikut :
Start IP Address : 192.222.1.3
Subnet Mask : 255.255.255.0
Maximum Number Of User : 16
Default Gateway : 192.222.1.1
Pastikan Servicesnya dalam keadaan ‘ON’.

Konfigurasi DHCP pada Server Jurusan/Lab tersebut dilakukan untuk memberikan IP Address dan Subnet Mask secara dinamis dan otomatis ke semua PC Client yang terhubung termasuk printer. ‘Start IP Address’ maksudnya kita mengatur / menentukan IP Address pertama yang akan diberikan ke PC Client. Kemudian ‘Subnet Mask’ merupakan subnet mask default IP Address dari server. Sedangkan ‘Maksimum Number Of User’ adalah jumlah maksimal PC yang akan menerima IP Address. Misalnya pada Server Jurusan, karena total jumlah perangkat (PC dan printer) yang akan menerima IP Address berjumlah 10, maka 'Max Number Of User' nya dapat kita isikan 10, namun jika kita menginputkan lebih dari 10 juga tidak masalah.

Sebagai contoh, pada konfigurasi DHCP server jurusan kita memasukkan 'Start IP Address=192.111.100.3' dan 'Max Number Of user=10', maka IP Address yang akan diterima masing-masing perangkat (PC dan printer) dalam jaringan tersebut adalah antara 192.111.100.3 - 192.111.100.12 dengan Subnet Mask default 255.255.255.0 karena merupakan IP Address kelas C. Begitu juga dengan konfigurasi DHCP Server Lab, kita atur sesuai dengan kebutuhan.
Untuk default gateway, pada server jurusan kita isikan 192.111.100.1 yang merupakan IP Address Router Lab FastEthernet0/0, sedangkan pada server lab kita isikan 192.222.1.1 yang merupakan IP Address Router Lab FastEthernet0/1.
Jika Server telah dikonfigurasi seperti diatas, maka secara otomatis PC Client akan menerima IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway dari server (dalam mode DHCP).

Untuk melihat / menampilkan IP Address dan Subnet Mask di masing-masing PC Client atau printer, lakukan hal berikut :
Klik PC atau printer yang akan kita lihat konfigurasi IP Addressnya, kemudian pilih menu Config lalu klik FastEthernet. Pada IP Configuration, kita pilih mode DHCP bukan Static. Sehingga PC atau printer akan meminta IP Address ke server jurusan (DHCP), dan jika setting server, atau PCnya benar, maka server akan memberikan IP Address dan Subnet Mask untuk PC tersebut. Berikut adalah contoh tampilan IP Configuration PC Dosen1 dan PC Lab1 dalam mode DHCP :
Sedangkan untuk melihat 'Default Gateway' pada masing-masing perangkat (PC client atau printer) yang diberikan oleh server, kita klik perangkat yang akan dikonfigurasi, kemudian pilih menu Desktop, lalu pilih IP Configuration, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Ubah pilihan dari mode Static ke mode DHCP. Sehingga secara otomatis server akan memberikan IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway sesuai dengan konfigurasi services DHCP yang dilakukan oleh server.

IP Configuration printer jurusan

IP Configuration PC Lab2

Skema jaringan Lab dan Jurusan diatas menggunakan 2 buah router, yaitu Router Jurusan yang menghubungkan modem dan jaringan di ruang jurusan, dan Router Lab yang menghubungkan jaringan jurusan dengan jaringan lab. Seperti yang telah dipaparkan diatas, router berfungsi untuk menyaring / memfilter dan mengatur lalu lintas data berdasarkan aturan atau protocol tertentu.

Agar suatu router dapat berfungsi, maka router harus disetting terlebih dahulu. Berikut adalah pengaturan untuk router jurusan :
Klik Router jurusan, kemudian masuk ke menu Config, lalu setting IP Address untuk masing-masing FastEthernet. FastEthernet0/0 adalah kabel router yang telah disetting tersambung dengan jaringan server jurusan, sehingga kita isikan IP Addressnya 192.111.100.13 (sesuai dengan IP Address jaringan di jurusan), sedangkan FastEthernet0/1 adalah kabel router yang tersambung dengan modem. Pastikan port statusnya dalam mode ‘ON’ agar router dapat berfungsi.

Router Jurusan FastEthernet0/0

Router Jurusan FastEthernet0/1

Sama halnya dengan router jurusan, pada router lab juga kita isikan IP Address dan Subnet Mask masing-masing FastEthernet. Untuk FastEthernet0/0 kita isikan 192.111.100.1 yang merupakan gateway dari jaringan jurusan. Sedangkan FastEthernet0/1 kita isikan 192.222.1.1 yang merupakan gateway dari jaringan lab. Pastikan Port Statusnya dalam mode ‘ON’.

Router Lab FastEthernet0/0


Router Lab FastEthernet0/1

Jika semua perangkat jaringan sudah disetting/diatur sehingga masing-masing perangkat (server, PC, printer, dan router) memilki IP Address, Subnet Mask, dan Gateway, maka kita dapat melakukan tes koneksi/pinging pada command prompt untuk mengetahui apakah suatu perangkat telah terhubung dengan perangkat lainnya atau tidak. Yaitu dengan cara klik pada perangkat yang akan kita tes, kemudian pilih menu desktop, lalu pilih command prompt.

Sebagai contoh, misal kita akan melakukan tes koneksi/pinging dari server jurusan ke PC Dosen 1, maka kita ketikkan perintah ping kemudian ketikkan IP Address tujuan (PC Dosen 1 yang akan di tes koneksinya dengan server jurusan) :

Jika command prompt menampilkan pesan "Reply from 192.111.100.3..." maka server telah berhasil terhubung dengan PC Dosen1 sehingga dapat saling berkomunikasi, sedangkan jika terdapat pesan "Request Timed Out" maka koneksi gagal terhubung.

Sekarang kita akan mencoba melakukan tes koneksi dari PC ke PC, lakukan hal yang sama dengan perintah tes koneksi diatas yaitu pada command prompt kita ketikkan perintah "ping IP Address tujuan". Kita akan melakukan tes koneksi dari PC Lab2 ke PC Lab1 :

Setelah melakukan tes koneksi/pinging dari PC Lab2 ke PC Lab1, terdapat pesan "Reply from 192.222.1.3...", pesan tersebut menandakan bahwa PC Lab1 dan PC Lab2 telah terhubung sehingga keduanya dapat saling berkomunikasi.

.: SIMULASI PENGIRIMAN PAKET DATA :.

Jika semua perangkat telah terhubung dengan cara melakukan tes koneksi/pinging tadi, maka sekarang kita akan mencoba melakukan simulasi pengiriman paket data. Pastikan untuk melakukan simulasi kita berada di mode ‘Simulation’ bukan mode ‘Realtime’.
Untuk melakukan simulasi pengiriman paket data caranya klik dan drag ‘Add Simple PDU’ (icon amplop tertutup dengan tanda +) ke perangkat yang akan megirimkan paket data, kemudian setelah icon amplop menempel klik dan drag kembali ‘Add Simple PDU’ ke perangkat yang akan menerima paket data dari perangkat yang ditempeli icon amplop sebelumnya.

Berikut adalah capture contoh simulasi pengiriman paket data dari Server ke Client (Dosen2) :

Server melakukan pengiriman paket data ke PC Dosen 2 melalui switch.

Setelah paket data diterima switch, maka switch akan mngirimkan paket data langsung ke PC Dosen 2,switch tidak akan membroadcast paket data ke seluruh perangkat yang terhubung dengan terminal switch seperti hub.

Paket Data yang berhasil dikirim oleh server dan diterima PC Dosen2 akan dikirimkan/dilaporkan kembali ke server melalui switch.

Paket data yang diterima oleh switch dari PC Dosen2 dilanjutkan/dikirimkan ke server.
Server berhasil menerima paket data/report dari PC Dosen2.

Dari contoh simulasi pengiriman paket data diatas, dapat disimpulkan bahwa untuk melakukan pengiriman paket data dengan benar, tepat, dan sesuai sasaran, maka perlu dilakukan pengaturan / penyettingan yang teliti pula. Mulai dari konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Gateway masing-masing perangkat, kemudian tes koneksi / pinging, lalu simulasi pengiriman paket data pada mode simulation. Jika kita telah melakukan hal-hal tersebut maka seluruh perangkat yang berada dalam jaringan di jurusan maupun lab seperti pada skema jaringan diatas dapat saling berkomunikasi sesuai dengan pengaturan yang telah dibuat.
3:09 AM Diposkan oleh simon murdani 0

Sunday, October 13, 2019

Administrasi Insfrastruktur Jairngan - MikroTik RouterBOARD 750 Serries




Cara Setting MikroTik RB750

Disini saya akan menjelaskan cara setting mikrotik RB750 / RB750G pertama kali. Dengan setting mikrotik rb750 kita bisa optimasikan jaringan/aktifitas client, mengatur keluar masuk trafik data. Kok perlu diatur? Bayangkan jika jalan raya tidak ada lampu lalu lintas atau rambu-rambu.
Mikrotik RB750 mempunyai konfigurasi default saat kita membelinya, yang langsung bisa dipakai untuk menjadi router. Tapi disini saya tidak menjelaskan konfigurasi yang ada, tapi kita setting mikrotik RB750 dari dasar.


Pertama menggunakan :
Jika kita membeli perangkat Mikrotik RB750 di dalamnya sudah terdapat seting mikrotik RB750 default. Karena kita dimari pengen belajar dasar setting router mikrotik, jadi kita perlu reset konfigurasi setting mikrotik RB750 kita.

Di bagian ini saya akan mencoba menjelaskan bagaimana reset konfigurasi setting mikrotik RB750 kita.
Cara Reset Setting Mikrotik RB750

Yang kita lakukan pertama kali yaitu menghubungkan RB750 dengan PC atau jaringan LAN kita dan reset setting konfigurasi default RB750
Konek kabel internet/WAN (contoh dari modem speedy) ke port 1, dan port 2-5 ke hub/switch LAN atau bisa langsung ke PC.
Set IP LAN komputer anda dengan setting otomatis (DHCP)
IP default mikrotik rb750 adalah 192.168.88.1 dengan default username “admin” password kosong. IP yang di dapat PC klien 192.168.88.2 sampai 192.168.88.254.
Mikrotik RB750 ada 5 Port (Port 1 untuk ISP/WAN, Port 2-5 untuk client)
Masukan kabel utp dari modem speedy ke port 1 Mikrotik RB750
Masukan kabel utp dari port 2 ke switch/hub atau langsung ke PC Client

Setelah semua kabel terkoneksi dengan benar, anda cek IP Address PC client yang terhubung dengan mikrotik (Local Area Connection di set Automatic/DHCP)

Start > Control Panel > Network Connection > Klik 2x pada Local Area Connection > Klik tab Support



cara setting mikrotik rb750

Ip Address yang diberikan otomatis Mikrotik untuk PC client 192.168.88.2 – 192.168.88.254 dengan gateway 192.168.88.1 (ip default router mikrotik)
Buka winbox, kalo belum ada download dari RB750 anda dengan browsing ke alamat IP mikrotik anda http://192.168.88.1/winbox/winbox.exe



Winbox Mikrotik

Login dengan username password default :
Login : admin
Password : kosong

Akan tampil dialog seperti ini



Opening Wizard ^_^

Untuk mereset konfigurasi setting mikrotik RB750 klik “Remove Configuration” dan RB750 anda akan restart. Koneksi kembali ke mikrotik tapi tidak dengan IP yg sebelumnya. Anda harus membuat Statik IP PC anda dulu.

Start > Control Panel > Network Connection > Klik 2x pada Local Area Connection > Properties > Klik 2xInternet Protocol (TCP/IP)


Lanjut masukan IP address seperti diatas lalu klik OK
Karena RB750 belum ada settingan IP/masih kosong anda bisa login dengan winbox menggunakan MAC Address dengan klik tanda “…”

Klik MAC Address mikrotik RB750 dan Klik Connect. Yak, sekarang RB750 anda tidak ada konfigurasi sama sekali alias perawan jing jing.
Cara Setting Mikrotik RB750 Sebagai Router

Tujuan kita beli mikrotik emang buat apaan? ya buat jadi router donk ^_^ tapi bagian kerennya kita setting dari paling dasar konfigurasi mikrotik sebagai router.

Atur masing-masing port pada setting mikrotik rb750
Misalnya anda berencana untuk setting Port 1 > untuk koneksi ke internet/modem dan Port 2 > untuk ke hub/switch LAN klien. Karena disini kita bebas mau posisi port kayak apa.
Klik menu “Interfaces” pada menu kiri winbox


Diatas ada jumlah interface/port pada mikrotik anda (dalam rb750 5 port)
ether1 > port 1
ether2 > port 2
dan seterusnya……
Dan kasus kali ini kita gunakan hanya 2 port, yaitu ether1 dan ether2
Pertama yang kita lakukan adalah mengganti nama masing2 interface supaya kita lebih mudah mengetahui ether itu untuk koneksi kemana.

NOTE : Untuk mengganti nama masing2 interface untuk “ether1” jgn dihilangkan cukup tambahkan “-internet” untuk lebih memudahkan mengetahui itu port brp.
Konfigurasi IP Address pada masing-masing Interfaces

Klik Menu IP > Addresses > klik tanda “+”
Set IP address masing2 interfaces, untuk subnet IP address bebas sesuai selera Anda. Untuk contoh saya menggunakan :
Ether1-internet : 192.168.0.2/24
Ether2-lan : 192.168.1.1/24
NOTE : Anda perhatikan pilihan “Interface” untuk masing2 IP Address, pastikan di interfaces yg benar.
Cek koneksi ke modem dan PC client anda, dalam kasus IP modem speedy anda 192.168.0.1 dan IP PC klien anda 192.168.1.2 (udah tau kan masukin IP Address di windows? kalo lupa scroll ke atas lagi gan ^_^)

Cek koneksi rb750 ke modem, masuk ke “New Terminal” di kiri menu
Ketik “ping 192.168.0.1” (192.168.0.1 adalah IP address modem)
Jika reply, koneksi dari mikrotik ke modem sudah benar
Jika Request Time Out, settingan ada yang salah
Cek koneksi rb750 ke pc client, ke “New Terminal” di kiri menu.
Ketik “ping 192.168.1.2” (192.168.1.2 adalah IP pc anda)
Atau cek sebaliknya ping dari PC Client ke mikrotik anda
Ketik “ping 192.168.1.1” didalam CMD (192.168.1.1 adalah IP mikrotik anda)
Jika reply, koneksi dari mikrotik ke PC client sudah benar
Jika Request Time Out, settingan ada yang salah
Ctrl-C untuk stop aktifitas PING dalam New Terminal
Cara Setting Mikrotik RB750 untuk terkoneksi dengan internet

Yang pertama kali yang harus kita lakukan yaitu membuat RB750 anda terkoneksi terlebih dahulu dengan internet. Setting IP Gateway mikrotik rb750 ke modem speedy anda. Dan pastinya modem speedynya aktif internetnya.
Setting IP Gateway Dengan Winbox

Klik Menu IP > Routes > klik tanda “+” dan masukan ip modem spedy anda contoh yang saya pakai adalah 192.168.0.1 pada kolom Gateway. Yang lain biarkan saja

Cara Setting DNS Di Mikrotik Dengan Winbox
Klik menu winbox “IP > DNS > Setting “
Isi dengan DNS Server yang ISP Anda berikan


Klik tanda panah bawah jika anda mempunyai IP DNS lebih dari satu. Centang “Allow Remote Requests” untuk menjadikan setting mikrotik RB750 anda sebagai DNS server.
Jika tidak ada setting yang salah harusnya RB750 anda sudah terkoneksi dengan internet


Cek dengan New Terminal
ping detik.com
Jika reply, koneksi rb750 ke internet sudah benar
Jika Request Time Out, settingan ada yang salah

Loh kok pc client belum bisa internet? Ya iya donk, nih kita lanjutin buat setting koneksi internet untuk PC Client
Cara Setting NAT di Mikrotik Dengan Winbox

Setting NAT pada winbox di menui “IP > Firewall > NAT > lalu klik tanda “+” ”

Pada menu Chain pilih srcnat lalu klik tab Action dan pilih masquerade trus klik OK

Setelah itu kita lanjut setting IP addres pada PC client kita supaya bisa terkoneksi dengan mikrotik dan internet
Setting IP address pada PC client

Kemudian coba dengan aktifitas internet di PC klien anda, jika setting mikrotik rb750 anda sudah benar maka PC klien anda sudah bisa ber internet ria.
8:35 PM Diposkan oleh simon murdani 0

Friday, October 11, 2019

Soal Subnetting bagian 1




1. Range IP yang bisa digunakan pada 178.20.21.13/22 adalah…
A. 178.20.21.0-178.20.21.255
B. 178.20.21.1-178.20.22.254
C. 178.20.20.1-178.20.23.254
D. 178.20.20.0-178.20.23.255
E. 178.20.20.0-178.20.23.254

Cara Penyelesaian :

2. IP Network dan subnetmask dari 195.20.30.1/23 adalah…
A. 195.20.30.0 dan 255.255.255.252
B. 195.20.30.0 dan 255.255.254.0
C. 195.20.30.1 dan 255.255.252.0
D. 195.20.29.0 dan 255.255.254.0
E. 195.20.30.0 dan 255.255.252.0

Cara Penyelesaian :

3. Jumlah ip yang dapat digunakan pada 202.159.10.102/25 adalah…
A. 128
B. 64
C. 30
D. 62
E. 126

Cara Penyelesaian :

4. IP Summary dari 178.100.12.4/25, 178.100.13.150/24, 178.100.12.150/25, dan 178.100.14.200/25 adalah…
A. 178.100.12.0/23
B. 178.100.10.0/22
C. 178.100.10.0/24
D. 178.100.12.0/22
E. 178.100.12.0/24

Cara Penyelesaian :

5. IP terakhir yang dapat digunakan pada 208.10.12.33/29 adalah…
A. 208.10.12.48
B. 208.10.12.47
C. 208.10.11.46
D. 208.10.12.46
E. 208.10.11.48
Cara Penyelesaian :

6. Jika IP Gateway 197.16.12.202/29, ip address yang tidak mungkin digunakan oleh client adalah…
A. 197.16.12.199
B. 197.16.12.200
C. 197.16.12.201
D. 197.16.12.204
E. 197.16.12.206

Cara Penyelesaian :

7. IP Pertama dan terakhir yang dapat kita gunakan pada 130.12.12.195/26 adalah…
A. 130.12.12.193 dan 130.12.12.254
B. 130.12.12.192 dan 130.12.12.254
C. 130.12.12.191 dan 130.12.12.255
D. 130.12.12.190 dan 130.12.12.252
E. 130.12.12.191 dan 130.12.12.254

Cara Penyelesaian :

8. IP Gateway yang mungkin digunakan jika ip client adalah 192.168.20.254/30 adalah…
A. 192.168.20.251
B. 192.168.20.252
C. 192.168.20.253
D. 192.168.20.254
E. 192.168.20.255

Cara Penyelesaian :

9. Jumlah Client maksimal jika ip pertama telah digunakan gateway pada 189.10.10.0/27 adalah…
A. 30
B. 32
C. 29
D. 28
E. 26

Cara Penyelesaian :

10. IP Host yang valid pada 178.167.10.234/29 adalah…
A. 178.167.10.236
B. 178.167.10.231
C. 178.167.10.233
D. 178.167.10.238
E. 178.167.10.230

Cara Penyelesaian :

11. Berapa network id dan broadcast id dari 160.132.34.23/23 adalah......
A. 160.132.34.0 dan 160.132.35.255
B. 160.132.34.0 dan 160.132.34.255
C. 160.132.34.1 dan 160.132.34.254
D. 160.132.34.1 dan 160.132.35.255
E. 160.132.34.0 dan 160.132.35.254

Cara Penyelesaian :

12. Subnetmask dari 189.89.20.34/19 adalah....
A. 255.255.255.224
B. 255.255.192.0
C. 255.255.224.0
D. 255.255.252.0
E. 255.255.240.0

Cara Penyelesaian :

13. Jumlah ip yang bisa digunakan pada 178.56.54.34/22 adalah...
A. 1022
B. 1024
C. 2048
D. 2046
E. 512

Cara Penyelesaian :

14. IP valid terakhir pada subnet 192.168.4.32/29 adalah...
A. 192.168.4.36
B. 192.168.5.38
C. 192.168.4.37
D. 192.168.4.38
E. 192.168.5.37

Cara Penyelesaian :

15. Range ip host dari 10.20.30.40/27 adalah...
A. 10.20.30.33 - 10.20.30.61
B. 10.20.30.32 - 10.20.30.62
C. 10.20.30.32 - 10.20.30.61
D. 10.20.30.33 - 10.20.30.62
E. 10.20.30.31 - 10.20.30.61
Cara Penyelesaian :

16. Dari ip addres 17.8.19.45, netmask yang digunakan untuk kebutuhan 32 subnet adalah...A. 255.252.0.0
B. 255.254.0.0
C. 255.248.0.0
D. 255.255.0.0
E. 255.255.224.0.0

Cara Penyelesaian :

17. Range valid ip host dari ip address 192.88.25.148 255.255.255.240 adalah...
A. 192.88.25.144 – 192.88.25.158
B. 192.88.25.145 - 192.88.25.158
C. 192.88.25.145- 192.88.25.159
D. 192.88.25.144 - 192.88.25.159
E. 192.88.25.144 - 192.88.25.159

Cara Penyelesaian :

18. Dari ip 223.18.0.0 akan dibagi menjadi 8 subnet, masing masing subnet tersebut memiliki 30 host subnetmask yang cocok digunakan adalah...
A. 255.255.255.248(/29)
B. 255.255.255.240(/27)
C. 255.255.255.224(/28)
D. 255.255.255.192(/26)
E. 255.255.255.128(/25)

Cara Penyelesaian :

19. Ip broadcast dari ip 15.16.17.18/15 adalah ...
A. 15.16.255.255
B. 15.18.255.255
C. 15.17.255.255
D. 15.19.255.255
E. 15.15.255.255

Cara Penyelesaian :

20. Dari ip dibawah ini:
1) 192.168.1.0/26
2) 192.168.1.64/26
3) 192.168.1.128/26
4) 192.168.1.192/26
IP summary yang lebih cocok untuk ip diatas adalah.....
A. 192.168.1.0/26
B. 192.168.1.0/23
C. 192.168.1.0/24
D. 192.168.1.0/22
E. 192.168.1.0/26

Cara Penyelesaian :

1:23 AM Diposkan oleh simon murdani 0

Tuesday, October 8, 2019

TLJ - 3.5 Menganalisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan


BAB V - Kebutuhan Telekomunikasi dalam Jaringan


Jaringan telekomunikasi, di era yang semakin maju ini menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Perkembangan teknologi memunculkan bermacam-macam jenis teknologi telekomunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, perkantoran, dan sebagainya. Perkembangan teknologi ini merupakan tuntutan dari masyarakat yang juga memiliki pemikiran semakin berkembang.

Jaringan telekomunikasi merupakan jaringan yang menghubungkan perangkat-perangkat komunikasi dengan jarak tertentu. Perangkat teknologi telekomunikasi yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari di antaranya adalah handphone, TV, radio, dan lain-lain. Untuk dapat bekeria, teknologi-teknologi tersebut membutuhkan perangkat yang dapat menunjang jaringan telekomunikasi.

Dalam membangun jaringan telekomunikasi, diperlukan beberapa kebutuhan. Untuk melakukan analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan, dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu analisis dan peninjauan lapangan, analisis kebutuhan sumber daya, serta analisis kebutuhan perangkat. Ketiga tahap analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor.

A. Analisis dan Peninjauan Lapangan

Analisis dan peninjauan lapangan diperlukan sebelum sebuah jaringan telekomunikasi dibangun. Hal ini untuk menentukan kebutuhan telekomunikasi vang diperlukan di suatu daerah.


1. Kebutuhan Telekomunikasi dalam Jaringan

Kebutuhan telekomunikasi yang sering digunakan adalah internet dan telepon. Internet dan telepon. keduanya berperan penting dalam dunia jaringan telekomunikasi.

a. Internet
Internet dikenal dengan Interconnected-Networking. Intérnet adalah jaringan atau sistem pada jaringan komputer yang saling INTERNET terhubung dengan menggunakan Sistem Global Transmission Control Protocol/lnternet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol www pertukaran datanya (Packet Switching Communication Protocol). Internet merupakan jaringan komunikasi global terbuka yang  menghubungkan jutaan jaringan komputer lain. Manfaat Internet dalam telekomunikasi terbagi atas berikut ini.
1) Internet sebagai media informasi. Internet dapat dimanfaatkan sebagai media penyimpan informasi serta fasilitas mesin pencari yang dapat digunakan untuk memudahkan dalam pencarian informasi tertentu.
2) Internet sebagai alat komunikasi. Internet dapat mendukung seluruh kegiatan komunikasi interpersonal maupun komunikasi massa, misalnya akses berita, sosial media, dan sebagainya.
3) Internet sebagai sarana pendukung kegiatan pendidikan. Internet dapat membantu memperoleh materi pelajaran maupun buku elektronik secara online.
4) Internet sebagai sarana hiburan. Internet dapat digunakan untuk menikmati data yang bersifat menghibur serta dapat dijadikan sebagai sarana penyaluran ide kreatif.

b. Telepon
Telepon merupakan peralatan penerima getaran bunyi dari jarak jauh. Telepon merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk suara. bekerja Telepon bekerja dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan pengguna lain. Jaringan telepon merupakan bagian dari integral komunikasi komputer. Telepon sebagai alat komunikasi sudah digunakan oleh hampir  seluruh orang di dunia. Biaya penggunaan telepon lebih murah  jika dibandingkan dengan alat komunikasi lain.


2. Cara Melakukan Analisis dan Peninjauan Lapangan

Cara melakukan analisis dan peninjauan lapangan untuk membangun suatu infrastruktur jaringan telekomunikasi yaitu dengan melakukan tinjauan daerah yang akan dilalui oleh jaringan seperti medan area, jarak antarpengguna, dan sebagainya. Hal-hal tersebut sangat memengaruhi cara membangun jaringan, baik perangkat atau peralatan jaringanyang digunakan, sampai dengan kecepatan transfer pada jaringan yang akan dibangun.

B. Analisis Kebutuhan Sumber Daya dalam Telekomunikasi

Analisis kebutuhan sumber daya dalam telekomunikasi diperlukan sebelum sebuah jaringan telekomunikasi dibangun. Hal ini untuk menentukan kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan dalam pembangunan jaringan telekomunikasi.

1. Kebutuhan Sumber Daya dalam Telekomunikasi

Wireline
Wireline adalah jenis telekomunikasi dengan media transmisi menggunakan kabel sebagai perantara antara pengirim dan penerima. Jaringan wireline biasanya digunakan pada jaringan yang memiliki jarak terbatas seperti dalam laboratorium komputer, jaringan komputer gedung, kantor, dan lainnya. Namun, wireline juga dapat digunakan untukjaringan telekomunikasi jarakjauh seperti sambungan internet dan telepon.

Wireless
Wireless adalah jenis jaringan telekomunikasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media transmisinya. Jaringan wireless semakin pesat perkembangannya. Saat ini banyak teknologi yang menggunakan jaringan wireless, di antaranya adalah telepon seluler dan wifi.

Jaringan dengan Modem
Teknologijaringan dengan modem adalah jaringan yang menggunakan modem sebagai media transmisinya. Modem merupakan perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan LAN dengan internet. Modem mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya.

Jaringan dengan Satelit
Jaringan dengan satelit adalah teknologi jaringan telekomunikasi yang memanfaatkan satelit sebagai media transmisinya. Satelit merupakan suatu station relay atau repeater gelombang microwave yang berada di dalam orbit bumi. Satelit berfungsi sebagai penerima atau penghantar data secara nirkabel, memperkuat atau mengulangi sinyal radio dengan frekuensi tertentu yang berasal dari bumi setelah diperkuat dan diubah ke dalam frekuensi yang berbeda.

2. Cara Melakukan Analisis Kebutuhan Sumber Daya

Sumber daya dalam jaringan telekomunikasi menjadi hal terpenting, baik pada klien maupun daministrator jaringan telekomunikasi tersebut. Dalam melakukan analisis kebutuhan sumber dava telekomunikasi, terdapat beberapa faktor vang digunakan sebagai acuan pertimbangan pembangunan sebuah jaringan telekomunikasi. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.

a. Kebutuhan user atau client.
b. Jumlah rata-rata user atau client.
C. Kecepatan transfer.
d. Biaya operasional.

Jika kebutuhan user atau client sangat tinggi, maka sumber daya telekomunikasi tersebut juga
harus ditingkatkan.

Analisis Kebutuhan Perangkat

Analisis Kebutunan perangkat diperlukan sebelum membangun suatu infrastruktur jaringan telekomunikasi. Hal ini untuk menentukan kebutuhan perangkat yang diperlukan dalam Suatu jaringan.

1. Kebutuhan Perangkat Telekomunikasi

Kebutuhan perangkat telekomunikasi antara jaringan wireline, wireless, jaringan dengan modem,
dan jaringan dengan satelit berbeda-beda.

a. Wireline
Membangun jaringan telekomunikasi wireline memerlukan berbagai perangkat. Perangkat yang di butuhkan di antaranya kabel UTP, konektor RJ-45, NIC, HUB/switch, router, PC, modem, dan sebagainya.

b. Wireless
Membangun jaringan telekomunikasi wireless membutuhkan perangkat-perangkat seperti access point, wireless LAN interface, PC, antena eksternal, NIC wireless, bridge wireles5, dan sebagainya.

c. Jaringan dengan Modem
Membangun jaringan telekomunikasi dengan modem membutuhkan perangkat-perangkat seperti PC atau laptop, modem, dan lainnya.

d. Jaringan dengan Satelit
Membangun jaringan telekomunikasi dengan satelit memerlukan perangkat-perangkat seperti antena, TV atau radio, perangkat komunikasi seluler, VSAT, dan sebagainya.

2. Cara Melakukan Analisis Kebutuhan Perangkat

Melakukan analisis terhadap kebutuhan peranekat iuga merupakan hal penung dalam jaringan telekomunikasi selain analisis lapangan dan sumber daya. Cara melakukan analisis ternadap kebutuhan perangkat di antaranya adalah dengan meniniau atau melihat perangkat yang digunakan oleh setiap user saat mengakses jaringan telekomunikasi. Hal ini karena tidak semua user  menggunakan perangkat yanesama dalam bertelekomunikasi. Keberagaman perangkat komunikasi akan memengaruhi perangkat yang harus disediakan oleh administrator jaringan agar setiap perangkat saling mendukung atau kompatihel pada jaringan telekomunikasi.



Tugas Praktik
Dengan aplikasi simulasi cisco pkaet traser buatlah skema berikut
1. TLJ CPT 1 - Skema jaringan wireline
buatlah skema jaringan wireless
buatlah skema jaringan modem
buatlah skema jaringan dengan satelit
7:51 PM Diposkan oleh simon murdani 0

Thursday, October 3, 2019

Instalasi Debian 6 di Virtual Box


1. Pilih new pada menu bar virtualbox dan akan muncul gambar seperti disamping. Masukkan nama pada kolom nama dengan nama kelompok6 misalnya. Penamaan ini terserah kita yang akan kita buat.
2. Membuat Random acces memory virtualnya akan diberikan memori sesuai standart debian dengan automatis. Besar RAM virtual juga dapat kita rubah sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dengan syarat sesuai stadart debian.
3.Membuat Memory hadrdisk Virtual Pilih start Disk dan Pilih creatnew hard disk untuk membuat harddisk baru kemudian pilih next.
4. Setelah itu kita atur file yang kita guanakan untuk membuat penyimpanan di hardisk kita pilih VHD (Virtual Hard Disk ) kamudian next
5. Kemudian pilih dynamically allocated untuk penempatan hardisk maka akan dapat kapasitas hardiks dengan otomatis.
6. Pilih lokasi penyimpanan memory yang kita inginkan dan atur ukuran harddisk sebesar 8 GB. lalu klik next Penempatan file memori yang
7. lalu klik finish untuk melanjutkan.

8. Maka akan muncul file yang bernama kelompok6 seperti pada gambar disamping.
9. Pada virtual box klik tab setting, lalu pilih tab storage. Klik gambar cd untuk memasukkan file master debian yang berekstensi file iso.
10. klik tab system, atur cd/dvd pada letak yang paling atas. Lalu OK.
11. Untuk memulai instal debian lalu klik Tab mulai pada virtual box.
12. Setelah muncul Instalasi Debian, kemudian pilih Install
13. Pilih bahasa yang ingin kita gunakan, kemudian tekan ENTER
14. Pada bagian Select your location kita tinggal pilih nama negara kita. Misalkan Indonesia [pilih Other  benua Asia  Indonesia) tekan ENTER
15. Lanjut ke bagian Select Keyboard Layout  Pilih American English  ENTER
16. Pada bagian Configure The Network jika konfigurasi jaringan otomatis gagal maka kita menggunakan cara yang manual, kemudian CONTINUE
17. Hostname bias kita isi sesuai dengan keinginan kita sendiri,misal kelompok6 ENTER
18. Pada Domain Name kita bisa isi dengan domain yang dikehendaki Misalkan Debian
19. Isi Root (USER) Password sesuai dengan keinginan kita
20. Isi Re-enter Password to Verify dengan password yang kita isi sebelumnya
21. Pada Full name for the new user sobat tinggal isi dengan yang kita inginkan, jika sama dengan Hostname juga tidak apa-apa
22. Pada bagian Username for yout account kita tidak boleh mengisi sama dengan Full name for the new user karena akan terjadi ERROR. Jadi kita bisa mengisi dengan yang lainnya sesuai dengan keinginan
23. Choose a password for the new user isi dengan password yang di inginkan, kita juga bisa mengisi dengan password yang sudah di isi pada password user sebelumnya.
24. Kemudian isi Re-enter password to verify dengan password sebelumnya
25. Langkah selanjutnya yaitu pada bagian Configure the clock  pilih Eastern  ENTER
26. Pada Partition Disk kita pilih Guide Use Entire Disk  ENTER
27. Kemudian pilih Hardisk untuk membuat partisi Linux Debian  ENTER
28. Pilih All File in One Partition (recommended for new user)  ENTER
29. Setelah membuat Partisi linux DEBIAN, Pilih Finish partitioning and write changes to Disk  ENTER

30. Pilih YES  ENTER
31. Tunggu hinga proses selesai (mungkin membutuhkan waktu sekitar 5 menit)
32.Setelah selesai proses kita masuk pada Configure the package manager dan Configuring Popularity-contest Pilih NO ENTER
33. Di bagian Software Selection kita bisa mencentang semua kecuali yang paling atas  ENTER
34. Tunggu hingga Prosses selesai (sekitar 10 menit)
35. Pada bagian Install the GRUB boot loader on hard disk kita pilih YES ENTER
36. Kemudian tekan ENTER untuk memilih continue  PC/Laptop akan RESTART
37. Pilih bagian yang paling atas ENTER atau kita bisa membiarkan dalam waktu 5 detik secara otomatis kita akan langsung masuk ke Linux Debian 6 Teks
38. Isikan login dang password user sesuai dengan yang diisikan pada waktu menginstal tadi. Jika berhasil masuk maka akan muncul tulisan Last Login: Mon March 31 18:15:48 EDT 2013 i686
SELESAI.Kita bisa menggunakan Linux Debian 6 Teks sesuka kita.



6:14 PM Diposkan oleh simon murdani 0