TOP NEWS

A friend once said, "You can't get so hung up on where you'd rather be that you forget to make the most of where you are." We got lost along the way. But we found each other. And we made a life. A beautiful life. Together.

Friday, November 15, 2019

TLJ - Ulangan BAB 1 dan BAB 2 serta Ulangan semester Gasal



tugas kelompok 

no absen 1 - 18

ulangan Bab 1
pilihan ganda 15 soal
essai 5 soal

ulangan bab 2
pilihan ganda 15 soal
essai 5 soal

no absen 19 -36

ulangan semester gasal
pilihan ganda 30 soal
essai 10 soal


12:53 AM Diposkan oleh simon murdani 0

TLJ - 3.5 Menganalisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan


BAB V - Kebutuhan Telekomunikasi dalam Jaringan


Jaringan telekomunikasi, di era yang semakin maju ini menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Perkembangan teknologi memunculkan bermacam-macam jenis teknologi telekomunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, perkantoran, dan sebagainya. Perkembangan teknologi ini merupakan tuntutan dari masyarakat yang juga memiliki pemikiran semakin berkembang.

Jaringan telekomunikasi merupakan jaringan yang menghubungkan perangkat-perangkat komunikasi dengan jarak tertentu. Perangkat teknologi telekomunikasi yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari di antaranya adalah handphone, TV, radio, dan lain-lain. Untuk dapat bekeria, teknologi-teknologi tersebut membutuhkan perangkat yang dapat menunjang jaringan telekomunikasi.

Dalam membangun jaringan telekomunikasi, diperlukan beberapa kebutuhan. Untuk melakukan analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan, dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu analisis dan peninjauan lapangan, analisis kebutuhan sumber daya, serta analisis kebutuhan perangkat. Ketiga tahap analisis kebutuhan telekomunikasi dalam jaringan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor.

A. Analisis dan Peninjauan Lapangan

Analisis dan peninjauan lapangan diperlukan sebelum sebuah jaringan telekomunikasi dibangun. Hal ini untuk menentukan kebutuhan telekomunikasi vang diperlukan di suatu daerah.


1. Kebutuhan Telekomunikasi dalam Jaringan

Kebutuhan telekomunikasi yang sering digunakan adalah internet dan telepon. Internet dan telepon. keduanya berperan penting dalam dunia jaringan telekomunikasi.

a. Internet
Internet dikenal dengan Interconnected-Networking. Intérnet adalah jaringan atau sistem pada jaringan komputer yang saling INTERNET terhubung dengan menggunakan Sistem Global Transmission Control Protocol/lnternet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol www pertukaran datanya (Packet Switching Communication Protocol). Internet merupakan jaringan komunikasi global terbuka yang  menghubungkan jutaan jaringan komputer lain. Manfaat Internet dalam telekomunikasi terbagi atas berikut ini.
1) Internet sebagai media informasi. Internet dapat dimanfaatkan sebagai media penyimpan informasi serta fasilitas mesin pencari yang dapat digunakan untuk memudahkan dalam pencarian informasi tertentu.
2) Internet sebagai alat komunikasi. Internet dapat mendukung seluruh kegiatan komunikasi interpersonal maupun komunikasi massa, misalnya akses berita, sosial media, dan sebagainya.
3) Internet sebagai sarana pendukung kegiatan pendidikan. Internet dapat membantu memperoleh materi pelajaran maupun buku elektronik secara online.
4) Internet sebagai sarana hiburan. Internet dapat digunakan untuk menikmati data yang bersifat menghibur serta dapat dijadikan sebagai sarana penyaluran ide kreatif.

b. Telepon
Telepon merupakan peralatan penerima getaran bunyi dari jarak jauh. Telepon merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk suara. bekerja Telepon bekerja dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan pengguna lain. Jaringan telepon merupakan bagian dari integral komunikasi komputer. Telepon sebagai alat komunikasi sudah digunakan oleh hampir  seluruh orang di dunia. Biaya penggunaan telepon lebih murah  jika dibandingkan dengan alat komunikasi lain.


2. Cara Melakukan Analisis dan Peninjauan Lapangan

Cara melakukan analisis dan peninjauan lapangan untuk membangun suatu infrastruktur jaringan telekomunikasi yaitu dengan melakukan tinjauan daerah yang akan dilalui oleh jaringan seperti medan area, jarak antarpengguna, dan sebagainya. Hal-hal tersebut sangat memengaruhi cara membangun jaringan, baik perangkat atau peralatan jaringanyang digunakan, sampai dengan kecepatan transfer pada jaringan yang akan dibangun.

B. Analisis Kebutuhan Sumber Daya dalam Telekomunikasi

Analisis kebutuhan sumber daya dalam telekomunikasi diperlukan sebelum sebuah jaringan telekomunikasi dibangun. Hal ini untuk menentukan kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan dalam pembangunan jaringan telekomunikasi.

1. Kebutuhan Sumber Daya dalam Telekomunikasi

Wireline
Wireline adalah jenis telekomunikasi dengan media transmisi menggunakan kabel sebagai perantara antara pengirim dan penerima. Jaringan wireline biasanya digunakan pada jaringan yang memiliki jarak terbatas seperti dalam laboratorium komputer, jaringan komputer gedung, kantor, dan lainnya. Namun, wireline juga dapat digunakan untukjaringan telekomunikasi jarakjauh seperti sambungan internet dan telepon.

Wireless
Wireless adalah jenis jaringan telekomunikasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media transmisinya. Jaringan wireless semakin pesat perkembangannya. Saat ini banyak teknologi yang menggunakan jaringan wireless, di antaranya adalah telepon seluler dan wifi.

Jaringan dengan Modem
Teknologijaringan dengan modem adalah jaringan yang menggunakan modem sebagai media transmisinya. Modem merupakan perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan LAN dengan internet. Modem mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya.

Jaringan dengan Satelit
Jaringan dengan satelit adalah teknologi jaringan telekomunikasi yang memanfaatkan satelit sebagai media transmisinya. Satelit merupakan suatu station relay atau repeater gelombang microwave yang berada di dalam orbit bumi. Satelit berfungsi sebagai penerima atau penghantar data secara nirkabel, memperkuat atau mengulangi sinyal radio dengan frekuensi tertentu yang berasal dari bumi setelah diperkuat dan diubah ke dalam frekuensi yang berbeda.

2. Cara Melakukan Analisis Kebutuhan Sumber Daya

Sumber daya dalam jaringan telekomunikasi menjadi hal terpenting, baik pada klien maupun daministrator jaringan telekomunikasi tersebut. Dalam melakukan analisis kebutuhan sumber dava telekomunikasi, terdapat beberapa faktor vang digunakan sebagai acuan pertimbangan pembangunan sebuah jaringan telekomunikasi. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.

a. Kebutuhan user atau client.
b. Jumlah rata-rata user atau client.
C. Kecepatan transfer.
d. Biaya operasional.

Jika kebutuhan user atau client sangat tinggi, maka sumber daya telekomunikasi tersebut juga
harus ditingkatkan.

Analisis Kebutuhan Perangkat

Analisis Kebutunan perangkat diperlukan sebelum membangun suatu infrastruktur jaringan telekomunikasi. Hal ini untuk menentukan kebutuhan perangkat yang diperlukan dalam Suatu jaringan.

1. Kebutuhan Perangkat Telekomunikasi

Kebutuhan perangkat telekomunikasi antara jaringan wireline, wireless, jaringan dengan modem,
dan jaringan dengan satelit berbeda-beda.

a. Wireline
Membangun jaringan telekomunikasi wireline memerlukan berbagai perangkat. Perangkat yang di butuhkan di antaranya kabel UTP, konektor RJ-45, NIC, HUB/switch, router, PC, modem, dan sebagainya.

b. Wireless
Membangun jaringan telekomunikasi wireless membutuhkan perangkat-perangkat seperti access point, wireless LAN interface, PC, antena eksternal, NIC wireless, bridge wireles5, dan sebagainya.

c. Jaringan dengan Modem
Membangun jaringan telekomunikasi dengan modem membutuhkan perangkat-perangkat seperti PC atau laptop, modem, dan lainnya.

d. Jaringan dengan Satelit
Membangun jaringan telekomunikasi dengan satelit memerlukan perangkat-perangkat seperti antena, TV atau radio, perangkat komunikasi seluler, VSAT, dan sebagainya.

2. Cara Melakukan Analisis Kebutuhan Perangkat

Melakukan analisis terhadap kebutuhan peranekat iuga merupakan hal penung dalam jaringan telekomunikasi selain analisis lapangan dan sumber daya. Cara melakukan analisis ternadap kebutuhan perangkat di antaranya adalah dengan meniniau atau melihat perangkat yang digunakan oleh setiap user saat mengakses jaringan telekomunikasi. Hal ini karena tidak semua user  menggunakan perangkat yanesama dalam bertelekomunikasi. Keberagaman perangkat komunikasi akan memengaruhi perangkat yang harus disediakan oleh administrator jaringan agar setiap perangkat saling mendukung atau kompatihel pada jaringan telekomunikasi.

Materi Pelajaran
12:17 AM Diposkan oleh simon murdani 0

Friday, November 1, 2019

TLJ - 3.6 Kebutuhan Bandwidth dalam Jaringan


Dalam jaringan komputer, istilah bandwidth tentu tidak asing lagi. Bandwidth atau lebar pita merupakan besarnya saluran transmisi yang digunakan sebagai jalur transportasi informasi atau data yang menentukan besarnya data yang dapat ditransmisikan per satuan waktu.

Bandwidth dapat dianalogikan sebagai besarnya sebuah jalan raya, sementara kendaraan bermotor yang berjalan di atasnya dianalogikan sebagai informasi atau data. Semakin luas ukuran jalan raya, maka semakin lancar juga arus lalu lintas kendaraan bermotor yang dapat melintas di atasnya. Begitu pula dengan bandwIdth, semakin besar bandwidth, maka semakin besar volumne data yang dapat ditransmisikan di saluran komunikasi tersebut.

Pada jaringan komputer, kelancaran data dalam bandwidth dipengaruhi oleh banaknun pengguna. Data akan ditransmisikan secara lancar apablla pengguna yang berada pada bandwidth tersebut sedikit, begitu pula sebaliknya. seningga semakin besar bandwidth dalam suatu jaringan maka performa jaringan tersebut dalam mentransmisikan intormasi atau datajuga semakin tinggi.

Bandwidth dihedakan menjadi dua jenis, yaitu banawidtn analog dan bandwidth digital, Namun secara umum yang sering kita gunakan adalah bandwidth digital. Pada perusahaan ISP, bandwidth digital digunakan untuk menjelaskan seberapa Cepat koneksi internet yang ditawarkan

A. Mengenal Bandwidth dan Throughput

Dalam dunia jaringan komputer, bandwidth dan throughput berhubungan dengan penggunaan internet, Bandwidth merupakan elemen jaringan yang biasanya paling dioptimalkan dalam pengongurasiannya karena bandwidth mengacu pada data transfer rate.

1. Bandwidth dalam Jaringan

a. Pengertian Bandwidth 
Bandwidth adalah suatu nilai konsumsi transfer paket/data yang dihitung dalam satuan bit per second (bps), antara server dan client dalam waktu tertentu Bandwidth merupakan luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam media transmisi. Dalam jaringan komputer, bandwidth sering kali digunakan sebagai suatu sinonim untuk data transfer rate atau jumlah data yang dapat dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu. Misalnya sebuah jaringan LAN memiliki bandwidth sebesar 100 mbps, berarti jaringan tersebut dapat melakukan transaksi data maksimal sebesar 100 mega bit pada setiap detik. Jika koneksi komputer ke jaringan komputer memiliki bandwidth yang besar, dapat memungkinkan pengiriman data yang besar juga seperti pengiriman gambar atau video.

b. Fungsi Bandwidth dalam Jaringan
Fungsi bandwidth dalam jaringan di antaranya sebagai berikut.
1) Menjadi jalur atau media pengiriman data. Fungsi tersebut adalah funesi yang paling umum yang terdapat di hampir seluruh tempat yang memiliki jaringan komputer. Bandwidth berfung sebagai jalur pengiriman informasi atau data yang dimiliki oleh suatu komputer atau jaringan tertentu.
2) Membatasi kecepatan transter data. Bandwidth digunakan oleh administrator jaringan untuk menjaga agar jaringan yang ia kelola dapat terus berfungsi dengan baik dan terhindarkanu lah pengguna yang mengakses suatu Situs atau data tertentu vane menvebabkan menyedot banyak bandwidth. Administrator jaringan dapat melakukan manajemen bandwidth.
3) Membatasi jumlah data yang dapat dtransfer. Bandwidth dapat digunakan untuk mempa total iumlah data yang dapat ditranster dalam jangka waktu tertentu.

2. Throughpùt dalam Jaringan

Throughput adalah kecepatan (rate) transfer data efektif yang diukur dalam satuan bit per second. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket atau data yang sukses pada destination selama interval waktu tertentu yang dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. Throughput adalah besarnya bandwidth yang aktual atau yang sebenarnya.

Hasil gambar untuk Bandwidth Throughput Traffic in Bits Time in Seconds

Gambar 6.4 Throughput dalam jaringan

Contoh perhitungan throughput jika diketahui besar bandwidth dalam suatu jaringan adalah 32 kbps dan digunakan untuk men-download sebuah file berukuran 384 kb. Waktu seharusnya yang digunakan untuk men-download file tersebut adalah 12 detik (384/32). Namun file tersebut herhacil di-download dalam waktu 1 menit atau 60 detik. Jadi bandwidth yang sebenarnya atau throughput-nya adalah 384/60 detik = 6,4 kbps.

B. Kebutuhan Bandwidth dalam Jaringan

Setiap jaringan telekomunikasi memiliki kebutuhan bandwidth yang berbeda-beda. Kebutuhan bandwidth pada suatu jaringan dipengaruhi oleh jumlah perangkat, aplikasi, dan manajemen bandwidth yang digunakan. Sangat penting untuk menentukan besarnya bandwidth yang melintas di setiap jaringan. Hal ini bertujuan untuk menjaga performá jaringan.

1. Menghitung Bandwidth Jaringan

Bandwidth adalah salah satu faktor terpenting dalam merancang dan memelihara jaringan selain perangkat jaringan dan teknologi jaringan yang digunakan. Bandwidth merupakan elemen topologi jaringan yang biasanya paling dioptimalkan dalarm pengontigurasiannya. Bandwidth mengacu pada rate yang didukung oleh koneksi jaringan yang saling terhubung. Berikut adalah parameter yang digunakan untuk menentukan penggunaan bandwidth dalam jaringan.
a. Jumlah PC client pada masing-masing distrik atau topologi.
b. Batas bandwidth yang digunakan.
c. Aplikasi-aplikasi yang digunakan dan pertorma SLA pada aplikasi tersebut. Berikut ini cara menentukan perkiraan kebutuhan bandwidth dalam jaringan.

Bandwidth yang dibutuhkan = jumlah PC (user) x besar bandwidth minimumn

2. Keragaman Kebutuhan Bandwidth dalam Jaringan

Keragaman kebutuhan bandwidth ditentukan berdasarkan layanan yang digunakan oleh user. User yang sedang mengakses youtube akan memiliki kebutuhan bandwidth yang berbeda dengan user yang hanya mengakses website. Agar tetap efektif, pengguna harus mengetahui kebutuhan layanan untuk dirinya, sehingga dapat menghitung total bandwidth yang dibutuhkan.

Bandwidth jaringan mewakili kapasitas koneksi jaringan. Setelah memastikan besar kebutuhan bandwidth jaringan, selanjutnya adalah menentukan berapa banyak bandwidth yang digunakan oleh aplikasi. Untuk melakukan perhitungan tersebut biasanya menggunakan network analyzer.

3. Manajemen Bandwidth dalam Jaringan

Pengalokasian bandwidth yang tepat menjadi salah satu metode dalam memberikan jaminan kualitas suatu lavanan jaringan. Manajemen bandwidth adalan teknik manajemen trafik jaringan komputer untuk mengatur besarnya bandwidth sesuai dengan vang diinginkan. Tuiuan manajemen bandwidt adalah untuk membatasi bandwidth sesuai dengan kebutuhan dan jumlah pengguna. Terdapat dua metode manajemen bandwidth yang paling umum digunakan, yaitu Hierarcial Token Bucket (HTB) daa Class-Based Queueing (CBQ).

a. Hierarcial Token Bucket (HTB)

HTB adalah sebuah sistem atau metode untuk mengatur dan mengontrol kapasitas bandwidth. Diambil dari algoritma 2Mbit Token Bucket, analogi dari algoritma ini yaitu penetapan.kapasitas keranjang (bucket) pada pengambilan ke sekian kali (token). HTB berperan dalam mengontrol penggunaan bandwidth terhadap link yang diberikan kepada client. HTB memungkinkan penggunaan fisik link single untuk menampilkan multiple link dan untuk mengirimkan jenis traffic yang berbeda pada tampilan link yang 

Gambar terkait
Gambar 6.6 Metode HTB

berbeda. Dengan kata lain, HTB sangat berguna untuk membatasi kapasitas download dan upload pada client. Parameter yang digunakan HTB untuk menentukan jenis queue di antaranya adalah rate, ceil, dan RED.

b. Class-Based Queueing (CBQ)

CBQ adalah teknik klasifikasi paket data yang Linksharing memungkinkan sharing bandwidth antarkelas (class) dan Scheduler Estimator memiliki fasilitas user interface. CBQ mengatur pemakaian Lnput Unk General bandwidth jaringan yang dialokasikan untuk setiap Classifier Scheduler Output Link user, pemakaian bandwidth yang melebihi nilai set akan  dipotong (shaping), CBQ juga dapat diatur untuk sharing 

Hasil gambar untuk Metode CBQ

Gambar 6.7 Metode CBQ

dan meminiam bandwidth antar-class. CBu addlan aigoritma pengaturan traffic jaringan vang dikembangkan oleh Network Research Group at Lawrence Berkeley National Laboratory sehao salah satu alternatif teknologi routerObased yang masih tradisional. Parameter yang digunakan CBQ untuk menentukan jenis queue di antaranya adalah avpkt, bandwidth, rate, cell, isolated/sharing dan bounded/borrow.

Materi Pelajaran
Dengan aplikasi simulasi Mikrotik buatlah tugas berikut

1. TLJ - Instalasi Mikrotik RouterOS di PC
2. TLJ - Cara Mengkonfigur Bandwidth Management

Lembar Penilaian

1. HOTS (High Order Thinking Skills)
2. Uji Kompetensi
8:40 PM Diposkan oleh simon murdani 0

TLJ - Instalasi Mikrotik RouterOS di PC


Jika anda membeli RouterBoard Mikrotik biasanya sudah langsung bisa digunakan tanpa perlu lagi melakukan instalasi RouterOS, tinggal memasukkan lisensi saja. Namun jika anda tidak ingin menggunakan RouterBoard atau hanya ingin menggunakan PC sebagai Mikrotik tentunya anda harus melakukan instalasi mikrotik ke PC dulu. Nah, ada beberapa cara install Mikrotik ke PC. Mikrotik dapat di install di PC dengan menggunakan beberapa cara, yaitu:

[1]- ISO Image; menggunakan Compact Disc (CD) instalasi. Silakan download file berekstensi .ISO yang tersedia dan kamu harus “membakarnya” ke dalam media CD kosong. 

[2]- NetInstall; melalui jaringan komputer (LAN) dengan Satu Disket, atau menggunakan Ethernet yang mendukung proses menyalakan komputer (booting) komputer melalui Ethernet Card. NetInstall dapat dilakukan pada sistem operasi Windows 95/98/NT4/2000/XP. 

[3]- Mikrotik Disk Maker; membutuhkan beberapa buah disket ukuran 3,5″ yang nant inya akan disalin pada hard disk saat instalasi dilakukan. Dengan menggunakan tools FloppyMaker.exe.

Dari ketiga cara tersebut, cara pertama yang menggunakan CD ISO image yang paling populer dan paling banyak digunakan. Jadi kali ini kita akan membahas cara yang pertama dulu. Cara instalasi Mikrotik menggunakan ISO image memang cukup mudah dilakukan. Anda hanya perlu mendownload file ISO Mikrotik RouterOS, burn ke CD, boot ke CD itu dan install Mikrotik nya. Oke Sekarang kita akan mulai bahas cara install mikrotik RouterOS di PC, silakan simak cara berikut ini :

[1]-  Download file ISO Mikrotik nya. Kalian bisa download disini (Udah termasuk lisensi level 6. Mohon gunakan HANYA UNTUK TUJUAN BELAJAR SAJA!)

[2]- Burn file ISO nya ke CD.

[3]- Masukkan cd mikrotik ke dalam cd/dvd room.

[4]- Setting bios komputer anda, pada booting awal (first boot)nya adalah cd/dvd room anda.

[5]- Setelah di setting maka komputer anda akan booting pertama kale ke cd/dvd room anda. Jika berhasil maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.


[6]- Lakukan proses instalasi Mikrotik dengan memilih (check) semua pilihan yang ada dengan tombol ‘a‘. Kalo udah dicentang semua tekan tombol ‘i’ untuk meginstall Mikrotik.

[7]- Tunggu bentar sampe proses instalasi nya selesai. Sabar yahh, cuma bentar kok. Kalo udah selesai tekan tombol Enter untuk reboot


[8]- Setelah komputer anda restart maka anda akan diminta untuk check disk atau tidak. Klik tombol “Y” untuk menyetujui, atau klik tombol “N” untuk tidak menyetujui. 

[9]- Setelah itu akan muncul tampilan login. “admin” (tanpa tanda petik) pada Mikrotik Login. Dan pada password enter aja. karena password defaultnya tidak ada password

[10]- Jika berhasil maka akan muncul gambar tampilan awal mikrotik (lihat gambar dibawah ini). Menandakan anda telah berhasil menginstal mikrotik. 

Sekarang Mikrotik RouterOS nya sudah terinstall di PC anda. Namun mikrotik nya hanya bisa digunakan selama 24 jam saja karena masih dalam masa trial. Untuk bisa membuatnya full version menggunakan lisensi level 6, perlu dilakukan registrasi lisensi dulu. File lisensi level 6 nya sudah ada di paket ISO sebelumnya. Silakan cari file nya.

Cara Registrasi Lisensi Mikrotik :

[1]- Koneksikan PC Mikrotik nya dengan PC lainnya atau Laptop anda menggunakan kabel UTP.

[2]- Buka Winbox (Jika belum punya Winbox silakan download Winbox disini)

[3]- Login ke Mikrotik menggunakan Winbox.



[4]- Di halaman utama Winbox “RouterOs Welcome” dengan berita router anda tidak memiliki key dan router akan di stop dalam waktu 23 jam 50 menit. 

[5]- Di halam Utama Winbox klik “System” dan klik “Licence”

[6]- Kemudian klik "Import Key" dan pilih file lisensi level 6 yang ada di folder ISO tadi

[7]- Router now? klik “OK” maka router akan restart dan disconnect. 

[8]- Login lagi ke Mikrotik nya via Winbox, buka menu System --> License --> Maka akan muncul tampilan bahwa Mikrotik sudah berhasil diregistrasi dengan lisensi level 6. 

Selamat sekarang Mikrotik Anda lisensi nya sudah menjadi level 6. Anda dapat mencoba menyeting Mikrotik PC anda ini dengan Tutorial Mikrotik Indonesia yang ada di blog ini. Selamat mencoba :)



8:18 PM Diposkan oleh simon murdani 0

TLJ - Cara Mengkonfigur Bandwidth Management




Untuk melakukan management bandwidth kita harus menentukan terlebih dahulu kira-kira ada beberapa user dan ada berapa bagian dikantor.

Bandwitch yang kita punya pada tutorial sebelumnya yaitu 6 Mbps local dan 3 INT, lalu kita mempunyai 3 bagian yang pertama : direction berisi 2 user, manager berisi 3 user, staff berisi 10 user, dan 3 bagian tersebut mendapatkan maksimal bandwitch 2 local 1 Inter.

Maka untuk limiter 1Mbps
dibagi 2 user menjadi 512kbps
dibagi 3 user menjadi 354k, dan
dibagi 10 user menjadi 102k

Sedangkan untuk 2Mbps
dibagi 2 orang menjadi 1Mbps,
dibagi 3 orang menjadi 709k, dan
dibagi 10 menjadi 204k dengan ketentuan,

kita ambil contoh direction, apabila 2 direction ada, Maka bandwitch yang didapatkan 512Kbps untuk inter beda dengan hanya ada 1 direction maka dia dapat 1Mbps pada INTER.

1. Untuk memulai konfigur limiter kilik Queues Masuk pada tab simple queues



2. Langkah selanjutnya adalah buat MAX Limit pada setiap bagian , kali ini kita buat bagian Direction terlebih dahulu klik – + pada simple queue

Tab General
Name : Direction – INTER
Target : 10.22.22.2, 10.22.22.3
Max-limit: 1Mbps
Tab advanced
Parent: INTER





Jika sudah coba klik # maka tampilan seperti gambar dibawah ini limiter yang kita buat Masuk kedalam parent INTER jadi untuk limiter INT dia mempunyai anak yang berupa bagian” dijelaskan sebelumnya yaitu direction manager dan staff




Langkah selanjutnya adalah buat user direction 1 untuk trafik Inter klik – + pada simple queue

Tab General
Name : direction 1
Target : 10.22.22.2
Max-limit: 1Mbps
Tab advanced
Limit-at: 512kbps
Parent: Direction – INTER






Lanjut dengan membuat User Direction 2, untuk konfigur sama seperti direction satu yang membedakan hanya Name dan targetnya saja.

Tab General
Name : direction 2
Target : 10.22.22.3
Max-limit: 1Mbps
Tab advanced
Limit-at: 512kbps
Parent:Direction – INTER






Sekarang kita buat MAX limit pada Trafik LOCAL untuk bagian Direction

Tab General
Name : direction – local
Target : 10.22.22.2, 10.22.22.3
Max-limit: 2Mbps
Tab advanced
Parent: LOCAL




Langkah selanjutnya yaitu membuat limiter user pada bagian direction dengan

Tab General
Name : direction 1 – local
Target : 10.22.22.2
Max-limit: 2Mbps
Tab advanced
Limit-at: 1Mbps
Parent: direction – local




Direction 2 – local

Tab General
Name : direction 2 – local
Target : 10.22.22.3
Max-limit: 2Mbps
Tab advanced
Limit-at: 1Mbps
Parent: Direction – local





Jika sudah selesai untuk konfigur bagian direction sekarang kita lakukan pengetesan dengan akses situs local seperti detik.com maka limit direction akan belajan seperti gambar dibawah ini:


apabila sudah membuat limiter trafik direction, kemudian kita buat untuk bagian manager. Sebelum kita membuat user jangan lupa untuk membuat MAX limiter terlebih dahulu klik – +

Tab General
Name : manager – INTER
Target : 10.22.22.4, 10.22.22.5, 10.22.22.6
Max-limit: 1Mbps
Tab advanced
Parent= INTER




Jika sudah membuat max limit untuk bagian manager, kemudian kita buat user pada bagian manager. klik – +

Tab General
Name : manager1
Target : 10.22.22.4
Max-limit: 1Mbps
Tab advanced
Limit-at: 354Kbps
Parent:Manager – INTER





10. User 2 untuk bagian manager klik – +

Tab General
Name : manager2
Target : 10.22.22.5
Max-limit: 1Mbps
Tab advanced
Limit-at: 354Kbps
Parent: manager – INTER





11. User 3 bagian manager . klik – +

Tab General
Name : manager3
Target : 10.22.22.6
Max-limit: 1Mbps
Tab advanced
Limit-at: 354Kbps
Parent: manager – INTER





12. Sekarang kita buat MAX limiter pada bagian manager untuk trafik local

Tab General
Name : manager – local
Target : 10.22.22.4, 10.22.22.5, 10.22.22.6
Max-limit: 2Mbps
Tab advanced
Parent: local







13. Langkah selanjutnya buat user untuk manager pada trafik local

Tab General
Name : manager1 – local
Target : 10.22.22.4
Max-limit: 2Mbps
Tab advanced
Limit-at: 709k
Parent: Manager – local





14. Mebuat user manager 2 Untuk mempermudah pembuatan user, anda bisa dengan klik 2X limiter manager1 lalu Copy maka akan muncul tampilan seperti konfigur manager 1 anda hanya tinggal ubah name dan target Saja. Seperti dibawah ini

Tab General
Name : manager2
Target : 10.22.22.5
Max-limit: 1Mbps
User Manager 3





15. User Manager 3

Tab General
Name : manager3
Target : 10.22.22.6
Max-limit: 1Mbps



Jika sudah Selesai dalam pembuatan Limiter LOCAL untuk bagian manager, bisa dengan melakukan pengetesan seperti sebelumnya pada bagian direction.



16. Langkah selanjutnya adalah membuat max limiter inter untuk user staff

Tab General
Name : Staff – INTER
Target : ether16
Max-limit: 1Mbps
Tab advanced
Parent: INTER





17. Langkah selanjutnya adalah membuat limiter inter untuk user staff

Tab General
Name : Staff1
Target : 10.22.22.7
Max-limit: 1Mbps
Tab advanced
Limit-at: 102k
Parent: Staff – INTER





18. Seperti perintah sebelumnya yaitu copy konfigur sebelumnya lalu ubah name dan target .

Tab General
Name : Staff2
Target : 10.22.22.8
Max-limit: 1Mbps

19. User Staff 3

Tab General
Name : Staff3
Target : 10.22.22.9
Max-limit: 1Mbps



20. User Staff 4

Tab General
Name : Staff4
Target : 10.22.22.10
Max-limit: 1Mbps



21. User Staff 5

Tab General
Name : Staff5
Target : 10.22.22.11
Max-limit: 1Mbps



22. User Staff 6

Tab General
Name : Staff6
Target : 10.22.22.12
Max-limit: 1Mbps



23. User Staff 7

Tab General
Name : Staff
Target : 10.22.22.13
Max-limit: 1Mbps



24. User Staff 8

Tab General
Name : Staff8
Target : 10.22.22.14
Max-limit: 1Mbps



25. User Staff 9

Tab General
Name : Staff9
Target : 10.22.22.15
Max-limit: 1Mbps



26. User Staff 10

Tab General
Name : Staff10
Target : 10.22.22.16
Max-limit: 1Mbps



27. Jika sudah selesai membuat limiter trafik inter pada bagian Staff sekarang kita lanjutkan dengan membuat limiter trafik local untuk bagian staff. Sebelum membuat limiter user, kita buat terlebih dahulu limiter MAX pada staff

Tab General
Name : Staff – local
Target : ether3
Max-limit: 2Mbps

Tab advanced
Parent: staff – local







28. Limiter user staff 1

Tab General
Name : Staff1 – local
Target : 10.22.22.7
Max-limit: 2Mbps

Tab advanced
Limit-at: 204k
Parent: Staff – local





29. Staff2 – local

Tab General

Name : Staff2 – local

Target : 10.22.22.8

Max-limit: 2Mbps



30. Staff3 – local

Tab General

Name : Staff3 – local

Target : 10.22.22.9

Max-limit: 2Mbps



31. Staff4 – local

Tab General

Name : Staff4 – local

Target : 10.22.22.10

Max-limit: 2Mbps



32. Staff5 – local

Tab General

Name : Staff5 – local

Target : 10.22.22.11

Max-limit: 2Mbps



33. Staff6 – local

Tab General

Name : Staff4 – local

Target : 10.22.22.12

Max-limit: 2Mbps



34. Staff7 – local

Tab General

Name : Staff7 – local

Target : 10.22.22.13

Max-limit: 2Mbps



35. Staff8 – local

Tab General

Name : Staff8 – local

Target : 10.22.22.14

Max-limit: 2Mbps



36. Staff9 – local

Tab General

Name : Staff9 – local

Target : 10.22.22.15

Max-limit: 2Mbps



37. Staff10 – local

Tab General

Name : Staff10 – local

Target : 10.22.22.16

Max-limit: 2Mbps



Jika Sudah selesai melakukan konfigurasi maka tampilan queue yang akan terjadi adalah seperti gambar berikut:



Langkah terakhir kita lanjutkan dengan pengetesan diCMD klik – windows – ketik CMD – ipconfig . gunanya untuk melihat pada computer ip yang kita sedang gunakan.





Langkah selanjutnya adalah melakukan speedtest.com pada server LOCAL dan INTER, dengan ip 10.22.22.7 yang limiternya berupa 1 inter 2 local ketika yang lain tidak memakai. Berikut capture pengetesan speedtest LOCAL dengan memakai server local yaitu CBN:



Capture SPEEDTEST INTER Dengan memakai server Singapore berupa singtel.



Itulah tutorial cara management bandwidth yang bisa Anda coba praktekan di kantor Anda.
8:13 PM Diposkan oleh simon murdani 0