TOP NEWS

A friend once said, "You can't get so hung up on where you'd rather be that you forget to make the most of where you are." We got lost along the way. But we found each other. And we made a life. A beautiful life. Together.

Sunday, September 27, 2015

Fungsi Bios Pada Komputer



Bios merupakan singkatan dari Basic Input Output System. Bios merupakan sebuah program atau software antarmuka tingkat rendah yang berfungsi mengendalikan atau mengontrol perangkat keras yang terpasang pada komputer.

Bios disimpan atau ditanamkan di ROM ( read only memory ).

Setiap Motherboard memiliki yang namanya Bios, dan bila bios ini rusak maka kemungkinan besar motherboard tidak dapat digunakan kembali ( kecuali bios di install ulang atau di upgrade ). Karena Bios ditanamkan di ROM, maka kemungkinan kita hanya bisa merubah pengaturan yang telah ada, misalkan kita merubah besarnya memory yang digunakan untuk VGA yang berjenis onboard, atau mengubah waktu dan tanggal, serta mengubah settingan dasar lainnya. Namun yang paling sering dirubah dan perlu diketahui yaitu merubah urutan booting, dan mengecek ada tidaknya suatu komponen komputer yang kita pasang. Misalkan kita memasang harddisk di komputer kita, namun setelah kita cek dibios tidak ada harddisk maka kemungkinan harddisk tidak terpasang dengan benar, jadi bios ini sangat penting peranannya bagi jalannya sistem komputer.

Ada berbagai macam merek Bios, tergantung motherboard yang kita pakai . Yang terkenal yaitu, AMI BIOS, Phoenix BIOS, dll.

Jika anda akan merubah settingan bios, anda dapat melakukannya pada saat proses booting (menyalakan komputer), setiap Bios memiliki cara masing masing untuk masuk ke dalam Menu biosnya, yang paling umum adalah menekan tombol del atau alt+f4. Lihat saja petunjuk yang keluar dilayar monitor pertama kali komputer dinyalakan.

Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut "IBMBIO.COM" (IBM PC-DOS) atau "IO.SYS" (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.

Fungsi Bios

1. Mengenali semua hardware / perangkat keras yang terpasang pada PC / Komputer.
2. Inisialisai ( Penyalaan ), serta pengujian terhadap semua perangkat yang terpasang ( Dalam proses yang dikenal dengan istilah Power On Self Test)
3. Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) Yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil Sistem Operasi dan Menjalankannya.
4. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting/urutan booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
5. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.

Jenis BIOS yang saat ini sangat banyak digunakan adalah:

AWARD BIOS
AMI BIOS
Phoenix BIOS


American Megatrends Inc. BIOS ( AMI BIOS )

American Megatrends Inc. BIOS ( AMI BIOS ) merupakan BIOS yang dikembangkan dan dijual oleh Megatrends America. Berikut adalah tampilan dari AMI BIOS :



Seperti yang terlihat pada gambar, jika anda menekan tombol DEL pada keyboard anda bisa masuk kedalam setup dari AMI BIOS. Di dalam setup tersebut terdapat berbagai macam menu yang di dalamnya juga ada sub menu lagi yang berfungsi untuk memberikan pengaturan kepada komputer baik software ( OS ) maupun hardwarenya. Berikut adalah tampilan saat sudah memasuki setup AMI BIOS :


MENU-MENU PENGATURAN PADA AMI BIOS

Fungsi Tombol pada setup BIOS :Esc / Escape => keluar dari setup BIOS
←↑→↓ => tombol memilih menu
D => modifikasi panjang field
F1 => mencari bantuan fungsi tombol
F2 => mengubah background BIOS
F5 => mengubah ke settingan terdahulu yang pernah ada
F6 => mengubah ke settingan yang paling optimal
F7 => menyetting ke performance terbaik
F10 => keluar dari setup BIOS dan menyimpan hasil settingan
Untuk memunculkan menu selanjutnya tekan tombol panah (arahkan pada menu yang dituju) kemudian tekan Enter.
Cara seting atau konfigurasi BIOS ini berbeda-beda tergantung dari vendor pembuatnya, disini saya akan menampilkan menu-menu pada AMI BIOS. Menu utama pada BIOS ini adalah :

1. Standar CMOS (Complimentary Metal Oxide Semicondutor) Setup
Berfungsi untuk setting standar seperti tanggal, waktu, type harddisk yang terpasang, disk drive, dan monitor.
Fungsi konfigurasi pada standar CMOS :
· Date & Time => melakukan setting perubahan waktu dan tanggal sesuai Real Time Clock
· IDE ( Integrated drive electronics) Device => melakukan setting harddisk yang terpasang
· Type harddisk :
- IDE Primary Master => harddisk utama yang berfungsi sebagai penyimpanan sistem operasi dan program aplikasi
- IDE Primary Slave => harddisk utama yang berfungsi sebagai penyimpanan berupa data saja
- IDE Secondary Master => harddisk tambahan / cadangan yang berfungsi sebagai penyimpanan sistem operasi dan program aplikasi
- IDE secondary Slave=> harddisk tambahan / cadangan yang berfungsi sebagai penyimpanan berupa data saja
- Floppy disk => melakukan setting disk drive
- Video => melakukan setting monitor biasanya EGA / VGA
- Half On => untuk mensetting kapan computer berhenti beroperasi
- Base / Extended / Total Memory => untuk mengetahui kapasitas memori, tersetting secara otomatis.
2. Advanced Setup
Digunakan untuk mengetahui informasi / mengatur system yang terpakai di dalam computer. Perintah Advanced BIOS :
Fungsi konfigurasi pada Advanced Setup
· Virus warning => mengaktifkan / menonaktifkan program anti virus untuk motherboard atau boot sector
· Quick Power On Self Test => Pemeriksaan terhadap komponen-komponen pada saat computer melakukan booting.
· First Boot Device => Pengecekan terhadap system booting pertama kali
· Swap Floppy => untuk menukar disk drive misalkan dari B ke A atau sebaliknya.
· Boot Up Floppy Seek => mengecek kapasitas disket yang terpasang
· Boot Up NumLock Status => mengaktifkan / menonaktifkan tombol Num Lock pada saat computer melakukan booting
· Typematic Rate Setting => setting typematic rate / berapa banyak karakter yang ditransfer tiap detik.
· Security Option => memberikan password pada saat computer dihidupkan
· OS Select For DRAM > 64 => untuk mengecek DRAM > 64 MB, jika bukan pilih Non-OS2
· Video BIOS Shadow => Memindahkan VGA Bios Shadow ke DRAM.
3. Advanced Chipset Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh chipset, misalnya timing memori. Fasilitas ini berpengaruh pada kinerja komputer secara keseluruhan.
4. Integrated Peripherals
Menu untuk mengkonfigurasikan fasilitas-fasliitas yang berhubungan dengan perangkat terhubung dengan motherboard seperti harddisk controller, floppy disk controller, serial dan parallel port meliputi konfigurasi port dan IRQ. Non aktifkan yang tidak dibutuhkan untuk membebaskan IRQ.
5. Power Management Setup
Digunakan untuk mensetup manajemen power => mengatur power yang ada dikomputer yaitu power pada monitor dan CPU.
Fungsi setiap bagian :
· ACPI Function => Fungsi ACPI (Advanced Configuration and Power Interface)
· Power Management => mengatur power untuk computer
· PM Control by APM => mengatur penghematan energi
· Video Off Option => setting pilihan bagaimana monitor dimatikan
· Video Off Method => Metoda video
· MODEM Use IRQ => IRQ membuka modem
· Soft-Off by PWBTN => mati gelap dengan PWBTN
· Wake Up Events => cara menghidupkan computer dari keadaan stand by.
6. PnP/ PCI (Plug and Play) Configuration
Digunakan untuk mengidentifikasikan PnP pada slot PCI yang terpasang diCPU.Fungsi setiap bagian :
Fungsi setiap bagian :
· PNP OS Installed => jika memilih ‘Yes’ maka computer akan mengurus IRQ, I/O pada saat booting saja.
· Reset configuration data => digunakan untuk menghapus data PnP.
· Resources Controlled by => pemberian resources diberikan secara otomatis atau manual.
· X IRQ Resources / X DMA Resources => untuk melengkapi jika resources controlled by menggunakan pilihan manual.
· PCI / VGA Palette Snoop => mengaktifkan PCI / VGA.
· Assign IRQ for VGA => mengarahkan IRQ ke VGA.
· Assign IRQ for USB => mengarahkan IRQ ke USB.
7. PC Healts Status
Menu ini menampilkan suhu CPU saat ini, kecepatan kipas, tegangan dll. Anda dapat mengatur suhu peringatan yang akan memicu alarm jika CPU melebihi suhu yang ditentukan.
8. Frequency/Voltage Control
Mengatur frekuensi dan tegangan pada CPU.
9. Load Optimal Default
Mengatur settingan yang paling optimal yang pernah ada.
10. Supervisor Password
Menu untuk membuat password supervisor, password ini berlaku untuk proses booting dan proses konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat mengaktifkan sistem operasi memasuki dan melakukan perubahan setup jika tidak dapat melewati password yang ini. melindunginya. Buatlah password supervisor atau abaikan jika dirasa tidak perlu
11. User Password
Menu untuk membuat password user, password ini hanya berlaku untuk proses booting saja dan tidak bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, sistem operasi tidak akan diaktifkan selama pengguna tidak melewati password akan tetapi dapat melakukan perubahan konfigurasi setup. Buatlah password user atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
12. Save and Exit Setup
Keluar dari BIOS dengan menyimpan konfigurasi setting.
13. Exit Without Save
Keluar dari BIOS dengan tanpa menyimpan konfigurasi setting.


Menu Pada Award BIOS



1.  Standard CMOS Features
Menu dasar konfigurasi waktu, tanggal, Hard disk, CD / DVD ROM, floppy drive, dll.
2.  Advanced BIOS Features
Mengatur setting systemmisalnya menentukan booting pertama, menentukan sistem keamanan, mempercepat proses booting, dll.
3.   Advanced Chipset Features
Mengatur systemkonfigurasi memory, VGA, dll.
4.   Intergrated Peripheral
Mengatur system hardware yang sudah terpasang pada mainboard/On board.
5.   Power Management Setup
Mengatur system power untuk monitor, hard disk, dll.
6.   PnP/PcI Configurations
Mengatur peralatan dengan jalur PCI dan perangkat yang dikenalkan secara defaultoleh komputer.
7.   PC Helath Status
Untuk mengetahui kondisi suhu prosesor, putaran HSF/atau kipas, dll.
8.  Frequency/Valtage Control
Mengatur frequency control prosesor.
9.  Load High Performance Defaults
Setting optimal yang terbaik dan ketat dengan mengabaikan stabilitas komputer.
10.  Load Optimized Defaults
Mengatur setting optimal standar (mengembalikan settingan ke awal sesuai dari pabriknya).
11.  Set Supervisor Password
Memberi Password dengan mengontrol akses ke program sistem setup seperti boot install windows.
12.  Set User Password
Memberi password untuk melindungi akses yang tidak berhak ke komputer pada start-up.
13.  Save & Exit Setup
Keluar dan menyimpan konfigurasi setting.
14.  Exit Without Saving
Keluar tanpa menyimpan konfigurasi setting.

0 komentar: